ALLAH YANG ESA

 


ALLAH YANG ESA

A. MAKNA ESA





Ajaran bahwa Allah itu Esa (satu) adalah dasar iman Alkitab, baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Namun "esa" dalam Alkitab tidak berarti Allah adalah satu pribadi saja, melainkan satu keberadaan ilahi (one divine being). Kekristenan mengajarkan bahwa Allah yang satu itu kekal sebagai Bapa, Anak, dan Roh Kudus.

Pengertian 'Echad' (אֶחָד) dengan Lengkap

Kata Ibrani 'echad' (אֶחָד) adalah kata yang paling sering diterjemahkan sebagai "satu", "esa", atau "seorang" dalam Perjanjian Lama.

Kata ini menjadi sangat penting karena dipakai dalam pengakuan iman Israel:

Ulangan 6:4

"Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!"

Dalam bahasa Ibrani:

Shema Yisrael, YHWH Eloheinu, YHWH Echad.


1. Arti Dasar Echad

Secara leksikal, echad berarti:

  • satu
  • satu kesatuan
  • satu kelompok
  • satu kesatuan yang utuh
  • pertama (dalam urutan tertentu)

Jadi secara dasar, echad tidak selalu berarti "satu secara numerik mutlak", tetapi dapat menunjuk pada kesatuan yang terdiri dari lebih dari satu unsur.


2. Echad Dipakai untuk Kesatuan Majemuk

Salah satu fakta penting adalah bahwa echad sering digunakan untuk menunjukkan beberapa unsur yang menjadi satu kesatuan.

Kejadian 2:24

"Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging."

Bahasa Ibrani:

basar echad

(satu daging)

Di sini:

  • laki-laki ≠ perempuan
  • tetap dua pribadi

Namun disebut:

satu (echad) daging.

Artinya satu kesatuan.


Ezra 2:64

"Seluruh jemaah itu bersama-sama berjumlah empat puluh dua ribu tiga ratus enam puluh orang."

Bahasa Ibrani memakai:

kahal echad

(satu jemaat)

Puluhan ribu orang disebut satu (echad) jemaat.


Yehezkiel 37:17

"Gabungkanlah keduanya menjadi satu batang kayu."

Dua batang kayu menjadi:

satu (echad) batang.


3. Echad Bisa Menunjuk Satu Secara Numerik

Kadang echad memang berarti satu secara sederhana.

Kejadian 1:5

"Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama."

Bahasa Ibrani:
yom echad
(hari satu/pertama)

Di sini jelas berarti satu hari.
Jadi konteks menentukan maknanya.

4. Echad dalam Ulangan 6:4

Ulangan 6:4

"Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!"

Bahasa Ibrani:

YHWH Eloheinu YHWH Echad.

Tujuan utama ayat ini adalah:

  • menegaskan monoteisme Israel
  • menolak politeisme bangsa-bangsa sekitar
  • menyatakan bahwa hanya YHWH adalah Allah yang benar

Ayat ini tidak sedang menjelaskan berapa banyak Pribadi dalam Allah.

Ayat ini menegaskan:

Allah itu satu-satunya Allah.


5. Echad dan Trinitas

Orang Kristen sering memperhatikan bahwa Alkitab memakai echad, bukan yachid.

Yachid (יָחִיד)

Biasanya berarti:

  • satu-satunya
  • tunggal secara eksklusif
  • anak tunggal

Contoh:

Kejadian 22:2

"Ambillah anakmu yang tunggal itu..."

Kata "tunggal" adalah:

yachid


Karena itu sebagian teolog berpendapat:

Jika tujuan Musa adalah menekankan bahwa Allah adalah satu pribadi yang absolut dan tidak mungkin memiliki perbedaan pribadi di dalam diri-Nya, maka kata yang lebih dekat adalah yachid.

Tetapi Musa memakai: echad
yang memiliki rentang makna lebih luas.

Namun perlu dicatat:
Ulangan 6:4 sendiri tidak dimaksudkan sebagai bukti langsung Trinitas.

Trinitas baru dinyatakan secara penuh dalam Perjanjian Baru melalui penyataan Bapa, Anak, dan Roh Kudus.


6. Pemahaman Perjanjian Baru

Yesus mengutip Shema:
Markus 12:29

"Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa."

Yesus tidak membatalkan keesaan Allah.

Sebaliknya, Perjanjian Baru mengungkapkan bahwa:

  • Bapa adalah Allah.
  • Anak adalah Allah.
  • Roh Kudus adalah Allah.

Namun:

  • bukan tiga Allah,
  • melainkan satu Allah.

7. Kesimpulan Teologis

Echad (אֶחָד) berarti:

  1. Satu.
  2. Kesatuan.
  3. Keutuhan.
  4. Satu kelompok.
  5. Satu kesatuan yang dapat terdiri dari lebih dari satu unsur.

Dalam Ulangan 6:4, kata echad menegaskan bahwa:

• YHWH adalah satu-satunya Allah yang benar.

