PERINTAH TUHAN YESUS

 


TELADAN & PERINTAH TUHAN YESUS


A. PERINTAH TUHAN YESUS






Berikut beberapa perintah utama Tuhan Yesus Kristus dalam Perjanjian Baru, disertai ayat lengkap (Terjemahan Baru Indonesia). Ini bukan seluruh ucapan Yesus di Alkitab, tetapi inti perintah-Nya kepada manusia dan murid-murid-Nya.


1. Bertobat

Yesus Kristus berkata:

Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!

— Injil Markus 1:15


2. Percaya kepada Yesus

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

— Injil Yohanes 3:16


3. Mengasihi Tuhan

Jawab Yesus kepadanya: ‘Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.’

— Injil Matius 22:37


4. Mengasihi Sesama

Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

— Injil Matius 22:39


5. Mengasihi Musuh

Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.

— Injil Matius 5:44


6. Mengampuni Orang Lain

Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.

— Injil Matius 6:14


7. Jangan Menghakimi

Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.

— Injil Matius 7:1


8. Carilah Dahulu Kerajaan Allah

Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

— Injil Matius 6:33


9. Ikut dan Pikul Salib

Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: ‘Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.’

— Injil Matius 16:24


10. Tinggallah di Dalam Kristus

Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.

— Injil Yohanes 15:4


11. Saling Mengasihi

Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.

— Injil Yohanes 13:34


12. Jadilah Sempurna

Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.

— Injil Matius 5:48


13. Berjaga-jaga dan Berdoa

Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.

— Injil Matius 26:41


14. Jangan Takut

Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.

— Injil Yohanes 14:1


15. Memberitakan Injil

Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu.

— Injil Matius 28:19-20


16. Lahir Baru

Yesus menjawab, kata-Nya: ‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.’

— Injil Yohanes 3:3


17. Makan Roti Hidup (percaya dan bersatu dengan Kristus)

Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.

— Injil Yohanes 6:35


18. Tetap Setia Sampai Akhir

Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.

— Injil Matius 24:13


19. Rendah Hati dan Menjadi Pelayan

Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.

— Injil Matius 23:11


20. Datang kepada Yesus

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

— Injil Matius 11:28


Inti seluruh perintah Yesus

Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”

— Injil Matius 22:37-40


B. SYARAT-SYARAT MENJADI JADI MURID TUHAN YESUS



Yesus berbicara cukup jelas tentang syarat menjadi murid-Nya. Berikut beberapa syarat utama beserta ayat-ayatnya:

1. Menyangkal diri

"Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku."

Matius 16:24

Menyangkal diri berarti tidak lagi menempatkan kehendak pribadi sebagai yang tertinggi, melainkan tunduk kepada Kristus.


2. Memikul salib setiap hari

"Kata-Nya kepada mereka semua: 'Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.'"

Lukas 9:23

Salib melambangkan kesediaan untuk taat kepada Allah sekalipun harus menanggung penderitaan, penolakan, atau pengorbanan.


3. Mengasihi Yesus lebih dari siapa pun

"Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih daripada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau anaknya perempuan lebih daripada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku."

Matius 10:37

"Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku."

Lukas 14:26

Kata "membenci" di sini adalah ungkapan perbandingan: kasih kepada Kristus harus berada di atas semua hubungan lainnya.


4. Bersedia memikul salib dan mengikuti-Nya

"Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku."

Lukas 14:27


5. Melepaskan segala sesuatu demi Kristus

"Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku."

Lukas 14:33

Artinya Kristus menjadi Tuhan atas seluruh hidup, termasuk harta, karier, dan masa depan.


6. Tetap tinggal dalam firman-Nya

"Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku."

Yohanes 8:31

Murid sejati bukan hanya mendengar firman, tetapi hidup di dalamnya.


7. Mengasihi sesama murid

"Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi."

Yohanes 13:35

Kasih adalah tanda yang terlihat dari seorang murid Kristus.


8. Berbuah bagi Allah

"Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."

Yohanes 15:8

Buah ini mencakup karakter yang diubahkan, ketaatan, pelayanan, dan kesaksian.


Ringkasan Syarat Murid Yesus

  1. Percaya dan mengikuti Yesus.
  2. Menyangkal diri.
  3. Memikul salib setiap hari.
  4. Mengasihi Yesus di atas segala-galanya.
  5. Siap kehilangan apa pun demi Kristus.
  6. Tetap tinggal dalam firman-Nya.
  7. Mengasihi sesama.
  8. Menghasilkan buah yang memuliakan Allah.

