MONOTEISME



MONOTEISME

A. AYAT-AYAT MONOTEISME

Berikut beberapa ayat utama tentang monoteisme (Allah yang Esa) dalam Alkitab, ditulis lengkap.

1. PERJANJIAN LAMA

Ulangan 6:4

"Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!"

Ini adalah pengakuan iman Israel (Shema), dasar monoteisme Alkitab.


Ulangan 4:35

"Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa TUHANlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia."


Ulangan 4:39

"Sebab itu ketahuilah pada hari ini dan camkanlah, bahwa TUHANlah Allah di langit di atas dan di bumi di bawah, tidak ada yang lain."


2 Samuel 7:22

"Sebab itu Engkau besar, ya Tuhan ALLAH; sebab tidak ada yang seperti Engkau dan tidak ada Allah selain Engkau, menurut segala yang kami tangkap dengan telinga kami."


1 Raja-raja 8:60

"supaya segala bangsa di bumi tahu, bahwa TUHANlah Allah dan tidak ada yang lain."


Yesaya 43:10

"Kamu inilah saksi-saksi-Ku, demikianlah firman TUHAN, dan hamba-Ku yang telah Kupilih, supaya kamu tahu dan percaya kepada-Ku dan mengerti, bahwa Aku tetap Dia. Sebelum Aku tidak ada Allah dibentuk, dan sesudah Aku tidak akan ada lagi."


Yesaya 44:6

"Beginilah firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel, TUHAN semesta alam: Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada-Ku."


Yesaya 44:8

"Janganlah gentar dan janganlah takut! Bukankah dari dahulu Aku memberitahukannya kepadamu dan mengatakannya? Kamu adalah saksi-saksi-Ku. Adakah Allah selain dari pada-Ku? Tidak ada Gunung Batu yang lain, tidak ada Kukenal!"


Yesaya 45:5

"Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah. Aku telah mempersenjatai engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku."


Yesaya 45:21–22

"Beritahukanlah dan kemukakanlah alasanmu, ya, baiklah mereka berunding bersama-sama: Siapakah yang mengabarkan hal ini dari zaman purbakala dan memberitahukannya dari dahulu? Bukankah Aku, TUHAN? Tidak ada Allah lain selain dari pada-Ku; Allah yang adil dan Juruselamat, tidak ada selain dari pada-Ku. Berpalinglah kepada-Ku dan biarkanlah dirimu diselamatkan, hai ujung-ujung bumi! Sebab Akulah Allah dan tidak ada yang lain."


Maleakhi 2:10

"Bukankah kita sekalian mempunyai satu Bapa? Bukankah satu Allah menciptakan kita? Mengapa kita berbuat khianat seorang terhadap yang lain dan melanggar perjanjian nenek moyang kita?"


2. PERJANJIAN BARU

Markus 12:29

"Jawab Yesus: 'Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.'"

Yesus mengutip langsung Ulangan 6:4.


Markus 12:32

"Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: 'Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.'"


Yohanes 17:3

"Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus."


Roma 3:29–30

"Atau adakah Allah hanya Allah orang Yahudi saja? Bukankah Ia juga Allah bangsa-bangsa lain? Ya, benar. Ia juga Allah bangsa-bangsa lain, karena Allah itu esa dan akan membenarkan baik orang-orang bersunat karena iman, maupun orang-orang tak bersunat juga karena iman."


1 Korintus 8:4

"Tentang hal makan daging yang dipersembahkan kepada berhala, kita tahu: tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa."


1 Korintus 8:6

"namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup."


Galatia 3:20

"Seorang pengantara bukan hanya mewakili satu orang saja, sedangkan Allah adalah satu."


Efesus 4:4–6

"Satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua."


1 Timotius 2:5

"Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus."


Yakobus 2:19

"Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar."


Ringkasan Benang Merah Monoteisme Alkitab

Semua ayat di atas menegaskan tiga hal:

  1. Hanya ada satu Allah yang benar.
  2. Tidak ada allah lain selain Dia.
  3. Segala sesuatu berasal dari-Nya dan bergantung kepada-Nya.

Dalam teologi Kristen, ayat-ayat monoteisme ini tidak ditolak oleh doktrin Trinitas. Sebaliknya, Trinitas berusaha menjelaskan bagaimana Alkitab dapat sekaligus mengajarkan:

  • Allah itu Esa (Ul. 6:4; 1 Tim. 2:5),
  • Bapa adalah Allah,
  • Anak adalah Allah,
  • Roh Kudus adalah Allah,

namun tetap bukan tiga Allah, melainkan satu Allah yang Esa.

B. DOKTRIN TRINITAS MENJELASKAN MONOTEISME

Ini adalah salah satu pertanyaan paling penting dalam teologi Kristen. Kristen mengakui monoteisme yang ketat, yaitu hanya ada satu Allah, tetapi Allah yang satu itu menyatakan diri sebagai Bapa, Anak, dan Roh Kudus.

1. Dasar Monoteisme Kristen

Alkitab berulang kali menegaskan bahwa Allah itu satu.