Ayat itu tidak menjelaskan jumlah pribadi dalam Allah, tetapi menegaskan keesaan-Nya terhadap segala berhala dan allah palsu.

Karena itu, dalam teologi Kristen:

  • Allah adalah Echad (satu dalam hakikat/keberadaan ilahi).
  • Bapa, Anak, dan Roh Kudus adalah tiga Pribadi yang memiliki satu hakikat ilahi yang sama.

Maka pengakuan Kristen tetap sejalan dengan Shema:

"TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa" (Ul. 6:4),

karena Trinitas bukan tiga Allah, melainkan satu Allah yang Esa dalam tiga Pribadi.

B. PERBEDAAN ECHAD (אֶחָד)
DAN YACHID (יָחִיד)





Ajaran bahwa Allah itu Esa (satu) adalah dasar

Perbedaan Echad (אֶחָד) dan Yachid (יָחִיד)

Kedua kata ini sama-sama dapat diterjemahkan "satu" dalam konteks tertentu, tetapi makna dan penggunaannya berbeda.

Echad (אֶחָד) Yachid (יָחִיד)
Satu, satu kesatuan, satu kelompok, satu keutuhan Tunggal, satu-satunya, unik, anak tunggal
Dapat menunjuk kesatuan yang terdiri dari beberapa unsur Menekankan keunikan atau ketunggalan eksklusif
Kata yang umum dipakai untuk angka "satu" Kata yang relatif jarang
Fokus pada kesatuan Fokus pada ketunggalan eksklusif

1. Echad (אֶחָד)

Makna dasar:

  • satu
  • satu kesatuan
  • satu kelompok
  • satu yang utuh

Kejadian 2:24

"Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging."

Dua pribadi menjadi:

satu (echad) daging.

Jelas bukan satu pribadi, tetapi satu kesatuan.


Ezra 2:64

"Seluruh jemaah itu bersama-sama berjumlah empat puluh dua ribu tiga ratus enam puluh orang."

Puluhan ribu orang disebut satu jemaat.


Ulangan 6:4

"Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa."

Di sini echad menegaskan bahwa YHWH adalah satu-satunya Allah yang benar.


2. Yachid (יָחִיד)

Makna dasar:

  • tunggal
  • satu-satunya
  • unik
  • anak tunggal
  • sangat berharga karena tidak ada yang lain seperti dia

Kejadian 22:2

"Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak..."

Kata "tunggal" adalah:

yachid

Ishak digambarkan sebagai anak yang unik dan satu-satunya dalam konteks perjanjian Allah.


Hakim-hakim 11:34

"...anak perempuan itu adalah anak tunggalnya..."

Kata yang dipakai:

yachid


Mazmur 22:20

"Luputkanlah nyawaku dari pedang, dan hidupku yang berharga dari cengkeraman anjing."

"Hidupku yang berharga" diterjemahkan dari:

yachid

yakni hidup yang satu-satunya yang dimiliki.


3. Apakah Echad Selalu Berarti Kesatuan Majemuk?

Tidak.

Ini kesalahpahaman yang sering muncul.

Kejadian 42:13

"Hamba-hambamu ini dua belas bersaudara ... yang bungsu sekarang ada pada ayah kami dan yang seorang sudah tidak ada lagi."

"Yang seorang" memakai echad.

Di sini jelas berarti satu orang secara numerik.

Jadi:

  • echad bisa berarti satu numerik.
  • echad juga bisa berarti satu kesatuan.

Konteks yang menentukan.


4. Apakah Yachid Berarti Allah Harus Satu Pribadi?

Tidak juga.

Ada argumen populer:

"Jika Allah Tritunggal, Musa pasti memakai echad; kalau Allah satu pribadi pasti memakai yachid."

Argumen ini terlalu sederhana.

Dalam Perjanjian Lama, yachid hampir tidak pernah dipakai untuk menggambarkan Allah. Kata itu lebih sering dipakai untuk:

  • anak tunggal,
  • kehidupan yang berharga,
  • seseorang yang sendirian.

Karena itu tidak dapat disimpulkan bahwa Musa "seharusnya" memakai yachid.


5. Mengapa Ulangan 6:4 Memakai Echad?

Ulangan 6:4

"Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa."

Tujuan ayat ini adalah:

  • menolak politeisme,
  • menegaskan hanya ada satu Allah sejati,
  • menuntut kesetiaan Israel kepada YHWH.

Fokusnya bukan menjelaskan struktur internal keberadaan Allah.

Karena itu kata echad sangat cocok dipakai.


Kesimpulan

Echad (אֶחָד)

  • berarti "satu"
  • dapat berarti satu numerik
  • dapat berarti satu kesatuan
  • digunakan dalam Ulangan 6:4 tentang keesaan Allah

Yachid (יָחִיד)

  • berarti "tunggal", "satu-satunya", "unik"
  • sering dipakai untuk anak tunggal atau sesuatu yang sangat berharga
  • tidak dipakai dalam Shema (Ul. 6:4)

Dari sudut pandang teologi Kristen, penggunaan echad dalam Ulangan 6:4 tidak membuktikan Trinitas dengan sendirinya, tetapi juga tidak bertentangan dengan penyataan Perjanjian Baru bahwa Allah yang Esa itu dikenal sebagai Bapa, Anak, dan Roh Kudus, yang memiliki satu hakikat ilahi yang sama.


