HUKUM ROH KEHIDUPAN
A. PENGERTIAN
Ayat utamanya:
Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.
Terjemahan lain:
Hukum Roh kehidupan di dalam Kristus Yesus telah memerdekakan engkau dari hukum dosa dan maut.
For the law of the Spirit of life in Christ Jesus hath made me free from the law of sin and death.
Definisi Hukum Roh Kehidupan
Rumusan yang lebih dekat dengan Alkitab
1. Hukum Roh Kehidupan adalah prinsip atau kuasa kehidupan ilahi yang berasal dari Roh Kudus, yang bekerja secara sempurna dalam kemanusiaan Yesus sehingga Ia hidup dalam ketaatan penuh kepada Bapa, mengalahkan dosa dan maut, serta menjadi sumber kehidupan bagi umat manusia.
Dalam kerangka pemikiran Anda
Jika saya merangkum seluruh diskusi kita:
- Adam menerima hidup tetapi gagal mencapai tujuan akhir manusia.
- Hukum dosa dan maut bekerja dalam umat manusia yang jatuh.
- Yesus sebagai Adam Akhir hidup sepenuhnya menurut Roh.
- Dalam kemanusiaan Yesus, tujuan Allah bagi manusia tercapai dengan sempurna.
- Kehidupan yang mencapai kemenangan itu menjadi "hidup yang ada di dalam Anak."
- Roh Kudus membagikan kehidupan Kristus kepada orang percaya.
- Orang percaya dibentuk menjadi serupa dengan Kristus.
Dalam kerangka tersebut, Anda dapat mengatakan:
2. Hukum Roh Kehidupan adalah kuasa kehidupan Allah yang bekerja secara sempurna dalam kemanusiaan Kristus dan sekarang bekerja di dalam orang percaya untuk membebaskan mereka dari hukum dosa dan maut serta membentuk mereka menjadi serupa dengan Kristus.
Ayat yang sangat mendukung gagasan ini adalah:
Roma 8:29
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya.
Karena tujuan akhir Hukum Roh Kehidupan bukan hanya membebaskan dari dosa, tetapi membentuk manusia menjadi serupa dengan Anak Allah.
Dalam kerangka pemikiran yang Anda bangun selama ini, saya kira rumusan yang paling kuat adalah:
3. Hukum Roh Kehidupan adalah kuasa kehidupan Allah yang dikerjakan oleh Roh Kudus dalam kemanusiaan Yesus secara sempurna, sehingga Yesus mencapai tujuan Allah bagi manusia, mengalahkan dosa dan maut, dan menjadi sumber hidup bagi umat manusia.
Rumusan ini menjaga tiga hal sekaligus:
- Hidup berasal dari Allah dan ada di dalam Anak.
- Roh Kudus bekerja secara sempurna dalam kemanusiaan Yesus.
- Hasilnya adalah ketaatan, kemenangan atas dosa dan maut, serta kehidupan yang dibagikan kepada umat manusia.
Dengan demikian, Roh Kudus bukan sekadar "memberikan hidup kepada Yesus", melainkan mewujudkan dan menyatakan kehidupan ilahi itu secara sempurna dalam kemanusiaan Yesus sebagai Adam Akhir.
• Hukum Roh Kehidupan adalah:
Kuasa kerja Roh Allah yang menghasilkan kehidupan ilahi di dalam manusia sehingga manusia dibebaskan dari kuasa dosa dan maut, lalu dibentuk menjadi serupa dengan Kristus.
Ini bukan “hukum” seperti hukum Taurat tertulis, tetapi:
- prinsip kerja rohani,
- kuasa aktif ilahi,
- hukum kehidupan dari Allah,
- dinamika Roh Kudus yang bekerja di dalam manusia.
Seperti:
- hukum gravitasi bekerja otomatis,
- demikian juga “Hukum Roh Kehidupan” bekerja membawa manusia kepada hidup ilahi.
Struktur Roma 8:2
Ayat ini memiliki dua hukum yang berlawanan:
| Hukum | Sumber | Hasil |
|---|---|---|
| Hukum Roh Kehidupan | Roh Allah dalam Kristus |
Hidup, kemerdekaan, keserupaan Kristus |
| Hukum dosa dan maut | Natur manusia jatuh |
Dosa, kerusakan, kematian |
Jadi Roma 8 menjelaskan:
- ada kuasa lama dalam Adam,
- dan ada kuasa baru dalam Kristus.
Apa arti “Roh Kehidupan”?
“Roh Kehidupan” berarti: Roh Kudus yang membawa kehidupan Allah sendiri.
Bukan sekadar memberi napas hidup biologis, tetapi:
- hidup rohani,
- natur ilahi,
- kekuatan untuk taat,
- pembentukan manusia baru.
Yesus berkata:
Yohanes 6:63Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.
Paulus juga berkata:
1 Korintus 15:45
Seperti ada tertulis: "Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup", tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan.
Artinya: Kristus yang bangkit sekarang menjadi sumber kehidupan ilahi bagi manusia.
Mengapa disebut “HUKUM”?
Karena ia bekerja secara tetap dan konsisten.
Contoh:
- hukum gravitasi selalu menarik ke bawah,
- hukum Roh Kehidupan selalu menarik manusia menuju hidup Allah.
Jika seseorang hidup di dalam Kristus:
- Roh bekerja,
- hati diubahkan,
- manusia dibentuk,
- dosa dilawan,
- kehidupan Kristus bertumbuh.
Ini sebabnya Paulus memakai kata “hukum”.
Hubungan dengan Adam Pertama dan Adam Akhir
Adam pertama
Adam memiliki potensi hidup ilahi tetapi jatuh ke:
- hukum dosa,
- kerusakan natur,
- maut.
Akibatnya: seluruh umat manusia berada di bawah “hukum dosa dan maut”.
1 Korintus 15:21
Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia.
Adam akhir: Kristus
Yesus menjalani kehidupan manusia dengan sempurna:
- taat penuh,
- dipimpin Roh,
- menang atas dosa,
- mencapai tujuan penciptaan manusia.
