DOSA

 


I. ARTI & PENGERTIAN

Telah kita pelajari sebelumnya Alkitab menggunakan beberapa istilah untuk dosa, yaitu :

Ibrani :

[01] KHATÂ'ÂH, dosa, gagal
[02] 'ÂSYAM, "melanggar", "berbuat kekhilafan, kesalahan"
[03] 'ASYMÂH, "melanggar", "berbuat kekhilafan, kesalahan"
[04] 'ÂVON, "hukuman", "kedurjanaan", "kesalahan", "dosa"
[05] PESYA', tindakan "memberontak", "melawan", "menentang"
[06] RÂSYÂ', "tidak mengindahkan perintah Tuhan", "berbuat jahat", "maksiat", dsb., "tidak melakukan ibadah"
[07] SYEGÂGÂH, "dosa" yang tidak disengaja, karena tidak hati-hati, karena tidak sadar dan tanpa diketahui

Yunani :

[08] AGNOÊMA, kesalahan atau dosa yang disebabkan karena ketidakpedulian.
[09] PARAPTÔMA, "kesalahan", jatuh dari kondisi yang seharusnya berdiri tegak.
[10] PARABASIS, pelanggaran, melewati batas atau garis yang ditentukan, menghancurkan hukum yang berlaku.
[11] PARANOMIA, "kejahatan"
[12] ANOMIA, "kejahatan"
[13] PARAKOÊ, ketidaktaatan, gagal atau tidak mau mendengar suara/perintah Allah
[14] ASEBEIA, "kefasikan", memberontak terhadap Allah
[15] HÊTTÊMA, "keburukan", kegagalan dalam tugas dan kewajiban.
[16] HAMARTÊMA, dosa sebagai hasil tindakan.
[17] HAMARTIA, meleset dari sasaran yang dituju, merupakan istilah umum bagi "dosa" baik tindakan

Ada beda pengertian terkandung dalam masing-masing istilah itu yang memantulkan berbagai segi dan dari situ orang mengenali dosa.
Dosa adalah kegagalan, kekeliruan atau kesalahan, kejahatan, pelanggaran, tidak mentaati hukum, kelaliman atau ketidak adilan. Dosa ialah kejahatan dalam segala bentuknya.

Tetapi keterangan akan dosa janganlah begitu saja dikutip dari istilah-istilah yang ada dala Alkitab. Ciri utama dosa dalam segala seginya ialah tertuju kepada Allah. Daud mengungkapkan ini dalam pengakuannya :

Mazmur 51:6
Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat, supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu
LEKHA LEVADKHA KHATATI VEHARA BEEINEIKHA ASITI LEMAAN-TITSDAK BEDAVREKHA TIZKE VESHAFTEKHA

Dan Menurut Surat Paulus :

Roma 8:7
Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya
dioti to phronêma tês sarkos echthra eis theon tô gar nomô tou theou ouch upotassetai oude gar dunatai

Kepastian arah ini harus dipertimbangkan bila hendak mencari pengertian yang dikandung dari istilah yang bermacam-macam itu. Setiap pengertian tentang Dosa yang tidak dilatari pertentangan yang tertuju kepada Allah, adalah merupakan penyimpangan dari arti yang digambarkan oleh Alkitab.

Pikiran umum bahwa dosa adalah melulu kelakuan, menunjukkan pemahaman yang salah tentang kodrat dosa dan bobot kejahatannya. Dari Awalnya dan sepanjang perkembangannya, dosa adalah setiap penentangan yang ditujukan kepada Allah, dan patokan inilah yang dapat menerangkan keanekaan bentuk kegiatan dosa. Apabila Alkitab berkata bahwa :

1 Yohanes 3:4
Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah
pas o poiôn tên amartian kai tên anomian poiei kai ê amartia estin ê anomia

Maka berdasarkan ayat tsb, Hukum Allah adalah gambaran dari kesempurnaan Allah; dalam hukumNya, kekudusanNya-lah yang terungkap untuk mengatur pikiran dan tindakan, selaras dengan kesempurnaanNya. Pelanggaran ialah penentangan atas apa yang dituntut kemuliaan Allah dari kita, yang pada hakikatnya sana dengan menentang Allah sendiri.
QuoteShare

II. ASAL MULA DOSA

Kejadian 3
3:1 Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"
3:2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,
3:3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati."
3:4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati,
3:5 tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat."
3:6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya.
3:7 Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.
3:8 Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.
3:9 Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?"
3:10 Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi."
3:11 Firman-Nya: "Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?"
3:12 Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan."
3:13 Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: "Apakah yang telah kauperbuat ini?" Jawab perempuan itu: "Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan."

Dosa sudah ada di alam semesta sebelum Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa. Ini terbukti dengan hadirnya penggoda itu di Taman Eden dengan kata-kata godaannya. Tapi Alkitab tidak memberikan keterangan tentang kejatuhan Iblis dan malaikat-malaikatnya ke dalam dosa, kecuali asal-mula dosa dalam kaitannya dengan manusia.

Kejadian 3 menceritakan terjadinya peristiwa pencobaan, dan 1 Timotius 2:14 mengulas tentang pencobaan itu (bandingkan dengan Yakobus 1:13-14) :

1 Timotius 2:14
Lagipula bukan Adam yang tergoda, melainkan perempuan itulah yang tergoda dan jatuh ke dalam dosa.

Yakobus 1:13-14
1:13 Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapa pun.
1:14 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.

Serangan iblis ditujukan kepada keutuhan dan kebenaran Allah (bandingkan dengan Kejadian 3:4). Dan silat katanya yang meyakinkan Hawa ialah, bahwa Hawa bersama suaminya akan menjadi sama seperti Allah, yakni akan mengenal yang baik dan yang Jahat (bandingkan dengan Kejadian 3:5). Kepada keinginan durhaka inilah perhatian Hawa dipusatkan, dan secara khusus dalam tanggapannya terungkap bisikan 'pohon itu menarik hati karena memberi pengertian', yang justru adalah tahapan menuju aib dan kemurtadan dalam hati dan pikira Hawa. Reaksi Hawa menunjukkan bahwa Iblis berhasil menjerat kepercayaan Hawa, dan bahwa Hawa membenarkan dakwahan Iblis terhadap kebenaran Allah. Reaksi itu juga menunjukkan bahwa Hawa ingin menjadi sama seperti Allah – tahu yang baik dan yang jahat.

Jenis keinginan atau hawa nafsu itulah yang disoroti untuk melacak asal mula dosa. Hawa memebrikan tempat kepada Iblis, yang seharusnya hanya boleh diduduki Allah saja. Hawa menyetujui serangan Iblis yang bersifat paling menghujat atas kedaulatan Allah. Hawa menginginkan bagi dirinya hak-hak khusus Allah. Dalam kesediaannya berbincang-bincang dengan penggoda, dalam ketiadaan niatnya menolak saran-saran penggoda yang demikian kasar dan lacung, dan dalam persetujuan hatinya secara diam-diam terletak tahapan langkah-langkahnya yang mendahului tindakannya ememkan buah terlarang itu.