Menariknya, syarat-syarat ini bukan sekadar aturan moral. Dalam Perjanjian Baru, kemampuan untuk hidup demikian dipandang sebagai hasil dari karya Roh Kudus yang mempersatukan orang percaya dengan Kristus. Karena itu, menjadi murid bukan hanya meniru Yesus dari luar, tetapi ikut mengambil bagian dalam kehidupan-Nya melalui Roh Kudus (lihat Roma 8:1-17 dan Galatia 2:20).

C. TELADAN TUHAN YESUS



Kasih, ketaatan, kekudusan, kerendahan hati, kebaikan, kemurahan, kelemahlembutan, kesetiaan, pengorbanan, memikul salib, menyangkal diri



Berikut Teladan Yesus Kristus dalam Alkitab

Berikut beberapa teladan utama Tuhan Yesus beserta ayat lengkapnya.


1. Teladan Kerendahan Hati

“Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah MERENDAHKAN DIRI-NYA dan TAAT SAMPAI MATI, bahkan sampai mati di kayu salib.” 

— (Surat Filipi 2:5-8)


2. Teladan Kasih

“Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.”.  

— (Yohanes 13:34)


3. Teladan Mengampuni

“Yesus berkata: ‘Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.’ Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya.”   

— (Lukas 23:34)


4. Teladan Ketaatan kepada Bapa

“Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” 

— (Injil Matius 26:39)


5. Teladan Pelayanan

“Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan UNTUK MELAYANI dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”  

— (Injil Markus 10:45)


6. Teladan Kekudusan dan Tanpa Dosa

“Ia tidak BERBUAT DOSA, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya.”  

— (1 Petrus 2:22)


7. Teladan Doa

“Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan BERDOA di sana.” 

— (Injil Markus 1:35)


8. Teladan Mengasihi Musuh

“Tetapi Aku berkata kepadamu: KASIHILAH MUSUHMU dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.” 

— (Injil Matius 5:44)


9. Teladan Kesabaran dan Kelemahlembutan

“Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena AKU LEMAH LEMBUT dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.” 

— (Injil Matius 11:29)


10. Teladan Membasuh Kaki Murid

Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka KAMU PUN WAJIB SALING MEMBASUH KAKIMU; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.” 

— (Injil Yohanes 13:14-15)


11. Teladan Memikul Salib

Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: ‘Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus MENYANGKAL DIRINYA, MEMIKUL SALIBNYA dan mengikut Aku.’” 

— (Injil Matius 16:24)


12. Teladan Belas Kasihan

“Melihat orang banyak itu, TERGERAKLAH HATI YESUS OLEH BELAS KASIHAN KEPADA MEREKA, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.” 

— (Injil Matius 9:36)


13. Teladan Kebenaran

“Kata Yesus kepadanya: ‘Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.’” 

— (Injil Yohanes 14:6)


14. Teladan Kesetiaan Sampai Akhir

“Ia telah mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya.” 

— (Injil Yohanes 13:1)


15. Teladan Penyerahan Diri

"Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” Sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya. 

— (Injil Lukas 23:46)


Ayat bahwa Yesus adalah Teladan bagi Orang Percaya

“Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.” 

— (1 Petrus 2:21)


Puncak Teladan Kristus

Kasih, ketaatan, kekudusan, kerendahan hati, dan pengorbanan-Nya mencapai puncak di salib.

“Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.” 

— (Injil Yohanes 15:13)


D. TELADAN TUHAN YESUS MENYANGKAL DIRI






Praktek Historis Penyangkalan Diri Yesus Kristus

Penyangkalan diri Yesus bukan sekadar ajaran, tetapi nyata dalam seluruh hidup-Nya secara historis: sejak inkarnasi, pelayanan, penderitaan, sampai salib.


1. Mengosongkan Diri dan Menjadi Manusia

Yesus yang mulia rela turun menjadi manusia.

“Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.” — Surat Filipi 2:5-8


Praktek penyangkalan diri:

meninggalkan kemuliaan sorgawi,
mengambil rupa hamba,
hidup sebagai manusia yang menderita.

2. Lahir dalam Kerendahan

Yesus tidak lahir di istana, tetapi dalam kesederhanaan.

“Lalu ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.” — Injil Lukas 2:7


Penyangkalan diri:

Sang Raja lahir dalam kemiskinan dan kehinaan.

3. Menolak Kenyamanan Dunia

“Yesus berkata kepadanya: ‘Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.’” — Injil Matius 8:20


Praktek historis:

hidup sederhana,
tidak mencari kemewahan,
hidup berpindah-pindah demi pelayanan.

