RELASI TRINITAS

 


RELASI TRINITAS




A. RELASI ONTOLOGIS


• Relasi ontologis menjawab pertanyaan: "Siapakah Allah sejak kekekalan?" 

Relasi ontologis intra-Trinitas adalah hubungan kekal antara Bapa, Anak, dan Roh Kudus di dalam diri Allah sendiri, sebelum dunia diciptakan dan tanpa bergantung pada karya penciptaan atau penebusan. Kata ontologis berarti menyangkut keberadaan (being) Allah, sedangkan intra-Trinitas berarti di dalam kehidupan Allah Tritunggal sendiri.

Dalam teologi Kristen klasik, relasi ontologis berbeda dari relasi ekonomis. Relasi ontologis menjawab pertanyaan: "Siapakah Allah sejak kekekalan?" Sedangkan relasi ekonomis menjawab: "Bagaimana Allah menyatakan diri-Nya dalam sejarah keselamatan?"


I. Bapa adalah Bapa karena memiliki Anak sejak kekekalan

Hubungan Bapa dan Anak bukan dimulai saat inkarnasi, tetapi telah ada sebelum dunia dijadikan.

Yohanes 17:24

"Ya Bapa, Aku mau supaya di mana pun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan."

Ayat ini menunjukkan bahwa sebelum dunia ada:

  • Bapa sudah adalah Bapa.
  • Anak sudah adalah Anak.
  • Sudah ada kasih antara Bapa dan Anak.

Jadi relasi Bapa–Anak adalah relasi kekal.


II. Anak bersama Bapa sejak kekekalan

Yohanes 1:1

"Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah."

Ungkapan "bersama-sama dengan Allah" menunjukkan adanya relasi pribadi.

Firman (Anak):

  • bukan Bapa,
  • bersama Bapa,
  • tetapi tetap Allah.

III. Anak memiliki kemuliaan bersama Bapa sebelum penciptaan

Yohanes 17:5

"Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada."

Kemuliaan bersama ini bukan diberikan setelah inkarnasi, melainkan telah dimiliki sebelum dunia dijadikan.


IV. Anak berasal dari Bapa dalam relasi kekal

Yohanes 5:26

"Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri."

Menurut teologi Trinitas, ayat ini dipahami sebagai hubungan kekal, bukan penciptaan Anak. Anak menerima hidup ilahi dari Bapa tanpa awal waktu, sehingga tetap sehakikat dengan Bapa.


V. Bapa mengasihi Anak

Yohanes 3:35

"Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya."

Kasih bukan hanya terjadi setelah penciptaan, melainkan merupakan kehidupan kekal Allah.


VI. Anak mengenal Bapa secara sempurna

Matius 11:27

"Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya."

Pengetahuan ini bersifat sempurna karena berasal dari relasi kekal.


VII. Roh Kudus juga berada dalam relasi kekal

Yohanes 15:26

"Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku."

Ayat ini menunjukkan relasi Roh Kudus dengan Bapa dan Anak. Dalam teologi klasik:

  • Roh Kudus adalah Pribadi ilahi.
  • Roh Kudus berada dalam relasi kekal dengan Bapa.
  • Tradisi Barat menambahkan bahwa Roh Kudus juga "berasal dari Bapa dan Anak" (Filioque), sedangkan tradisi Timur mengajarkan Roh Kudus "berasal dari Bapa" dan diutus melalui Anak.

VIII. Saling berdiam (Perichoresis)

Relasi ontologis juga ditandai oleh saling berdiam tanpa bercampur atau melebur.

Yohanes 14:10

"Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya."

Ini bukan berarti Bapa dan Anak adalah satu Pribadi, tetapi menunjukkan persekutuan ilahi yang sempurna.


IX. Satu kodrat ilahi

Relasi ontologis tidak berarti ada tiga kodrat.

Yohanes 10:30

"Aku dan Bapa adalah satu."

Dalam pemahaman Trinitas, ayat ini dipahami sebagai kesatuan hakikat ilahi, sementara Bapa dan Anak tetap dibedakan sebagai Pribadi.


