SALIB
SALIB: Titik Temu Kasih, Keadilan, dan Kuasa Allah
Salib Yesus Kristus bukan sekadar tempat penderitaan dan kematian. Dalam rencana kekal Allah, salib merupakan pusat karya keselamatan, tempat kasih Allah dinyatakan, keadilan Allah ditegakkan terhadap dosa, dan kuasa Allah bekerja untuk mengalahkan dosa serta maut.
Kita dapat merangkum maknanya demikian:
* Kasih Allah: Allah tidak membiarkan manusia binasa dalam dosa, tetapi memberikan Anak-Nya.
* Keadilan Allah: Dosa tidak dianggap seolah-olah tidak ada; Allah menangani dosa secara sungguh-sungguh.
* Kuasa Allah: Melalui kematian dan kebangkitan Kristus, dosa, maut, dan kuasa Iblis dikalahkan.
Namun, ada satu hal penting: ketiga hal ini bukan tiga sifat Allah yang saling bertentangan. Allah tidak perlu mengurangi kasih-Nya demi keadilan-Nya, atau mengurangi keadilan-Nya demi kasih-Nya. Di dalam karya salib, kasih, keadilan, dan kuasa Allah dinyatakan secara selaras.
Mari kita mempelajarinya dengan ayat-ayat Alkitab yang ditulis lengkap.
### 1\. SALIB ADALAH PUNCAK PENYATAAN KASIH ALLAH

### A. Kasih Allah dinyatakan ketika manusia masih berdosa
Roma 5:8
> Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.
Perhatikan urutan yang dinyatakan Paulus:
* Manusia masih berada dalam dosa.
* Allah menunjukkan kasih-Nya.
* Kristus mati bagi manusia berdosa.
Artinya, kasih Allah bukan pertama-tama merupakan upah atas kebaikan manusia. Allah mengasihi dan mengambil inisiatif ketika manusia masih berdosa.
Salib memperlihatkan bahwa kasih Allah bukan hanya perasaan atau perkataan. Kasih itu dinyatakan melalui tindakan nyata, yakni pemberian diri Kristus bagi manusia.
### B. Allah mengasihi dunia sehingga memberikan Anak-Nya
Yohanes 3:16–17
> 16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.17 Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.
Ada tiga hal yang saling berhubungan:
* Sumber keselamatan: kasih Allah Bapa.
* Pemberian Allah: Anak-Nya yang tunggal, yaitu Yesus Kristus.
* Tujuan keselamatan: manusia tidak binasa, melainkan memperoleh hidup yang kekal.
Ayat 17 juga menunjukkan bahwa kedatangan Kristus pertama-tama merupakan misi penyelamatan. Dunia yang berdosa membutuhkan keselamatan, dan Allah menyediakan keselamatan itu melalui Anak-Nya.
### C. Kasih Allah dinyatakan melalui pengorbanan Kristus
1 Yohanes 4:9–10
> 9 Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya.10 Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.
Ayat ini sangat penting karena menjelaskan bahwa kasih Allah bertujuan supaya manusia hidup oleh Kristus.
Jadi, keselamatan bukan hanya pengampunan dari hukuman. Allah juga membawa manusia kembali kepada kehidupan yang dikehendaki-Nya: hidup dalam persekutuan dengan Dia.
Salib merupakan jalan pendamaian bagi dosa, sehingga hubungan manusia dengan Allah dapat dipulihkan.
Kesimpulan pertama: Salib adalah bukti bahwa Allah mengasihi manusia berdosa dan mengambil inisiatif untuk mendamaikan manusia dengan diri-Nya.
### 2\. SALIB ADALAH TEMPAT KEADILAN ALLAH DINYATAKAN
Jika Allah mengasihi manusia, mengapa dosa harus ditangani? Mengapa Allah tidak langsung mengampuni manusia tanpa salib?
Pertanyaan ini menyentuh inti persoalan keselamatan.
Kasih Allah tidak berarti Allah menganggap dosa tidak penting. Dosa merusak hubungan manusia dengan Allah, merusak kehidupan manusia, dan mendatangkan maut. Karena itu, keselamatan harus berurusan dengan persoalan dosa yang nyata.