Disitulah letak asal mula dosa dan sifatnya yang sesungguhnya. Dosa tidak bermula pada tindakan yang terang-terangan; dosa timbul dari hati dan pikiran

Markus 7:21-23
7:21 sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan,
7:22 perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan.
7:23 Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang."

Kebusukan hati terungkap sendiri dalam perbuatan melanggar perintah Allah; Adam dan Hawa mula-mula sesat dari Allah, barulah kemudian mereka melakukan pelanggaran-pelanggaran nyata. Mereka diahanyutkan oleh ahwa nafsu sendiri dan tergoda. Bagaimana ini dapat terjadi dalam hal mereka?; itulah rahasia asal mula dosa.

Bobot kejahatan dosa yang pertama itu tampak dalam kenyataan, bahwa dosa itu memperkosa kedaulatan Allah dan perintah-Nya dalam hal kekuasaan, kebaikan, hikmat, keadilan, kesetiaan dan kasih-karuniaNya. Pelanggaran berarti membuang kekuasaan Allah, meragukan kebaikan hatiNya, mengingkari hikmahNya, menolak keadilanNya, memutar baikkan kebenaranNya, dan menghinakan kasih karuniaNya. Lawan dari segenap kemaha-sempurnaan Allah ialah dosa. Dan melawan itu tetap watak dosa.
QuoteShare


III. AKIBAT-AKIBAT DOSA

Dosa Adam dan Hawa bukanlah peristiwa yang berdiri sendiri tanpa kaitan. Akibat-akibatnya terhadap mereka, terhadap keturunanya dan terhadap dunia segera kelihatan.

a. Sikap manusia terhadap Allah

Perubahan sikap Adam dan Hawa terhadap Allah menunjukkan pemberontakan yang terjadi di dalam hati mereka 'bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman' (Kejadian 3:8 ), dan 'ditutupilah dirinya dengan cawat' (Kejadian 3 :7). Padahal manusia diciptakan untuk hidup di hadapan Allah dan dalam persekutuan dengan Dia. Tapi sekarang- setelah mereka jatuh ke dalam dosa mereka gentar berjumpa dengan Allah (Bandingkan dengan Yohane 3:20). Rasa malu dan ketakutan yang sekarang merajai hati mereka :

Yohanes 3:20
Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak

Kejadian 2:25
Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu

bandingkan dengan Kejadian 3:7,10) menunjukkan bahwa perpecahan sudah terjadi.

b. Sikap Allah terhadap manusia

Perubahan tidak terjadi pada sikap manusia terhadap Allah, tetapi juga pada sikap Allah terhadap mansuia. Hajaran, hukuman, kutukan dan pengusiran dari Taman Eden, semuanya menandakan perubahan itu. Dosa timbul pada satu pihak, tapi akibat-akibatnya melibatkan dua-pihak. Dosa itu menimbulkan amarah Allah dan memang harus demikian, sebab dosa bertentangan dengan hakikat Allah. Mustahil Allah masa bodoh terhadap dosa, karena mustahil pula Allah menyangkali diriNya sendiri.

c. Akibat-akibatnya terhadap umat manusia

Sejarah umat manusia berikutnya melengkapi daftar kejahatan :

Kejadian 4:8, 19, 23,24
4:8 Kata Kain kepada Habel, adiknya: "Marilah kita pergi ke padang." Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia.
4:19 Lamekh mengambil isteri dua orang; yang satu namanya Ada, yang lain Zila.
4:23 Berkatalah Lamekh kepada kedua isterinya itu: "Ada dan Zila, dengarkanlah suaraku: hai isteri-isteri Lamekh, pasanglah telingamu kepada perkataanku ini: Aku telah membunuh seorang laki-laki karena ia melukai aku, membunuh seorang muda karena ia memukul aku sampai bengkak;
4:24 sebab jika Kain harus dibalaskan tujuh kali lipat, maka Lamekh tujuh puluh tujuh kali lipat."

Kejadian 6:2,3,5
6:2 maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka.
6:3 Berfirmanlah TUHAN: "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja."
6:5 Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,

Dan timbullah kejahatan yang merajalela itu mencapai kesudahannya dalam pemusnahan umat manusia, kecuali 8 orang :

Kejadian 6:7,13
6:7 Berfirmanlah TUHAN: "Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka."
6:13 Berfirmanlah Allah kepada Nuh: "Aku telah memutuskan untuk mengakhiri hidup segala makhluk, sebab bumi telah penuh dengan kekerasan oleh mereka, jadi Aku akan memusnahkan mereka bersama-sama dengan bumi.

Kejadian 7:21-24
7:21 Lalu mati binasalah segala yang hidup, yang bergerak di bumi, burung-burung, ternak dan binatang liar dan segala binatang merayap, yang berkeriapan di bumi, serta semua manusia.
7:22 Matilah segala yang ada nafas hidup dalam hidungnya, segala yang ada di darat.
7:23 Demikianlah dihapuskan Allah segala yang ada, segala yang di muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang melata dan burung-burung di udara, sehingga semuanya itu dihapuskan dari atas bumi; hanya Nuh yang tinggal hidup dan semua yang bersama-sama dengan dia dalam bahtera itu.
7:24 Dan berkuasalah air itu di atas bumi seratus lima puluh hari lamanya.

Kejatuhan manusia ke dalam dosa berakibat tetap dan menyeluruh tidak hanya menimpa Adam dan Hawa, tapi juga menimpa segenap keturunan mereka; dalam hal-ihwal dosa dan kejahatan terkandung solidaritas insani, yakni sama-sama langsung terhisap dalam perbuatan-perbuatan dosa itu dan menanggung segala akibatnya.

d. Akibat-akibatnya terhadap alam semesta

Akibat-akibat dari kejatuhan ke dalam dosa ini, meluas sampai ke alam semesta.

Kejadian 3:17
Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:

bandingkan dengan

Roma 8:20
Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya,

Manusia adalah mahkuta dari seluruh ciptaan, dijadikan menuurt gambar Allah, dan karena itu merupakan wakil Allah:

Kejadian 1:26
Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."

Bencana kejatuhan manusia ke dalam dosa mendatangkan bencana atas alam semesta, yang tadinya atasnya manusia telah dikaruniai kuasa. Dosa adalah peristiwa dalam kawasan rohani manusia, tapi akibatnya menimpa seluruh alam semesta.

e. Munculnya maut

Maut adalah rangkuman hukuman atas dosa. Inilah peringatan yang bertalian dengan larangan di Taman Eden :

Kejadian 2:17
tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."

Dan merupakan pengejawantahan langsung kutuk ilahi atas orang berdosa :

Kejadian 3:19
dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu."

Maut sebagai gejala alamiah, ialah prorandanya unsur-unsur kedirian manusia yang pada asalinya adalah utuh dan padu sejalin. Keporandaan terungkap sejelas-jelasnya dalam terpisahnya manusia dari Allah, yang nyata pada pengusiran manusia dari Taman Eden. Oleh karena dosa, manusia gentar menghadapi kematian :

Lukas 12:5
Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti. Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, takutilah Dia!

Ibrani 2:15
dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.