X. Relasi ontologis menjadi dasar relasi ekonomis

Karena Bapa adalah Bapa sejak kekal, maka dalam sejarah keselamatan Bapa mengutus Anak.

Yohanes 3:16

"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal."

Yohanes 17:18

"Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia."

Pengutusan Anak dalam sejarah merupakan penyataan dari relasi yang sudah ada sejak kekekalan.


Ringkasan Relasi Ontologis Intra-Trinitas

Relasi Ontologis Dasar Alkitab
Bapa adalah Bapa sejak kekal Yohanes 17:24

Anak adalah Anak sejak kekal

Yohanes 1:1; Yohanes 17:5
Bapa mengasihi Anak
Yohanes 3:35; Yohanes 17:24

Anak mengenal Bapa secara sempurna
Matius 11:27

Roh Kudus berada dalam relasi kekal dengan Bapa (dan menurut tradisi Barat juga dengan Anak)
Yohanes 15:26
Bapa dan Anak saling berdiam Yohanes 14:10

Bapa dan Anak memiliki satu kodrat ilahi

Yohanes 10:30

Kesimpulan

Relasi ontologis intra-Trinitas adalah kehidupan kekal Allah sendiri: Bapa mengasihi Anak, Anak mengasihi dan mengenal Bapa secara sempurna, dan Roh Kudus berada dalam persekutuan ilahi tersebut. Relasi ini tidak dimulai saat penciptaan atau inkarnasi, melainkan sudah ada sebelum dunia dijadikan (Yohanes 17:5, 24). Dari relasi ontologis inilah mengalir relasi ekonomis: Bapa mengutus Anak, dan Bapa serta Anak mengutus Roh Kudus untuk menggenapi karya keselamatan.



B. RELASI EKONOMIS


• Relasi ekonomis menjawab: "Bagaimana Allah menyatakan diri-Nya dalam sejarah keselamatan?"

Relasi ekonomis Trinitas adalah bagaimana Allah Tritunggal menyatakan diri dan bekerja dalam sejarah penciptaan, penebusan, dan penyempurnaan. Kata ekonomis berasal dari bahasa Yunani oikonomia yang berarti pengelolaan, rencana, atau penyelenggaraan. Jadi, relasi ekonomis bukan berbicara tentang siapa Allah dalam diri-Nya (ontologis), tetapi bagaimana Bapa, Anak, dan Roh Kudus berkarya bagi keselamatan manusia.

I. BAPA MENGUTUS ANAK

Relasi ekonomis dimulai dengan pengutusan Anak oleh Bapa.

Yohanes 3:16

"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal."

Kasih Bapa dinyatakan dengan mengutus Anak untuk menyelamatkan dunia.


Yohanes 6:38

"Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku."

Anak datang sebagai Pribadi yang diutus oleh Bapa untuk melaksanakan rencana keselamatan.


II. ANAK TAAT KEPADA BAPA

Dalam relasi ekonomis, Anak dengan sukarela melaksanakan kehendak Bapa.

Yohanes 4:34

"Kata Yesus kepada mereka: 'Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.'"


Filipi 2:8

"Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib."

Ketaatan ini berkaitan dengan misi penebusan, bukan berarti Anak lebih rendah dalam hakikat ilahi.


III. ANAK MENYATAKAN BAPA

Anak datang untuk memperkenalkan Bapa kepada dunia.

Yohanes 1:18

"Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya."


Yohanes 14:9

"Kata Yesus kepadanya: 'Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa. Bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami?'"


IV. BAPA DAN ANAK MENGUTUS ROH KUDUS

Sesudah karya penebusan, Roh Kudus diutus untuk menerapkan keselamatan kepada orang percaya.

Yohanes 14:26

"Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu."


Yohanes 15:26

"Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku."


V. ROH KUDUS MEMULIAKAN ANAK

Yohanes 16:13–14

"Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku."

Roh Kudus tidak menarik perhatian kepada diri-Nya sendiri, melainkan memuliakan Kristus.


VI. ROH KUDUS MENERAPKAN KESELAMATAN

Titus 3:5–6

"Pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita."