### A. Allah tetap adil ketika membenarkan orang berdosa
Roma 3:23–26
> 23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,24 dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.25 Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya.26 Maksud-Nya ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus.
Bagian ini merupakan salah satu penjelasan paling jelas tentang hubungan antara salib dan keadilan Allah.
Perhatikan empat hal berikut.
Pertama, semua manusia berdosa.
Roma 3:23 menyatakan bahwa semua orang telah berbuat dosa. Karena itu, manusia tidak dapat mendasarkan keselamatannya pada anggapan bahwa dirinya cukup baik untuk memenuhi tuntutan Allah.
Kedua, pembenaran adalah pemberian kasih karunia.
Roma 3:24 mengatakan bahwa manusia dibenarkan dengan cuma-cuma melalui penebusan dalam Kristus Yesus. Manusia tidak membeli pengampunan dengan perbuatan baiknya.
Ketiga, Kristus menjadi jalan pendamaian.
Roma 3:25 menjelaskan bahwa Allah menetapkan Kristus menjadi jalan pendamaian melalui darah-Nya. Salib bukan usaha manusia untuk membujuk Allah supaya mengasihi manusia. Salib merupakan tindakan Allah sendiri untuk menangani persoalan dosa.
Keempat, Allah tetap benar ketika membenarkan orang percaya.
Inilah puncak argumen Paulus dalam Roma 3:26. Allah bukan hanya menyelamatkan, tetapi juga menunjukkan keadilan-Nya.
Artinya, pengampunan Allah bukan tindakan sewenang-wenang yang mengabaikan dosa. Allah memberikan keselamatan melalui karya penebusan Kristus.
### B. Apakah keadilan Allah berarti Bapa menghukum pihak yang tidak bersalah?
Kita harus menjelaskan hal ini dengan teliti.
Yesus bukan manusia biasa yang dipaksa oleh Bapa untuk menanggung sesuatu yang sama sekali tidak dikehendaki-Nya. Sang Anak secara sukarela menyerahkan diri-Nya dalam kesatuan kehendak ilahi dengan Bapa dan Roh Kudus.
Yohanes 10:17–18
> 17 Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali.18 Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku.
Ayat ini menunjukkan bahwa penyerahan diri Kristus bukan kecelakaan sejarah ataupun tindakan yang bertentangan dengan kehendak-Nya sendiri.
Yesus memberikan nyawa-Nya dengan sukarela dan memiliki kuasa untuk mengambilnya kembali.
Karena itu, kita tidak boleh menggambarkan salib seolah-olah Bapa adalah Allah yang hanya ingin menghukum, sedangkan Anak adalah pribadi lain yang hanya ingin mengasihi. Bapa dan Anak tidak bertentangan dalam kehendak ilahi.
2 Korintus 5:19
> Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.
Perhatikan ungkapan Paulus: Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus.
Allah sendiri adalah sumber karya pendamaian. Melalui inkarnasi, kehidupan, kematian, dan kebangkitan Sang Anak, Allah mengerjakan keselamatan manusia.
### C. Kristus yang tidak berdosa menanggung dosa kita
1 Petrus 2:22–24
> 22 Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya.23 Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.24 Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.
Yesus tidak mati karena Ia sendiri berdosa. Ia adalah Pribadi yang tidak berdosa, tetapi Ia memikul dosa kita di kayu salib.
Ayat 24 juga menjelaskan tujuan pengorbanan-Nya: supaya kita mati terhadap dosa dan hidup untuk kebenaran.
Dengan demikian, keselamatan bukan sekadar perubahan status hukum, meskipun pembenaran merupakan bagian penting dari keselamatan. Keselamatan juga mengarahkan manusia kepada kehidupan yang baru.
### D. Apa makna keadilan Allah di salib?
Kita dapat merangkumnya dalam tiga pernyataan:
* Allah tidak menyangkal kenyataan dosa.
* Allah menyediakan penebusan melalui Kristus, bukan menuntut manusia menebus dirinya sendiri.
* Allah membenarkan orang yang percaya kepada Kristus dan memanggilnya hidup dalam kebenaran.
