IMAN

 


IMAN

A. PANDANGAN IMAN  



Dalam Christian Theology, istilah “eksklusif” dan “inklusif” biasanya dipakai untuk menjelaskan bagaimana seseorang memahami keselamatan dan hubungan agama lain dengan karya Yesus Kristus.

1. Eksklusivisme

Eksklusivisme berarti:

  • keselamatan hanya ada di dalam Kristus,
  • dan biasanya dipahami bahwa seseorang harus secara sadar beriman kepada Kristus untuk diselamatkan.

Ayat yang sering dipakai

Yohanes 14:6
Kata Yesus kepadanya: Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Kisah Para Rasul 4:12
Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.

1 Timotius 2:5-6 
Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus, yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia: itu kesaksian pada waktu yang ditentukan.

 


Ciri eksklusivisme

  • Kristus satu-satunya jalan keselamatan.
  • Agama lain tidak menyelamatkan.
  • Iman eksplisit kepada Kristus dianggap perlu.

2. Inklusivisme

Inklusivisme juga percaya:

  • keselamatan tetap hanya melalui Kristus.

Tetapi:

  • anugerah Kristus dapat bekerja di luar batas formal Kekristenan.

Artinya: seseorang mungkin diselamatkan oleh Kristus:

  • meskipun belum mengenal Injil secara penuh,
  • selama ia merespons terang dan anugerah Allah yang diterimanya.

Ayat yang sering dipakai

Yohanes 1:9
Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia.

Roma 2:14–16
Apabila bangsa-bangsa lain yang tidak memiliki hukum Taurat oleh dorongan diri sendiri melakukan apa yang dituntut hukum Taurat, maka, walaupun mereka tidak memiliki hukum Taurat, mereka menjadi hukum Taurat bagi diri mereka sendiri.

Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela. 
Hal itu akan nampak pada hari, bilamana Allah, sesuai dengan Injil yang kuberitakan, akan menghakimi segala sesuatu yang tersembunyi dalam hati manusia, oleh Kristus Yesus.

Kisah Para Rasul 10:34–35
Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang. Setiap orang dari bangsa mana pun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya.


Ciri inklusivisme

  • Kristus tetap pusat keselamatan.
  • Tetapi karya Kristus bisa menjangkau orang di luar gereja formal.
  • Allah dapat menilai manusia berdasarkan terang yang diterimanya.

3. Perbedaan utama

Eksklusif Inklusif
Keselamatan memerlukan iman sadar kepada Kristus Keselamatan tetap oleh Kristus, tetapi dapat bekerja di luar pengetahuan eksplisit

Menekankan
pengakuan iman eksplisit
Menekankan keluasan anugerah Allah

Agama lain tidak menjadi sarana keselamatan
Allah bisa bekerja di luar batas institusi gereja

4. Keduanya berbeda dari pluralisme

Baik eksklusif maupun inklusif tetap percaya:

  • Kristus unik,
  • keselamatan berasal dari Kristus.

Sedangkan pluralisme mengatakan:

  • semua agama sama-sama jalan keselamatan.

Pandangan pluralisme biasanya ditolak oleh teologi Kristen klasik.


5. Dalam konteks Theosis

Eksklusif:

Partisipasi penuh dalam hidup Allah hanya melalui iman eksplisit kepada Kristus.

Inklusif:

Partisipasi dalam anugerah Kristus mungkin mulai bekerja bahkan pada orang yang belum mengenal Kristus secara eksplisit tetapi merespons terang Allah dengan tulus.


Tokoh-tokoh contoh

Eksklusif

  • John Calvin
  • Martin Luther

Inklusif

  • Karl Rahner
  • banyak teolog Ortodoks Timur modern dan Katolik modern memiliki nuansa inklusif tertentu.

B. PANDANGAN IMAN EKSKLUSIVISME



Berikut ayat-ayat yang paling sering dipakai untuk mendukung pandangan “eksklusivisme” dalam Christian Theology, yaitu keyakinan bahwa keselamatan pada akhirnya hanya melalui Yesus Kristus.

1. Yohanes 14:6

Kata Yesus kepadanya: ‘Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.


2. Kisah Para Rasul 4:12

Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.


3. 1 Timotius 2:5

Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus.


4. Yohanes 3:16–18

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.

Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.


5. Yohanes 3:36

Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.


6. 1 Yohanes 5:11–12

Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya.

Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup.


7. Yohanes 8:24

Karena itu Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu.


8. Markus 16:16

Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.


9. Roma 10:9

Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.


10. Roma 10:13–15

Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.

Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia? Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?

Dan bagaimana mereka dapat memberitakannya, jika mereka tidak diutus?


11. Yohanes 17:3

Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.


12. Kisah Para Rasul 10:43

Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barangsiapa percaya kepada-Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya.


13. Ibrani 9:27–28

Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi,

demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia.


14. Matius 7:13–14

Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya;

karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.


15. Yohanes 5:23

supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa yang mengutus Dia.


Inti dari ayat-ayat eksklusivisme

Ayat-ayat ini dipahami oleh kaum eksklusivis sebagai pengajaran bahwa:

  • Kristus adalah satu-satunya jalan keselamatan,
  • iman kepada Kristus sangat penting,
  • dan manusia membutuhkan pendamaian melalui Dia untuk memperoleh hidup kekal.

Namun perdebatan muncul pada pertanyaan:

bagaimana Allah menerapkan karya Kristus kepada orang yang belum pernah mengenal Injil secara eksplisit.