IV. DOSA DITANGGUNGKAN PADA SEGENAP UMAT MANUSIA

Rekan-rekan Ismael sering "menuduh" bahwa konsep dosa asal, dosa waris, atau apa pun namanya, berasal dari rasul Paulus. Tuduhan itu jelas tidak tepat karena ternyata ide tentang dosa asal itu ada di dalam Perjanjian Lama.

Mazmur 51:5 (Tehillim 51:7)
"Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku." –
"HÊN-BE'ÂVÕN {lihatlah dalam kesalahan} KHOLÂLTÏ {aku dilahirkan} ÛVEKHÊTE' {dan dalam dosa} YEKHEMATNÏ {ia mengandungku} 'IMÏ {ibuku}"

Raja Daud menggunakan 'paralelisme' Ibrani dengan menggunakan dua kata "'ÂVÕN" dan "KHÊT". Paralelisme Ibrani senantiasa mengumandangkan ide kesejajaran, bukan mempertentangkan atau membedakan antara "kesalahan" dan "dosa" karena kedua kata ini ibarat dua sisi mata uang.

1 Yohanes 5:17,
"Semua kejahatan adalah dosa, tetapi ada dosa yang tidak mendatangkan maut." –
"pasa {setiap} adikia {ketidakbenaran} hamartia {dosa} estin {ia adalah} kai {dan} estin {ia adalah} hamartia {dosa} ou {tidak} pros {ke arah} thanaton {maut}"

Alkitab Terjemahan Lama, "Adapun tiap-tiap kesalahan itu dosa; maka ada suatu dosa tiada membawa mati."

The Orthodox Jewish Brit Chadasha, "Kol avon is chet, and there is chet not leading to mavet."

Jadi , jika Daud menulis, "ÛVEKHÊTE' YEKHEMATNÏ 'IMÏ", "dalam dosa aku dikandung ibuku", ditinjau kata yang digunakan oleh The Orthodox Jewish Brit Chadasha (Perjanjian Baru Yahudi Ortodoks) dan dihubungkan dengan Perjanjian Baru Yunani, maka kata "dosa (asal)", Yunani 'hamartia' bersinonim dengan kata Ibrani 'KHÊT'.

Dosa pertama/ dosa asal, yaitu dosa Adam, mempunyai makna dampak yang khas bagi seluruh umat manusia :

Roma 5:12, 14-19
5:12 Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. 5:14 Sungguhpun demikian maut telah berkuasa dari zaman Adam sampai kepada zaman Musa juga atas mereka, yang tidak berbuat dosa dengan cara yang sama seperti yang telah dibuat oleh Adam, yang adalah gambaran Dia yang akan datang.
5:15 Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus.
5:16 Dan kasih karunia tidak berimbangan dengan dosa satu orang. Sebab penghakiman atas satu pelanggaran itu telah mengakibatkan penghukuman, tetapi penganugerahan karunia atas banyak pelanggaran itu mengakibatkan pembenaran.
5:17 Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus.
5:18 Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup.
5:19 Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar.

1 Korintus 15:22
Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus

Memberi penekanan pada pelanggaran yang satu itu oleh manusia yang satu itu, dan hanya karena pelanggalan yang satu itu adalah dosa, hukuman dan maut berkuasa dan menimpa segenap umat manusia. Dosa itu disebut 'seperti telah dibuat oleh Adam', 'pelanggaran sartu orang', 'satu pelanggaran', ' ketidaktaatan satu orang' (Roma 5:14,15,16,19). Pasti yang dimaksudkan adalah pelanggaran pertama dari Adam. Jadi kalimat dalam Roma 5:12 ' karena semua orang telah berbuat dosa ', menunjuk kepada dosa-dosa segenap umat manusia yang terhisap dalam dosa Adam. Itu tidak menunjuk kepada dosa-dosa nyata segenap umat manusia, apalagi kepada kebusukan hati yang diwarisi oleh manusia. Lagipula anak kalimat dari ayat 12 itu tadi jelas menyatakan bagaimana 'semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut' (ayat 15), dan ayat-ayat berikutnya ditekankan 'pelanggaran yang satu itu (TBI 'satu pelanggaran itu').

Jika bukan dosa yang satu itu yang dimaksudkan, maka Paulus telah menandaskan dua hal yang berlainan dengan mengkaitkannya pada pokok yang sama dalam konteks naskah yang sama. Justru satu-satunya keterangan terhadap kedua bentuk pernyataan ini, ialah semua orang terhisap dalam dosa Adam. Kesimpulan itu juga harus diambil dari 1 Korintus 15:22 'didalam Adam semua orang mati'. Maut adalah upah dosa, dan melulu akibat dosa (Roma 6:23). Karena semua orang mati di dalam Adam, maka penyebabnya adalah karena semua berdosa di dalam Adam.

Roma 6:23
Sebab upah 'DOSA' ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita

KJV :
For the wages of sin is death; but the gift of God is eternal life through Jesus Christ our Lord.

ta gar hopsônia tês hamartias thanatos to de charisma tou theou zôê aiônios en christô iêsou tô kuriô êmôn

Menurut Alkitab, Jenis solidaritas pada keterhisapan dengan Adam, yang menerangkan segenap umat manusia terhisap dalam dosa Adam, sama dengan jenis solidaritas dengan Kristus, yakni tersisap dalam karya penyelamatan Kristus bagi semua orang yang dipersatukan dengan Dia. Gambaran kesejajaran Adam dengan Kristus dalam Roma 5:12-19; 1 Korintus 15:22, 45-49 menjelaskan jenis hubungan yang sama antara kedua Tokoh itu dengan manusia :

1 Korintus 15: 22, 45-49
15:22 Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus
15:45 Seperti ada tertulis: "Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup", tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan.
15:46 Tetapi yang mula-mula datang bukanlah yang rohaniah, tetapi yang alamiah; kemudian barulah datang yang rohaniah.
15:47 Manusia pertama berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani, manusia kedua berasal dari sorga.
15:48 Makhluk-makhluk alamiah sama dengan dia yang berasal dari debu tanah dan makhluk-makhluk sorgawi sama dengan Dia yang berasal dari sorga.
15:49 Sama seperti kita telah memakai rupa dari yang alamiah, demikian pula kita akan memakai rupa dari yang sorgawi.

Kita tidak perlu mendalilkan sesuatu kenyataan dalam hal Adam dan umat manusia melebihi apa yang kita jumpai dalam hal Kristus dan UmatNya. Kristus adalah Kepala yang mewakili umatNya. Ke-kepala-an demikianlah yang mutlak mendasari solidaritas segenap umat manusia dalam keterhisapannya berdosa dalam dosa Adam.

Menolak ajaran ini bukan hanya berarti tidak mau menerima kesaksian pasal-pasal yang berkaitan dengannya, tapi juga berarti tidak menghargai hubungan erat antara azas yang menguasai hubungan manusia dengan Adam dan azas yang menguasai tindakan penyelamatan Allah. Kesejajaran Adam sebagai manusia pertama dengan Kristus sebagai Adam terakhir, menunjukkan bahwa azas yang berlaku dan mendasari tercapainya keselamatan dalam Kristus, adalah sama dengan azas yang berlaku yang menghisabkan manusia berdosa dan pewaris kerajaan maut.