1. ALLAH ITU ESA DALAM PERJANJIAN LAMA

Ulangan 6:4

"Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!"

Ayat ini dikenal sebagai Shema Israel, pengakuan iman utama bangsa Israel.

Kata Ibrani untuk "esa" adalah 'echad' (אחד), yang sering menunjuk pada kesatuan yang utuh, bukan selalu kesatuan yang mutlak tunggal.

Contoh penggunaan echad:

Kejadian 2:24

"Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging."

Dua pribadi menjadi "satu" (echad) daging.

Kejadian 11:6

"Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya."

Banyak orang disebut satu (echad) bangsa.

Jadi Ulangan 6:4 menegaskan bahwa hanya ada satu Allah yang benar, bukan banyak allah.


2. HANYA ADA SATU ALLAH

Yesaya 43:10

"Kamu inilah saksi-saksi-Ku, demikianlah firman TUHAN, dan hamba-Ku yang telah Kupilih, supaya kamu tahu dan percaya kepada-Ku dan mengerti, bahwa Aku tetap Dia. Sebelum Aku tidak ada Allah dibentuk, dan sesudah Aku tidak akan ada lagi."

Yesaya 44:6

"Beginilah firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel, TUHAN semesta alam: Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada-Ku."

Yesaya 45:5

"Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah."

Allah menyatakan diri-Nya sebagai satu-satunya Allah yang benar.


3. PERJANJIAN BARU MENEGASKAN ALLAH ITU ESA

Markus 12:29

Yesus mengutip Shema:

"Jawab Yesus: 'Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.'"

1 Korintus 8:4

"Tentang hal makan daging yang dipersembahkan kepada berhala, kita tahu: tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa."

1 Timotius 2:5

"Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus."

Yakobus 2:19

"Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar."

Perjanjian Baru tetap mempertahankan monoteisme yang ketat.


4. ALLAH YANG ESA MENYATAKAN DIRI SEBAGAI BAPA, ANAK, DAN ROH KUDUS

Alkitab mengajarkan:

  • Bapa adalah Allah.
  • Anak adalah Allah.
  • Roh Kudus adalah Allah.
  • Tetapi bukan tiga Allah, melainkan satu Allah.

BAPA adalah Allah

Yohanes 6:27

"Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."


ANAK adalah Allah

Yohanes 1:1

"Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah."

Yohanes 20:28

"Tomas menjawab Dia: 'Ya Tuhanku dan Allahku!'"


ROH KUDUS adalah Allah

Kisah Para Rasul 5:3–4

"Tetapi Petrus berkata: 'Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu? Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah.'"

Mendustai Roh Kudus sama dengan mendustai Allah.


5. KETIGA PRIBADI HADIR BERSAMA

Matius 3:16–17

"Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: 'Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.'"

Di sini terlihat:

  • Yesus berada di sungai Yordan.
  • Roh Kudus turun seperti merpati.
  • Bapa berbicara dari surga.

Tiga Pribadi hadir secara bersamaan.


6. SATU NAMA, TIGA PRIBADI

Matius 28:19

"Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus."

Perhatikan:

  • Bukan "nama-nama" (jamak).
  • Tetapi "nama" (tunggal).

Satu nama ilahi dimiliki oleh Bapa, Anak, dan Roh Kudus.


7. ESA SECARA ONTOLOGIS

Dalam teologi Kristen:

  • Allah adalah satu dalam hakikat (ousia).
  • Allah adalah tiga dalam Pribadi (hypostasis).

Bapa bukan Anak. Anak bukan Roh Kudus. Roh Kudus bukan Bapa.

Namun:

  • Bapa sepenuhnya Allah.
  • Anak sepenuhnya Allah.
  • Roh Kudus sepenuhnya Allah.

Karena itu bukan tiga Allah, melainkan satu Allah.


8. KESAKSIAN RASUL TENTANG KEESAAN DAN TRINITAS

Efesus 4:4–6

"Satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua."

2 Korintus 13:13

"Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian."

Paulus mengakui satu Allah sambil menyebut Bapa, Anak, dan Roh Kudus secara berdampingan.


Ringkasan

Alkitab mengajarkan empat kebenaran sekaligus:

  1. Hanya ada satu Allah yang benar (Ul. 6:4; Yes. 45:5).
  2. Bapa adalah Allah (Yoh. 6:27).
  3. Anak adalah Allah (Yoh. 1:1; Yoh. 20:28).
  4. Roh Kudus adalah Allah (Kis. 5:3–4).
Karena itu iman Kristen tidak mengajarkan tiga Allah, tetapi satu Allah yang Esa dalam tiga Pribadi: Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Kesatuan ini bukan kesatuan moral atau kesatuan tujuan saja, melainkan kesatuan hakikat ilahi yang kekal. Sebagaimana dinyatakan dalam Yohanes 17:3, orang percaya mengenal Bapa sebagai satu-satunya Allah yang benar melalui Yesus Kristus yang diutus-Nya, dan melalui Roh Kudus mereka mengambil bagian dalam persekutuan dengan Allah yang Esa itu.