4. Berpuasa 40 Hari

“Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus.” — Injil Matius 4:2


Penyangkalan diri:

menahan kebutuhan jasmani,
hidup bergantung kepada Bapa.

5. Menolak Godaan Iblis

Ketika lapar, Yesus tidak memakai kuasa-Nya untuk kepentingan diri.

“Tetapi Yesus menjawab: ‘Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.’” — Injil Matius 4:4


Lalu Iblis menawarkan kemuliaan dunia:

“Dan Iblis membawanya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, dan berkata kepada-Nya: ‘Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.’ Maka berkatalah Yesus kepadanya: ‘Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!’” — Injil Matius 4:8-10


Penyangkalan diri:

menolak jalan instan,
menolak kemuliaan tanpa salib,
taat kepada Allah.

6. Tidak Mencari Kehendak Sendiri

“Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.” — Injil Yohanes 6:38



7. Membasuh Kaki Murid

Secara historis ini pekerjaan hamba.

“Sesudah itu Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, lalu mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu.” — Injil Yohanes 13:5


Lalu Yesus berkata:

“Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.” — Injil Yohanes 13:14-15


Penyangkalan diri:

Tuhan menjadi pelayan.

8. Rela Dihina dan Tidak Membalas

“Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.”    — (1 Petrus 2:23)


9. Doa Getsemani, Puncak Penyangkalan Kehendak Diri

“Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: ‘Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.’”    — (Injil Matius 26:39)


Di sini terlihat nyata:

Yesus sungguh mengalami pergumulan manusiawi,
tetapi Ia menyerahkan kehendak-Nya kepada Bapa.

10. Tidak Memakai Kuasa untuk Menyelamatkan Diri

Saat ditangkap:

“Atau kau sangka, bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku, supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku?” — (Injil 26:53)


Tetapi Ia tidak melakukannya.

Penyangkalan diri:

rela ditangkap,
rela menderita,
rela menjalani salib.

11. Taat Sampai Mati di Salib

“Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.” — Surat Filipi 2:8



12. Mengampuni Saat Disalib

“Yesus berkata: ‘Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.’” — Injil Lukas 23:34



13. Menyerahkan Nyawa-Nya

“Tidak seorang pun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri.” — (Injil Yohanes 10:18)

Dan:

“Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” — (Injil Lukas 23:46)



Makna Penyangkalan Diri Yesus

Penyangkalan diri Yesus berarti:

  • tidak hidup bagi kepentingan diri,
  • taat total kepada Bapa,
  • rela kehilangan kemuliaan sementara,
  • rela menderita demi keselamatan manusia,
  • mengutamakan kasih dan kehendak Allah.

Teladan bagi Orang Percaya

Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: ‘Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.’ — (Injil Matius 16:24)

Dan:

Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya. — (1 Petrus 2:21)

Teladan “memikul salib” dari Yesus Kristus bukan berarti semua orang harus disalibkan secara fisik seperti Yesus.

Yang ditiru adalah:

  • sikap hati,
  • ketaatan,
  • kesetiaan,
  • pengorbanan,
  • dan ketekunan-Nya dalam mengikuti kehendak Allah walaupun harus menderita.

PERINTAH YESUS

Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: ‘Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.’ — (Injil Matius 16:24)

Pada zaman Romawi, orang yang memikul salib adalah orang yang:

  • berjalan menuju kematian,
  • kehilangan hak diri,
  • siap menanggung penderitaan dan penghinaan.

Yesus memakai gambaran itu secara rohani bagi pengikut-Nya.


E. TELADAN TUHAN YESUS UNTUK PIKUL SALIB






1. Rela Taat Walau Berat

Teladan Yesus

“Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” — (Injil Matius 26:39)


Yesus:

tidak mengikuti kenyamanan diri,
tetapi tetap taat kepada Bapa.

Yang kita tiru

  • taat kepada Tuhan walaupun berat,
  • tetap benar walaupun sulit,
  • memilih kehendak Allah di atas kehendak diri.

2. Rela Menderita Demi Kebenaran

Teladan Yesus

“Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam.” — (1 Petrus 2:23)

Yang kita tiru

  • tetap hidup benar walau dihina,
  • tidak membalas kejahatan,
  • sabar dalam penderitaan.

3. Mati terhadap Ego dan Kehidupan Lama

Teladan Yesus

Yesus menyerahkan diri-Nya sepenuhnya kepada kehendak Bapa.