VII. POLA EKONOMIS TRINITAS

Relasi ekonomis sering diringkas sebagai:

Dari Bapa → melalui Anak → dalam Roh Kudus

Hal ini terlihat jelas dalam:

1 Korintus 8:6

"Namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup."

Dan juga:

Efesus 2:18

"Karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa."

Urutannya:

  • kepada Bapa,
  • melalui Anak,
  • dalam Roh Kudus.

VIII. PUNCAK RELASI EKONOMIS

Tujuan akhirnya adalah agar seluruh ciptaan kembali kepada Allah.

1 Korintus 15:24

"Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan."


1 Korintus 15:28

"Tetapi kalau segala sesuatu telah ditaklukkan di bawah Kristus, maka Ia sendiri sebagai Anak akan menaklukkan diri-Nya di bawah Dia, yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah-Nya, supaya Allah menjadi semua di dalam semua."

Ini berbicara tentang penyelesaian misi Mesias dalam sejarah, bukan perubahan hakikat Anak.


Ringkasan Relasi Ekonomis

Pribadi Karya dalam ekonomi keselamatan
Bapa Merencanakan dan mengutus Anak serta Roh Kudus.
Anak
Menjadi manusia, menyatakan Bapa, menaati Bapa, mati dan bangkit untuk menebus manusia.

Roh Kudus

Menerapkan karya Kristus, melahirbarukan, menguduskan, memimpin, dan memuliakan Kristus.

Hubungan Ontologis dan Ekonomis

Relasi ontologis menjelaskan siapa Allah sejak kekekalan. Relasi ekonomis menjelaskan bagaimana Allah bekerja dalam sejarah.

Karena itu teologi Trinitas merumuskan:

  • Ontologis: Bapa, Anak, dan Roh Kudus hidup dalam persekutuan kasih yang kekal, memiliki satu kodrat ilahi.
  • Ekonomis: Bapa mengutus Anak; Anak melaksanakan karya penebusan; Roh Kudus menerapkan karya penebusan kepada orang percaya.

Dengan demikian, relasi ekonomis bukan menciptakan relasi baru di dalam Allah, melainkan menyatakan dalam sejarah relasi kekal yang sudah ada di dalam kehidupan Allah Tritunggal.



D. RELASI ONTOLOGIS HANYA BISA DINYATAKAN LEWAT RELASI EKONOMIS


• Relasi ekonomis menjawab: "Bagaimana Allah menyatakan diri-Nya dalam sejarah keselamatan?"

Hal ini menyentuh salah satu prinsip penting dalam teologi Trinitas.

Menurut teologi Kristen, manusia tidak dapat mengenal relasi ontologis Allah secara langsung tanpa Allah terlebih dahulu menyatakan diri-Nya melalui relasi ekonomis.

Dengan kata lain:

Relasi ontologis dinyatakan kepada manusia melalui relasi ekonomis.


1. Mengapa tidak bisa?

Relasi ontologis adalah kehidupan Allah di dalam diri-Nya sendiri sejak kekekalan.

Manusia tidak dapat melihat atau mengetahui kehidupan batin Allah dengan kekuatannya sendiri.

Yesus berkata:

"Tidak seorang pun pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya."
(Yohanes 1:18)

Ayat ini menunjukkan bahwa Bapa dikenal melalui Anak. Tanpa penyataan Anak, manusia tidak dapat mengenal relasi kekal antara Bapa dan Anak.


2. Relasi ekonomis membuka relasi ontologis

Contohnya:

Dalam ontologis

  • Bapa mengasihi Anak sejak kekekalan.

Dalam ekonomis

Yesus berkata:

"Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya." (Yohanes 3:35)

Melalui perkataan dan karya Yesus di dunia, manusia mengetahui bahwa hubungan kasih itu memang sudah ada.


3. Pengutusan Anak menyatakan asal relasi Anak

Yesus berkata:

"Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku." (Yohanes 6:38)

Pengutusan ini (ekonomis) menyatakan bahwa Anak memiliki relasi yang unik dengan Bapa (ontologis).