Di situlah muncul perbedaan antara:

  • eksklusivisme ketat,
  • dan inklusivisme Kristen.

C. PANDANGAN IMAN INKLUSIVISME



Berikut ayat-ayat yang sering dipakai oleh pandangan “inklusivisme” dalam Christian Theology, yaitu pandangan bahwa keselamatan tetap berasal dari Yesus Kristus, tetapi anugerah-Nya dapat bekerja juga pada orang yang belum mengenal Kristus secara eksplisit, sejauh mereka merespons terang dan anugerah Allah yang mereka terima.

1. Yohanes 1:9

Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia.

Ayat ini dipakai untuk menunjukkan:

  • Kristus memberi terang kepada semua manusia.

2. Yohanes 12:32

Dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku.


3. Kisah Para Rasul 10:34–35

Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya: ‘Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang.

Setiap orang dari bangsa mana pun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya.

Ini sangat penting dalam argumen inklusivisme.


4. Roma 2:14–16

Apabila bangsa-bangsa lain yang tidak memiliki hukum Taurat oleh dorongan diri sendiri melakukan apa yang dituntut hukum Taurat, maka walaupun mereka tidak memiliki hukum Taurat, mereka menjadi hukum Taurat bagi diri mereka sendiri.

Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela.

Hal itu akan nampak pada hari, bilamana Allah, sesuai dengan Injil yang kuberitakan olehku, akan menghakimi segala sesuatu yang tersembunyi dalam hati manusia, oleh Kristus Yesus.


5. Roma 2:6–7

Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya, yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidakbinasaan.


6. 1 Timotius 2:3–4

Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.


7. 2 Petrus 3:9

Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya… Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.


8. Titus 2:11

Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata.


9. Kisah Para Rasul 17:26–28

Kejadian 1:26
Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.

supaya mereka mencari Dia dan mudah-mudahan menjamah dan menemukan Dia, walaupun Ia tidak jauh dari kita masing-masing.

Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."


10. Matius 25:31–46

Bagian ini sering dipakai inklusivis karena penghakiman dilakukan berdasarkan respons terhadap kasih dan belas kasihan.

Contoh ayat:

Matius 25:35-36
Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan;

ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.

dan

Segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.


11. Lukas 12:47–48

Adapun hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi yang tidak mempersiapkan segala sesuatu atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan.

Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut."

Ayat ini dipakai untuk menunjukkan:

  • tingkat tanggung jawab berkaitan dengan terang yang diterima.

12. Yohanes 15:22

Sekiranya Aku tidak datang dan tidak berkata-kata kepada mereka, mereka tentu tidak berdosa. Tetapi sekarang mereka tidak mempunyai dalih tentang dosa mereka.


13. Roma 5:18

Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup.


14. 1 Korintus 15:22

Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus.


15. Kolose 1:19–20

Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia, dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.


16. Yohanes 10:16

Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.


17. 1 Yohanes 2:2

Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.


Inti argumentasi inklusivisme

Ayat-ayat ini dipakai untuk menekankan:

  • keluasan kasih karunia Allah,
  • terang Allah bekerja pada semua manusia,
  • Allah menilai manusia sesuai terang yang diterima,
  • Kristus tetap satu-satunya dasar keselamatan,
  • tetapi karya Kristus dapat menjangkau lebih luas daripada batas institusi gereja yang terlihat.

Karena itu inklusivisme berbeda dari pluralisme:

  • tetap menempatkan Kristus sebagai pusat keselamatan,
  • tetapi membuka kemungkinan karya anugerah Allah di luar pengakuan Kristen eksplisit.

D. DASAR PANDANGAN IMAN INKLUSIVISME EKSKLUSIVISME TETAP SALIB KRISTUS



Berikut ayat-ayat lengkap yang menegaskan bahwa dasar keselamatan dalam Christian Theology tetap adalah salib dan karya Yesus Kristus.

1. 1 Petrus 2:24

“Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.”


2. Roma 5:8–10

“Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.

Lebih-lebih karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.

Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya.”


3. 1 Timotius 2:5–6

“Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,

yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia. Itu kesaksian pada waktu yang ditentukan.”


4. Ibrani 9:26–28

“Tetapi sekarang Ia hanya satu kali saja menyatakan diri-Nya, pada zaman akhir, untuk menghapuskan dosa oleh korban-Nya.

Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi,

demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang…”


5. Yesaya 53:4–6

“Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.

Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.

Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.”


6. Yohanes 3:14–17

“Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan,

supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.”


7. 2 Korintus 5:18–21

“Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami.

Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.

Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus…

Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.”


8. Kolose 1:19–22

“Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia,

dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.

Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat,

sekarang diperdamaikan-Nya di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya…”


9. Efesus 2:13–16

“Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu ‘jauh’, sudah menjadi ‘dekat’ oleh darah Kristus.

Karena Dialah damai sejahtera kita…

dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.”


10. 1 Korintus 1:18

“Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.”


11. Galatia 6:14

Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia.


12. Wahyu 1:5

dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya

 13. 1 Korintus 3:11

Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.


Inti seluruh ayat ini

Baik pandangan:

  • eksklusivisme, maupun
  • inklusivisme,

sama-sama mengakui:

  • pendamaian manusia dengan Allah terjadi melalui Kristus,
  • salib adalah dasar objektif keselamatan,
  • darah Kristus menjadi pusat penebusan,
  • dan tidak ada keselamatan yang terlepas dari karya Kristus.

Jaminsen

Welcome, TO BE LIKE JESUS

Post a Comment

Previous Post Next Post