Sejarah umat manusia dapat diterangkan sebagai dua sisi yang bertentangan yaitu :

(1) Dosa – kutuk maut
(2) Keadil-benaran pembenaran – hidup

Yang pertama timbul dari kesatuan manusia dengan Adam, yang kedua dari kesatuan dengan Kristus. Hanya kedua inilah sarana yang ada, yang didalamnya manusia hidup dan bergerak. Pemerintahan Allah terhadap manusia ditata sesuai bentuk kedua sisi itu. Jika kita mengabaikan Adam, maka kita tak akan mengerti Kristus dengan sesungguhnya. Semua yang mati – mati didalam Adam; semua yang dihidupkan – dihidupkan dalam Kristus.
QuoteShare

V. HATI YANG BUSUK

Dosa tidak pernah melulu hanya berupa tindak pelanggaran yang disengaja/ dengan dengaja. Setiap keinginan melakukan tindak kejahatan adalah sudah menjadi kejahatan itu sendiri. Sedangkan perbuatan dosa adalah pertanda dari hati yang berdosa itu :

Markus 7:20-23
7:20 Kata-Nya lagi: "Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya,
7:21 sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan,
7:22 perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan.
7:23 Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang."

bandingkan dengan :

Amsal 4:23-24
4:23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.
4:24 Buanglah mulut serong dari padamu dan jauhkanlah bibir yang dolak-dalik dari padamu

Justru dosa senantiasa melibatkan hati, akal budi, pembawaan dan kehendak secara jungkir-balik. Ini benar seperti jelas nampak dalam peristiwa dosa pertama, dan berlaku pada semua tindak perbuatan dosa. Karena dosa Adam ditimpakan dan titanggungkan kepada segenap keturunannya, maka segenap umat manusia terhisap langsung dalam kejatuhan itu. Bila tidak, maka dosa Adam menjadi tanpa arti, demikian juga dengan pertanggungan dan keterhisapan itu tinggal maya. Maka, dapatlah dimengerti penegasan Paulus ini :

Roma 5:19
Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar.

Kebusukan yang ditimbulkan oleh dosa dan yang didalamnya semua manusia lahir ke bumi, adalah dasar keterhisapan manusia langsung terlibat dalam dosa Adam. Dengan tepat Daud menyimpulkannya "Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku." (Mazmur 51:7). Dan tentang hal itu Tuhan Yesus telah berkata "Apa yang dilahirkan dari daging adalah daging" (Yohanes 3:6).

Kesaksian Alkitab mengenai kebusukan hati yang sifatnya merembes rata dan menyeluruh ini adalah gamblang. Kejadian 6:5; 8:21 menyajikan bobot kualitasnya :

Kejadian 6:5
Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,

Kejadian 8:21
Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya: "Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan.
Kedua ayat diatas jelas menyatakan kecenderungan hati manusia - suatu ungkapan yang pemanakainnya dalam Alkitab adalah wajar dan tepat, untuk menelanjangi sifat kebusukan hati manusia.

Dakwaan kejadian 6:5 tidak dibatasi dalam zaman pra Air-Bah saja, dan ini jelas dari kejadian 8:21. Justru sifat 'kedosaaan' itu sudah kokoh, mantap dan berlangsung terus. Karena itu tak satupun upaya manusiawi akan mampu mengobatinya. Orang tidak akan mampu meniadakan kesaksian yang terukhir dalam pernyataan Allah ini. Tak ada kemungkinan lain kecuali bahwa fakta kebusukan hati itu adalah bersifat menyeluruh, baik dilihat dari kehebatan bobotnya maupun dari luasnya. Fakta itu mencakup hati manusia yang paling hakiki dan merupakan ciri khas dari watak manusia.

Kesaksian Alkitab berikutnya tentang 'keberdosaan' manusia adalah sama. YHVH menyelidiki hati dan menguji batin manusia (lihat Yeremia 17:10), dan hasilnya "Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?" (Yeremia 17:9).

Rasul Paulus dalam Roma 3:10-18, menutip beberapa nas PL, khususnya Mazmur pasal 14 dan 53, dimana dipaparkan tuduhan-tuduhan yang paling berat terhadap manusia. Tidak ada yang terkecuali! Hal ini jelas terlihat baik dalam konteksnya maupun dari tuduhan itu sendiri. Ayat-ayat yang menyusuli Roma 3:9 mengukuhkan kenyataanbahwa baik orang Yahudi maupun orang Yunani – mereka semuanya adalah sama dan sama-sama dibawah kekuasaan dosa. Ayat-ayat itu juga menujukkan betapa busuknya hati akibat dosa.

Roma 3:10-18
3:10 seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorang pun tidak.
3:11 Tidak ada seorang pun yang berakal budi, tidak ada seorang pun yang mencari Allah.
3:12 Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorang pun tidak.
3:13 Kerongkongan mereka seperti kubur yang ternganga, lidah mereka merayu-rayu, bibir mereka mengandung bisa.
3:14 Mulut mereka penuh dengan sumpah serapah,
3:15 kaki mereka cepat untuk menumpahkan darah.
3:16 Keruntuhan dan kebinasaan mereka tinggalkan di jalan mereka,
3:17 dan jalan damai tidak mereka kenal;
3:18 rasa takut kepada Allah tidak ada pada orang itu."

Oleh pernyataan 'tidak ada yang benar, seorangpun tidak' dan penyataan-pernyataan berikutnya, maka dari sudut manapun manusia dilihat, dirinya secara menyeluruh alpha total akan apa yang baik atau berkenan di mata Allah.

Dalam rangka nada yang sama, Roma 8:5-7,menelanjangi keinginan daging yang sedemikian tajamnya bertentangan dengan keinginan Roh. Penggunaan istilah 'keinginan daging' adalah dalam arti susila yang menghunjuk kepada kodrat manusia yang dikendalikan dan sikuasai oleh dosa.

Roma 8:5-7
8:5 Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh.
8:6 Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.
8:7 Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.

Dan itulah pula yang dimaksudkan Tuhan Yesus dengan "Apa yang dilahirkan dari daging adalah daging" dalam Yohanes 3:6. Jadi, apabila Paulus berkata bahwa 'keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah' (Roma 8:7), maka istilah itu disini berarti 'pikiran' Allah (Yunani. phronema). Dengan perkataan lain, pikiran dan jalan pikiran manusia dikuasai dan ditentukan oleh permusuhan terhadap Allah; bahkan pikiran daging itu sendiri sama dengan perseteruan itu. Perseteruan ialah tindak-tanduk manusia yang paling asli dan khas. Di tempat dimana kemuliaan Allah menuntut penjelmaan yang paling nyata, justru disitulah perseteruan itu paling hebat.

