KENOSIS
A. MAKNA KENOSIS
KENOSIS: YESUS memilih tidak menggunakan hak-hak Ilahi secara otonom melalui natur manusia-Nya
Pernyataan itu cukup selaras dengan banyak formulasi Kristologi kenotik ortodoks, jika dijelaskan dengan hati-hati supaya tidak terdengar seperti Yesus “berhenti menjadi Allah.”
Intinya:
Dalam kenosis, Yesus tidak kehilangan keilahian-Nya, tetapi memilih untuk tidak menggunakan hak-hak/privilege ilahi-Nya secara independen dalam kehidupan manusiawi-Nya.
Ini berarti:
Natur ilahi tetap penuh
Sang Firman tetap Allah sejati; atribut ilahi-Nya tidak lenyap.
Natur manusia sejati diambil sepenuhnya
Ia hidup sebagai manusia sejati dengan keterbatasan manusiawi nyata.
Dalam ekonomi inkarnasi, Ia tidak bertindak otonom dari Bapa/Roh
Mujizat, kuasa, dan pelayanan-Nya dijalankan dalam ketergantungan sempurna pada Bapa melalui Roh Kudus.
Ia “mengosongkan diri” bukan dengan melepaskan esensi ilahi, tetapi dengan mengambil posisi hamba
Berdasar Epistle to the Philippians 2:6–8.
KENOSIS
A. MAKNA KENOSIS
KENOSIS: YESUS memilih tidak menggunakan hak-hak Ilahi secara otonom melalui natur manusia-Nya
Pernyataan itu cukup selaras dengan banyak formulasi Kristologi kenotik ortodoks, jika dijelaskan dengan hati-hati supaya tidak terdengar seperti Yesus “berhenti menjadi Allah.”
Intinya:
Dalam kenosis, Yesus tidak kehilangan keilahian-Nya, tetapi memilih untuk tidak menggunakan hak-hak/privilege ilahi-Nya secara independen dalam kehidupan manusiawi-Nya.
Ini berarti:
Natur ilahi tetap penuh
Sang Firman tetap Allah sejati; atribut ilahi-Nya tidak lenyap.Natur manusia sejati diambil sepenuhnya
Ia hidup sebagai manusia sejati dengan keterbatasan manusiawi nyata.Dalam ekonomi inkarnasi, Ia tidak bertindak otonom dari Bapa/Roh
Mujizat, kuasa, dan pelayanan-Nya dijalankan dalam ketergantungan sempurna pada Bapa melalui Roh Kudus.Ia “mengosongkan diri” bukan dengan melepaskan esensi ilahi, tetapi dengan mengambil posisi hamba
Berdasar Epistle to the Philippians 2:6–8.
Formulasi Teologis yang Lebih Presisi
Daripada berkata:
“Yesus menanggalkan keilahian-Nya”
lebih tepat mengatakan:
Yesus menyelubungkan kemuliaan-Nya dan secara sukarela membatasi ekspresi independen hak-hak ilahi-Nya dalam natur manusia-Nya.
Daripada berkata:
“Yesus menanggalkan keilahian-Nya”
lebih tepat mengatakan:
Yesus menyelubungkan kemuliaan-Nya dan secara sukarela membatasi ekspresi independen hak-hak ilahi-Nya dalam natur manusia-Nya.
Dalam Bahasa Kristologi Teknis
Ini sering dijelaskan sebagai:
- Bukan pengurangan ontologis → hakikat ilahi tidak berkurang
- Tetapi pembatasan ekonomis/fungsional → cara penggunaan atribut ilahi dalam inkarnasi dibatasi secara sukarela
Ini sering dijelaskan sebagai:
- Bukan pengurangan ontologis → hakikat ilahi tidak berkurang
- Tetapi pembatasan ekonomis/fungsional → cara penggunaan atribut ilahi dalam inkarnasi dibatasi secara sukarela
Namun Perlu Nuansa Penting
Kalimat:
“melalui natur manusia-Nya”
perlu dijaga supaya tidak memberi kesan bahwa:
- Natur manusia “memiliki” hak ilahi, atau
- Natur manusia itu sendiri memakai atribut ilahi.
Lebih presisi:
Pribadi Sang Firman yang berinkarnasi memilih dengan sukarela untuk tidak mengekspresikan hak-hak ilahi-Nya secara independen, melainkan hidup menurut natur manusia sejati dalam ketaatan penuh kepada Bapa.
Kalau kamu mau, saya bisa , anhypostasia/enhypostasia, dan kenapa kenosis penting untuk memahami mujizat Yesus.
Berikut formulasi lengkap tentang kenosis Yesus beserta ayat-ayat pendukung yang sering dipakai dalam kerangka Kristologi ortodoks:
Kalimat:
“melalui natur manusia-Nya”
perlu dijaga supaya tidak memberi kesan bahwa:
- Natur manusia “memiliki” hak ilahi, atau
- Natur manusia itu sendiri memakai atribut ilahi.