B. SATU TUHAN, SATU ALLAH DAN SATU ROH



Paulus tidak membagi Allah menjadi dua makhluk
• Melainkan memasukkan Yesus ke dalam identitas Allah yang Esa.

Efesus 4:4–6 merupakan salah satu teks Trinitarian yang padat.

Efesus 4:4–6

Satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.

Perhatikan susunannya:

  • Satu Roh (ayat 4)
  • Satu Tuhan (ayat 5)
  • Satu Allah dan Bapa (ayat 6)

Paulus sedang menyebut tiga Pribadi ilahi:

  1. Roh Kudus
  2. Tuhan Yesus Kristus
  3. Allah Bapa

Apa maksud "satu Tuhan"?

Dalam Perjanjian Baru, gelar "Tuhan" (Kyrios) secara khusus sering dipakai untuk Yesus.

Contohnya:

1 Korintus 8:6

Namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.

Di sini Paulus membedakan:

  • "satu Allah" = Bapa
  • "satu Tuhan" = Yesus Kristus

Tetapi bukan berarti Yesus lebih rendah dari Allah.

Dalam Perjanjian Lama, nama ilahi YHWH (TUHAN) diterjemahkan dalam Septuaginta dengan kata Kyrios (Tuhan). Ketika Paulus menyebut Yesus sebagai "Tuhan", ia sedang memasukkan Yesus ke dalam identitas ilahi YHWH.


Apa maksud "satu Allah dan Bapa"?

Paulus sedang menunjuk kepada Pribadi Bapa sebagai sumber dari segala sesuatu.

1 Korintus 8:6

Namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup.

Ini tidak berarti hanya Bapa yang Allah.

Sebab Paulus juga berkata:

Titus 2:13

Dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus.

Dan:

Roma 9:5

Mereka adalah keturunan bapa-bapa leluhur, yang menurunkan Mesias dalam keadaan-Nya sebagai manusia, yang ada di atas segala sesuatu. Ia adalah Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya. Amin!

Jadi "satu Allah dan Bapa" menunjuk kepada Pribadi Bapa, bukan untuk menyangkal keilahian Anak dan Roh Kudus.


Mengapa Paulus memakai dua istilah: "Allah" dan "Tuhan"?

Latar belakangnya adalah pengakuan iman Israel:

Ulangan 6:4

"Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!"

Dalam bahasa Yunani:

"Kyrios ho Theos hemon, Kyrios heis estin"

(TUHAN Allah kita, TUHAN itu satu)

Paulus mengambil pengakuan keesaan Allah ini lalu menjelaskannya secara Kristologis:

1 Korintus 8:6

Namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup.

Jadi Paulus tidak membagi Allah menjadi dua makhluk, melainkan memasukkan Yesus ke dalam identitas Allah yang Esa.

Menurut banyak ahli Perjanjian Baru, ini adalah salah satu bentuk pengakuan Trinitarian paling awal dalam Kekristenan.


Jadi bagaimana g Efesus 4:4–6?

Paulus sedang menjelaskan kesatuan Gereja yang berakar pada kesatuan Allah:

Ayat    Pribadi Ilahi
Satu Roh       Roh Kudus
Satu Tuhan       Yesus Kristus
Satu Allah dan Bapa       Bapa

Bukan tiga allah.

Bukan tiga pusat ilahi yang terpisah.

Melainkan satu Allah yang Esa yang dikenal:

  • sebagai Bapa,
  • melalui Tuhan Yesus Kristus,
  • dan hadir dalam umat-Nya melalui Roh Kudus.

Karena itu Efesus 4:4–6 sering dipandang sebagai salah satu ringkasan Trinitarian terindah dalam Perjanjian Baru: satu Roh, satu Tuhan, satu Allah dan Bapa, namun tetap satu Allah yang Esa.


B. SATU ALLAH SAJA DAN  SATU TUHAN SAJA


• Ayat ini latar belakang monoteisme yang dikaitkan dengan (Ulangan 6:4)

1 Korintus 8:6 dan Allah yang Esa dalam Terang Trinitas

Teks Lengkap

Namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.

Ayat ini adalah salah satu ayat Trinitarian terpenting dalam Perjanjian Baru.


1. Latar Belakang: Monoteisme Yahudi

Paulus adalah seorang Yahudi yang sangat ketat memegang keesaan Allah.

Ulangan 6:4

"Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!"

Paulus tidak pernah meninggalkan iman ini. Karena itu ketika ia berkata:

"hanya ada satu Allah"

Ia sedang menegaskan monoteisme yang sama dengan Perjanjian Lama.