Karena itu Kristus menjadi:
- manusia sempurna,
- manusia baru,
- sumber Roh Kehidupan.
Maka kehidupan yang ada di dalam Kristus dibagikan kepada umat-Nya.
Jadi “Hukum Roh Kehidupan” bekerja bagaimana?
1. Membebaskan dari kuasa dosa
Bukan hanya mengampuni, tetapi mematahkan dominasi dosa.
Roma 6:18
Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.
2. Memberi hidup rohani
Manusia yang mati rohani dihidupkan kembali.
Efesus 2:1
Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.
3. Membentuk natur Kristus
Tujuan akhirnya bukan sekadar “masuk surga,” tetapi: menjadi serupa Kristus.
Roma 8:29
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.
Ini sangat dekat dengan konsep yang Anda sering bahas: bahwa Kristus adalah “cetakan” manusia sempurna, dan Roh Kehidupan membentuk manusia menurut pola Kristus.
Hukum Roh Kehidupan dan Teosis (Partisipasi Ilahi)
Dalam perspektif partisipatif/teosis:
“Hukum Roh Kehidupan” adalah: kehidupan Kristus sendiri yang dibagikan kepada manusia melalui Roh Kudus.
Bukan manusia menjadi Allah dalam esensi, tetapi:
- ikut ambil bagian dalam hidup ilahi,
- menerima natur baru,
- dipersatukan dengan Kristus,
- diubah dari kemuliaan kepada kemuliaan.
2 Petrus 1:4
Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi.
Perbedaan Taurat dan Hukum Roh Kehidupan
| Taurat | Hukum Roh Kehidupan |
|---|---|
| • Dari luar manusia | • Bekerja dari dalam |
| • Memberi perintah | • Memberi kuasa |
| • Menunjukkan dosa | • Mengalahkan dosa |
| • Huruf | • Roh |
• Tidak dapat menyempurnakan manusia |
• Membentuk keserupaan Kristus |
Puncak Hukum Roh Kehidupan
Puncaknya adalah: manusia menjadi penuh dengan kehidupan Kristus.
Paulus berkata:
Galatia 2:20
Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.
Ini inti Roma 8:
- hidup Kristus bekerja di dalam manusia,
- Roh membentuk manusia baru,
- manusia dipulihkan kepada tujuan penciptaan.
Ringkasan Sederhana
“Hukum Roh Kehidupan” adalah:
Kuasa aktif Roh Kudus yang berasal dari Kristus untuk membebaskan manusia dari dosa dan maut, lalu membentuk manusia menjadi serupa dengan Kristus sehingga tujuan penciptaan manusia tercapai.
Atau lebih singkat:
Kehidupan Kristus yang bekerja di dalam manusia melalui Roh Kudus.
HUKUM ROH KEHIDUPAN
Ayat utamanya:
“Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.”
Terjemahan lain:
“Hukum Roh kehidupan di dalam Kristus Yesus telah memerdekakan engkau dari hukum dosa dan maut.”
1. DEFINISI HUKUM ROH KEHIDUPAN
“Hukum Roh Kehidupan” adalah:
Kuasa aktif Roh Kudus yang bekerja di dalam manusia untuk memberikan kehidupan ilahi, membebaskan dari dosa dan maut, serta membentuk manusia menjadi serupa dengan Kristus.
2. MENGAPA DISEBUT “HUKUM”?
Karena ia bekerja sebagai prinsip rohani yang tetap.
Seperti hukum alam bekerja terus-menerus, demikian Roh Allah bekerja terus-menerus menghasilkan hidup.
Ayat pendukung
Roma 7:23
Tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku.
Paulus menunjukkan ada “hukum dosa” yang bekerja dalam manusia jatuh.
Lalu Roma 8:2 menunjukkan ada hukum yang lebih tinggi: “Hukum Roh Kehidupan.”
3. HUKUM ROH KEHIDUPAN ADALAH ROH YANG MEMBERI HIDUP
Yohanes 6:63
Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.
Roh Kudus adalah sumber kehidupan rohani.
2 Korintus 3:6
Sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan.
Taurat hanya memberi perintah, tetapi Roh memberi kuasa hidup.
4. KRISTUS ADALAH SUMBER ROH KEHIDUPAN
1 Korintus 15:45
Seperti ada tertulis: ‘Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup,’ tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan.
Yesus Kristus menjadi “roh yang menghidupkan,” artinya: Kristus yang bangkit membagikan kehidupan ilahi kepada manusia.
Yohanes 10:10
Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.
Tujuan Kristus datang adalah memberikan hidup ilahi.
Yohanes 14:6
Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
Kristus bukan hanya memberi hidup, tetapi Dia sendiri adalah Hidup itu.
5. MEMBEBASKAN DARI HUKUM DOSA DAN MAUT
Roma 6:6–7
Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa. Sebab siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa.
Hukum Roh Kehidupan mematahkan kuasa dosa.
Roma 6:14
Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia.
Ibrani 2:14–15
Supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut; dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.
Kristus membebaskan manusia dari kuasa maut.
6. MEMBERI HIDUP BARU
Efesus 2:4–5
Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita.
Manusia mati rohani dihidupkan kembali.
Yohanes 5:24
Barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.
7. MEMBENTUK MANUSIA MENJADI SERUPA KRISTUS
Roma 8:29
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya.
Tujuan Hukum Roh Kehidupan: keserupaan dengan Kristus.
2 Korintus 3:18
Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.
Roh mengubah manusia menjadi gambar Kristus.
Galatia 4:19
Hai anak-anakku, karena kamu aku menderita sakit bersalin lagi, sampai rupa Kristus menjadi nyata di dalam kamu.
8. HIDUP KRISTUS BEKERJA DI DALAM ORANG PERCAYA
Galatia 2:20
Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.
Ini inti Hukum Roh Kehidupan: hidup Kristus bekerja di dalam manusia.
Kolose 1:27
Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan!
9. PARTISIPASI DALAM HIDUP ILAHI (TEOSIS)
2 Petrus 1:4
Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi.