Yang kita tiru

Tentang Paulus:

“Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.” — (Surat Galatia 2:19-20)


Artinya:

  • ego lama tidak lagi memerintah,
  • Kristus menjadi pusat hidup.

4. Rela Kehilangan Demi Kristus

Teladan Yesus

“Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” — Injil Markus 10:45

Yang kita tiru

  • rela berkorban,
  • tidak hidup egois,
  • melayani orang lain.

5. Tetap Setia Sampai Akhir

Teladan Yesus

“Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.” — Surat Filipi 2:8

Yang kita tiru

  • tidak menyerah di tengah jalan,
  • setia sampai akhir.

6. Mengampuni di Tengah Luka

Teladan Yesus

“Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” — Injil Lukas 23:34

Yang kita tiru

  • mengampuni orang yang menyakiti kita,
  • tetap mengasihi walau terluka.

7. Tidak Mencari Kemuliaan Dunia

Teladan Yesus

“Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.” — (Injil Matius 8:20)

Yang kita tiru

  • tidak menjadikan dunia tujuan utama,
  • tidak hidup demi kemewahan dan kemuliaan sementara.

MAKNA PRAKTIS “MEMIKUL SALIB” BAGI ORANG PERCAYA

Memikul salib berarti:

  • tetap jujur walau rugi,
  • tetap kudus walau ditertawakan,
  • tetap mengasihi walau disakiti,
  • tetap setia walau menderita,
  • rela kehilangan demi Kristus,
  • mati terhadap dosa dan ego,
  • hidup bagi kehendak Allah.

BUKAN BERARTI

Memikul salib bukan berarti:

  • sengaja mencari penderitaan,
  • menyiksa diri,
  • atau sekadar mengalami masalah hidup biasa.

Salib yang dimaksud adalah penderitaan atau harga yang dibayar karena mengikuti Kristus dan hidup dalam ketaatan kepada-Nya.


YESUS SUDAH LEBIH DULU MENJALANINYA

Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya. — (1 Petrus 2:21)


Jadi inti teladan memikul salib adalah:

  • taat seperti Kristus,
  • rela berkorban seperti Kristus,
  • sabar menderita seperti Kristus,
  • mengasihi seperti Kristus,
  • dan tetap setia kepada Allah sampai akhir.


F. MAKNA YESUS KRISTUS MEMIKUL SALIB






Peristiwa Yesus memikul salib bukan sekadar sejarah penderitaan, tetapi memiliki makna:
  • rohani,
  • keselamatan,
  • ketaatan,
  • penebusan,
  • dan teladan bagi manusia.

AYAT HISTORIS UTAMA

“Sambil memikul salib-Nya Ia pergi ke luar ke tempat yang bernama Tempat Tengkorak, yang dalam bahasa Ibrani disebut Golgota.” 

— Injil Yohanes 19:17

Dan:

“Ketika mereka membawa Yesus, mereka menahan seorang yang bernama Simon dari Kirene, yang baru datang dari luar kota, lalu diletakkan merekalah salib itu di atas bahunya, supaya dipikulnya sambil mengikuti Yesus.” 

— Injil Lukas 23:26)


1. SALIB = KETAATAN TOTAL KEPADA BAPA

Yesus memikul salib karena taat kepada kehendak Bapa.

“Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” — Injil Matius 26:39

Dan:

“Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.” — Surat Filipi 2:8

Makna

Salib adalah:

• puncak ketaatan Kristus,
• penyerahan total kepada Bapa.

2. SALIB = PENANGGUNGAN DOSA MANUSIA

Yesus memikul salib sebagai Anak Domba Allah yang menanggung dosa dunia.

“Dia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.” — 1 Petrus 2:24

Dan:

“Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.” — Yesaya 53:5

Makna

Yesus:

• menggantikan manusia berdosa,
• menanggung hukuman dosa,
• membuka jalan keselamatan.

3. SALIB = PENGORBANAN KASIH TERBESAR

“Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.” — Injil Yohanes 15:13


Dan:

“Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.” — Surat Roma 5:8

Makna

Salib adalah:

• manifestasi kasih Allah,
• pengorbanan diri demi keselamatan manusia.

4. SALIB = KERENDAHAN DAN PENGOSONGAN DIRI

“melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba.” — Surat Filipi 2:7

Makna

Yesus:

  • rela dihina,
  • rela direndahkan,
  • rela diperlakukan seperti penjahat.

Salib pada zaman Romawi adalah:

  • hukuman paling hina,
  • lambang kutuk dan kehinaan.