4. Yesus menyatakan apa yang telah Ia lihat pada Bapa

"Tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya." (Matius 11:27)

Di sini jelas:

  • Relasi ontologis: Anak mengenal Bapa secara sempurna.
  • Relasi ekonomis: Anak menyatakan Bapa kepada manusia.

5. Roh Kudus juga menyatakan relasi itu

Yesus berkata:

"Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran... Ia akan memuliakan Aku."
(Yohanes 16:13–14)

Roh Kudus membuat manusia mengenal Anak, dan melalui Anak mengenal Bapa.


Prinsip teologis

Banyak teolog merumuskan prinsip ini dengan ungkapan:

"Ekonomi keselamatan menyatakan siapa Allah itu."

Artinya:

  • Kita mengenal Bapa karena Bapa mengutus Anak.
  • Kita mengenal Anak karena Anak menjadi manusia.
  • Kita mengenal Roh Kudus karena Roh Kudus diam di dalam Gereja.

Tanpa karya-karya itu, relasi ontologis Allah tetap tersembunyi bagi manusia.


Namun ada satu nuansa penting

Perlu dibedakan antara:

  1. Apakah relasi ontologis bergantung pada relasi ekonomis?Tidak. Relasi ontologis sudah ada sejak kekal, bahkan jika dunia tidak pernah diciptakan.

  2. Apakah manusia dapat mengenal relasi ontologis tanpa relasi ekonomis?Tidak. Kita mengenalnya hanya karena Allah memilih menyatakan diri dalam sejarah.


Kesimpulan

Dalam teologi Trinitas:

  • Relasi ontologis tidak bergantung pada relasi ekonomis, karena Allah tetap Bapa, Anak, dan Roh Kudus sejak kekekalan.
  • Tetapi pengetahuan manusia tentang relasi ontologis bergantung pada relasi ekonomis, sebab Allah menyatakan kehidupan-Nya melalui pengutusan Anak dan Roh Kudus.

Jadi dapat dirumuskan:

Relasi ontologis adalah realitas kekal Allah; relasi ekonomis adalah penyataan historis dari realitas itu kepada manusia. Tanpa relasi ekonomis, manusia tidak dapat mengenal relasi ontologis Allah.



D. PL & PB ADALAH TERMASUK RELASI EKONOMIS


• Relasi ekonomis menjawab: "Bagaimana Allah menyatakan diri-Nya dalam sejarah keselamatan?"

Dalam teologi Trinitas klasik, zaman Perjanjian Lama sudah termasuk bagian dari relasi ekonomis, karena relasi ekonomis mencakup seluruh karya Allah dalam sejarah, bukan hanya sejak inkarnasi Yesus.

Namun perlu dibedakan dua hal:

  1. Relasi ekonomis sudah bekerja sejak penciptaan.
  2. Penyataan Trinitas dalam PL belum sejelas dalam PB.

1. Relasi ekonomis dimulai sejak penciptaan

Relasi ekonomis bukan dimulai saat Yesus lahir, melainkan sejak Allah mulai berkarya di luar diri-Nya:

  • menciptakan alam semesta,
  • memelihara ciptaan,
  • memanggil Abraham,
  • membebaskan Israel,
  • mengutus para nabi.

Semua itu adalah karya Allah dalam sejarah, sehingga termasuk relasi ekonomis.


2. Apakah Trinitas sudah dinyatakan dalam PL?

Menurut teologi Kristen, ya, tetapi secara bertahap (progressive revelation).

Artinya, PL memberikan petunjuk atau bayangan, sedangkan PB memberikan penjelasan yang lebih penuh.

Beberapa contoh yang sering dibahas:

Kejadian 1:26

"Berfirmanlah Allah: 'Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita...'"

Sebagian teolog melihat kata "Kita" sebagai petunjuk yang selaras dengan Trinitas, walaupun ayat ini sendiri tidak membuktikannya secara langsung.


Yesaya 48:16

"Mendekatlah kepada-Ku, dengarkanlah ini: Dari semula Aku tidak berkata dengan sembunyi-sembunyi; sejak hal itu terjadi Aku ada di sana. Dan sekarang Tuhan ALLAH mengutus aku dengan Roh-Nya."