Melalui Roh Kehidupan, manusia mengambil bagian dalam hidup ilahi.
Yohanes 17:22–23
Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu.
10. KONTRAS DENGAN HUKUM TAURAT
Roma 8:3
Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah.
Taurat tidak mampu menyempurnakan manusia, tetapi Roh melakukannya.
Ibrani 7:19
“Sebab hukum Taurat sama sekali tidak membawa kesempurnaan.”
Yeremia 31:33
“Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka.”
Dalam perjanjian baru, hukum Allah bekerja dari dalam melalui Roh.
11. PUNCAK HUKUM ROH KEHIDUPAN
Filipi 3:21
“Yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia.”
Akhir pekerjaan Roh: manusia sepenuhnya serupa Kristus.
1 Yohanes 3:2
“Apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia.”
RINGKASAN BESAR
Hukum Roh Kehidupan adalah:
-
Roh Kudus yang memberi hidup
→ Yohanes 6:63 -
Kehidupan Kristus yang dibagikan kepada manusia
→ 1 Korintus 15:45 -
Kuasa yang membebaskan dari dosa dan maut
→ Roma 8:2 -
Kuasa yang membentuk manusia menjadi serupa Kristus
→ Roma 8:29 -
Partisipasi manusia dalam hidup ilahi
→ 2 Petrus 1:4
Jadi inti Roma 8:2 adalah:
Kehidupan Kristus melalui Roh Kudus bekerja di dalam manusia untuk memulihkan manusia kepada tujuan penciptaannya.
B. KARENA ALLAH ADALAH ROH, MAKA KEHIDUPAN ALLAH DIBERIKAN KEPADA MANUSIA MELALUI HUKUM ROH
Pernyataan itu memiliki dasar teologis yang kuat dan selaras dengan banyak ayat Alkitab, meskipun kalimat persisnya tidak tertulis secara langsung di Alkitab.
Secara sederhana dapat dijelaskan:
Karena Allah adalah Roh dan sumber segala hidup, maka Allah memberikan kehidupan kepada manusia melalui pekerjaan Roh-Nya, inilah yang dalam Perjanjian Baru disebut “Hukum Roh Kehidupan.”
DASAR ALKITAB
1. Allah adalah Roh
Yohanes 4:24
Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.
Karena Allah adalah Roh, maka kehidupan yang berasal dari-Nya bersifat rohani dan ilahi.
2. Allah memberi hidup melalui Roh-Nya
Kejadian 2:7
Ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.
Manusia hidup karena Allah menghembuskan napas/roh kehidupan.
Ayub 33:4
“Roh Allah telah membuat aku, dan nafas Yang Mahakuasa membuat aku hidup.”
Yehezkiel 37:9–10
“Hai nafas, berembuslah ke dalam orang-orang yang terbunuh ini, supaya mereka hidup kembali… lalu roh itu masuk di dalam mereka, sehingga mereka hidup kembali.”
Roh Allah adalah pemberi kehidupan.
3. Dalam Kristus dinyatakan “Hukum Roh Kehidupan”
Roma 8:2
“Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.”
Atau:
Hukum Roh kehidupan di dalam Kristus Yesus telah memerdekakan engkau dari hukum dosa dan maut.
Ini menunjukkan:
- Roh Allah bekerja memberi hidup,
- membebaskan manusia dari dosa,
- dan memulihkan manusia kepada tujuan Allah.
4. Kristus menjadi sumber kehidupan ilahi
Yohanes 1:4
“Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.”
Yohanes 5:26
Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri.
1 Korintus 15:45
Seperti ada tertulis: "Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup", tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan.
Yesus Kristus menjadi sumber hidup baru bagi umat manusia.
MAKA SECARA TEOLOGIS DAPAT DIRUMUSKAN:
Karena Allah adalah Roh dan memiliki hidup di dalam diri-Nya sendiri, maka Allah memberi hidup kepada manusia melalui Roh-Nya menurut prinsip ilahi yang disebut “Hukum Roh Kehidupan.”
Atau lebih sederhana:
Hukum Roh Kehidupan adalah cara Allah membagikan kehidupan-Nya kepada manusia melalui Roh Kudus di dalam Kristus.
HUBUNGAN DENGAN TUJUAN PENCIPTAAN MANUSIA
Hukum Roh Kehidupan bukan hanya membuat manusia “hidup,” tetapi:
- membentuk manusia,
- memulihkan gambar Allah,
- membawa manusia kepada keserupaan dengan Kristus.
Roma 8:29
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya.
2 Korintus 3:18
Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.
KONTRAS DENGAN HUKUM DOSA DAN MAUT
| Hukum Roh Kehidupan | Hukum dosa dan maut |
|---|---|
| Dari Roh Allah | Dari natur manusia jatuh |
| Memberi hidup | Menghasilkan maut |
Membentuk keserupaan Kristus |
Merusak gambar Allah |
Membawa kepada kemuliaan |
Membawa kepada kebinasaan |
KESIMPULAN
Jadi pemikiran Anda dapat dirangkum seperti ini:
Karena Allah adalah Roh dan sumber hidup, maka Allah memberikan kehidupan kepada manusia melalui Roh-Nya; pekerjaan ilahi inilah yang disebut “Hukum Roh Kehidupan,” yang memulihkan manusia dari dosa dan membentuk manusia menjadi serupa dengan Kristus.
C. HUKUM ROH YANG BEKERJA DALAM SETIAP ORANG SAMA
Menurut pemahaman Perjanjian Baru, bukan setiap orang memiliki "Hukum Roh Kehidupan" yang berbeda-beda, melainkan semua orang percaya mengambil bagian dalam satu kehidupan yang sama, yaitu kehidupan Kristus yang bekerja melalui Roh Kudus.
Dasarnya:
“Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.”
"masing-masing orang memiliki hukum roh kehidupannya sendiri."
"Roh yang memberi hidup" bekerja dalam Kristus.
Fokusnya ada pada Kristus sebagai sumbernya.
Hidup itu satu, berasal dari Kristus
Yohanes 15:5
“Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak...”
Ada:
- satu pokok,
- banyak ranting.