Perlu dicatat, umat Kristen memiliki beberapa penekanan teologis dalam menjelaskan bagaimana penebusan bekerja—misalnya penggantian hukuman, kemenangan atas kuasa dosa dan maut, serta pemulihan manusia. Ayat-ayat di atas mendukung unsur-unsur penting dari penjelasan tersebut, tanpa mengharuskan kita menyederhanakan seluruh karya salib menjadi satu gambaran saja.
Kesimpulan kedua: Salib menyatakan bahwa Allah sungguh-sungguh menangani dosa sekaligus menyediakan pengampunan dan pembenaran bagi manusia melalui Kristus.
### 3\. SALIB ADALAH TEMPAT KUASA ALLAH DINYATAKAN
Sekarang kita sampai pada aspek ketiga.
Salib tampak seperti kekalahan: Yesus ditangkap, disiksa, dipermalukan, dan dibunuh. Namun, menurut kesaksian Perjanjian Baru, justru melalui kematian dan kebangkitan Kristus, Allah mengerjakan kemenangan yang tidak dapat dicapai manusia dengan kekuatannya sendiri.
### A. Salib adalah kuasa Allah bagi orang yang diselamatkan
1 Korintus 1:18
> Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.
Dunia sering mengukur kuasa melalui kekayaan, kedudukan, kekerasan, atau kemampuan mengalahkan lawan.
Tetapi salib memperlihatkan pola yang berbeda: Kristus menang melalui ketaatan, penyerahan diri, dan kasih yang tidak menyerah kepada kejahatan.
Salib bukan berarti penderitaan itu sendiri mempunyai kuasa ajaib. Kuasa keselamatan terletak pada karya Allah melalui Kristus yang disalibkan dan dibangkitkan.
### B. Melalui salib, Kristus melucuti kuasa-kuasa jahat
Kolose 2:13–15
> 13 Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita,14 dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib:15 Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka.
Perhatikan alur pemikiran Paulus:
* Manusia dahulu mati dalam pelanggaran.
* Allah mengampuni segala pelanggaran.
* Surat hutang yang mendakwa manusia dihapuskan.
* Pemerintah dan penguasa yang melawan Allah dilucuti dalam kemenangan Kristus.
Ayat ini memperlihatkan bahwa salib bukan hanya berurusan dengan kesalahan individual. Salib juga berhubungan dengan kemenangan Kristus atas kuasa-kuasa yang memperbudak dan mendakwa manusia.
Kita perlu membedakan antara pengampunan dosa dan penghancuran seluruh akibat dosa pada saat itu juga. Orang percaya masih dapat mengalami penderitaan, pencobaan, dan kematian jasmani. Namun, kuasa-kuasa tersebut tidak memiliki kata akhir atas mereka yang berada dalam Kristus.
### C. Melalui kematian-Nya, Kristus mengalahkan kuasa maut
Ibrani 2:14–15
> 14 Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut;15 dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.
Perhatikan hubungan ayat ini dengan inkarnasi.
Sang Anak mengambil bagian dalam keadaan manusia, yaitu darah dan daging. Ia sungguh-sungguh menjadi manusia dan mengalami kematian.
Namun, kematian bukan akhir bagi Kristus. Melalui kematian-Nya, Ia mengalahkan kuasa Iblis dan membuka jalan pembebasan bagi manusia yang diperbudak oleh ketakutan akan maut.
Di sini tampak hubungan antara inkarnasi dan salib: Sang Firman mengambil natur manusia supaya Ia dapat menjalankan karya penyelamatan-Nya dalam kemanusiaan yang sungguh-sungguh.
### D. Kebangkitan menyatakan kemenangan Kristus
1 Korintus 15:54–57
> 54 Dan sesudah yang dapat binasa ini mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: “Maut telah ditelan dalam kemenangan.55 Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?”56 Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat.57 Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.
Salib tidak dapat dipisahkan dari kebangkitan.
Tanpa kebangkitan, kita tidak memperoleh gambaran lengkap tentang kemenangan Kristus. Kristus yang disalibkan adalah Kristus yang bangkit, dan kebangkitan-Nya menjamin bahwa maut bukanlah tujuan akhir manusia yang ada di dalam Dia.
Karena itu, kuasa Allah dalam salib bukan sekadar kemampuan untuk membuat manusia bertahan dalam penderitaan sekarang. Kuasa itu juga menjamin pengharapan akan kebangkitan dan kehidupan yang tidak binasa.