Walaupun mungkin orang-orang yang berhati busuk masih melakukan hal-hal yang dituntut hukum Taurat, namun mereka tidak taat terhadap hukum Taurat Allah melulu oleh perseteruan itu (Reff : Roma 8:7; 1 Korintus 2:14 bandingkan dengan Matius 6:2,5,16 ; Markus 7:6-7; Roma 13:4; 1 Korintus 10:31; 13:3; Titus 1:15; 3:5; Ibrani 11:4,6).

VI. KETIDAKMAMPUAN

Ketidakmampuan manusia melakukan yang baik adalah akibat ketiadaan kapasitasnya, yang menjadi tiada sebab kodrat hatinya yang busuk. Karena kebusukan hati itu menyeluruh, maka menyeluruh pula ketidakmampuan manusia untuk melakukan yang baik dan membuat hati Allah senang.

Kita tidak akan mampu mengubah watak kita atau berperilaku lain dari itu. Dalam hal pengertian, manusia duniawi tidak akan dapat memahami hal-hal yang berasal dari Roh Allah, sebab hal-hal itu hanya dapat dilihat dengan mata rohani :

1 Korintus 2:14
Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.

Mengenai ketaatan kepada hukum taurat Allah, manusia duniawi bukan hanya tidak tunduk kapada hukum Taurat Allah, tapi bahkan tidak bisa (Roma 8:7). Mereka yang hidup menurut daging tak dapat menyenangkan hati Allah. Pohon yang tidak baik tak mungkin menghasilkan buah yang baik (Matius 7:18 ). Ketidak-mungkinan pada kedua kasus itu tak dapat disangkal. Tuhan Yesus sendiri mengatakan, bahwa iman kepadaNya sekalipun adalah tak mungkin tanpa karunia dan tarikan Allah Bapa :

Yohanes 6:44-65
6:44 Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.
6:45 Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku.
6:46 Hal itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa. Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa.

Kesaksian ini sama maknanya dengan ucapanNya yang tegas, bahwa seorangpun tak dapat mengerti Kerajaan Allah atau masuk ke dalamnya sebelum ia dilahirkan kembali dari air dan Roh (Yohanes 3:2,5-6,8 bandingkan dengan Yohanes 1:13; 1 Yohanes 2:29; 3:9; 4:7; 5:1,4,18 ).

Mutlaknya dan pentingnya perubahan radikal seperti penciptaanbaru itu, membuktikan betapa gawatnya kedosaan manusia yang tanpa asa. Seluruh kesaksian Alkitab yang bertalian tentang manusia diperbudak dosa, menyimpulkan bahwa manusia duniawi – mustahil menerima hal-hal yang berasal dari Roh Allah, mustahil mengasihi Allah dan melakukan sesuatu yang menjadi pradalil Injil, dan kemuliaan Injil adalah justru menyediakan kelepasan dari belenggu pernghambaan dosa. Injil inilah Kabar Baik tentang kasih karunia dan kuasa bagi segenap umat manusia yang pada dirinya tidak berdaya sama sekali.

VII. TANGGUNG-JAWAB

Karena dosa adalah sikap menentang Allah, maka Allah tak dapat membiarkan dosa. Allah bertindak melawannya. Dan tindakanNya yang khas adalah murkaNya. Akan halnya Alkitab berulang kali menyebut murka Allah, mendorong kita memperhitungkan kenyataan arti murka-Nya itu. PL menggunakan beberapa istilah untuk murka. Istilah bahasa Ibrani untuk Murka adalah 'AF dalam arti marah, dan 'KHARON 'AF untuk mengungkapkan kehebatan murka-Nya itu :

Keluaran 4:14
Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap Musa dan Ia berfirman: "Bukankah di situ Harun, orang Lewi itu, kakakmu? Aku tahu, bahwa ia pandai bicara; lagipula ia telah berangkat menjumpai engkau, dan apabila ia melihat engkau, ia akan bersukacita dalam hatinya.
VAYIKHAR-AF YEHOVA BEMOSHE VAYOMER HALO AHARON AKHIKHA HALEVI YADATI KI-DABER YEDABER HU VEGAM HINE-HU YOTSE LIKRATEKHA VERAAKHA VESAMAKH BELIBO

Keluaran 32:12
Mengapakah orang Mesir akan berkata: Dia membawa mereka keluar dengan maksud menimpakan malapetaka kepada mereka dan membunuh mereka di gunung dan membinasakannya dari muka bumi? Berbaliklah dari murka-Mu yang bernyala-nyala itu dan menyesallah karena malapetaka yang hendak Kaudatangkan kepada umat-Mu.
LAMA YOMRU MITSRAYIM LEMOR BERAA HOTSIAM LAHAROG OTAM BEHARIM ULEKHALOTAM MEAL PENEI HAADAMA SHUV MEKHARON APEKHA VEHINAKHEM AL-HARAA LEAMEKHA

Bilangan 11:10
Ketika Musa mendengar bangsa itu, yaitu orang-orang dari setiap kaum, menangis di depan pintu kemahnya, bangkitlah murka TUHAN dengan sangat, dan hal itu dipandang jahat oleh Musa.
VAYISHMA MOSHE ET-HAAM BOKHE LEMISHPEKHOTAV ISH LEFETAKH AHOLO VAYIKHAR-AF YEHOVA MEOD UVEEINEI MOSHE RA

Bilangan 22:22
Tetapi bangkitlah murka Allah ketika ia pergi, dan berdirilah Malaikat TUHAN di jalan sebagai lawannya. Bileam mengendarai keledainya yang betina dan dua orang bujangnya ada bersama-sama dengan dia.
VAYIKHAR-AF ELOHIM KI-HOLEKH HU VAYITYATSEV MALAKH YEHOVA BADEREKH LESATAN LO VEHU ROKHEV AL-ATONO USHENEI NEARAV IMO

Yosua 7:1
Tetapi orang Israel berubah setia dengan mengambil barang-barang yang dikhususkan itu, karena Akhan bin Karmi bin Zabdi bin Zerah, dari suku Yehuda, mengambil sesuatu dari barang-barang yang dikhususkan itu. Lalu bangkitlah murka TUHAN terhadap orang Israel.
VAYIMALU VENEI-YISRAEL MAAL BAKHEREM VAYIKAKH AKHAN BEN-KARMI VEN-ZAVDI VEN-ZERAKH LEMATE YEHUDA MIN-HAKHEREM VAYIKHAR-AF YEHOVA BIVNEI YIS.RAEL

Ayub 42:7
Setelah TUHAN mengucapkan firman itu kepada Ayub, maka firman TUHAN kepada Elifas, orang Téman: "Murka-Ku menyala terhadap engkau dan terhadap kedua sahabatmu, karena kamu tidak berkata benar tentang Aku seperti hamba-Ku Ayub.
VAYEHI AKHAR DIBER YEHOVA ET-HADEVARIM HAELE EL-IYOV VAYOMER YEHOVA EL-ELIFAZ HATEIMANI KHARA API VEKHA UVISHNEI REEIKHA KI LO DIBARTEM ELAI NEKHONA KEAVDI IYOV

Mazmur 21:10
Engkau akan membuat mereka seperti perapian yang menyala-nyala, pada waktu Engkau menampakkan Diri, ya TUHAN. Murka TUHAN akan menelan mereka, dan api akan memakan mereka.