Banyak penafsir Kristen melihat adanya tiga pribadi yang disebut:

  • Tuhan ALLAH,
  • "aku" (yang oleh banyak orang dipahami secara mesianik),
  • Roh-Nya.

Namun ada juga penafsiran lain, sehingga ayat ini diperdebatkan.


Yesaya 61:1

"Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku..."

Dalam Lukas 4:18–21, Yesus menerapkan nubuat ini kepada diri-Nya. Di sini tampak:

  • Bapa (Tuhan ALLAH),
  • Anak (yang diurapi),
  • Roh Kudus.

3. Mengapa PL belum berbicara sejelas PB?

Karena tujuan utama PL adalah menegaskan monoteisme di tengah bangsa-bangsa penyembah banyak allah.

Baru setelah inkarnasi Kristus dan pencurahan Roh Kudus, relasi antara Bapa, Anak, dan Roh Kudus dinyatakan dengan lebih jelas.

Misalnya:

  • Yohanes 1:1–18
  • Matius 28:19
  • Yohanes 14–16

4. Prinsip penting

Dalam teologi Kristen:

  • Relasi ontologis sudah ada sejak kekekalan.
  • Relasi ekonomis sudah berlangsung sejak penciptaan.
  • Penyataan relasi ontologis diberikan secara bertahap sepanjang sejarah, mencapai puncaknya dalam Kristus dan karya Roh Kudus.

Kesimpulan

Ya, zaman Perjanjian Lama sudah termasuk relasi ekonomis, karena Allah sudah berkarya dan menyatakan diri dalam sejarah.

Namun, menurut teologi Trinitas, PL tidak memberikan pernyataan eksplisit tentang doktrin Trinitas seperti yang ditemukan dalam PB. Yang ada adalah petunjuk-petunjuk atau bayangan yang kemudian dipahami secara lebih penuh setelah kedatangan Kristus.

Jadi urutannya adalah:

  • Ontologis: Bapa, Anak, dan Roh Kudus hidup dalam relasi kekal sebelum segala sesuatu ada.
  • Ekonomis (PL): Allah mulai menyatakan diri dan berkarya dalam sejarah, dengan penyataan yang masih bertahap.
  • Ekonomis (PB): Penyataan mencapai puncaknya melalui inkarnasi Anak dan pencurahan Roh Kudus, sehingga relasi ontologis Allah dikenal dengan lebih jelas oleh manusia.




E. CARA MEMBEDAKAN RELASI ONTOLOGIS DAN EKONOMIS




Ini adalah salah satu kunci terpenting dalam memahami doktrin Trinitas. Prinsipnya adalah:

Relasi ontologis menjawab "siapa Allah dalam diri-Nya sendiri?"

Relasi ekonomis menjawab "bagaimana Allah bertindak dalam sejarah keselamatan?"

Kadang sebuah ayat hanya berbicara tentang ontologis, kadang hanya ekonomis, dan kadang ekonomis yang sekaligus menyingkapkan ontologis.


I. AYAT YANG MENYATAKAN RELASI ONTOLOGIS

Cirinya:

  • Berbicara tentang keadaan Allah sebelum penciptaan.
  • Berbicara tentang relasi kekal Bapa, Anak, dan Roh Kudus.
  • Tidak bergantung pada sejarah dunia.

Yohanes 1:1

"Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah."

Makna:

  • "Pada mulanya" menunjuk kepada keberadaan sebelum segala ciptaan.
  • Firman bersama Bapa.
  • Firman adalah Allah.

➡️ Ontologis.


Yohanes 17:5

"Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada."

Makna:

  • Sebelum dunia ada.
  • Kemuliaan bersama Bapa.

➡️ Ontologis.


Yohanes 17:24

"Ya Bapa, Aku mau supaya di mana pun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan."

Makna:

  • Kasih Bapa kepada Anak sudah ada sebelum penciptaan.

➡️ Ontologis.