Ranting tidak memiliki kehidupan yang terpisah dari pokok.
Demikian pula orang percaya tidak memiliki sumber hidup rohani yang terpisah dari Kristus.
“Kristus, yang adalah hidup kita...”
"Kristus memberi masing-masing hidup yang berbeda."
"Kristus adalah hidup kita."
Sumber hidupnya satu.
Roh yang satu bekerja dalam banyak orang
1 Korintus 12:13
“Sebab dalam satu Roh kita semua... telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh.”
- satu Roh,
- satu tubuh,
- satu sumber kehidupan.
Mengapa pengalaman setiap orang berbeda?
Karena:
tingkat kedewasaan rohani berbeda,ketaatan berbeda,
karunia berbeda,
pelayanan berbeda.
Tetapi sumber hidupnya tetap sama.
Seperti listrik yang sama mengalir ke banyak lampu:
terang yang dihasilkan bisa berbeda,tetapi sumber energinya sama.
Dalam bahasa yang dekat dengan pemikiran Anda
Jika Anda melihat "Hukum Roh Kehidupan" sebagai mekanisme ilahi yang membuat kehidupan Allah bekerja dalam manusia, maka:
Kita tidak memiliki "Hukum Roh Kehidupan" milik pribadi yang berbeda dari Yesus.
Sebaliknya:
Kita mengambil bagian dalam Hukum Roh Kehidupan yang bekerja sempurna di dalam Yesus, lalu Roh Kudus menerapkannya di dalam kita.
Yohanes 1:16
“Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia.”
Perhatikan:
kepenuhan ada di dalam Kristus,kita menerima dari kepenuhan-Nya.
sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,
Tujuan orang percaya bukan membangun kehidupan rohaninya sendiri yang unik dan terpisah, melainkan:
mengambil bagian semakin penuh dalam kehidupan Kristus.
Kesimpulan
Secara teologis, lebih tepat mengatakan:
Hanya ada satu Hukum Roh Kehidupan yang sempurna, yaitu kehidupan ilahi yang bekerja di dalam Kristus. Roh Kudus membuat orang percaya mengambil bagian dalam kehidupan itu, sehingga hidup Kristus bertumbuh dan dinyatakan dalam diri mereka.
Itulah sebabnya Paulus dapat berkata:
Galatia 2:20
“Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.”
Bukan kehidupan rohani yang terpisah dari Kristus, melainkan kehidupan Kristus sendiri yang dibagikan kepada umat-Nya melalui Roh Kudus.
D. TUJUAN PENCIPTAAN MANUSIA YESUS TERCAPAI KARENA "TAAT" SEMPURNA
Sebagai analogi, pemikiran itu dapat membantu menjelaskan gagasan partisipasi dalam kehidupan Kristus. Namun istilah "formula" atau "resep" perlu dipahami secara kiasan, karena Alkitab tidak menggambarkan keselamatan sebagai rumus mekanis, melainkan sebagai kehidupan yang ada di dalam pribadi Kristus.
Jika dirumuskan secara teologis:
Dalam Yesus, natur manusia telah mencapai tujuan Allah secara sempurna: ketaatan, kekudusan, persekutuan dengan Allah, kemenangan atas dosa dan maut, serta kemuliaan. Melalui Roh Kudus, manusia kemudian mengambil bagian dalam kehidupan Kristus itu dan dibentuk menjadi serupa dengan-Nya.
Dasarnya:
Roma 8:29
“Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya...”
Tujuan keselamatan adalah keserupaan dengan Anak.
Ibrani 2:10
“Sebab memang sesuai dengan keadaan Allah... yaitu Allah yang membawa banyak orang kepada kemuliaan, menyempurnakan Yesus, yang memimpin mereka kepada keselamatan, melalui penderitaan.”
Perhatikan urutannya:
Yesus sebagai manusia disempurnakan.Yesus menjadi pemimpin/pokok keselamatan.
Banyak orang dibawa kepada kemuliaan yang sama.
Ibrani 5:8–9
“Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya, dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya.”
Kristus terlebih dahulu mencapai kesempurnaan dalam natur manusia-Nya, lalu menjadi sumber keselamatan bagi orang lain.
Efesus 4:13
“Sampai kita semua telah mencapai... tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus.”
Target akhirnya adalah kepenuhan Kristus.
2 Korintus 3:18
“Kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.”
Transformasi orang percaya mengikuti pola yang telah dinyatakan dalam Kristus.
Karena itu, jika memakai bahasa analogi:
Yesus bukan sekadar menunjukkan jalan menuju manusia yang sempurna; Yesus adalah manusia sempurna itu sendiri. Dalam diri-Nya telah nyata pola, jalan, dan tujuan akhir kemanusiaan yang dikehendaki Allah. Roh Kudus kemudian membawa manusia untuk berpartisipasi dalam kehidupan Kristus sehingga mereka dibentuk menurut pola yang sama.
Analogi "resep yang sempurna" dapat dipakai dalam arti:
Apa yang Allah kehendaki bagi manusia telah terwujud secara sempurna dalam Kristus, lalu kehidupan Kristus itu dibagikan kepada manusia.
Tetapi Alkitab biasanya memakai istilah yang lebih personal daripada "resep", misalnya:
- Pokok anggur dan ranting-ranting (Yohanes 15:5),
- Anak sulung di antara banyak saudara (Roma 8:29),
- Gambar Allah yang sempurna (Alkitab),
- Adam yang akhir (Alkitab).
Semua gambaran itu menekankan bahwa keselamatan bukan sekadar mengikuti formula, melainkan mengambil bagian dalam kehidupan Kristus sendiri, sampai akhirnya menjadi serupa dengan-Nya dalam kemuliaan.
E. ALASAN YESUS KRISTUS DISEBUT SEBAGAI ROH YANG MENGHIDUPKAN
Pertanyaan ini menyentuh inti hubungan antara Kristus sebagai Adam Akhir dan Roh yang menghidupkan dalam Alkitab.
Ayatnya
1 Korintus 15:45
“Seperti ada tertulis: ‘Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup,’ tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan.”