TESHITEMO KETANUR ESH LEET PANEIKHA YEHOVA BEAPO YEVALEM VETOKHLEM ESH

Yesaya 10:5
Celakalah Asyur, yang menjadi cambuk murka-Ku dan yang menjadi tongkat amarah-Ku! HOI ASHUR SHEVET API UMATE-HU VEYADAM ZAMI

Nahum 1:6
Siapakah yang tahan berdiri menghadapi geram-Nya? Dan siapakah yang tahan tegak terhadap murka-Nya yang bernyala-nyala? Kehangatan amarah-Nya tercurah seperti api, dan gunung-gunung batu menjadi roboh di hadapan-Nya.
LIFNEI ZAMO MI YAAMOD UMI YAKUM BAKHARON APO KHAMATO NITKHA KHAESH VEHATSURIM NITTSU MIMENU

Zefanya 2:2-3
2:2 sebelum kamu dihalau seperti sekam yang tertiup, sebelum datang ke atasmu murka TUHAN yang bernyala-nyala itu, sebelum datang ke atasmu hari kemurkaan TUHAN
BETEREM LEDET KHOK KEMOTS AVAR YOM BETEREM LO-YAVO ALEIKHEM KHARON AF- YEHOVA BETEREM LO-YAVO ALEIKHEM YOM AF- YEHOVA
2:3 Carilah TUHAN, hai semua orang yang rendah hati di negeri, yang melakukan hukum-Nya; carilah keadilan, carilah kerendahan hati; mungkin kamu akan terlindung pada hari kemurkaan TUHAN.
BAKSHU ET- YEHOVA KOL-ANVEI HA.ARETS ASHER MISHPATO PAALU BAKSHU-TSEDEK BAKSHU ANAVA ULAI TISATRU BEYOM AF- YEHOVA

Kata KHEMAH juga berulang-ulang digunakan, misalnya dalam :

Ulangan 29:23
seluruh tanahnya yang telah hangus oleh belerang dan garam, yang tidak ditaburi, tidak menumbuhkan apa-apa dan tidak ada tumbuh-tumbuhan apa pun yang timbul dari padanya, seperti pada waktu ditunggangbalikkan-Nya Sodom, Gomora, Adma dan Zeboim, yakni yang ditunggangbalikkan TUHAN dalam murka dan kepanasan amarah-Nya –
GAFRIT VAMELAKH SEREFA KHOL-ARTSA LO TIZARA VELO TATSMIAKH VELO-YAALE VA KOL-ESEV KEMAHPEKHAT SEDOM VAAMORA ADMA UTSEVOYIM UTSEVOYIM ASHER HAFAKH YEHOVA BEAPO UVAKHAMATO

Mazmur 6:2
Ya TUHAN, janganlah menghukum aku dalam murka-Mu, dan janganlah menghajar aku dalam kepanasan amarah-Mu.
YEHVA AL-BEAPKHA TOKHIKHENI VEAL-BAKHAMATKHA TEYASRENI

Mazmur 79:6
Tumpahkanlah amarah-Mu ke atas bangsa-bangsa yang tidak mengenal Engkau, ke atas kerajaan-kerajaan yang tidak menyerukan nama-Mu;
SHEFOKH KHAMATKHA EL-HAGOYIM ASHER LO-YEDAUKHA VEAL MAMLAKHOT ASHER BESHIMKHA LO KARAU

Mazmur 90:7
Sungguh, kami habis lenyap karena murka-Mu, dan karena kehangatan amarah-Mu kami terkejut.
KI-KHALINU VEAPEKHA UVAKHAMATKHA NIVHALNU

Yeremia 7:20
Sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: Sesungguhnya, murka-Ku dan kehangatan amarah-Ku akan tercurah ke tempat ini, ke atas manusia, ke atas hewan, ke atas pohon-pohonan di padang dan ke atas hasil tanah; amarah itu akan menyala-nyala dengan tidak padam-padam."
LAKHEN KO-AMAR YEHOVA ELOHIM HINE API VAKHAMATI NITEKHET EL-HAMAKOM HAZE AL-HAADAM VEAL-HABEHEMA VEAL-ETS HASADE VEAL-PERI HAADAMA UVAARA VELO TIKHBE

Nahum 1:2
TUHAN itu Allah yang cemburu dan pembalas, TUHAN itu pembalas dan penuh kehangatan amarah. TUHAN itu pembalas kepada para lawan-Nya dan pendendam kepada para musuh-Nya.
EL KANO VENOKEM YEHOVA NOKEM YEHOVA UVAAL KHEMA NOKEM YEHOVA LETSARAV VENOTER HU LEOIVAV

Kata EVRA juga berulang-ulang digunakan, misalnya dalam :

Mazmur 78:49
Ia melepaskan kepada mereka murka-Nya yang menyala-nyala, kegemasan, kegeraman dan kesesakan, suatu pasukan malaikat yang membawa malapetaka;
YESHALAKH-BAM KHARON APO EVRA VAZAAM VETSARA MISHLAKHAT MALAKHEI RAIM

Yesaya 9:18
Oleh karena murka TUHAN semesta alam, terbakarlah tanah itu, dan bangsa itu menjadi makanan api; seorang pun tidak mengasihani saudaranya.
BEEVRAT YEHOVA TSEVAOT NETAM ARETS VAYEHI HAAM KEMAAKHOLET ESH ISH EL-AKHIV LO YAKHMOLU

Yesaya 10:6
Aku akan menyuruhnya terhadap bangsa yang murtad, dan Aku akan memerintahkannya melawan umat sasaran murka-Ku, untuk melakukan perampasan dan penjarahan, dan untuk menginjak-injak mereka seperti lumpur di jalan.
BEGOI KHANEF ASHALKHENU VEAL-AM EVRATI ATSAVENU LISHLOL SHALAL VELAVOZ BAZ ULESHOYMO ULESUMO MIRMAS KEKHOMER KHUTSOT

Yehezkiel 7:19
Perak mereka akan dicampakkan ke luar dan emas mereka akan dianggap cemar. Emas dan peraknya tidak akan dapat menyelamatkan mereka pada hari kemurkaan TUHAN. Mereka tidak akan kenyang karenanya dan perut mereka tidak akan terisi dengannya. Sebab hal itu menjadi batu sandungan, yang menjatuhkan mereka ke dalam kesalahan.
KASPAM BAKHUTSOT YASHLIKHU UZEHAVAM LENIDA YIHYE KASPAM UZEHAVAM LO-YUKHAL LEHATSILAM BEYOM EVRAT YEHOVA NAFSHAM LO YESABEU UMEEIHEM LO YEMALEU KI-MIKHSHOL AVONAM HAYA

Hosea 5:10
Para pemuka Yehuda adalah seperti orang-orang yang menggeser batas; ke atas mereka akan Kucurahkan gemas-Ku seperti air.
HAYU SAREI YEHUDA KEMASIGEI GEVUL ALEIHEM ESHPOKH KAMAYIM EVRATI

Kata KETSEF juga berulang-ulang digunakan, misalnya dalam :