Kesimpulan ketiga: Salib dan kebangkitan menyatakan kuasa Allah yang mengampuni dosa, mengalahkan kuasa jahat, membebaskan manusia dari perhambaan, dan memberikan pengharapan atas maut.
### 4\. MENGAPA KASIH, KEADILAN, DAN KUASA BERTEMU DI SALIB?
Ketiganya saling berhubungan dalam satu karya keselamatan.
### KASIH ALLAH
Allah berinisiatif menyelamatkan manusia berdosa.
Yohanes 3:16 · Roma 5:8
### KEADILAN ALLAH
Dosa ditangani melalui penebusan Kristus; Allah membenarkan orang yang percaya kepada-Nya.
Roma 3:24–26 · 1 Petrus 2:24
### KUASA ALLAH
Kristus mengalahkan dosa dan maut melalui kematian dan kebangkitan-Nya.
Kolose 2:14–15 · 1 Korintus 15:57
Diagram tersebut menunjukkan hubungan logis ketiga aspek itu, bukan berarti kasih terjadi lebih dahulu, baru keadilan dan kemudian kuasa, seolah-olah ketiganya merupakan tahapan yang terpisah dalam diri Allah.
Ketiganya hadir dalam satu karya Kristus yang tidak terpisahkan.
### A. Kasih tanpa mengabaikan keadilan
Jika kita berbicara tentang kasih tanpa memperhatikan dosa, kita tidak menjelaskan mengapa manusia membutuhkan penebusan.
Allah bukan hanya ingin manusia merasa dikasihi. Allah juga ingin membebaskan manusia dari dosa dan memulihkan hubungannya dengan Dia.
### B. Keadilan tanpa kehilangan kasih
Keadilan Allah bukan berarti Allah tidak berbelas kasihan. Justru Allah sendiri menyediakan jalan pendamaian bagi manusia.
Allah tidak menyerahkan manusia untuk menyelamatkan dirinya sendiri, melainkan memberikan Kristus.
### C. Kuasa tanpa meninggalkan kasih
Kuasa Allah bukan sekadar kemampuan untuk menghancurkan musuh. Dalam salib, kuasa Allah dinyatakan melalui karya Kristus yang mengalahkan dosa dan maut serta membuka jalan menuju kehidupan baru.
Jadi, kuasa Allah bekerja untuk mencapai tujuan kasih-Nya tanpa menyangkal keadilan-Nya.
### 5\. SALIB ADALAH JALAN PEMULIHAN RELASI MANUSIA DENGAN ALLAH
Ada satu dimensi lagi yang sangat penting: tujuan keselamatan bukan hanya agar manusia diampuni, melainkan agar manusia diperdamaikan dengan Allah dan hidup dalam persekutuan dengan-Nya.
### A. Kita diperdamaikan dengan Allah melalui Kristus
Roma 5:10–11
> 10 Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!11 Dan bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu.
Perhatikan bahwa Paulus tidak berhenti pada pengampunan.
Ia berbicara tentang manusia yang dahulu menjadi seteru Allah, tetapi sekarang diperdamaikan melalui kematian Anak-Nya.
Dengan demikian, salib mengatasi keterpisahan yang disebabkan oleh dosa. Allah membawa manusia kembali ke dalam relasi yang benar dengan-Nya.
### B. Tujuan pendamaian adalah hidup bagi Allah
2 Korintus 5:14–15
> 14 Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati.15 Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.
Di sini kita melihat bahwa kasih Kristus bukan hanya mengubah kedudukan manusia di hadapan Allah. Kasih itu juga mengubah arah kehidupan manusia.
Manusia tidak lagi menjadikan dirinya sendiri sebagai pusat kehidupan, tetapi belajar hidup bagi Kristus.
Hal ini berhubungan dengan gagasan bahwa tujuan keselamatan adalah tercapainya relasi yang dikehendaki Allah bagi manusia.
Namun, relasi itu bukan berarti manusia menjadi Allah menurut hakikat-Nya. Manusia tetap makhluk ciptaan yang hidup dalam persekutuan dengan Sang Pencipta, menerima hidup dan kasih karunia-Nya.