2. Struktur Ayat yang Sangat Penting

Perhatikan susunannya:

• "satu Allah, yaitu Bapa"
dan
• "satu Tuhan, yaitu Yesus Kristus"

Paulus tidak sedang membandingkan Allah dengan makhluk.

Ia sedang membagi unsur-unsur pengakuan iman Israel (Shema) ke dalam relasi Bapa dan Anak.


Shema (Ulangan 6:4)

Dalam bahasa Yunani Septuaginta:

"Kyrios ho Theos hemon, Kyrios heis estin"

Artinya:

"TUHAN Allah kita, TUHAN itu satu."

Terdapat dua istilah utama:

• Theos (Allah)
• Kyrios (Tuhan)

Dalam 1 Korintus 8:6 Paulus menulis:

• Satu Allah (Theos) = Bapa
• satu Tuhan (Kyrios) = Yesus Kristus

Dengan demikian Paulus memasukkan Yesus ke dalam identitas ilahi yang sebelumnya hanya dimiliki YHWH.


3. Mengapa "Allah" Diterapkan kepada Bapa?

"Satu Allah, yaitu Bapa"

Paulus sedang berbicara mengenai Bapa sebagai sumber ilahi.

"yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu"

Ini menggambarkan apa yang dalam teologi disebut:

Monarki Bapa (Monarchy of the Father)

Artinya:

Bapa adalah sumber pribadi dalam relasi Trinitas.

Namun ini bukan berarti:

  • Bapa lebih Allah daripada Anak.
  • Anak bukan Allah.

Karena Paulus sendiri mengajarkan keilahian Kristus.


4. Mengapa "Tuhan" Diterapkan kepada Yesus?

"Satu Tuhan, yaitu Yesus Kristus"

Bagi orang Yahudi abad pertama, gelar ini luar biasa.

Dalam Septuaginta, nama YHWH diterjemahkan:

Kyrios (Tuhan)

Ketika Paulus menyebut Yesus sebagai:

Kyrios (Tuhan)

ia tidak sekadar menyebut Yesus "majikan" atau "guru".

Ia sedang memasukkan Yesus ke dalam identitas ilahi YHWH.


Filipi 2:10–11

"supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: Yesus Kristus adalah Tuhan, bagi kemuliaan Allah, Bapa!"

Ini mengutip Yesaya 45:23, ayat yang berbicara tentang YHWH sendiri.


5. Karya Penciptaan Menunjukkan Keilahian Yesus

Tentang Bapa:

"dari pada-Nya berasal segala sesuatu"

Tentang Yesus:

"oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan"

Paulus membedakan pribadi-pribadi tersebut tetapi menyatukan mereka dalam satu karya penciptaan.


Yohanes 1:3

"Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan."


Kolose 1:16

"karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu..."

Jika segala sesuatu diciptakan melalui Kristus, maka Kristus tidak termasuk golongan ciptaan.


6. Formula Trinitarian Tersembunyi

Ayat ini sudah mengandung pola Trinitarian.

• Bapa

"dari pada-Nya berasal segala sesuatu"

• Anak

"oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan"

• Roh Kudus

Walaupun tidak disebut dalam ayat ini, Paulus menjelaskan di tempat lain:

1 Korintus 12:4–6

Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh. Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan. Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang.

Pola yang sama:

  • Roh (Roh Kudus)
  • Tuhan (Kristus)
  • Allah (Bapa)

7. Allah yang Esa Menurut Paulus

Paulus tidak mengajarkan:
tiga Allah

Paulus juga tidak mengajarkan:
satu Pribadi yang berganti-ganti peran

Paulus mengajarkan:

✅ satu Allah
✅ Bapa adalah Allah
✅ Anak adalah Tuhan yang ilahi
✅ Roh Kudus adalah Roh Allah

8. Hubungan Ontologis dan Ekonomis

a. Secara Ontologis (Hakikat)

Bapa, Anak, dan Roh Kudus:

  • sama-sama kekal
  • sama-sama ilahi
  • sama-sama memiliki hakikat Allah

Yohanes 1:1

"Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah."


b. Secara Ekonomis (Karya Keselamatan)

• Bapa menjadi sumber.
• Anak diutus.
• Roh Kudus menerapkan karya keselamatan.

Karena itu Paulus dapat berkata:

"satu Allah, yaitu Bapa"

tanpa menyangkal bahwa Anak dan Roh Kudus juga adalah Allah.


Ringkasan

1 Korintus 8:6 mengajarkan empat kebenaran sekaligus:

  1. Hanya ada satu Allah yang benar (monoteisme).

  2. Bapa disebut "satu Allah", karena Ia adalah sumber segala sesuatu.

  3. Yesus disebut "satu Tuhan", gelar yang dalam Perjanjian Lama dipakai untuk YHWH.

  4. Bapa dan Anak bersama-sama berada di sisi penciptaan, sesuatu yang hanya dapat dilakukan oleh Allah.

Karena itu, 1 Korintus 8:6 bukan penolakan terhadap Trinitas, melainkan salah satu pernyataan Trinitarian paling awal dan paling dalam di Perjanjian Baru. Paulus sedang "membaca ulang" Shema Israel (Ul. 6:4) dalam terang penyataan Yesus Kristus, sehingga Allah yang Esa dikenal sebagai Bapa dan Anak, dan dalam seluruh surat-suratnya juga bersama Roh Kudus, tanpa meninggalkan keesaan Allah yang mutlak.


