COMMUNICATIO IDIOMATUM
1. Definisi
Communicatio Idiomatum adalah istilah Latin yang berarti:
"Komunikasi sifat-sifat" atau "pertukaran predikat".
Doktrin ini mengajarkan bahwa karena Yesus Kristus adalah satu Pribadi yang memiliki dua natur (ilahi dan manusia), maka sifat, tindakan, dan pengalaman yang berasal dari salah satu natur dapat dipredikasikan kepada Pribadi Kristus yang satu itu.
Doktrin ini bukan berarti:
- Natur ilahi berubah menjadi manusia.
- Natur manusia berubah menjadi ilahi.
- Kedua natur bercampur menjadi natur ketiga.
Sebaliknya:
- Keilahian tetap ilahi.
- Kemanusiaan tetap manusia.
- Keduanya bersatu dalam satu Pribadi Yesus Kristus.
Karena itu Alkitab dapat berkata:
"Tuhan yang mulia disalibkan."
padahal:
- "Tuhan yang mulia" menunjuk keilahian.
- "disalibkan" menunjuk kemanusiaan.
2. Dasar Kristologis
Dasar Communicatio Idiomatum adalah:
Yohanes 1:14
"Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran."
• Bukan dua pribadi.
• Melainkan satu Pribadi.
Kolose 2:9
"Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan."
Dalam satu Pribadi Kristus:
- seluruh kepenuhan Allah,
- dan kemanusiaan sejati,
hadir bersama.
3. Rumusan Klasik Gereja
Konsili Khalkedon (451 M)
Konsili ini merumuskan bahwa Kristus adalah:
"Satu dan Pribadi yang sama, Anak, Tuhan, yang tunggal, dikenal dalam dua natur, tanpa percampuran, tanpa perubahan, tanpa pembagian, dan tanpa pemisahan."
Keilahian tidak menjadi manusia
2. Tanpa perubahan
Kemanusiaan tidak berubah menjadi ilahi.
3. Tanpa pembagian
Bukan dua pribadi.
4. Tanpa pemisahan
Kedua natur tidak dipisahkan.
Communicatio Idiomatum lahir dari kesatuan Pribadi ini.
4. Pandangan Para Bapak Gereja
Ignatius dari Antiokhia (±35–107)
Ignatius of Antioch menulis mengenai Kristus:
"Ada satu tabib, yang bersifat daging dan roh, dilahirkan dan tidak dilahirkan, Allah yang menjadi manusia."
Ignatius menekankan bahwa Yesus adalah sungguh Allah dan sungguh manusia dalam satu Pribadi.
Athanasius (±296–373)
Athanasius of Alexandria mengajarkan:
Apa yang menjadi milik tubuh Kristus dapat dikatakan tentang Dia yang adalah Firman karena tubuh itu milik-Nya sendiri.
Dasar pemikirannya sangat dekat dengan Communicatio Idiomatum.
Gregorius dari Nazianzus (±329–390)
Gregory of Nazianzus berkata:
"Yang tidak diambil tidak disembuhkan."
Artinya Kristus harus benar-benar mengambil kemanusiaan agar dapat menebus manusia.
Kirilus dari Aleksandria (±376–444)
Cyril of Alexandria adalah tokoh utama yang menekankan:
Satu Pribadi Kristus menjadi subjek dari semua tindakan dan pengalaman.
Karena itu Kirilus dapat berkata bahwa:
Allah Putra menderita dalam daging.
Bukan keilahian-Nya yang menderita, melainkan Pribadi Putra mengalami penderitaan melalui natur manusia-Nya.
5. Bentuk-Bentuk Communicatio Idiomatum dalam Alkitab
Secara umum ada dua bentuk:
A. Atribut Ilahi Diberikan kepada Gelar Manusia
Yohanes 3:13
Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia.
"Turun dari sorga" adalah atribut ilahi.
Yohanes 6:62
Dan bagaimanakah, jikalau kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat di mana Ia sebelumnya berada?
"sebelumnya berada" menunjuk pra-eksistensi ilahi.
B. Atribut Manusia Diberikan kepada Gelar Ilahi
Kisah Para Rasul 20:28
Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan Jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.
Allah tidak memiliki darah menurut keilahian.
Tetapi darah itu adalah darah Pribadi yang adalah Allah Putra.
1 Korintus 2:8
Tidak ada dari penguasa dunia ini yang mengenalnya, sebab kalau sekiranya mereka mengenalnya, mereka tidak menyalibkan Tuhan yang mulia.
"disalibkan" adalah pengalaman manusia.
Wahyu 1:17–18
Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: 'Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.'
"Aku telah mati" adalah pengalaman manusia.
6. Contoh Implisit dalam Alkitab
Galatia 4:4
Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat.
Anak yang kekal menjadi manusia.
Roma 8:3
Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging.
Ibrani 1:2–3
"Maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta.
Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi."
Kolose 1:15–20
Kristus digambarkan sekaligus sebagai:
- Pencipta segala sesuatu.
- Penebus melalui darah salib.
Wahyu 5:6
"Maka aku melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih..."
Anak Domba yang disembelih adalah juga Penguasa surgawi yang menerima penyembahan.
7. Apa yang Bukan Communicatio Idiomatum?
Bukan berarti:
Keilahian mati.
Bukan berarti:
Kemanusiaan menjadi mahakuasa.
Bukan berarti:
Allah berubah menjadi manusia dan berhenti menjadi Allah.
Alkitab tetap membedakan kedua natur.
Misalnya:
Yohanes 4:24
"Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."
Keilahian tetap tidak terbatas.
Lukas 2:52
"Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia."
Ini menunjuk kepada kemanusiaan-Nya.
8. Rangkuman yang Alkitabiah
Communicatio Idiomatum dapat diringkas sebagai berikut:
- Yesus Kristus adalah satu Pribadi.
- Ia memiliki dua natur:
- Allah sejati.
- Manusia sejati.
- Kedua natur tidak bercampur dan tidak terpisah.
- Karena kesatuan Pribadi itu, Alkitab dapat menyatakan:
- "Anak Manusia turun dari sorga" (Yohanes 3:13).
- "Allah memperoleh jemaat dengan darah-Nya" (Kisah Para Rasul 20:28).
- "Tuhan yang mulia disalibkan" (1 Korintus 2:8).
- "Yang Awal dan Yang Akhir telah mati" (Wahyu 1:17–18).
- Yang mengalami penderitaan, darah, dan kematian adalah Kristus menurut natur manusia.
- Yang memiliki kekekalan, kemuliaan, dan kuasa ilahi adalah Kristus menurut natur ilahi.
- Namun subjek dari semuanya adalah satu Pribadi yang sama: Yesus Kristus, Anak Allah yang menjadi manusia.
Karena itu Communicatio Idiomatum bukan sekadar istilah teologis, melainkan cara Gereja menjelaskan data Alkitab tentang Kristus yang adalah:
"Firman itu telah menjadi manusia." (Yohanes 1:14)
dan
"Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan." (Kolose 2:9).