Lebih presisi:
Pribadi Sang Firman yang berinkarnasi memilih dengan sukarela untuk tidak mengekspresikan hak-hak ilahi-Nya secara independen, melainkan hidup menurut natur manusia sejati dalam ketaatan penuh kepada Bapa.
Kalau kamu mau, saya bisa , anhypostasia/enhypostasia, dan kenapa kenosis penting untuk memahami mujizat Yesus.
Berikut formulasi lengkap tentang kenosis Yesus beserta ayat-ayat pendukung yang sering dipakai dalam kerangka Kristologi ortodoks:
KENOSIS: PRIBADI ILAHI Sang Firman memilih tidak menggunakan hak-hak ilahi secara otonom melalui kehidupan manusiawi-nya
Definisi Utama
Yesus tidak berhenti menjadi Allah, tetapi dalam inkarnasi Ia:
Secara sukarela TIDAK MENGEKSPRESIKAN hak-hak/kemuliaan ilahi-Nya secara independen, melainkan hidup sebagai manusia sejati dalam ketergantungan penuh kepada Bapa melalui Roh Kudus.
Yesus tidak berhenti menjadi Allah, tetapi dalam inkarnasi Ia:
Secara sukarela TIDAK MENGEKSPRESIKAN hak-hak/kemuliaan ilahi-Nya secara independen, melainkan hidup sebagai manusia sejati dalam ketergantungan penuh kepada Bapa melalui Roh Kudus.
1. Dasar Utama Kenosis
Epistle to the Philippians 2:6–8
Yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri,
dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.Makna:
mengosongkan diri” bukan berarti kehilangan keilahian, tetapi dengan mengambil rupa hamba dan masuk ke kondisi kerendahan manusia.
melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri,
dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
Makna:
mengosongkan diri” bukan berarti kehilangan keilahian, tetapi dengan mengambil rupa hamba dan masuk ke kondisi kerendahan manusia.
2. Yesus Tetap Allah Sepenuhnya
Epistle to the Colossians 2:9
Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan.
Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan.
Gospel of John 1:1
Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
Epistle to the Hebrews 13:8
Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.
Makna:
Keilahian-Nya tidak berubah / tidak berkurang.
Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.
Makna:
Keilahian-Nya tidak berubah / tidak berkurang.
3. Yesus Hidup Dalam Ketergantungan kepada Bapa
Gospel of John 5:19
Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya.
Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya.
Gospel of John 5:30
Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri.
Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri.
Gospel of John 8:28
“Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri.”
Makna:
Dalam ekonomi inkarnasi, Yesus hidup bukan dengan independensi ilahi terpisah dari Bapa.
“Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri.”
Makna:
Dalam ekonomi inkarnasi, Yesus hidup bukan dengan independensi ilahi terpisah dari Bapa.
4. Pelayanan-Nya Dilakukan Dalam Kuasa Roh Kudus
Gospel of Luke 4:18
Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku
Acts of the Apostles 10:37-38
Kamu tahu tentang segala sesuatu yang terjadi di seluruh tanah Yudea, mulai dari Galilea, sesudah baptisan yang diberitakan oleh Yohanes, yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia.
Makna:
Mujizat Yesus dinyatakan dalam pengurapan Roh, bukan sebagai demonstrasi independen yang terlepas dari ekonomi Tritunggal.
Kamu tahu tentang segala sesuatu yang terjadi di seluruh tanah Yudea, mulai dari Galilea, sesudah baptisan yang diberitakan oleh Yohanes, yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia.
Makna:
Mujizat Yesus dinyatakan dalam pengurapan Roh, bukan sebagai demonstrasi independen yang terlepas dari ekonomi Tritunggal.
5. Ia Menyelubungkan Kemuliaan-Nya
Gospel of John 17:5
Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada.
Makna:
Kemuliaan pra-inkarnasi tetap milik-Nya, namun tidak dimanifestasikan penuh selama inkarnasi.
Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada.
Makna:
Kemuliaan pra-inkarnasi tetap milik-Nya, namun tidak dimanifestasikan penuh selama inkarnasi.
6. Ia Mengalami Keterbatasan Manusia Sejati
Gospel of Luke 2:52
Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.
Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.
Gospel of John 19:28
Dan setelah mengatakan semuanya itu Yesus mendahului mereka dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem.
Gospel of Mark 13:32
Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa saja.
Makna:
Ia sungguh mengambil kondisi manusiawi nyata.
Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa saja.
Makna:
Ia sungguh mengambil kondisi manusiawi nyata.
Rumusan Teologis Lengkap
Dalam kenosis, Sang Firman yang tetap memiliki natur ilahi sepenuhnya mengambil natur manusia sejati, lalu secara sukarela memilih untuk tidak mengekspresikan hak-hak dan kemuliaan ilahi-Nya secara independen dalam kehidupan inkarnasi-Nya, melainkan hidup dalam ketaatan, ketergantungan, dan pengurapan Roh sebagai manusia sejati.