Paulus sedang membandingkan:
| Adam Pertama | Adam Akhir (Kristus) |
|---|---|
| • Menerima hidup | • Memberikan hidup |
| • Menjadi makhluk hidup | • Menjadi roh yang menghidupkan |
| • Kepala umat manusia lama | • Kepala umat manusia baru |
| • Membawa dosa dan maut | • Membawa hidup dan kebangkitan |
Apakah karena Yesus melakukan Hukum Roh Kehidupan dengan sempurna?
Sebagian ya, tetapi itu belum seluruh jawabannya.
Menurut Alkitab, Kristus menjadi "roh yang menghidupkan" karena:
1. Ia adalah Anak Allah yang memiliki hidup dalam diri-Nya
“Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri.”
Sebelum inkarnasi pun, Anak memiliki hidup yang berasal dari Bapa.
2. Ia menjadi manusia dan hidup dalam ketaatan sempurna
“Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.”
Ibrani 4:15
Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.
Filipi 2:8
Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
Di sini pemikiran Anda sangat dekat dengan Alkitab:
Kristus menjalani natur manusia dengan sempurna.
• Kristus berhasil.
3. Ia mengalahkan dosa dan maut
Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi; maut tidak berkuasa lagi atas Dia.
Karena maut tidak dapat menahan-Nya, Ia menjadi sumber kehidupan yang baru.
4. Ia dimuliakan dan menjadi kepala ciptaan baru
2 Timotius 1:9-10
Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman dan yang sekarang dinyatakan oleh kedatangan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang oleh Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa.
Jadi bagaimana hubungan dengan Hukum Roh Kehidupan?
Jika memakai bahasa teologis yang Anda bangun selama diskusi ini, bisa dirumuskan:
Dalam seluruh kehidupan-Nya sebagai manusia, Yesus hidup sepenuhnya menurut Hukum Roh Kehidupan dan tidak pernah tunduk kepada hukum dosa dan maut.
Akibatnya:
- dosa tidak menguasai-Nya,
- maut tidak dapat menahan-Nya,
- tujuan Allah bagi manusia tercapai di dalam-Nya.
Karena itu Ia menjadi sumber hidup bagi manusia lain.
Namun perlu satu koreksi penting
Alkitab tidak mengatakan:
"Yesus menjadi roh yang menghidupkan hanya karena ketaatan-Nya."
Melainkan:
- Ia adalah Anak Allah yang memiliki hidup dalam diri-Nya.
- Sebagai manusia Ia hidup dalam ketaatan sempurna.
- Melalui kematian dan kebangkitan-Nya Ia menjadi kepala umat manusia baru.
- Karena itu Ia menjadi "roh yang menghidupkan."
Jadi ketaatan sempurna adalah bagian yang sangat penting, tetapi bukan satu-satunya alasan.
Rumusan yang mendekati Alkitab
Saya akan menulisnya seperti ini:
Yesus menjadi "roh yang menghidupkan" karena sebagai Anak Allah yang memiliki hidup dalam diri-Nya, Ia menjalani natur manusia dalam ketaatan sempurna kepada Bapa, mengalahkan dosa dan maut melalui kematian dan kebangkitan-Nya, lalu menjadi sumber kehidupan baru bagi umat manusia.
Atau dalam bahasa yang lebih dekat dengan pemikiran Anda:
Adam pertama gagal menjalankan kehidupan menurut Roh dan membawa maut kepada keturunannya. Adam Akhir menjalankan Hukum Roh Kehidupan secara sempurna, mencapai tujuan Allah bagi manusia, mengalahkan maut, dan karena itu menjadi sumber hidup bagi semua yang bersatu dengan-Nya.
Itulah sebabnya Paulus dapat menghubungkan tiga hal ini dalam satu rangkaian:
ketaatan Kristus → kemenangan atas dosa dan maut → hidup bagi banyak orang (Roma 5:18–19; 1 Korintus 15:45).
F. ADAM YANG AKHIR MENJADI ROH YANG MENGHIDUPKAN
Ayat yang menjadi dasar pertanyaan Anda adalah:
1 Korintus 15:45
“Seperti ada tertulis: ‘Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup,’ tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan.”
Untuk memahami ayat ini, kita harus melihat seluruh konteks pasal 15 yang berbicara tentang kebangkitan, Adam pertama, dan Kristus sebagai Adam akhir.
1. APA ARTI "ADAM YANG AKHIR MENJADI ROH YANG MENGHIDUPKAN"?
Paulus sedang membandingkan dua kepala umat manusia:
| Adam Pertama | Adam Akhir (Kristus) |
|---|---|
| • Menerima hidup | • Memberikan hidup |
| • Menjadi makhluk hidup | • Menjadi roh yang menghidupkan |
| • Membawa dosa | • Membawa kebenaran |
• Membawa maut |
• Membawa hidup |
• Kepala ciptaan lama |
• Kepala ciptaan baru |
Kejadian 2:7
“Ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.”
• Tetapi Kristus bukan hanya menerima hidup.
• Kristus memberikan hidup kepada orang lain.
2. APAKAH KRISTUS MENJADI ROH KUDUS?
Tidak.
Paulus tidak sedang berkata bahwa Yesus berubah menjadi Roh Kudus.
Alkitab tetap membedakan:
- Bapa,
- Anak,
- Roh Kudus.
Misalnya:
Matius 28:19
“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.”
Jadi Kristus tidak berubah menjadi Roh Kudus.
3. LALU "ROH" YANG DIMAKSUD APA?
pneuma zōopoioun
artinya:
• atau "roh yang menghidupkan." (1 Kor 15:45)
Di sini Paulus sedang menekankan keadaan Kristus yang telah bangkit dan dimuliakan.
Kristus sekarang adalah:
- sumber kehidupan kebangkitan,
- pemberi hidup rohani,
- pemberi hidup kekal.
Yohanes 11:25
“Akulah kebangkitan dan HIDUP; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati.”