### C. Allah membawa manusia kepada kehidupan baru
Efesus 2:4–6
> 4 Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita,5 telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita—oleh kasih karunia kamu diselamatkan—6 dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga.
Ayat ini memperlihatkan keterpaduan ketiga aspek yang kita bahas:
* Kasih: Allah kaya dengan rahmat dan memiliki kasih yang besar.
* Kuasa: Allah menghidupkan dan membangkitkan kita bersama Kristus.
* Keselamatan: Semua itu merupakan karya kasih karunia Allah.
Sementara itu, pendamaian dan pembenaran yang dibahas sebelumnya menunjukkan bagaimana persoalan dosa ditangani.
Jadi, keselamatan membawa manusia dari kematian rohani menuju kehidupan bersama Kristus.
### 6\. APA HUBUNGAN SALIB DENGAN RENCANA KEKAL ALLAH?
Salib bukan tindakan darurat Allah karena manusia berdosa di luar dugaan-Nya. Perjanjian Baru menghubungkan karya Kristus dengan rencana Allah yang telah ditetapkan sebelumnya.
1 Petrus 1:18–21
> 18 Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas,19 melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.20 Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi karena kamu baru menyatakan diri-Nya pada zaman akhir.21 Oleh Dialah kamu percaya kepada Allah, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan yang telah memuliakan-Nya, sehingga iman dan pengharapanmu tertuju kepada Allah.
Ayat 20 menyatakan bahwa Kristus telah dipilih sebelum dunia dijadikan, sedangkan ayat 21 menghubungkan karya-Nya dengan kebangkitan dan kemuliaan.
Ini mendukung pemahaman bahwa keselamatan melalui Kristus berada dalam rencana Allah yang mendahului sejarah manusia.
Kita juga perlu membedakan dua hal:
* Rencana kekal Allah: karya keselamatan dalam Kristus berada dalam maksud Allah sebelum dunia dijadikan.
* Kejadian historis: inkarnasi, penyaliban, kematian, dan kebangkitan Kristus sungguh-sungguh terjadi dalam sejarah.
Rencana kekal itu tidak menjadikan dosa sebagai sesuatu yang baik. Sebaliknya, Allah mengerjakan keselamatan di tengah kenyataan dosa manusia, tanpa menjadikan Allah sebagai pelaku dosa.
Dalam terang ini, salib merupakan pusat sejarah keselamatan: kasih Allah dinyatakan, dosa ditangani, dan kuasa Allah membawa manusia kepada kehidupan baru.
### 7\. KESIMPULAN TEOLOGIS
Salib adalah titik temu kasih, keadilan, dan kuasa Allah karena di dalam karya Kristus yang disalibkan dan dibangkitkan, Allah mengasihi manusia berdosa, menyediakan penebusan yang menangani persoalan dosa, serta mengalahkan kuasa dosa dan maut untuk membawa manusia kembali kepada persekutuan dengan-Nya.
Kita dapat merumuskannya dalam tiga pernyataan:
* Kasih menjelaskan mengapa Allah menyelamatkan. (Yohanes 3:16)
* Keadilan menjelaskan mengapa dosa harus ditangani dan bagaimana Allah tetap benar ketika membenarkan orang percaya. (Roma 3:25–26)
* Kuasa menjelaskan kemenangan Allah melalui kematian dan kebangkitan Kristus. (1 Korintus 15:57)
Ketiganya mengarah kepada satu tujuan: manusia yang ditebus hidup dalam persekutuan dengan Allah, diubah oleh kasih karunia-Nya, dan akhirnya mengambil bagian dalam kehidupan kekal yang diberikan melalui Kristus.
Pusatnya bukan tiga sifat yang bersaing, melainkan satu Allah yang menyelamatkan melalui Yesus Kristus.
Salib menunjukkan bahwa Allah tidak menyelamatkan manusia dengan mengabaikan dosa, tidak menegakkan keadilan dengan meninggalkan kasih, dan tidak menunjukkan kuasa dengan mengorbankan tujuan pendamaian. Dalam salib dan kebangkitan Kristus, karya keselamatan Allah dinyatakan secara utuh.
Tags:
SALIB