Misteri Inkarnasi:
Allah tidak berubah menjadi manusia,
tetapi Allah yang kekal mengambil kodrat manusia ke dalam Pribadi-Nya.
Oleh sebab itu, ya Bapa, PERMULIAKANLAH AKU PADAMU SENDIRI dengan KEMULIAAN YANG KUMILIKI di HADIRATMU SEBELUM DUNIA ADA.
Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu KEMULIAAN YANG DIBERIKAN KEPADANYA SEBAGAI ANAK TUNGGAL BAPA, penuh KASIH KARUNIA dan KEBENARAN.
YESUS INILAH YANG DIBANGKITKAN ALLAH, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi.
2. SEGALA KUASA DI SORGA DAN DI BUMI DIBERIKAN OLEH ALLAH BAPA
Yesus mendekati mereka dan berkata:
Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan MENYELESAIKAN PEKERJAAN YANG ENGKAU BERIKAN KEPADAKU untuk melakukannya.
Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh PIKIRAN dan PERASAAN terdapat juga dalam Kristus Yesus, YANG WALAUPUN DALAM RUPA ALLAH, tidak menganggap
Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari
ALLAH MENGHENDAKI DARAH DAN DAGING YANG TIDAK BERDOSA
Karena itu ketika Ia masuk ke dunia, Ia berkata: 'Korban dan persembahan tidak Engkau kehendaki tetapi engkau telah menyediakan tubuh bagiku.
Roma 8 : 3-4
Sebab APA YANG TIDAK MUNGKIN DILAKUKAN HUKUM TAURAT KARENA TAK BERDAYA OLEH DAGING, TELAH DILAKUKAN OLEH ALLAH.
Dengan jalan MENGUTUS ANAKNYA DALAM DAGING, yang serupa dengan DAGING YANG DIKUASAI DOSA KARENA DOSA, IA TELAH MENJATUHKAN HUKUMAN ATAS DOSA DI DALAM DAGING, supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang TIDAK HIDUP MENURUT DAGING, TAPI MENURUT ROH.
Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari
DARAH dan DAGING, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia MEMUSNAHKAN dia, yaitu IBLIS, yang berkuasa atas maut.
Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa DAGING dan DARAH
tidak mendapat bagian dalam KERAJAAN ALLAH dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa.
Sebab APA YANG TIDAK MUNGKIN DILAKUKAN HUKUM TAURAT KARENA TAK BERDAYA OLEH DAGING, TELAH DILAKUKAN OLEH ALLAH.
KEBANGKITANNYA
Oleh sebab itu, ya Bapa, PERMULIAKANLAH AKU PADAMU SENDIRI dengan KEMULIAAN YANG KUMILIKI di HADIRATMU SEBELUM DUNIA ADA.
Yesus mendekati mereka dan berkata:
Ya Bapa, Aku mau supaya, di manapun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, AGAR MEREKA MEMANDANG KEMULIAANKU YANG TELAH ENGKAU BERIKAN KEPADAKU, sebab Engkau telah mengasihi Aku SEBELUM DUNIA DIJADIKAN.
Sebab juga KRISTUS TELAH MATI sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh
DALAM HIDUPNYA SEBAGAI MANUSIA, Ia telah MEMPERSEMBAHKAN DOA dan PERMOHONAN dengan RATAP TANGIS
dan KELUHAN kepada Dia, yang sanggup
MENYELAMATKANNYA dari MAUT, dan karena KESALEHANNYA Ia telah didengarkan.
“Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari DARAH dan DAGING, maka Ia juga menjadi
SAMA DENGAN MEREKA dan MENDAPAT BAGIAN DALAM KEADAAN MEREKA, SUPAYA OLEH
KEMATIANNYA IA MEMUSNAHKAN DIA, YAITU IBLIS, YANG BERKUASA ATAS MAUT; dan supaya dengan jalan demikian Ia MEMBEBASKAN MEREKA
yang seumur hidupnya berada dalam
PERHAMBAAN oleh karena TAKUTNYA kepada
Kisah Para Rasul 2 : 36
Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa ALLAH TELAH MEMBUAT YESUS, YANG KAMU SALIBKAN ITU, MENJADI TUHAN DAN KRISTUS."
Sebab beginilah firman Yang MAHATINGGI dan Yang MAHAMULIA, yang bersemayam untuk selamanya dan Yang MAHAKUDUS nama-Nya: "Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus TETAPI JUGA BERSAMA-SAMA ORANG YANG REMUK DAN RENDAH HATI, untuk menghidupkan semangat ORANG-ORANG YANG RENDAH HATI dan untuk menghidupkan hati orang-orang yang remuk.