Ulangan 29:28
TUHAN telah menyentakkan mereka dari tanah mereka dalam murka dan kepanasan amarah dan gusar-Nya yang hebat, lalu melemparkan mereka ke negeri lain, seperti yang terjadi sekarang ini.
VAYITSHEM YEHOVA MEAL ADMATAM BEAF UVEKHEMA UVEKETSEF GADOL VAYASHLIKHEM EL-ERETS AKHERET KAYOM HAZE

Mazmur 38:2
TUHAN, janganlah menghukum aku dalam geram-Mu, dan janganlah menghajar aku dalam kepanasan murka-Mu;
YEHVA AL-BEKETSPEKHA TOKHIKHENI UVAKHAMATKHA TEYASRENI

Yeremia 32:37
Sesungguhnya, Aku mengumpulkan mereka dari segala negeri, ke mana Aku mencerai-beraikan mereka karena murka-Ku, kehangatan amarah-Ku dan gusar-Ku yang besar, dan Aku akan mengembalikan mereka ke tempat ini dan akan membuat mereka diam dengan tenteram.
HINNI MEKABTSAM MIKOL-HAARATSOT ASHER HIDAKHTIM SHAM BEAPI UVAKHAMATI UVEKETSEF GADOL VAHASHIVOTIM EL-HAMAKOM HAZE VEHOSHAVTIM LAVETAKH

Yeremia 50:13
Karena murka TUHAN negeri itu tidak akan didiami lagi, sama sekali akan menjadi tempat tandus. Setiap orang yang melewati Babel akan merasa ngeri dan akan bersuit karena pukulan-pukulan yang dideritanya.
MIKETSEF YEHOVA LO TESHEV VEHAITA SHEMAMA KULA KOL OVER AL-BAVEL YISHOM VEYISHROK AL-KOL-MAKOTEIHA

Zakaria 1:2
"Sangat murka TUHAN atas nenek moyangmu
KATSAF YEHOVA AL-AVOTEIKHEM KATSEF

Cukup sering dipakai dan perlu disebut; demikian juga dngan ZA’AM yang melahirkan perasaan berang :

Mazmur 38:4
Tidak ada yang sehat pada dagingku oleh karena amarah-Mu, tidak ada yang selamat pada tulang-tulangku oleh karena dosaku; EIN-METOM BIVSARI MIPNEI ZAMEKHA EIN-SHALOM BAATSAMAI MIPNEI KHATATI

Mazmur 69:25
Tumpahkanlah amarah-Mu ke atas mereka, dan biarlah murka-Mu yang menyala-nyala menimpa mereka. SHEFAKH-ALEIHEM ZAMEKHA VAKHARON APKHA YASIGEM

Mazmur 78:50
Ia membiarkan murka-Nya berkobar, Ia tidak mencegah jiwa mereka dari maut, nyawa mereka diserahkan-Nya kepada penyakit sampar; YEFALES NATIV LEAPO LO-KHASAKH MIMAVET NAFSHAM VEKHAYATAM LADEVER HISGIR

Yesaya 10:5
Celakalah Asyur, yang menjadi cambuk murka-Ku dan yang menjadi tongkat amarah-Ku! HOI ASHUR SHEVET API UMATE-HU VEYADAM ZAMI

Yehezkiel 22:31
Maka Aku mencurahkan geram-Ku atas mereka dan membinasakan mereka dengan api kemurkaan-Ku; kelakuan mereka Kutimpakan atas kepala mereka, demikianlah firman Tuhan ALLAH.
VAESHPOKH ALEIHEM ZAMI BEESH EVRATI KILITIM DARKAM BEROSHAM NATATI NEUM ADONAI YEHEVI

Nahum 1:6
Siapakah yang tahan berdiri menghadapi geram-Nya? Dan siapakah yang tahan tegak terhadap murka-Nya yang bernyala-nyala? Kehangatan amarah-Nya tercurah seperti api, dan gunung-gunung batu menjadi roboh di hadapan-Nya. LIFNEI ZAMO MI YAAMOD UMI YAKUM BAKHARON APO KHAMATO NITKHA KHAESH VEHATSURIM NITTSU MIMENU

Jelas kehihatan bahwa dalam PL banyak ayat mengenai murka Allah. Sering beberapa istilah sama-sama tampil dalam satu ayat untuk menguatkan dan meneguhkan pikiran yang dilukiskannya. Istilah-istilah itu sendiri mengandung kehebatan pada dirinya dan dalam susunan kalimat dimana kata-kata itu dipakai, untuk mengungkapkan ketidaksenangan yang membara, rasa murka yang menyala-nyala dan pembalasan yang kudus.

Istilah-istilah Yunaninya adalah orgê dan thymos. Yang pertama kerap kali bertalian dengan murka Allah dalam PB :

Yohanes 3:36
3:36 Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya." o pisteuôn eis ton uion echei zôên aiônion o de apeithôn tô uiô ouk opsetai tên zôên all ê orgê tou theou menei ep auton

Roma 1:18
Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman. apokaluptetai gar orgê theou ap ouranou epi pasan asebeian kai adikian anthrôpôn tôn tên alêtheian en adikia katechontôn

Roma 2:5,8
2:5 Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat, engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari waktu mana murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan.
kata de tên sklêrotêta sou kai ametanoêton kardian thêsaurizeis seautô orgên en êmera orgês kai apokalupseôs kai dikaiokrisias tou theou
2:8 tetapi murka dan geram kepada mereka yang mencari kepentingan sendiri, yang tidak taat kepada kebenaran, melainkan taat kepada kelaliman. tois de ex eritheias kai apeithousin men tê alêtheia peithomenois de tê adikia thumos kai orgê

Roma 3:5
Tetapi jika ketidakbenaran kita menunjukkan kebenaran Allah, apakah yang akan kita katakan? Tidak adilkah Allah -- aku berkata sebagai manusia -- jika Ia menampakkan murka-Nya? ei de ê adikia êmôn theou dikaiosunên sunistêsin ti eroumen mê adikos o theos o epipherôn tên orgên kata anthrôpon legô

Roma 5:9
Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah. pollô oun mallon dikaiôthentes nun en tô aimati autou sôthêsometha di autou apo tês orgês

Roma 9:22
Jadi, kalau untuk menunjukkan murka-Nya dan menyatakan kuasa-Nya, Allah menaruh kesabaran yang besar terhadap benda-benda kemurkaan-Nya, yang telah disiapkan untuk kebinasaan -- ei de thelôn o theos endeixasthai tên orgên kai gnôrisai to dunaton autou ênegken en pollê makrothumia skeuê orgês katêrtismena eis apôleian

Efesus 2:3
Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain. en ois kai êmeis pantes anestraphêmen pote en tais epithumiais tês sarkos êmôn poiountes ta thelêmata tês sarkos kai tôn dianoiôn kai êmen tekna phusei orgês ôs kai oi loipoi

Efesus 5:6
Janganlah kamu disesatkan orang dengan kata-kata yang hampa, karena hal-hal yang demikian mendatangkan murka Allah atas orang-orang durhaka. mêdeis umas apatatô kenois logois dia tauta gar erchetai ê orgê tou theou epi tous uious tês apeitheias