5. SALIB = KEMENANGAN ATAS DOSA DAN IBLIS

“Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka.” — Surat Kolose 2:15


Dan:

“Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu.” — 1 Yohanes 3:8


Makna

Salib bukan kekalahan, melainkan kemenangan rohani Kristus.


6. SALIB = JALAN PERDAMAIAN DENGAN ALLAH

“Dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.” — Surat Kolose 1:20

Makna

Melalui salib:

manusia berdosa diperdamaikan dengan Allah.

7. SALIB = TELADAN BAGI ORANG PERCAYA

Yesus bukan hanya mati bagi manusia, tetapi juga memberi teladan.

“Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.” — 1 Petrus 2:21


Dan:

“Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: ‘Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.’” — Injil Matius 16:24

Makna

Pengikut Kristus dipanggil:

mati terhadap ego,
rela menderita demi kebenaran,
hidup dalam ketaatan.

8. SALIB = KEMATIAN MANUSIA LAMA

Tentang Paulus:

“Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.” — Surat Galatia 2:19-20


Dan:

“Kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa.” — Surat Roma 6:6

Makna

Salib Kristus:

menghancurkan kuasa dosa,
membuka hidup baru dalam Roh.

9. SALIB = JALAN MENUJU KEMULIAAN

Sesudah salib datang kebangkitan dan kemuliaan.

“Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?” — Injil Lukas 24:26


Makna

Dalam Kristus:

penderitaan bukan akhir,
salib mendahului kemuliaan.

KESIMPULAN MAKNA SALIB YESUS

Salib Kristus berarti:

  • ketaatan sempurna kepada Bapa,
  • penebusan dosa manusia,
  • kasih Allah yang terbesar,
  • pengosongan dan kerendahan diri,
  • teladankemenangan atas dosa dan Iblis,
  • pendamaian manusia dengan Allah,
  •  bagi pengikut Kristus,
  • kematian manusia lama,
  • PaulusKarenajalan menuju kebangkitan dan kemuliaan.

 itu  berkata:

“Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus.” — Surat Galatia 6:14


G. TUJUAN ORANG PERCAYA MENYANGKAL DIRI






Perintah menyangkal diri berasal dari Yesus Kristus sendiri:

“Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: ‘Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.’” — (Injil Matius 16:24)


Menyangkal diri bukan tujuan akhir.
Itu adalah jalan supaya manusia:

  • hidup bagi Allah,
  • menjadi serupa Kristus,
  • lepas dari kuasa dosa,
  • dan mengambil bagian dalam kehidupan kekal.

1. Supaya Mengikut Kristus

Ayat

“Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.” — Injil Matius 16:24


Tujuan

Tanpa menyangkal diri:

ego tetap menjadi pusat,
manusia sulit tunduk kepada Kristus.

Menyangkal diri membuat seseorang:

mengikuti kehendak Yesus,
bukan kehendak dosa atau ego.

2. Supaya Kehendak Allah Terjadi dalam Hidup

Teladan Yesus

“Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” — Injil Matius 26:39


Tujuan

Penyangkalan diri:

menundukkan kehendak manusia kepada kehendak Allah.

3. Supaya Ego Lama Mati

Tentang Paulus:

“Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.” — (Surat Galatia 2:19-20)

Dan:

“Kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa.” — Surat Roma 6:6

Tujuan

manusia lama dilemahkan,
kuasa dosa dipatahkan,
hidup baru muncul dalam Kristus.

4. Supaya Hidup Dipimpin Roh Kudus

“Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.” — Surat Galatia 5:2

Dan:

“Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh.” — Surat Galatia 5:25


Tujuan

Penyangkalan diri membuka ruang bagi:

pimpinan Roh Kudus,
kehidupan yang kudus.

5. Supaya Menjadi Serupa Kristus

“Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya.” — Surat Roma 8:29


Tujuan

Menyangkal diri membentuk:

  • karakter Kristus,
  • kerendahan hati,
  • kasih,
  • ketaatan,
  • kekudusan.

6. Supaya Tidak Dikuasai Dunia

“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu.” — (Surat Roma 12:2)

Tujuan

lepas dari pola hidup dunia,
hidup menurut kerajaan Allah.

7. Supaya Menghasilkan Buah Roh

“Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri.” — (Surat Galatia 5:22-23)

Tujuan

Ego dan hawa nafsu harus disangkal supaya:

buah Roh bertumbuh.

8. Supaya Memperoleh Hidup yang Kekal

“Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.” — (Injil Matius 16:25)

Tujuan

Yesus mengajarkan paradoks:

orang yang hidup hanya bagi dirinya akan kehilangan hidup sejati,
orang yang menyerahkan hidup kepada Kristus memperoleh hidup kekal.

