ZINA

 



Dalam Alkitab, zina bukan hanya berarti hubungan seksual di luar pernikahan, tetapi juga dipakai sebagai gambaran ketidaksetiaan kepada Allah (zina rohani). Di bawah ini penjelasannya beserta ayat-ayat yang ditulis lengkap.

1. Makna zina dalam Perjanjian Lama

Kata Ibrani yang sering dipakai adalah na'af (נָאַף), yang secara khusus berarti berzina, yaitu hubungan seksual seseorang yang sudah menikah dengan orang yang bukan pasangannya.

Keluaran 20:14

"Jangan berzina."

Perintah ini merupakan hukum ketujuh dalam Sepuluh Perintah Allah. Allah melindungi kekudusan pernikahan dan kesetiaan suami-istri.

Imamat 20:10

"Bila seorang laki-laki berzina dengan isteri orang lain, yakni dengan isteri sesamanya, pastilah keduanya dihukum mati, baik laki-laki maupun perempuan yang berzina itu."

Dalam hukum Israel, zina dianggap dosa yang sangat berat karena merusak perjanjian pernikahan yang kudus.


2. Makna zina menurut Yesus

Yesus memperluas pengertian zina, bukan hanya tindakan lahiriah, tetapi juga keinginan hati.

Matius 5:27–28

"Kamu telah mendengar firman: Jangan berzina. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzina dengan dia di dalam hatinya."

Artinya:

  • Zina dimulai dari hati.
  • Nafsu yang dipelihara sudah merupakan pelanggaran di hadapan Allah, meskipun belum dilakukan secara fisik.

3. Zina berasal dari hati manusia

Markus 7:20–23

"Kata-Nya lagi: Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang."

Yesus mengajarkan bahwa akar dosa adalah hati manusia.


4. Zina termasuk dosa yang menghalangi seseorang mewarisi Kerajaan Allah

1 Korintus 6:9–10

Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzina, banci, pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

Namun Paulus segera menambahkan pengharapan.

1 Korintus 6:11

Dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu. Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita.

Artinya, orang yang bertobat dan percaya kepada Kristus dapat diampuni dan dipulihkan.


5. Tubuh orang percaya adalah bait Roh Kudus

1 Korintus 6:18–20

"Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri. Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!"


6. Pernikahan harus dihormati

Ibrani 13:4

"Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah."

Allah menghendaki hubungan seksual hanya di dalam ikatan pernikahan.


7. Allah membenci perceraian yang disebabkan ketidaksetiaan

Matius 19:9

"Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinanya, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zina."

Yesus menegaskan bahwa pernikahan adalah ikatan yang dikehendaki Allah untuk seumur hidup.


8. Zina rohani

Alkitab juga memakai istilah zina untuk menggambarkan umat Allah yang meninggalkan-Nya dan menyembah ilah lain.

Yakobus 4:4

"Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah."

Dalam beberapa terjemahan, frasa pembuka diterjemahkan "Hai kamu, orang-orang yang berzina", menunjuk pada ketidaksetiaan rohani kepada Allah.

Demikian juga para nabi seperti Hosea, Yeremia, dan Yehezkiel berulang kali menyebut penyembahan berhala Israel sebagai "perzinahan" terhadap Allah.

Ringkasan makna zina menurut Alkitab

  1. Zina fisik: hubungan seksual yang melanggar ikatan pernikahan.
  2. Zina hati: memandang dengan hawa nafsu dan menginginkan secara seksual (Matius 5:28).
  3. Zina rohani: tidak setia kepada Allah dengan menyembah ilah lain atau lebih mengasihi dunia daripada Allah.
  4. Akibatnya: memutus persekutuan dengan Allah, merusak pernikahan, dan bila tidak ada pertobatan membawa kepada penghakiman.
  5. Pengharapannya: melalui pertobatan dan iman kepada Kristus, dosa zina pun dapat diampuni, disucikan, dan orang berdosa dipulihkan oleh kasih karunia Allah (1 Korintus 6:11).

Dalam Alkitab, percabulan dan perzinaan berkaitan, tetapi tidak selalu sama. Secara umum, percabulan adalah istilah yang lebih luas, sedangkan perzinaan adalah salah satu bentuk percabulan yang secara khusus melanggar ikatan pernikahan.