Yohanes 14:6
“Akulah jalan dan kebenaran dan HIDUP. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”
4. MENGAPA PAKAI HURUF KECIL "roh"?
Karena dalam bahasa Yunani asli Perjanjian Baru:
tidak ada perbedaan huruf besar dan kecil seperti dalam terjemahan modern.kata yang dipakai hanya pneuma.
Jadi keputusan memakai:
- "roh",
- atau "Roh",
Banyak terjemahan Indonesia memilih:
"roh yang menghidupkan" (huruf kecil)
karena mereka memahami bahwa Paulus sedang menggambarkan SIFAT ATAU KEADAAN KRISTUS YANG BANGKIT, bukan menyebut Roh Kudus secara langsung.
5. MENGAPA BUKAN "ROH YANG MENGHIDUPKAN"?
menjadi makhluk hidup
Kristus
menjadi roh yang menghidupkan
6. HUBUNGAN DENGAN ROH KUDUS
Walaupun Paulus tidak sedang berkata bahwa Kristus adalah Roh Kudus, hubungan keduanya sangat erat.
Roma 8:9
“Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.”
Perhatikan:
• Roh Allah• Roh Kristus
dipakai sangat erat.
2 Korintus 3:17
“Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Tuhan, di situ ada kemerdekaan.”
Ayat ini tidak berarti Yesus dan Roh Kudus adalah pribadi yang sama, tetapi menunjukkan kesatuan yang sangat erat dalam karya keselamatan.
7. MAKNA TEOLOGIS YANG LENGKAP
Ketika Paulus berkata:
1 Korintus 15:45
“Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan.”
maksudnya adalah:
Kristus yang telah bangkit dan dimuliakan menjadi sumber kehidupan baru bagi umat manusia.
Karena:
• Ia menang atas dosa,• Ia menang atas maut,
• Ia memiliki hidup dalam diri-Nya,
• Ia membagikan hidup itu kepada orang percaya.
8. HUBUNGAN DENGAN PEMIKIRAN ANDA TENTANG HUKUM ROH KEHIDUPAN
Dalam kerangka yang Anda bangun selama diskusi ini, ayat tersebut dapat dipahami demikian:
Adam pertama hanya menerima hidup bagi dirinya sendiri.
Tetapi:
Kristus hidup sempurna menurut Hukum Roh Kehidupan, mengalahkan hukum dosa dan maut, mencapai tujuan Allah bagi manusia, lalu menjadi sumber kehidupan yang dapat dibagikan kepada manusia lain.
Karena itulah Paulus menyebut-Nya:
"roh yang menghidupkan."
KESIMPULAN
Apa arti "roh yang menghidupkan"?
Kristus yang telah bangkit dan dimuliakan menjadi sumber dan pemberi kehidupan rohani, kehidupan kebangkitan, dan hidup kekal bagi umat manusia.
Roh yang dimaksud apa?
Bukan Roh Kudus secara langsung, melainkan keadaan Kristus yang bangkit sebagai pemberi hidup.
Mengapa huruf kecil?
Karena penerjemah memahami kata "roh" di sini sebagai deskripsi tentang Kristus sebagai pemberi hidup, bukan sebagai penyebutan pribadi Roh Kudus. Dalam naskah Yunani asli sendiri tidak ada perbedaan huruf besar dan kecil yang menentukan makna tersebut.
Ayat yang merangkum maknanya
1 Yohanes 5:11–12
Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup.”
Karena hidup itu ada di dalam Anak, maka Adam yang akhir dapat disebut: “roh yang menghidupkan.”
G. DOSA DAN MAUT MASUK MELALUI ADAM PERTAMA
Sebagai kontras teologis, Anda bisa melihat Adam pertama sebagai pihak yang membawa dosa dan maut kepada umat manusia. Namun Alkitab tidak pernah menyebut Adam sebagai "roh yang mematikan."
Yang Alkitab katakan adalah:
Roma 5:12
"Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa."
Adam menjadi pintu masuk dosa dan maut.
1 Korintus 15:21–22
"Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus."
Paulus berkata:
dalam Kristus → hidup
Mengapa Paulus tidak menyebut Adam "roh yang mematikan"?
Karena Adam pada awalnya bukan diciptakan untuk mematikan.
Kejadian 2:7
"TUHAN Allah ... menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup."
Adam:
diciptakan untuk hidup,
bukan untuk menghasilkan kematian.
Maut masuk kemudian melalui dosa.
Sedangkan Kristus disebut "roh yang menghidupkan"
1 Korintus 15:45
"Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan."
Karena setelah kebangkitan-Nya, Kristus secara aktif memberikan hidup kepada orang lain.
Adam tidak pernah digambarkan sebagai pemberi maut dengan cara yang sama Kristus adalah pemberi hidup.
Kontras yang dipakai Paulus
Paulus membuat kontras seperti ini:
| Adam | Kristus |
|---|---|
| Makhluk yang hidup | Roh yang menghidupkan |
| Menerima hidup | Memberi hidup |
| Dosa masuk melalui dia | Kebenaran datang melalui Dia |
Maut masuk melalui dia |
Hidup datang melalui Dia |
| Manusia pertama | Adam akhir |
Perhatikan bahwa lawan dari:
"roh yang menghidupkan"
bukan:
"roh yang mematikan"
melainkan:
"makhluk yang hidup."
Paulus ingin menunjukkan bahwa Kristus lebih besar daripada Adam.
- Adam hanya hidup.
- Kristus memberi hidup.
Jika memakai bahasa refleksi teologis
Anda bisa mengatakan:
"Adam pertama menjadi saluran masuknya dosa dan maut ke dalam umat manusia."
atau
"Adam pertama menjadi kepala umat manusia yang berada di bawah hukum dosa dan maut."
Tetapi saya tidak menyarankan mengatakan:
"Adam adalah roh yang mematikan"
karena itu bukan istilah Alkitab dan bisa menimbulkan kesan bahwa Adam diciptakan sebagai sumber kematian, padahal menurut Alkitab Adam diciptakan untuk hidup, lalu jatuh ke dalam dosa.
Ringkasan
Alkitab mengajarkan:
Tentang Adam
Roma 5:19
"Sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa..."