9. Supaya Kristus Menjadi Pusat Hidup

Tentang Paulus:

“Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.” — Surat Filipi 1:21


Tujuan

Penyangkalan diri memindahkan pusat hidup:

dari “aku” menjadi “Kristus”.

10. Supaya Memuliakan Allah

“Aku telah dipermuliakan di dalam mereka.” — Injil Yohanes 17:10


Dan:

“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” — Injil Matius 5:16


Tujuan

Hidup yang menyangkal diri:

memuliakan Allah,
bukan meninggikan ego manusia.

KESIMPULAN

Tujuan manusia menyangkal diri adalah supaya:

  1. mengikut Kristus,
  2. tunduk kepada kehendak Allah,
  3. manusia lama dan ego disalibkan,
  4. hidup dipimpin Roh Kudus,
  5. menjadi serupa Kristus,
  6. lepas dari kuasa dosa dan dunia,
  7. menghasilkan buah Roh,
  8. memperoleh hidup kekal,
  9. Kristus menjadi pusat hidup,
  10. Allah dimuliakan.

Dan semuanya ini telah lebih dahulu diteladankan oleh Yesus Kristus sendiri.



H. TUJUAN ORANG PERCAYA MEMIKUL SALIB






Yesus Kristus berkata:

“Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: ‘Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.’” — (Injil Matius 16:24)


Memikul salib bukan tujuan akhir, tetapi jalan pengiringan Kristus.
Tujuannya berkaitan dengan:

  • keserupaan dengan Kristus,
  • kematian manusia lama,
  • kesetiaan,
  • pemurnian iman,
  • dan kemuliaan kekal.

1. Supaya Mengikut Kristus

Ayat

“Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.” — Injil Matius 16:24

Tujuan

Memikul salib adalah:

jalan murid Kristus,
tanda kesediaan mengikuti Yesus,
walaupun harus menderita.

2. Supaya Menjadi Serupa Kristus

“Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya.” — Surat Roma 8:29


Dan:

“Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.” — (1 Petrus 2:21)

Tujuan

Melalui salib:

  • karakter Kristus dibentuk,
  • kesabaran,
  • kasih,
  • kerendahan hati,
  • dan ketaatan dimurnikan.

3. Supaya Manusia Lama Mati

Tentang Paulus:

“Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.” — (Surat Galatia 2:19-20)


Dan:

“Kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya.” — (Surat Roma 6:6)

Tujuan

Memikul salib berarti:

  • hidup lama disalibkan,
  • ego tidak lagi berkuasa,
  • Kristus menjadi pusat hidup.

4. Supaya Tidak Dikuasai Dunia

“Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia.” — (Surat Galatia 6:14)

Tujuan

Salib memisahkan orang percaya dari:

  • cinta dunia,
  • hawa nafsu,
  • kesombongan,
  • kehidupan lama.

5. Supaya Iman Dimurnikan

“Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu — yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana.” — 1 Petrus 1:7

Tujuan

Penderitaan karena Kristus:

  • menguji kesetiaan,
  • memurnikan iman,
  • membentuk ketekunan.

6. Supaya Tetap Setia kepada Kebenaran

“Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.” — Injil Matius 5:10

Tujuan

Memikul salib membuat orang percaya:

  • tetap berdiri dalam kebenaran,
  • walau ditolak atau dianiaya.

7. Supaya Belajar Taat

Tentang Kristus:

“Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya.” — Ibrani 5:8

Tujuan

Penderitaan sering dipakai Allah untuk:

  • membentuk ketaatan,
  • memperdalam iman,
  • menghancurkan kesombongan.

8. Supaya Menghasilkan Kemuliaan Kekal

“Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya.” — 2 Korintus 4:17


Dan:

“Jika kita menderita dengan Dia, kita pun akan dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.” — Surat Roma 8:17

Tujuan

Salib mendahului kemuliaan, seperti pada Kristus:

penderitaan → kebangkitan → kemuliaan.

9. Supaya Kristus Nyata dalam Hidup Kita

Tentang Paulus:

“Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami.” — 2 Korintus 4:10

Tujuan

Melalui salib:

  • kehidupan Kristus makin nyata,
  • manusia lama makin berkurang.

10. Supaya Memuliakan Allah

“Jika kamu dicela karena nama Kristus, maka kamu berbahagia, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.” — (1 Petrus 4:14)

Tujuan

Kesetiaan dalam penderitaan:

  • memuliakan Allah,
  • menjadi kesaksian bagi dunia.

