NATUR
A. DEFINISI
1️⃣ Apa itu “Natur”?
Secara sederhana, natur (kodrat / nature) adalah apa sesuatu itu — esensi atau hakikat yang membuat sesuatu menjadi jenis tertentu.
Dalam filsafat klasik (terutama Aristotelian–Thomistik), natur adalah:
Prinsip internal yang membuat sesuatu bertindak sesuai dengan jenis keberadaannya.
Jadi:
- Kucing mengeong karena itu bagian dari natur kucing.
- Api membakar karena itu natur api.
- Manusia berpikir dan menghendaki karena itu natur manusia.
2️⃣ Natur dalam Filsafat
A. Natur = Esensi + Daya Bertindak
Natur bukan hanya “bentuk fisik”, tetapi:
- Hakikat terdalam suatu makhluk
- Prinsip operasi (cara bertindak)
Contoh:
- Natur tumbuhan → hidup, bertumbuh, berkembang biak
- Natur hewan → hidup + indera + bergerak
- Natur manusia → hidup + indera + rasio (akal & kehendak)
Jadi natur menentukan apa yang bisa dilakukan oleh sesuatu.
3️⃣ Natur vs Pribadi (Ini Penting!)
Ini sering membingungkan.
| Natur | Pribadi |
|---|---|
| “Apa itu?” | “Siapa itu?” |
| Hakikat | Subjek yang memiliki hakikat |
| Sifat umum | Subjek unik |
Contoh:
- Semua manusia memiliki natur manusia yang sama
- Tapi setiap orang adalah pribadi yang berbeda
Jadi:
Natur = jenis keberadaan
Pribadi = pemilik natur itu
4️⃣ Natur Manusia
Natur manusia adalah:
Substansi rasional yang terdiri dari tubuh dan jiwa.
Ciri natur manusia:
- Rasional (punya akal)
- Bebas (punya kehendak)
- Sosial
- Bermoral
- Terarah kepada kebenaran dan kebaikan
Natur manusia bukan hanya tubuh. Natur manusia = kesatuan jiwa dan tubuh.
5️⃣ Natur dalam Teologi Kristen
Dalam teologi, istilah natur sangat penting, terutama dalam Kristologi.
A. Natur Allah
Allah memiliki:
- Satu natur ilahi
- Tiga Pribadi: Bapa, Anak, Roh Kudus
Satu natur, tiga Pribadi.
B. Natur Kristus
Menurut Konsili Konsili Kalsedon (451 M):
Yesus Kristus adalah satu Pribadi dengan dua natur:
- Natur ilahi
- Natur manusia
Tanpa:
- Perubahan
- Pencampuran
- Pemisahan
- Pembagian
Satu Pribadi (Anak), dua natur.
6️⃣ Apa Perbedaan Natur dan Substansi?
Kadang istilah ini dipakai mirip.
- Substansi = sesuatu yang ada pada dirinya sendiri.
- Natur = substansi dilihat dari cara bertindaknya.
Contoh:
Manusia sebagai substansi = makhluk rasional.
Dilihat dari cara ia berpikir dan memilih → itu natur rasionalnya.
7️⃣ Natur dan Operasi (Prinsip Penting)
Dalam teologi ada prinsip:
“Operasi mengikuti natur.”
(operatio sequitur esse)
Artinya:
- Kalau sesuatu punya natur manusia → ia bisa menderita.
- Kalau punya natur ilahi → ia mahakuasa.
Karena itu dalam Kristus:
- Ia bisa lapar (karena natur manusia)
- Ia mengampuni dosa (karena natur ilahi)
8️⃣ Apakah Natur Diciptakan?
Tergantung konteks:
- Natur manusia → diciptakan.
- Natur malaikat → diciptakan.
- Natur ilahi → tidak diciptakan, kekal.
Dalam inkarnasi: Firman tidak menciptakan pribadi manusia baru, tetapi mengambil natur manusia ke dalam Pribadi-Nya.
Ini yang sering jadi topik diskusi kita sebelumnya.
