ALLAH YANG ESA

 


ALLAH YANG ESA

A. MAKNA ESA

Ajaran bahwa Allah itu Esa (satu) adalah dasar iman Alkitab, baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Namun "esa" dalam Alkitab tidak berarti Allah adalah satu pribadi saja, melainkan satu keberadaan ilahi (one divine being). Kekristenan mengajarkan bahwa Allah yang satu itu kekal sebagai Bapa, Anak, dan Roh Kudus.


1. ALLAH ITU ESA DALAM PERJANJIAN LAMA

Ulangan 6:4

"Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!"

Ayat ini dikenal sebagai Shema Israel, pengakuan iman utama bangsa Israel.

Kata Ibrani untuk "esa" adalah 'echad' (אחד), yang sering menunjuk pada kesatuan yang utuh, bukan selalu kesatuan yang mutlak tunggal.

Contoh penggunaan echad:

Kejadian 2:24

"Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging."

Dua pribadi menjadi "satu" (echad) daging.

Kejadian 11:6

"Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya."

Banyak orang disebut satu (echad) bangsa.

Jadi Ulangan 6:4 menegaskan bahwa hanya ada satu Allah yang benar, bukan banyak allah.


2. HANYA ADA SATU ALLAH

Yesaya 43:10

"Kamu inilah saksi-saksi-Ku, demikianlah firman TUHAN, dan hamba-Ku yang telah Kupilih, supaya kamu tahu dan percaya kepada-Ku dan mengerti, bahwa Aku tetap Dia. Sebelum Aku tidak ada Allah dibentuk, dan sesudah Aku tidak akan ada lagi."

Yesaya 44:6

"Beginilah firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel, TUHAN semesta alam: Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada-Ku."

Yesaya 45:5

"Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah."

Allah menyatakan diri-Nya sebagai satu-satunya Allah yang benar.


3. PERJANJIAN BARU MENEGASKAN ALLAH ITU ESA

Markus 12:29

Yesus mengutip Shema:

"Jawab Yesus: 'Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.'"

1 Korintus 8:4

"Tentang hal makan daging yang dipersembahkan kepada berhala, kita tahu: tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa."

1 Timotius 2:5

"Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus."

Yakobus 2:19

"Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar."

Perjanjian Baru tetap mempertahankan monoteisme yang ketat.


4. ALLAH YANG ESA MENYATAKAN DIRI SEBAGAI BAPA, ANAK, DAN ROH KUDUS

Alkitab mengajarkan:

  • Bapa adalah Allah.
  • Anak adalah Allah.
  • Roh Kudus adalah Allah.
  • Tetapi bukan tiga Allah, melainkan satu Allah.

Bapa adalah Allah

Yohanes 6:27

"Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."


Anak adalah Allah

Yohanes 1:1

"Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah."

Yohanes 20:28

"Tomas menjawab Dia: 'Ya Tuhanku dan Allahku!'"


Roh Kudus adalah Allah

Kisah Para Rasul 5:3–4

"Tetapi Petrus berkata: 'Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu? Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah.'"

Mendustai Roh Kudus sama dengan mendustai Allah.


5. KETIGA PRIBADI HADIR BERSAMA

Matius 3:16–17

"Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: 'Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.'"

Di sini terlihat:

  • Yesus berada di sungai Yordan.
  • Roh Kudus turun seperti merpati.
  • Bapa berbicara dari surga.

Tiga Pribadi hadir secara bersamaan.


6. SATU NAMA, TIGA PRIBADI

Matius 28:19

"Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus."

Perhatikan:

  • Bukan "nama-nama" (jamak).
  • Tetapi "nama" (tunggal).

Satu nama ilahi dimiliki oleh Bapa, Anak, dan Roh Kudus.


7. ESA SECARA ONTOLOGIS

Dalam teologi Kristen:

  • Allah adalah satu dalam hakikat (ousia).
  • Allah adalah tiga dalam Pribadi (hypostasis).

Bapa bukan Anak. Anak bukan Roh Kudus. Roh Kudus bukan Bapa.

Namun:

  • Bapa sepenuhnya Allah.
  • Anak sepenuhnya Allah.
  • Roh Kudus sepenuhnya Allah.

Karena itu bukan tiga Allah, melainkan satu Allah.


8. KESAKSIAN RASUL TENTANG KEESAAN DAN TRINITAS

Efesus 4:4–6

"Satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua."

2 Korintus 13:13

"Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian."

Paulus mengakui satu Allah sambil menyebut Bapa, Anak, dan Roh Kudus secara berdampingan.