KESIMPULAN

Tujuan memikul salib adalah supaya:

  1. mengikut Kristus,
  2. menjadi serupa Kristus,
  3. manusia lama disalibkan,
  4. lepas dari kuasa dunia,
  5. iman dimurnikan,
  6. tetap setia kepada kebenaran,
  7. belajar taat,
  8. mengambil bagian dalam kemuliaan Kristus,
  9. kehidupan Kristus nyata,
  10. Allah dimuliakan.

Karena itu salib bukan sekadar penderitaan, tetapi jalan pembentukan menuju keserupaan dengan Yesus Kristus.

Perintah Yesus Kristus:

“Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.” — (Injil Matius 16:24)

memiliki tiga bagian:

  1. menyangkal diri,
  2. memikul salib,
  3. mengikut Yesus.


dan tetap setia kepada Allah sampai akhir.


I. PERBEDAAN MENYANGKAL DIRI DENGAN MEMIKUL SALIB





“menyangkal diri” dan “memikul salib” berkaitan erat, tetapi berbeda.

1. Menyangkal Diri = Sikap Hati terhadap Kehendak Diri

Artinya:

  • tidak menjadikan ego sebagai tuan,
  • tidak hidup menurut kehendak diri yang berdosa,
  • menyerahkan kehendak kepada Allah.

Fokusnya: batin / kehendak / ego / pusat hidup.

Teladan Yesus:

“Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” — (Injil Matius 26:39)

Yesus menyangkal kehendak manusiawi-Nya demi kehendak Bapa.


2. Memikul Salib = Konsekuensi Nyata dari Ketaatan

Pada zaman Romawi, salib adalah:

  • alat penghukuman,
  • lambang penderitaan,
  • lambang kematian diri.

Jadi memikul salib berarti:

  • rela menderita demi kebenaran,
  • rela kehilangan kenyamanan,
  • rela ditolak,
  • rela mati terhadap hidup lama,
  • tetap setia walau ada harga yang harus dibayar.

Fokusnya: konsekuensi nyata dalam hidup.


Secara sederhana

  • menyangkal diri → keputusan batin.
  • memikul salib → akibat nyata dari keputusan itu.

Contoh Praktis

Menyangkal diri

Seseorang:

  • ingin membalas dendam,
  • ingin hidup dalam dosa,
  • ingin mencari kemuliaan diri, tetapi memilih taat kepada Allah.

Itu penyangkalan diri.


Memikul salib

Karena taat kepada Allah:

  • ia dihina,
  • ditolak,
  • kehilangan keuntungan,
  • mengalami penderitaan, tetapi tetap setia.

Itu memikul salib.


Dalam Hidup Yesus

Penyangkalan diri

Getsemani:

“bukan seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” 

— (Injil Matius 26:39)


Memikul salib

Secara literal Yesus benar-benar memikul salib menuju Golgota.

“Sambil memikul salib-Nya Ia pergi ke luar ke tempat yang bernama Tempat Tengkorak.” 

— (Injil Yohanes 19:17)


Dan Ia menanggung:

  • penghinaan,
  • penderitaan,
  • penolakan,
  • kematian.

Hubungan Keduanya

Urutannya penting:

  1. menyangkal diri dulu,
  2. lalu sanggup memikul salib.

Kalau ego belum disalibkan, orang biasanya:

  • lari dari penderitaan,
  • mencari kenyamanan,
  • menolak harga pengiringan Kristus.

Paulus Menjelaskan Prinsip Ini

Tentang Paulus:

Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.

 —(Surat Galatia 2:19-20)


Ini menggambarkan:

  • penyangkalan “aku lama”,
  • kehidupan baru di dalam Kristus.

Inti Perbedaannya

Menyangkal Diri Memikul Salib
• Sikap hati • Konsekuensi hidup
• Menolak ego sebagai pusat • Rela menderita demi Kristus
• Penyerahan kehendak • Ketekunan dalam penderitaan
• Internal • Eksternal
• Mati terhadap diri • Menanggung harga ketaatan

Tujuan Akhir

Bukan sekadar menderita, tetapi menjadi serupa dengan Yesus Kristus.

“Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.” — (1 Yohanes 2:6)



J. PERBEDAAN PEMENUHAN DAN PENYEMPURNAAN



Dalam pembahasan tentang kemanusiaan Yesus Kristus, istilah “pemenuhan” dan “penyempurnaan” perlu dibedakan dengan hati-hati supaya tidak memberi kesan bahwa Yesus pernah tidak kudus atau moral-Nya cacat. Alkitab menegaskan bahwa Kristus sejak awal tidak berdosa.

“Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya.” — (1 Petrus 2:22)


1. PEMENUHAN (FULFILLMENT)

Pemenuhan berarti:

  • kemanusiaan Yesus berkembang secara nyata dan penuh dalam sejarah,
  • semua aspek manusia sejati dijalani secara utuh,
  • panggilan manusia untuk taat kepada Allah diwujudkan sepenuhnya oleh Kristus.

Bukan dari kurang menjadi suci, tetapi dari:

  • masa bayi → dewasa,
  • pencobaan → kemenangan,
  • penderitaan → kemuliaan.

Ayat

“Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.” 

— (Injil Lukas 2:52)


Ini menunjukkan:

  • pertumbuhan manusiawi nyata,
  • perkembangan pengalaman manusia,
  • kepenuhan hidup manusia sejati.

Contoh Pemenuhan dalam Kristus

Yesus:

  • lahir sebagai manusia,
  • bertumbuh,
  • bekerja,
  • lapar,
  • letih,
  • dicobai,
  • taat,
  • menderita,
  • mati,
  • bangkit,
  • dimuliakan.

Dengan demikian Ia menggenapi manusia sejati sebagaimana Allah kehendaki.


2. PENYEMPURNAAN (PERFECTION/PERFECTING)

Istilah “disempurnakan” dalam Alkitab tentang Yesus bukan berarti:

  • dari berdosa menjadi tidak berdosa,
  • atau dari moral cacat menjadi suci.

Melainkan:

  • mencapai tujuan penuh misi-Nya,
  • menjadi lengkap melalui penderitaan dan ketaatan,
  • mencapai kepenuhan sebagai Imam Besar dan Penebus.

Ayat Kunci

“Dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya.”

 — (Ibrani 5:9)

Dan:

Memang sesuai dengan keadaan Allah yang bagi-Nya dan oleh-Nya segala sesuatu dijadikan yaitu Allah yang membawa banyak orang kepada kemuliaan, menyempurnakan Yesus, yang memimpin mereka kepada keselamatan, dengan penderitaan. — (Ibrani 2:10)


Apa arti “disempurnakan” di sini?

Bahasa aslinya menunjuk pada:

  • penyelesaian,
  • penggenapan tujuan,
  • penyempurnaan tugas.

Artinya: Yesus menjadi Penebus yang sempurna melalui:

  • pengalaman penderitaan,
  • ketaatan,
  • salib,
  • kematian,
  • kebangkitan.

Analogi Sederhana

Pemenuhan

•  seluruh kehidupan manusia sejati dijalani secara penuh.

Penyempurnaan

•  misi penyelamatan mencapai tujuan final melalui salib dan kebangkitan.


Perbedaannya

Pemenuhan Penyempurnaan

• Berkaitan dengan kepenuhan hidup manusia Yesus
• Berkaitan dengan penyelesaian misi-Nya

• Proses hidup manusiawi dijalani penuh
• Tujuan keselamatan digenapi

• Pertumbuhan pengalaman manusia
• Penyelesaian karya penebusan

• Inkarnasi sampai kemuliaan

• Salib sampai kebangkitan

• Menunjukkan Yesus manusia sejati

• Menunjukkan Yesus Penebus sempurna

Yang Sangat Penting

Yesus:

  • tidak pernah berdosa,
  • tidak pernah rusak moral,
  • tidak pernah membutuhkan pertobatan atau perbaikan natur.

Karena itu “penyempurnaan” Kristus bukan penyempurnaan moral dari cacat menjadi kudus.


Ayat Penegas Kekudusan Kristus

“Sebab Imam Besar yang demikianlah yang kita perlukan: yaitu yang saleh, tanpa salah, tanpa noda, yang terpisah dari orang-orang berdosa.” — (Ibrani 7:26)

Dan:

“Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita.” — (2 Korintus 5:21)


Kesimpulan

Pemenuhan Kristus

•  kepenuhan hidup manusia sejati dalam ketaatan sempurna kepada Allah.

Penyempurnaan Kristus

•  penggenapan final misi-Nya sebagai Penebus melalui penderitaan, salib, kebangkitan, dan kemuliaan.

Keduanya:

  • bukan perbaikan dari dosa,
  • melainkan penggenapan sempurna dari kemanusiaan dan misi Mesias.








Jaminsen

Welcome, TO BE LIKE JESUS

Post a Comment

Previous Post Next Post