1. Perbedaan istilah dalam bahasa asli

A. Percabulan

Dalam Perjanjian Baru digunakan kata Yunani porneia (πορνεία).

Arti umum:

  • Segala bentuk hubungan seksual yang tidak sesuai dengan kehendak Allah.
  • Mencakup hubungan seks sebelum menikah, pelacuran, hubungan di luar nikah, hubungan yang dilarang menurut hukum Allah, dan berbagai bentuk kenajisan seksual.

Jadi porneia (percabulan) adalah istilah umum.


B. Perzinaan

Dalam Perjanjian Baru digunakan kata Yunani moicheia (μοιχεία).

Arti:

  • Hubungan seksual ketika salah satu atau kedua pelakunya telah terikat dalam pernikahan dengan orang lain.

Jadi perzinaan adalah salah satu jenis percabulan.

Ilustrasi sederhana:

Percabulan (porneia)

  • Seks sebelum menikah
  • Pelacuran
  • Hubungan sedarah
  • Hubungan sesama jenis
  • Perzinaan

Sedangkan:

Perzinaan (moicheia)

  • Khusus pelanggaran terhadap ikatan pernikahan.

2. Yesus membedakan keduanya

Matius 15:19

"Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat."

Perhatikan bahwa Yesus menyebut:

  • perzinahan
  • percabulan

secara terpisah.

Artinya keduanya bukan sinonim mutlak.


3. Yesus mengenai perzinahan

Matius 5:27–28

"Kamu telah mendengar firman: Jangan berzina. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzina dengan dia di dalam hatinya."

Di sini Yesus sedang menjelaskan moicheia, yaitu pelanggaran terhadap kesetiaan pernikahan.


4. Percabulan sebagai istilah umum

1 Korintus 6:18–20

"Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri. Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!"

Paulus memakai kata percabulan (porneia) sebagai larangan terhadap segala bentuk dosa seksual.


5. Rasul Paulus

Efesus 5:3

"Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut saja pun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus."

Percabulan menjadi istilah yang mencakup seluruh bentuk kenajisan seksual.


6. Perzinaan dalam Sepuluh Hukum

Keluaran 20:14

"Jangan berzina."

Larangan ini khusus menjaga kekudusan ikatan suami-istri.


7. Hukuman bagi pezina

Imamat 20:10

"Bila seorang laki-laki berzina dengan isteri orang lain, yakni dengan isteri sesamanya, pastilah keduanya dihukum mati, baik laki-laki maupun perempuan yang berzina itu."

Perintah ini menunjukkan bahwa perzinaan dipandang sebagai pelanggaran serius terhadap perjanjian pernikahan dalam hukum Israel.


8. Daftar dosa

Galatia 5:19–21

Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu, seperti yang telah kubuat dahulu, bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

Paulus memakai istilah percabulan sebagai kategori umum dosa seksual.


Ringkasan perbedaan

Percabulan Perzinaan
Istilah Yunani: porneia
Istilah Yunani: moicheia

Arti luas: semua hubungan seksual yang bertentangan dengan kehendak Allah

Arti khusus: hubungan seksual yang melanggar ikatan pernikahan
Mencakup berbagai bentuk dosa seksual Salah satu bentuk dari percabulan
Berlaku bagi orang yang belum maupun sudah menikah Berkaitan dengan ketidaksetiaan dalam pernikahan

Kesimpulan

  • Setiap perzinaan adalah percabulan, karena sama-sama merupakan dosa seksual.
  • Tidak setiap percabulan adalah perzinaan, sebab percabulan mencakup kategori yang lebih luas daripada perzinaan.
  • Alkitab mengajarkan bahwa Allah memanggil umat-Nya untuk hidup kudus dalam tubuh, menjaga kemurnian seksual sebelum menikah, dan memelihara kesetiaan dalam pernikahan. Tuhan juga menyediakan pengampunan dan pemulihan bagi setiap orang yang sungguh-sungguh bertobat dan percaya kepada Kristus.

Jaminsen

Welcome, TO BE LIKE JESUS

Post a Comment

Previous Post Next Post