"Dengarlah, hai Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!"

— Ulangan 6:4

"Sebelum Aku tidak ada Allah dibentuk, dan sesudah Aku tidak akan ada lagi."

— Yesaya 43:10

"Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah."

— Yesaya 45:5

"Namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup."

— 1 Korintus 8:6

Karena itu, Trinitas tidak pernah mengajarkan tiga Allah, melainkan satu Allah.


2. Mengapa Muncul Doktrin Trinitas?

Karena Alkitab mengajarkan tiga fakta sekaligus:

A. Hanya ada satu Allah

Sudah jelas dari ayat-ayat di atas.

B. Bapa adalah Allah

"Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu dari Allah, Bapa kita."

— Roma 1:7

C. Anak adalah Allah

"Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah."

— Yohanes 1:1

"Tomas menjawab Dia: 'Ya Tuhanku dan Allahku!'"

— Yohanes 20:28

D. Roh Kudus adalah Allah

"Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah."

— Kisah Para Rasul 5:3–4

Jika ketiga fakta ini diterima sekaligus, maka kesimpulannya bukan tiga Allah, melainkan satu Allah yang keberadaan-Nya lebih kaya daripada sekadar satu pribadi tunggal.


3. Trinitas Membedakan "Hakikat" dan "Pribadi"

Inilah kunci utama.

Hakikat (ousia) menjawab pertanyaan:

"Allah itu apa?"

Jawabannya:

Allah adalah satu.

Pribadi (hypostasis) menjawab pertanyaan:

"Siapa Allah itu?"

Jawabannya:

Bapa, Anak, dan Roh Kudus.

Jadi:

  • Satu hakikat ilahi.
  • Tiga pribadi ilahi.

Bukan:

  • Tiga hakikat ilahi.
  • Tiga Allah.

4. Mengapa Bukan Tiga Allah?

Karena Bapa, Anak, dan Roh Kudus memiliki:

Kehendak yang satu

Allah tidak mempunyai tiga kehendak yang saling bersaing.

Kuasa yang satu

Kuasa ilahi tidak dibagi menjadi tiga bagian.

Kemuliaan yang satu

"Aku dan Bapa adalah satu."

— Yohanes 10:30

Kodrat yang satu

Seluruh kepenuhan ke-Allahan dimiliki bersama.

"Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan."

— Kolose 2:9


5. Peran Bapa Sebagai Sumber dalam Trinitas

Dalam teologi Kristen klasik, khususnya tradisi Yunani Timur, Bapa sering disebut:

"Sumber" atau "asal" pribadi-pribadi ilahi.

Bukan berarti Bapa lebih Allah daripada Anak atau Roh Kudus.

Melainkan:

  • Anak diperanakkan secara kekal oleh Bapa.
  • Roh Kudus berasal dari Bapa (dan menurut tradisi Barat, dari Bapa dan Anak).

Karena itu, Bapa sering disebut monarki (satu sumber) dalam Trinitas.

Hal ini justru memperkuat monoteisme.

1 Korintus 8:6

"Namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup..."

Ayat ini menunjukkan Bapa sebagai sumber, tetapi Paulus pada saat yang sama memasukkan Yesus ke dalam identitas ilahi yang sama:

"...dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan."

Dalam konteks Yahudi yang monoteistik, memasukkan Yesus ke dalam karya penciptaan adalah sesuatu yang sangat signifikan.


6. Mengapa Relasi Bapa-Anak Tidak Merusak Monoteisme?

Karena relasi itu terjadi di dalam satu keberadaan Allah yang sama.

Anak bukan makhluk.

"Pada mulanya adalah Firman."

— Yohanes 1:1

Sebelum segala sesuatu ada, Firman sudah ada.

Karena itu:

  • Bapa tidak pernah ada tanpa Anak.
  • Anak tidak pernah ada tanpa Bapa.
  • Roh Kudus tidak pernah tidak ada.

Ketiganya kekal.


7. Monoteisme Trinitarian

Trinitas dapat diringkas sebagai berikut:

  1. Hanya ada satu Allah.
  2. Bapa adalah Allah.
  3. Anak adalah Allah.
  4. Roh Kudus adalah Allah.
  5. Bapa bukan Anak.
  6. Anak bukan Roh Kudus.
  7. Roh Kudus bukan Bapa.
  8. Ketiganya memiliki satu hakikat ilahi yang sama.

Dengan demikian:

Monoteisme Kristen bukan berarti satu pribadi ilahi, melainkan satu hakikat ilahi.

Allah adalah satu dalam keberadaan-Nya, tetapi tiga dalam relasi pribadi-Nya.

Itulah sebabnya gereja sejak awal mengaku:

"Kami percaya kepada satu Allah."

Bukan satu Allah yang kadang-kadang menjadi Bapa, kadang menjadi Anak, dan kadang menjadi Roh Kudus, melainkan satu Allah yang kekal sebagai Bapa, Anak, dan Roh Kudus.




Jaminsen

Welcome, TO BE LIKE JESUS

Post a Comment

Previous Post Next Post