C. HIDUP KEKAL MENGENAL BAPA SATU-SATUNYA ALLAH YANG BENAR & MENGENAL YESUS YG DIUTUS (Yoh 17:3)


• Ayat ini latar belakang monoteisme yang dikaitkan dengan (Ulangan 6:4)


Yohanes 17:3 dan Allah yang Esa dalam Terang Trinitas

Ayat Lengkap

"Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus."

Sekilas ayat ini tampak seolah-olah hanya Bapa yang Allah, sedangkan Yesus bukan Allah. Namun jika dibaca dalam keseluruhan Injil Yohanes, maknanya lebih dalam.


1. Kepada Siapa Yesus Sedang Berdoa?

Dalam Yohanes 17, Yesus sedang berdoa kepada Bapa.

Karena itu ketika Yesus berkata:

"Engkau, satu-satunya Allah yang benar"

kata "Engkau" menunjuk kepada Bapa.

Ini adalah bahasa relasional antara Anak dan Bapa.


2. Apakah Ini Berarti Yesus Bukan Allah?

Jika demikian, maka akan bertentangan dengan Injil Yohanes sendiri.

Yohanes 1:1

"Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah."

Yohanes 5:18

"Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah."

Yohanes 10:30

"Aku dan Bapa adalah satu."

Yohanes 20:28

"Ya Tuhanku dan Allahku!"

Jadi Yohanes yang menulis Yohanes 17:3 juga menulis ayat-ayat yang menegaskan keilahian Yesus.

Karena itu Yohanes 17:3 tidak mungkin dimaksudkan untuk menyangkal keilahian Kristus.


3. Apa yang Sedang Ditekankan Yesus?

Yesus sedang membedakan:

  • Allah yang benar
  • berhala-berhala dan allah-allah palsu

Latar belakangnya adalah Perjanjian Lama.

Yesaya 45:5

"Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah."

Jadi maksudnya:

Bapa adalah Allah yang benar, bukan Zeus, Baal, Artemis, atau berhala lainnya.


4. Mengapa Yesus Menambahkan Diri-Nya?

Perhatikan struktur ayatnya.

Yesus tidak berkata:

"Mengenal Allah saja."

Tetapi:

"mengenal Engkau satu-satunya Allah yang benar dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus."

Hidup kekal tidak diperoleh hanya dengan mengenal Bapa.

Harus mengenal:

  • Bapa
  • dan Yesus Kristus

bersama-sama.


5. Yohanes 17:3 dan Monoteisme Yahudi

Orang Yahudi percaya:

Ulangan 6:4

"TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa."

Yesus tidak menolak Shema.

Sebaliknya Ia menyatakan bahwa jalan menuju Allah yang Esa adalah melalui diri-Nya.

Yohanes 14:6

"Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku."


6. Ayat-Ayat Sekitar Menjelaskan Yohanes 17:3

Beberapa ayat setelahnya:

Yohanes 17:5

"Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada."

Di sini Yesus mengaku:

  • telah ada sebelum dunia diciptakan
  • memiliki kemuliaan ilahi bersama Bapa sebelum penciptaan

Tidak ada nabi atau makhluk yang dapat berkata demikian.


7. Hubungan dengan Trinitas

Teologi Trinitas membedakan:

Pribadi (Hypostasis)

  • Bapa
  • Anak
  • Roh Kudus

Hakikat (Ousia)

  • satu kodrat ilahi
  • satu keberadaan Allah

Ketika Yesus berkata:

"Engkau satu-satunya Allah yang benar"

Ia berbicara kepada Bapa sebagai Pribadi yang berbeda dari Anak.

Tetapi Ia tidak mengatakan:

"Hanya Bapa yang memiliki hakikat ilahi."

Itulah sebabnya dalam Injil yang sama Yesus disebut Allah.


8. Hubungan dengan "Esa" (Echad)

Ulangan 6:4

"TUHAN itu esa."

Keesaan Allah berarti:

  • hanya ada satu Allah sejati
  • tidak ada allah lain

Yohanes 17:3 menegaskan hal yang sama:

Bapa adalah satu-satunya Allah yang benar.

Tetapi Injil Yohanes juga mengajarkan:

  • Anak berada dalam kesatuan ilahi dengan Bapa.
  • Anak memiliki kemuliaan kekal bersama Bapa.
  • Anak menerima penyembahan yang hanya layak diberikan kepada Allah.
  • Anak disebut Allah.

Karena itu, dalam pemahaman Trinitas:

  • Bapa adalah Allah yang benar.
  • Anak adalah Allah yang benar.
  • Roh Kudus adalah Allah yang benar.