II. AYAT YANG MENYATAKAN RELASI EKONOMIS

Cirinya:

  • Ada kata-kata seperti:
    • mengutus,
    • datang,
    • mati,
    • bangkit,
    • menyelamatkan,
    • menguduskan,
    • menghakimi.

Semuanya terjadi dalam sejarah.


Yohanes 3:16

"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal."

Makna:

  • Pengutusan Anak.

➡️ Ekonomis.


Yohanes 6:38

"Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku."

Makna:

  • Misi Anak.

➡️ Ekonomis.


Yohanes 14:26

"Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu."

Makna:

  • Pengutusan Roh Kudus.

➡️ Ekonomis.


III. AYAT YANG MENYATAKAN EKONOMIS SEKALIGUS MEMBUKA ONTOLOGIS

Inilah ayat-ayat yang paling dalam.

Secara langsung berbicara tentang sejarah, tetapi sekaligus membuka kehidupan kekal Allah.


Yohanes 14:9

"Kata Yesus kepadanya: 'Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa. Bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami?'"

Secara historis:

  • Yesus sedang berbicara kepada Filipus.

➡️ Ekonomis.

Tetapi:

Ayat ini membuka bahwa Anak adalah penyataan sempurna Bapa.

➡️ Ontologis juga.


Yohanes 14:10

"Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya."

Secara historis:

  • Percakapan sebelum salib.

➡️ Ekonomis.

Tetapi:

"Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku"

menunjukkan perichoresis (saling berdiam).

➡️ Ontologis.


Yohanes 1:18

"Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya."

Anak menyatakan Bapa.

➡️ Ekonomis.

Tetapi:

"yang ada di pangkuan Bapa"

menunjukkan relasi kekal.

➡️ Ontologis.


Matius 11:27

"Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya."

Diserahkan kepada-Ku.

➡️ Ekonomis.

Tetapi:

Tidak seorang mengenal Bapa selain Anak.

➡️ Ontologis.


IV. CARA MEMBEDAKAN

Tanyakan tiga pertanyaan.

Pertanyaan pertama

1. Apakah ayat ini berbicara tentang kehidupan Allah sebelum dunia?

Kalau ya

➡️ Ontologis.


Pertanyaan kedua

2. Apakah ayat ini berbicara tentang karya Allah dalam sejarah?

Kalau ya

➡️ Ekonomis.


Pertanyaan ketiga

3. Apakah karya sejarah itu sekaligus membuka siapa Allah sejak kekal?

Kalau ya

➡️ Ekonomis yang menyatakan Ontologis.


V. CONTOH

Yohanes 17:24

"Engkau mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan."

Tidak ada sejarah manusia.

➡️ Ontologis murni.


Yohanes 3:16

"Allah mengaruniakan Anak-Nya."

Berbicara tentang keselamatan.

➡️ Ekonomis.


Yohanes 14:10

"Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku."

Diucapkan dalam sejarah.

Tetapi membuka kehidupan Allah.

➡️ Ekonomis sekaligus Ontologis.


Kesimpulan

Hubungan antara keduanya dapat dirumuskan seperti ini:

  • Relasi ontologis = siapa Allah dalam diri-Nya sendiri sejak kekekalan.
  • Relasi ekonomis = bagaimana Allah bertindak dalam sejarah keselamatan.
  • Relasi ekonomis yang menyatakan ontologis = karya Allah dalam sejarah yang sekaligus menyingkapkan siapa Allah sejak kekal.

Karena itu banyak teolog merumuskan prinsip penting ini:

Relasi ontologis adalah dasar relasi ekonomis, sedangkan relasi ekonomis adalah penyataan relasi ontologis kepada manusia.

Jadi, ketika membaca Alkitab, jangan hanya bertanya "Apa yang Allah lakukan?", tetapi juga "Apa yang tindakan ini nyatakan tentang siapa Allah itu?" Pertanyaan kedua sering kali membawa kita dari ekonomi keselamatan menuju kehidupan kekal Allah Tritunggal.


Jaminsen

Welcome, TO BE LIKE JESUS

Post a Comment

Previous Post Next Post