Adam adalah:
• sumber masuknya dosa,• sumber masuknya maut,
• kepala umat manusia lama.
Tentang Kristus
1 Korintus 15:45
"Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan."
Kristus adalah:
• sumber hidup baru,• pemberi hidup kekal,
• kepala umat manusia baru.
Jadi secara Alkitabiah lebih tepat mengatakan:
Adam membawa maut kepada umat manusia, sedangkan Kristus memberikan hidup kepada umat manusia.
Daripada:
Adam adalah roh yang mematikan.
H. SEBELUM INKARNASI ANAK ALLAH SUMBER HIDUP KEKAL
Ini pertanyaan yang sangat menarik karena menyentuh hubungan antara Anak Allah yang kekal dan gelar "roh yang menghidupkan" dalam (1 Korintus 15:45).
Jawaban singkatnya:
Sebelum inkarnasi, Anak Allah sudah merupakan sumber kehidupan. Tetapi Alkitab secara khusus menyebut Yesus "roh yang menghidupkan" setelah membahas inkarnasi, kematian, kebangkitan, dan peran-Nya sebagai Adam Akhir.
Jadi ada perbedaan antara:
- Anak Allah sebagai sumber hidup sejak kekekalan.
- Kristus sebagai "Adam Akhir yang menjadi roh yang menghidupkan" setelah karya penebusan dan kebangkitan.
1. SEBELUM INKARNASI, ANAK SUDAH MEMILIKI HIDUP
Yohanes 1:1–4
Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.
Sebelum dunia diciptakan:
Firman sudah ada,hidup sudah ada di dalam Dia.
Yohanes 5:26
Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri.
Jadi Anak bukan memperoleh hidup setelah inkarnasi. Ia sudah memiliki hidup.
2. MENGAPA PAULUS TIDAK LANGSUNG MENYEBUT FIRMAN PRA-INKARNASI "ROH YANG MENGHIDUPKAN"?
Karena konteks 1 Korintus 15 bukan tentang penciptaan.
Konteksnya adalah:
- Adam pertama,
- manusia,
- dosa,
- maut,
- kebangkitan tubuh.
Paulus sedang berbicara tentang Kristus sebagai kepala umat manusia baru.
1 Korintus 15:45
"Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup, tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan."
Perhatikan:
Paulus tidak berkata:
"Firman yang kekal menjadi roh yang menghidupkan."
Tetapi:
"Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan."
Artinya fokusnya pada Kristus sebagai manusia yang menang atas dosa dan maut.
3. APA YANG BERUBAH SETELAH INKARNASI DAN KEBANGKITAN?
Sebelum inkarnasi:
- Anak adalah sumber hidup.
- Anak adalah Pencipta.
- Anak memiliki hidup dalam diri-Nya.
Sesudah inkarnasi, kematian, dan kebangkitan:
- Kristus menjadi kepala manusia baru.
- Kristus mengalahkan dosa dan maut sebagai manusia.
- Kristus dapat membagikan hidup kebangkitan kepada umat manusia.
Ibrani 2:14
Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut.
Roma 6:9
"Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi; maut tidak berkuasa lagi atas Dia."
4. DALAM KERANGKA PEMIKIRAN YANG ANDA BANGUN
• Anda sering menekankan:
Kristus mencapai tujuan penciptaan manusia secara sempurna.
Dalam kerangka itu dapat dikatakan:
• Sebelum inkarnasi:
Anak Allah adalah sumber hidup.• Sesudah inkarnasi:
Anak Allah sebagai manusia berhasil menjalankan tujuan Allah bagi manusia.Mengalahkan hukum dosa dan maut.
Bangkit dalam kemuliaan.
• Karena itu Ia menjadi:
"Adam Akhir yang menghidupkan."
5. RUMUSAN YANG SEIMBANG
Saya akan merumuskannya seperti ini:
Sebelum inkarnasi, Anak Allah sudah memiliki dan memberi hidup karena Ia adalah Firman yang kekal dan Pencipta segala sesuatu (Yohanes 1:1–4).
Namun gelar "Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan" (1 Korintus 15:45) menunjuk secara khusus kepada Kristus yang telah menjadi manusia, hidup dalam ketaatan sempurna, mati, bangkit, dan dimuliakan, sehingga Ia menjadi sumber kehidupan kebangkitan bagi umat manusia.Jadi:
Sebagai Anak Allah yang kekal: ya, Ia sudah sumber hidup sebelum inkarnasi.
Sebagai Adam Akhir yang menghidupkan: gelar itu secara khusus terkait dengan karya inkarnasi, kematian, kebangkitan, dan kemuliaan-Nya sebagai manusia yang sempurna.
Gagasan yang Anda sampaikan berusaha menjelaskan bagaimana orang percaya mengambil bagian dalam kehidupan Kristus. Namun perlu dibedakan antara bahasa analogi dan pernyataan teologis yang harfiah.
Istilah "DNA manusia baru" tidak digunakan oleh Alkitab. Jika dipakai, itu sebaiknya dipahami sebagai metafora, bukan DNA biologis atau substansi ilahi yang secara harfiah mengalir ke manusia.
Alkitab memakai istilah-istilah seperti:
2 Petrus 1:4
"Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia."
Ayat ini memang berbicara tentang partisipasi dalam kehidupan Allah.
Roma 8:29
"Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya..."
Tujuannya adalah keserupaan dengan Anak.
Galatia 4:4–7
"Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya... supaya kita diterima menjadi anak. Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita..."
Perhatikan bahwa adopsi sebagai anak Allah terjadi melalui persatuan dengan Kristus dan karya Roh Kudus.
Efesus 4:22–24
"Yaitu bahwa kamu... harus menanggalkan manusia lama... dan mengenakan manusia baru..."
Alkitab berbicara tentang:
- manusia lama,
- manusia baru,
- pembaruan gambar Allah.