Namun bukan tiga Allah yang benar, melainkan satu Allah yang benar dalam tiga Pribadi.


Ringkasan

Yohanes 17:3 tidak mengajarkan bahwa hanya Bapa adalah Allah dan Yesus bukan Allah.

Ayat ini mengajarkan bahwa:

  1. Bapa adalah satu-satunya Allah yang benar, berbeda dari semua berhala.
  2. Hidup kekal diperoleh dengan mengenal Bapa dan Yesus Kristus.
  3. Yesus tetap memiliki keilahian, sebagaimana ditegaskan oleh seluruh Injil Yohanes.
  4. Keesaan Allah (Echad) tetap dipertahankan: hanya ada satu Allah sejati.
  5. Dalam terang seluruh penyataan Perjanjian Baru, Allah yang Esa itu dikenal sebagai Bapa, Anak, dan Roh Kudus, yang berbagi satu hakikat ilahi yang sama.

Dengan kata lain, Yohanes 17:3 bukan menyangkal Trinitas, melainkan menunjukkan bahwa persekutuan dengan Allah yang Esa selalu bersifat Trinitarian: kepada Bapa, melalui Anak, dan dalam Roh Kudus.


D. ESA ALLAH ESA JUGA PENGANTARA ALLAH DAN MANUSIA, MANUSIA YESUS


• Ayat ini latar belakang monoteisme yang dikaitkan dengan (Ulangan 6:4)

1 Korintus 8:6 dan Allah yang Esa dalam

Pertanyaan ini perlu dijawab dengan membedakan Pribadi dan hakikat (natur/ousia) dalam teologi Kristen.

Dalam 1 Timotius 2:5

"Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus."

 Paulus berkata:

"AllahKetika itu esa"

ia sedang mengacu kepada Allah yang satu-satunya, yaitu keberadaan ilahi yang unik dan benar, berbeda dari semua berhala dan allah palsu.

Dalam pemahaman Trinitarian, "Allah yang Esa" adalah Trinitas, yaitu satu hakikat ilahi yang dimiliki bersama oleh Bapa, Anak, dan Roh Kudus.


Mengapa sering tampak menunjuk kepada Bapa?

Dalam Perjanjian Baru, kata "Allah" (Theos) sering dipakai untuk menunjuk kepada Pribadi Bapa.

Contohnya:

1 Korintus 8:6

"Namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa..."

Di sini "Allah" menunjuk kepada Bapa sebagai Pribadi.

Tetapi Paulus tidak bermaksud mengatakan bahwa Anak dan Roh Kudus bukan Allah, sebab di surat-suratnya yang lain ia juga menyebut Kristus sebagai Allah (misalnya Titus 2:13; Roma 9:5 menurut banyak penafsir).


Analogi Teologis

Dalam Trinitas:

  • Bapa adalah Allah
  • Anak adalah Allah
  • Roh Kudus adalah Allah

Tetapi:

  • Bapa bukan Anak
  • Anak bukan Roh Kudus
  • Roh Kudus bukan Bapa

Namun ketiganya bukan tiga Allah, melainkan satu Allah.

Karena itu ketika Alkitab berkata:

"Allah itu esa"

yang dimaksud adalah satu keberadaan ilahi yang dimiliki oleh Bapa, Anak, dan Roh Kudus.


Dalam 1 Timotius 2:5 secara khusus

Strukturnya adalah:

  • Allah yang Esa
  • Pengantara antara Allah dan manusia
  • Manusia Kristus Yesus

Di sini Paulus sedang melihat Kristus dalam peran-Nya sebagai manusia yang menjadi Pengantara kepada Bapa.

Jadi secara relasional:

  • "Allah" terutama menunjuk kepada Bapa.
  • Tetapi secara ontologis (hakikat ilahi), Allah yang Esa itu adalah Allah Tritunggal.

Kesimpulan

Jika ditanya:

"Allah yang Esa dalam 1 Timotius 2:5 itu Bapa atau Trinitas?"

Jawaban teologi Kristen klasik adalah:

  • Secara pribadi (personal), konteksnya terutama menunjuk kepada Bapa.
  • Secara hakikat (ontologis), Allah yang Esa adalah satu Allah Tritunggal: Bapa, Anak, dan Roh Kudus.
  • Kalau Allah merujuk kepada Pribadi Bapa, tidak mungkin ditambah ESA, sebab pribadi Bapa tdk mungkin jamak.

Jadi Allah yang Esa merujuk kepada hakikat ontologis "Trinitas". Yang lebih tepat:

Bapa adalah salah satu Pribadi dari Allah yang Esa, dan Allah yang Esa itu adalah Bapa, Anak, dan Roh Kudus yang memiliki satu hakikat ilahi yang sama.


E. PENGANTARA ALLAH DAN MANUSIA =>YAITU MANUSIA KRISTUS YESUS


• Ayat ini latar belakang monoteisme yang dikaitkan dengan (Ulangan 6:4)

Dalam 1 Timotius 2:5

Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu MANUSIA KRISTUS YESUS.