Ringkasan

Alkitab mengajarkan empat kebenaran sekaligus:

  1. Hanya ada satu Allah yang benar (Ul. 6:4; Yes. 45:5).
  2. Bapa adalah Allah (Yoh. 6:27).
  3. Anak adalah Allah (Yoh. 1:1; Yoh. 20:28).
  4. Roh Kudus adalah Allah (Kis. 5:3–4).

Karena itu iman Kristen tidak mengajarkan tiga Allah, tetapi satu Allah yang Esa dalam tiga Pribadi: Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Kesatuan ini bukan kesatuan moral atau kesatuan tujuan saja, melainkan kesatuan hakikat ilahi yang kekal. Sebagaimana dinyatakan dalam Yohanes 17:3, orang percaya mengenal Bapa sebagai satu-satunya Allah yang benar melalui Yesus Kristus yang diutus-Nya, dan melalui Roh Kudus mereka mengambil bagian dalam persekutuan dengan Allah yang Esa itu.

B.  Efesus 4:4–6

Efesus 4:4–6 merupakan salah satu teks Trinitarian yang padat.

Efesus 4:4–6

"Satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua."

Perhatikan susunannya:

  • Satu Roh (ayat 4)
  • Satu Tuhan (ayat 5)
  • Satu Allah dan Bapa (ayat 6)

Paulus sedang menyebut tiga Pribadi ilahi:

  1. Roh Kudus
  2. Tuhan Yesus Kristus
  3. Allah Bapa

Apa maksud "satu Tuhan"?

Dalam Perjanjian Baru, gelar "Tuhan" (Kyrios) secara khusus sering dipakai untuk Yesus.

Contohnya:

1 Korintus 8:6

"Namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup."

Di sini Paulus membedakan:

  • "satu Allah" = Bapa
  • "satu Tuhan" = Yesus Kristus

Tetapi bukan berarti Yesus lebih rendah dari Allah.

Dalam Perjanjian Lama, nama ilahi YHWH (TUHAN) diterjemahkan dalam Septuaginta dengan kata Kyrios (Tuhan). Ketika Paulus menyebut Yesus sebagai "Tuhan", ia sedang memasukkan Yesus ke dalam identitas ilahi YHWH.


Apa maksud "satu Allah dan Bapa"?

Paulus sedang menunjuk kepada Pribadi Bapa sebagai sumber dari segala sesuatu.

1 Korintus 8:6

"Namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup."

Ini tidak berarti hanya Bapa yang Allah.

Sebab Paulus juga berkata:

Titus 2:13

"Dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus."

Dan:

Roma 9:5

"... Kristus yang ada di atas segala sesuatu. Ia adalah Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya. Amin."

Jadi "satu Allah dan Bapa" menunjuk kepada Pribadi Bapa, bukan untuk menyangkal keilahian Anak dan Roh Kudus.


Mengapa Paulus memakai dua istilah: "Allah" dan "Tuhan"?

Latar belakangnya adalah pengakuan iman Israel:

Ulangan 6:4

"Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!"

Dalam bahasa Yunani:

"Kyrios ho Theos hemon, Kyrios heis estin"

(TUHAN Allah kita, TUHAN itu satu)

Paulus mengambil pengakuan keesaan Allah ini lalu menjelaskannya secara Kristologis:

1 Korintus 8:6

"Satu Allah, yaitu Bapa ... dan satu Tuhan, yaitu Yesus Kristus."

Jadi Paulus tidak membagi Allah menjadi dua makhluk, melainkan memasukkan Yesus ke dalam identitas Allah yang Esa.

Menurut banyak ahli Perjanjian Baru, ini adalah salah satu bentuk pengakuan Trinitarian paling awal dalam Kekristenan.


Jadi bagaimana memahami Efesus 4:4–6?

Paulus sedang menjelaskan kesatuan Gereja yang berakar pada kesatuan Allah:

Ayat Pribadi Ilahi
Satu Roh Roh Kudus
Satu Tuhan Yesus Kristus
Satu Allah dan Bapa Bapa

Bukan tiga allah.

Bukan tiga pusat ilahi yang terpisah.

Melainkan satu Allah yang Esa yang dikenal:

  • sebagai Bapa,
  • melalui Tuhan Yesus Kristus,
  • dan hadir dalam umat-Nya melalui Roh Kudus.

Karena itu Efesus 4:4–6 sering dipandang sebagai salah satu ringkasan Trinitarian terindah dalam Perjanjian Baru: satu Roh, satu Tuhan, satu Allah dan Bapa, namun tetap satu Allah yang Esa.


Jaminsen

Welcome, TO BE LIKE JESUS

Post a Comment

Previous Post Next Post