Jika diterjemahkan ke dalam bahasa teologis yang lebih dekat dengan Alkitab
Daripada mengatakan:
"DNA Anak Allah dialirkan ke tubuh manusia,"
lebih aman dan lebih sesuai Alkitab untuk mengatakan:
Kehidupan Kristus dibagikan kepada orang percaya melalui Roh Kudus, sehingga mereka mengambil bagian dalam hidup-Nya, diperbarui menurut gambar-Nya, dan diadopsi menjadi anak-anak Allah.
Tentang "Adam Akhir menjadi roh yang menghidupkan"
1 Korintus 15:45
"Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan."
Dalam kerangka pemikiran Anda, ini dapat dipahami sebagai:
Kristus telah mencapai tujuan Allah bagi manusia secara sempurna, dan sebagai Adam Akhir Ia menjadi sumber kehidupan baru bagi umat manusia.
Tetapi Alkitab akan menjelaskan "kehidupan baru" itu dengan istilah:
- kelahiran baru (Yohanes 3:3–6),
- ciptaan baru (2 Korintus 5:17),
- manusia baru (Efesus 4:24),
- mengambil bagian dalam kodrat ilahi (2 Petrus 1:4),
- Kristus hidup di dalam kita (Galatia 2:20),
daripada menggunakan konsep DNA secara harfiah.
Jadi jika dirumuskan dengan bahasa Alkitab:
Adam Akhir menjadi roh yang menghidupkan karena Kristus yang bangkit menjadi sumber kehidupan baru bagi manusia. Melalui Roh Kudus, orang percaya dipersatukan dengan Kristus, mengambil bagian dalam kehidupan-Nya, diperbarui menurut gambar-Nya, dan diadopsi menjadi anak-anak Allah sampai akhirnya serupa dengan Kristus dalam kemuliaan.
• Roma 8:29; Galatia 4:4–7; 2 Petrus 1:4
I. BEDA HIDUP MENURUT ROH DALAM YESUS DAN MANUSIA
Pertanyaan ini sangat penting. Jika kita berbicara tentang Hukum Roh Kehidupan (Roma 8:2), maka ada persamaan dan perbedaan antara cara Roh bekerja dalam Yesus dan dalam orang percaya.
• Persamaan
Roh yang bekerja adalah Roh yang sama.
Roma 8:11
"Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu."
Roh yang bekerja dalam Yesus dan Roh yang bekerja dalam orang percaya adalah Roh Kudus yang sama.
• Perbedaan besar
1. DALAM YESUS: SEMPURNA DAN TANPA DOSA
Yesus tidak memiliki dosa.
Ibrani 4:15
"Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa."
1 Petrus 2:22
"Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya."
Pada Yesus:
tidak ada pemberontakan,tidak ada dosa,
tidak ada kegagalan.
Hukum Roh Kehidupan bekerja tanpa hambatan.
Yohanes 8:29
Ia yang mengutus Aku menyertai Aku, dan Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.
Tidak pernah gagal.
Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali. Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku.
2. DALAM ORANG PERCAYA: MASIH DALAM PROSES
Tetapi masih bergumul melawan daging.
Galatia 5:17
Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging, karena keduanya bertentangan sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.
Pada orang percaya masih ada peperangan.
Roma 7:22-23
Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah, tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku.
Masih ada pergumulan.
3. YESUS HIDUP MENURUT ROH SECARA SEMPURNA
Yohanes 4:34
Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.
Yohanes 6:38
Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi kehendak Dia yang telah mengutus Aku.
Seluruh kehidupan Yesus adalah ketaatan.
ORANG PERCAYA BELAJAR HIDUP MENURUT ROH
Roma 8:13–14
Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup. Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.
Orang percaya masih belajar.
4. YESUS MENCAPAI TUJUAN SECARA SEMPURNA
Yohanes 19:30
Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: 'Sudah selesai.'
Misi-Nya selesai dengan sempurna.
Ibrani 5:8–9
Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya, dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya,
Yesus mencapai tujuan-Nya secara sempurna.
ORANG PERCAYA MASIH MENUJU KESANA
Filipi 3:12
Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus.
Bahkan Paulus masih dalam perjalanan.
5. YESUS ADALAH SUMBER HIDUP
Yohanes 14:6
"Akulah jalan dan kebenaran dan hidup."
1 Yohanes 5:11
Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya.
Hidup berasal dari Kristus.
ORANG PERCAYA MENERIMA HIDUP ITU
Yohanes 15:5
"Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya."
Ia menerima hidup dari pokok.
DALAM KERANGKA PEMIKIRAN YANG ANDA BANGUN
Jika memakai bahasa yang sering Anda gunakan:
Dalam Yesus
Hukum Roh Kehidupan:
- bekerja sempurna,
- tanpa dosa,
- tanpa hambatan,
- mencapai tujuan penciptaan manusia,
- mengalahkan maut,
- menghasilkan kemanusiaan yang dimuliakan.
Dalam orang percaya
Hukum Roh Kehidupan:
bekerja melalui Roh Kudus yang sama,tetapi masih berhadapan dengan daging,
masih dalam proses pertumbuhan,
masih mengalami pergumulan,
sedang membentuk manusia menuju keserupaan dengan Kristus.
Ringkasan Akhir
| Dalam Yesus | Dalam Orang Percaya |
|---|---|
| Tanpa dosa | Masih bergumul dengan dosa |
| Ketaatan sempurna | Ketaatan bertumbuh |
Tidak pernah gagal |
Masih bisa gagal |
Sudah mencapai tujuan |
Sedang menuju tujuan |
| Sumber hidup | Penerima hidup |
| Mengalahkan maut | Mengambil bagian dalam kemenangan-Nya |
| Adam Akhir | Anggota tubuh Kristus |
Karena itu, perbedaan utamanya bukan pada jenis Hukum Roh Kehidupan, Roh yang bekerja adalah Roh yang sama, melainkan pada subjeknya:
• Dalam Yesus, Hukum Roh Kehidupan bekerja secara sempurna dan mencapai tujuannya sepenuhnya.Roma 8:29
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya.
Jadi Yesus adalah pola yang telah sempurna, sedangkan orang percaya sedang ditransformasikan menuju pola tersebut oleh Roh Kudus.