9️⃣ Ringkasan Super Singkat
Natur adalah:
- Hakikat atau esensi
- Prinsip cara bertindak
- Jawaban atas pertanyaan “apa itu?”
Pribadi adalah:
- Subjek yang memiliki natur
- Jawaban atas pertanyaan “siapa itu?”
Kalau kamu mau, kita bisa lanjut lebih dalam ke salah satu ini:
- 🔎 Natur sebagai “actus essendi”
- 🔎 Natur dan eksistensi
- 🔎 Natur dan teosis
- 🔎 Natur manusia Yesus tanpa pribadi manusia
- 🔎 Natur dan kehendak (dua kehendak dalam Kristus)
Kamu mau masuk ke arah mana?
B. NATUR MANUSIA
Pertanyaanmu sangat dalam secara metafisika 👌 kita masuk pelan-pelan.
1️⃣ Apakah natur manusia itu satu untuk semua, atau terpisah?
Jawaban klasik (filsafat realis, terutama Thomas Aquinas):
Natur manusia itu satu secara esensi, tetapi berlipat secara individu.
Artinya:
- Hakikatnya sama
- Eksistensinya berbeda-beda
2️⃣ Penjelasan sederhana
Bayangkan konsep “kemanusiaan”.
Semua manusia:
- Rasional
- Punya kehendak
- Punya jiwa dan tubuh
Itu semua berasal dari natur manusia yang sama.
Tapi:
- Kamu ≠ saya
- Adam ≠ Paulus
- Setiap orang adalah individu unik
Jadi:
| Level | Status |
|---|---|
| Esensi (apa itu manusia) | Satu dan sama |
| Individu (siapa orangnya) | Banyak dan berbeda |
3️⃣ Kenapa bisa satu tapi banyak?
Karena natur itu:
- Universal dalam pengertian
- Individual dalam keberadaan
Natur manusia menjadi “terbagi” karena:
- Ia diwujudkan dalam materi berbeda
- Jiwa yang berbeda
- Tubuh yang berbeda
Materi mengindividualkan natur.
Ini disebut prinsip:
“Individuasi oleh materi.”
4️⃣ Apakah natur manusia itu satu kesatuan ontologis antar manusia?
Tidak dalam arti kita berbagi satu eksistensi.
Kita tidak:
- Berbagi satu jiwa
- Berbagi satu kesadaran
- Berbagi satu keberadaan
Yang sama adalah:
- Struktur hakikatnya
- Bentuk rasionalnya
Jadi bukan satu entitas kosmik bersama.
5️⃣ Bedakan dengan Tritunggal
Dalam Tritunggal:
- Satu Natur Ilahi
- Tiga Pribadi
- Satu Eksistensi Ilahi
Dalam manusia:
- Satu jenis natur
- Banyak individu
- Banyak eksistensi
Itu sangat berbeda.
6️⃣ Konsekuensi Teologisnya
Ini penting untuk diskusi inkarnasi yang sering kamu bahas.
Kalau natur manusia itu satu eksistensi bersama, maka ketika Firman mengambil natur manusia, semua manusia otomatis jadi inkarnasi.
Tapi tidak begitu.
Firman mengambil satu natur manusia konkret, bukan “natur manusia universal”.
Ini ditegaskan dalam Konsili Konsili Kalsedon: Kristus memiliki natur manusia sejati, lengkap, individual.
7️⃣ Kesimpulan
✔ Natur manusia:
- Sama secara esensi
- Terpisah secara individu
✔ Kita berbagi jenis kemanusiaan, ❌ tetapi tidak berbagi satu keberadaan ontologis.
Kalau kamu mau, kita bisa masuk lebih tajam lagi:
- Apakah Adam mewakili natur manusia secara ontologis?
- Bagaimana dosa asal bekerja kalau natur kita terpisah?
- Apakah ada kesatuan mistik dalam Kristus yang melampaui individualitas?
DALAM KONSEP KESELAMATAN
Ini pertanyaan yang sangat tajam secara ontologis 👌 dan memang menyentuh inti Kristologi dan Soteriologi.
Kita uraikan pelan-pelan dan sistematis.
