KEHENDAK BEBAS ADA PADA PRIBADI
Dalam teologi Kristen, kejatuhan Adam berkaitan dengan kehendak bebas (free will) yang bekerja melalui natur manusia.
Perlu dibedakan:
- Natur manusia = kemampuan dasar manusia:
- berpikir
- mengasihi
- memilih
- berkehendak
Natur manusia ciptaan awal itu “sungguh amat baik” (Kejadian 1:31). Jadi natur Adam pada awalnya bukan natur berdosa.
- Kehendak bebas = kemampuan pribadi untuk menggunakan kehendak itu menuju TAAT atau TIDAK TAAT.
Jadi yang menyebabkan Adam jatuh bukan karena:
- natur manusia itu jahat sejak awal
- atau kehendak sebagai fakultas itu sendiri jahat
melainkan karena:
- kehendak bebas Adam memilih melawan Allah.
Secara sederhana:
- natur = memiliki kapasitas untuk memilih
- kehendak bebas = penggunaan kapasitas itu
- dosa = penyalahgunaan kebebasan itu
Bapa Gereja seperti Augustinus dari Hippo menjelaskan bahwa kejahatan bukan “substansi” ciptaan Allah, melainkan pembelokan kehendak dari kebaikan tertinggi menuju diri sendiri atau ciptaan.
Maka kejatuhan terjadi ketika:
- kehendak manusia yang sebenarnya baik
- bergerak menjauh dari kehendak Allah.
Sebelum jatuh:
- Adam bisa taat
- bisa juga tidak taat
Sesudah jatuh:
- natur manusia menjadi rusak/lemah oleh dosa
- kehendak tetap ada
- tetapi condong kepada dosa.
Itulah sebabnya dalam banyak tradisi Kristen, keselamatan dipahami bukan sekadar pengampunan hukum, tetapi juga:
- pemulihan natur
- penyembuhan kehendak
- penyatuan kembali manusia dengan Allah.
Hubungannya dengan Kristologi: Yesus Kristus datang sebagai “Adam terakhir” (1 Korintus 15:45), dengan:
- natur manusia sejati
- kehendak manusia sejati
tetapi kehendak manusia-Nya selalu harmonis dengan kehendak ilahi, sehingga Ia membalik kegagalan Adam melalui ketaatan-Nya.
APA YANG MEMBUAT ADAM JATUH DALAM DOSA
Tentu. Dalam Alkitab, kejatuhan Adam menunjukkan bahwa manusia memakai kehendak bebasnya untuk melawan perintah Allah, bukan karena Allah menciptakan natur manusia sebagai jahat.
1. Natur manusia mula-mula baik
Allah menciptakan manusia dalam keadaan baik.
Kejadian 1:26-27
Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."
Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.
Kejadian 1:31
Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.
Jadi:
- natur manusia = baik
- kehendak manusia = baik
- belum ada dosa.
2. Adam diberi kebebasan memilih
Allah memberi perintah nyata. Ini menunjukkan manusia memiliki kehendak bebas.
Kejadian 2:16-17
Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."
Ayat ini menunjukkan:
- Adam mampu taat
- tetapi juga mampu tidak taat.
3. Kejatuhan terjadi karena pilihan kehendak
Adam dan Hawa memilih melawan firman Allah.
Kejadian 3:6
Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.
Di sini terlihat proses kehendak:
- melihat
- mengingini
- mengambil
- memakan
Dosa muncul dari keputusan kehendak manusia.
4. Dosa masuk ke dalam natur manusia
Sesudah jatuh, natur manusia menjadi rusak dan condong kepada dosa.
Roma 5:12
Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.
Yeremia 17:9
Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?
Roma 7:18-19
Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik.
Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat.
Artinya:
- kehendak manusia masih ada
- tetapi setelah jatuh menjadi lemah dan condong kepada dosa.
5. Kristus sebagai Adam terakhir
Yesus Kristus datang untuk memulihkan manusia melalui ketaatan sempurna.
1 Korintus 15:22
Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus.
1 Korintus 15:45
Seperti ada tertulis: "Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup", tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan.
Roma 5:18-19
Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup.
Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar.
6. Kehendak manusia Kristus taat sempurna
Berbeda dengan Adam, kehendak manusia Kristus tidak memberontak terhadap Allah.
Matius 26:39
Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki."
Ini sangat penting dalam teologi:
- Adam memakai kehendak manusia untuk tidak taat
- Kristus memakai kehendak manusia untuk taat sempurna.
Karena itu banyak Bapa Gereja melihat:
- Adam = awal kejatuhan manusia
- Kristus = awal pemulihan manusia.
DOSA ADAM ADALAH DOSA MORAL
Ya, dosa Adam dipahami sebagai dosa moral, karena melibatkan:
- kesadaran,
- perintah Allah yang jelas,
- dan pilihan kehendak untuk melanggar.
Bukan sekadar kesalahan teknis atau kelemahan biologis.
Dasar Alkitab
Allah sudah memberi perintah yang jelas:
Kejadian 2:16-17
Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."
Lalu Adam dan Hawa melanggar dengan sadar:
Kejadian 3:6
Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.
Karena itu dosa Adam bersifat moral sebab:
- ada hukum/perintah,
- ada kebebasan memilih,
- ada tanggung jawab pribadi.
Mengapa disebut dosa moral?
Karena inti dosa Adam adalah:
- ketidaktaatan,
- pemberontakan kehendak,
- dan ingin menentukan yang baik dan jahat terlepas dari Allah.
Itulah sebabnya banyak teolog melihat akar dosa Adam sebagai:
- kesombongan,
- otonomi terhadap Allah,
- atau cinta diri melebihi Allah.
Ayat lain
Roma 5:19
Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar.
Kata pentingnya:
- “ketidaktaatan” → tindakan moral.
Apakah hanya makan buah?
Secara lahiriah memang “memakan buah”, tetapi secara rohani lebih dalam:
- menolak otoritas Allah,
- mempercayai ular lebih daripada Allah,
- ingin menjadi seperti Allah dengan caranya sendiri.
Kejadian 3:5
tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya, matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat."
Apakah natur manusia langsung menjadi jahat total?
Tidak berarti manusia kehilangan seluruh kebaikan sebagai gambar Allah, tetapi natur manusia menjadi:
- rusak,
- terluka,
- condong kepada dosa.
Karena itu setelah kejatuhan muncul:
- rasa malu,
- ketakutan,
- saling menyalahkan,
- keterpisahan dari Allah.
Kejadian 3:8
Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.
Dalam teologi Kristen:
- dosa Adam = dosa moral pertama manusia,
- dan menjadi akar kerusakan moral umat manusia,
- sedangkan Yesus Kristus datang sebagai manusia baru yang taat sempurna untuk memulihkan manusia.