Dalam teologi Kristen ortodoks, pengantara antara Allah dan manusia bukan hanya natur manusia Yesus saja, melainkan Pribadi Yesus Kristus yang utuh, yaitu satu Pribadi dengan dua natur: ilahi dan manusia.

Jadi pertanyaannya adalah: mengapa Paulus menulis:

"yaitu manusia Kristus Yesus" (1 Timotius 2:5)

dan bukan "Allah-manusia Kristus Yesus"?


1. Paulus Sedang Menekankan Sisi yang Membuat Yesus Dapat Mewakili Kita

Konteks ayatnya adalah pengantaraan dan penebusan.

Ayat berikutnya berkata:

1 Timotius 2:6
yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia: itu kesaksian pada waktu yang ditentukan.

Untuk menjadi tebusan bagi manusia, Kristus harus sungguh-sungguh manusia.

Karena itu Paulus menonjolkan kemanusiaan-Nya.


2. Tetapi Pengantaranya Adalah Pribadi Kristus, Bukan Natur Manusia Saja

Dalam Kristologi Kalsedon (451 M):
Satu Pribadi Kristus memiliki dua natur:
  • sungguh Allah
  • sungguh manusia

Yang bertindak selalu Pribadi Kristus, bukan natur yang bertindak sendiri-sendiri.

Misalnya:

  • Natur manusia tidak mati sendirian.
  • Natur ilahi tidak bertindak sendirian.

Yang mati di salib adalah Pribadi Kristus menurut natur manusia-Nya.

Yang melakukan mukjizat adalah Pribadi Kristus melalui kuasa ilahi-Nya.

Demikian juga, yang menjadi Pengantara adalah Pribadi Kristus yang memiliki kedua natur.


3. Mengapa Dua Natur Diperlukan?

• Jika Yesus hanya manusia

Ia tidak dapat menyelamatkan seluruh umat manusia.

Seorang manusia biasa tidak dapat menanggung dosa dunia.

• Jika Yesus hanya Allah tanpa menjadi manusia

Ia tidak dapat mewakili manusia.

Karena itu diperlukan keduanya

Ibrani 2:14

Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut;

Ibrani 2:17

Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa.

4. Pengantara Harus Menjangkau Kedua Sisi

• Manusia berada di satu sisi.
• Allah berada di sisi yang lain.

✅ Pengantara harus mempunyai hubungan nyata dengan keduanya.
✅ Pengantara harus berada di dua sisi, sisi Allah dan sisi manusia

Karena itu para Bapa Gereja sering mengatakan:
  • Kristus menjangkau Allah karena Ia adalah Allah.
  • Kristus menjangkau manusia karena Ia adalah manusia.

5. Penjelasan Para Bapa Gereja

Gregory Nazianzen

Ia terkenal dengan prinsip:

✅ "Apa yang tidak diambil, tidak disembuhkan."

Artinya:

Jika Kristus tidak benar-benar menjadi manusia, maka kemanusiaan tidak dapat diselamatkan.


Athanasius dari Aleksandria

Mengajarkan:

✅ Allah menjadi manusia supaya manusia dapat mengambil bagian dalam kehidupan Allah.

Hal itu hanya mungkin jika Kristus adalah Allah sejati dan manusia sejati.


6. Mengapa Paulus Tidak Menulis "Allah dan Manusia Kristus Yesus"?

Karena fokus ayatnya bukan menjelaskan seluruh Kristologi.

Fokusnya adalah:

✅ Bagaimana Kristus mewakili manusia di hadapan Allah.

✅ Karena itu Paulus menyoroti natur manusia-Nya.

Sama seperti di tempat lain Paulus kadang menyoroti keilahian-Nya:

Kolose 2:9

"Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan."


Kesimpulan

Ketika 1 Timotius 2:5 berkata:

"manusia Kristus Yesus"

Paulus tidak mengatakan bahwa hanya natur manusia yang menjadi pengantara.

Yang menjadi Pengantara adalah:

Pribadi Yesus Kristus yang satu, yang memiliki dua natur: ilahi dan manusia.

Namun Paulus menekankan kemanusiaan-Nya karena:

  1. Pengantara harus mewakili manusia.
  2. Penebusan dilakukan melalui ketaatan, penderitaan, dan kematian Kristus sebagai manusia.
  3. Kristus adalah "Adam terakhir" yang mewakili umat manusia di hadapan Allah.

Jadi menurut teologi Trinitarian dan Kristologi ortodoks:

Pengantara bukan sekadar "manusia Yesus", tetapi Yesus Kristus yang utuh, Allah sejati dan manusia sejati dalam satu Pribadi.


E. PENGANTARA ALLAH DAN MANUSIA =>YAITU MANUSIA KRISTUS YESUS


• Ayat ini latar belakang monoteisme yang dikaitkan dengan (Ulangan 6:4)


Jaminsen

Welcome, TO BE LIKE JESUS

Post a Comment

Previous Post Next Post