1️⃣ Firman mengambil natur manusia — apa artinya?
Menurut definisi Konsili Kalsedon:
Kristus adalah satu Pribadi (Anak) dengan dua natur: ilahi dan manusia.
Artinya:
- Firman tidak mengambil “natur manusia universal abstrak”.
- Ia mengambil natur manusia konkret dan individual.
Yesus memiliki:
- Tubuh manusia konkret
- Jiwa rasional manusia konkret
- Kehendak manusia
- Akal manusia
Tetapi tidak ada pribadi manusia terpisah.
Pribadi-Nya adalah Pribadi Anak yang kekal.
2️⃣ Lalu bagaimana keselamatan bekerja kalau natur kita terpisah?
Ini kunci jawabannya:
Keselamatan tidak bekerja lewat “pembagian substansi”,
tetapi lewat solidaritas ontologis dan representasi kepala.
3️⃣ Kristus sebagai Kepala Umat Manusia
Konsep ini dijelaskan oleh Paulus Rasul dalam Roma 5 dan 1 Korintus 15.
Adam → kepala umat manusia lama
Kristus → kepala umat manusia baru
Artinya:
- Adam bertindak sebagai representasi natur manusia
- Kristus juga bertindak sebagai representasi natur manusia
Bukan karena kita berbagi satu substansi fisik, tetapi karena kita berbagi jenis natur yang sama.
4️⃣ Apakah natur Kristus “dialirkan”?
Tidak dalam arti substansi berpindah.
Bukan seperti:
- Cairan mengalir
- Energi menyebar
- Potongan natur dibagi-bagi
Melainkan:
Natur manusia Kristus menjadi sumber pembaruan
karena Ia menyatukannya dengan natur ilahi.
Dengan kata lain:
Natur manusia yang diambil Firman:
- Disembuhkan
- Disempurnakan
- Dipersatukan dengan Allah
Dan karena kita memiliki natur manusia yang sama jenisnya, apa yang disembuhkan dalam Dia, dapat diterapkan kepada kita.
5️⃣ Prinsip Patristik
Gregorius Nazianzus berkata:
“Apa yang tidak diambil, tidak ditebus.”
Artinya:
- Karena Kristus mengambil natur manusia penuh,
- Maka natur manusia bisa ditebus penuh.
6️⃣ Mekanisme Keselamatan: Bagaimana Sampai ke Individu?
Melalui partisipasi, bukan transmisi fisik.
Dalam teologi klasik:
Keselamatan diterima melalui:
- Iman
- Rahmat
- Persatuan dengan Kristus
- Sakramen (dalam tradisi tertentu)
Artinya: Setiap pribadi manusia harus masuk ke dalam relasi dengan Kristus.
Natur tidak otomatis diselamatkan secara universal tanpa respons pribadi.
7️⃣ Perbandingan Singkat
| Adam | Kristus |
|---|---|
| Kepala kejatuhan | Kepala keselamatan |
| Natur terluka | Natur dipulihkan |
| Solidaritas dalam dosa | Solidaritas dalam rahmat |
8️⃣ Jadi apakah keselamatan otomatis?
Tidak otomatis secara personal.
✔ Secara ontologis: dasar keselamatan sudah tersedia untuk semua.
✔ Secara personal: harus diaktualkan dalam individu.
9️⃣ Jawaban langsung pertanyaanmu:
Apakah natur yang diambil Firman dialirkan ke tiap individu?
Tidak.
Yang terjadi adalah:
- Kristus menyatukan natur manusia dengan Allah.
- Natur manusia dalam Dia disembuhkan.
- Kita menerima buahnya melalui persatuan dengan Dia.
Kalau kamu mau, kita bisa masuk lebih dalam lagi:
- Apakah ini berarti universal salvation?
- Apakah teosis berarti kita ikut mengambil bagian dalam natur ilahi?
- Bagaimana Roh Kudus mengaktualkan persatuan ini dalam individu?
- Apakah ini berarti kita masuk ke dalam Pribadi Anak?
Kamu mau masuk ke arah mana?