1 Tesaolonika 1:10
dan untuk menantikan kedatangan Anak-Nya dari sorga, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati, yaitu Yesus, yang menyelamatkan kita dari murka yang akan datang. kai anamenein ton uion autou ek tôn ouranôn on êgeiren ek tôn nekrôn iêsoun ton ruomenon êmas apo tês orgês tês erchomenês

Ibrani 3:11
sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku: Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku." ôs ômosa en tê orgê mou ei eiseleusontai eis tên katapausin mou

Wahyu 6:17
Sebab sudah tiba hari besar murka mereka dan siapakah yang dapat bertahan
oti êlthen ê êmera ê megalê tês orgês autou kai tis dunatai stathênai

Yang terakhir agak jarang

Bandingkan dengan :

Roma 2:8
tetapi murka dan geram kepada mereka yang mencari kepentingan sendiri, yang TIDAK TAAT kepada kebenaran, melainkan taat kepada kelaliman. tois de ex eritheias kai apeithousin men tê alêtheia peithomenois de tê adikia thumos kai orgê

wahyu 14:10
maka ia akan minum dari anggur murka Allah, yang disediakan tanpa campuran dalam cawan murka-Nya; dan ia akan disiksa dengan api dan belerang di depan mata malaikat-malaikat kudus dan di depan mata Anak Domba. kai autos pietai ek tou oinou tou thumou tou theou tou kekerasmenou akratou en tô potêriô tês orgês autou kai basanisthêsetai en puri kai theiô enôpion tôn agiôn aggelôn kai enôpion tou arniou

14:19 Lalu malaikat itu mengayunkan sabitnya ke atas bumi, dan memotong buah pohon anggur di bumi dan melemparkannya ke dalam kilangan besar, yaitu murka Allah. kai ebalen o aggelos to drepanon autou eis tên gên kai etrugêse tên ampelon tês gês kai ebalen eis tên lênon tou thumou tou theou tên megalên

Wahyu 16:1
Dan aku mendengar suara yang nyaring dari dalam Bait Suci berkata kepada ketujuh malaikat itu: "Pergilah dan tumpahkanlah ketujuh cawan murka Allah itu ke atas bumi."
16:1 kai êkousa phônês megalês ek tou naou legousês tois epta aggelois upagete kai ekcheate tas phialas tou thumou tou theou eis tên gên

Wahyu 16:19
Lalu terbelahlah kota besar itu menjadi tiga bagian dan runtuhlah kota-kota bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Maka teringatlah Allah akan Babel yang besar itu untuk memberikan kepadanya cawan yang penuh dengan anggur kegeraman murka-Nya. kai egeneto ê polis ê megalê eis tria merê kai ai poleis tôn ethnôn epeson kai babulôn ê megalê emnêsthê enôpion tou theou dounai autê to potêrion tou oinou tou thumou tês orgês autou


Wahyu 19:15
Dan dari mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam yang akan memukul segala bangsa. Dan Ia akan menggembalakan mereka dengan gada besi dan Ia akan memeras anggur dalam kilangan anggur, yaitu kegeraman murka Allah, Yang Mahakuasa. kai ek tou stomatos autou ekporeuetai romphaia distomos oxeia ina en autê patassê ta ethnê kai autos poimanei autous en rabdô sidêra kai autos patei tên lênon tou oinou tou thumou kai tês orgês tou theou tou pantokratoros


Lihat zêlos dalam ayat ini :


Ibrani 10:27
Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka. phobera {YANG MENAKUTKAN} de {SEBALIKNYA} tis {SUATU} ekdochê {PENANTIAN} kriseôs {(kan) PENGHAKIMAN} kai {DAN} puros {API} zêlos {DASYAT} esthiein {MEMAKAN} mellontos {BERSEGERA} tous {(orang-orang)} upenantious {YANG MENENTANG}


Karena itu murka Allah adalah suatu kenyataan yang sungguh, dan bahasa serta ajaran Alkitab mengukirkan ke dalam hati kita kesungguhan tersebut yang menjadi ciri khasnya. Ada tiga hal pokok yang perlu diketahui :

Pertama, muka Allah janganlah diartikan dalam bentuk dan sifat kemarahan yang kalap tidak menentu, seperti lazimnya kemarahan manusia. Murka Allah adalah rasa tidak senang atas pertimbangan yang benar-benar matang dan tegas yang dituntut oleh kekudusanNya.

Kedua, Murka Allah janganlah diartikan sebagai dipacu oleh dendam, melainkan kemarahan yang kudus; tidak ada sekelumitpun sikap kedengkian dalamNya. Murka Allah bukanlah permusuhan yang timbul di hati yang bususk, melainkan kebencian yang benar dan pada tempatnya.

Ketiga, tidak boleh merendahkan murka Allah menjadi kemauan menghukum. Murka ialah pengejawantahan positif dari ketidakpuasan, tepat seperti apa yang menyenangkan hati Allah memberikan kepuasan kepadaNya. Janganlah meniadakan dari Allah apa yang kita sebut perasaan hati. Murka Allah mempunyai padanannya dalam hati manusia, yang terungkap sempurna dalam teladan Yesus sendiri, bandingkan dengan ayat ini:

Markus 3:5
Ia berdukacita karena kedegilan mereka dan dengan marah Ia memandang sekeliling-Nya kepada mereka lalu Ia berkata kepada orang itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Dan ia mengulurkannya, maka sembuhlah tangannya itu.

Markus 10:14
Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: "Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.

Justru simpul tanggung jawab karena dosa ialah murka Allah. Dan karena dosa tak pernah tanpa oknum persona, tapi justru dalamnya, dan pelakunya, yakni oknum persona itu, maka murka Allah tertuang dalam ketidaksenangan yang tertuju kepada manusia; manusia – kitalah objek murka-Nya itu. Siksaan yang bersifat hukuman yang diderita manusia adalah ungkapan murka Allah. Rasa bersalah dan tersiksa adalah pantulan di alam sadar kita akan ketidak senangan Allah. Bobot inti kebinasaan terakhir adalah siksaan yang tak terbatas akibat murka Allah bandingkan dengan :

Yesaya 30:33
Sebab dari dahulu sudah diatur tempat pembakaran -- bukankah itu untuk raja -- dasarnya dibuat dalam dan lapang, pancakanya penuh api dan kayu; nafas TUHAN menghanguskannya seperti sungai belerang.

Yesaya 66:24
Mereka akan keluar dan akan memandangi bangkai orang-orang yang telah memberontak kepada-Ku. Di situ ulat-ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam, maka semuanya akan menjadi kengerian bagi segala yang hidup.

Daniel 12:2
Dan banyak dari antara orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah, akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal.

Markus 9:43-45
9:43 Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung dari pada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan;
9:45 Dan jika kakimu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan timpang, dari pada dengan utuh kedua kakimu dicampakkan ke dalam neraka.



Jaminsen

Welcome, TO BE LIKE JESUS

Post a Comment

Previous Post Next Post