ANAK-ANAK ALLAH

 



ANAK-ANAK ALLAH


ANAK ALLAH MENJADI MANUSIA AGAR MANUSIA BISA MENJADI ANAK-ANAK ALLAH





Pernyataan "Allah menjadi manusia agar manusia bisa menjadi anak Allah" merangkum salah satu tema besar Injil. Namun, perlu dipahami bahwa Alkitab tidak mengajarkan manusia menjadi Allah menurut hakikat-Nya, melainkan menjadi anak-anak Allah melalui adopsi, karena dipersatukan dengan Yesus Kristus.

1. Allah menjadi manusia

Yohanes 1:14

"Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran."

Allah Anak mengambil natur manusia tanpa kehilangan keilahian-Nya. Inilah inkarnasi.


2. Tujuan-Nya supaya manusia menjadi anak-anak Allah

Yohanes 1:12–13

"Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah."

Melalui iman kepada Kristus, manusia menerima hak menjadi anak-anak Allah.


3. Anak Allah menjadi manusia supaya kita menerima pengangkatan sebagai anak

Galatia 4:4–7

"Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak. Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: 'Ya Abba, ya Bapa!' Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah."

Di sini terlihat urutannya:

  • Bapa mengutus Anak.
  • Anak menjadi manusia dan menebus.
  • Kita diangkat menjadi anak.
  • Roh Anak tinggal di dalam kita.

4. Melalui Kristus kita menjadi serupa dengan Anak

Roma 8:29

"Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara."

Keselamatan bukan hanya pengampunan dosa, tetapi juga pembentukan kita menjadi serupa dengan Kristus.


5. Roh Kudus memberikan kepastian bahwa kita adalah anak Allah

Roma 8:14–17

"Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: 'Ya Abba, ya Bapa!' Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia."


6. Kita mengambil bagian dalam hidup ilahi

2 Petrus 1:3–4

"Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib. Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi dan luput dari hawa nafsu dunia yang membinasakan dunia."

Ini tidak berarti manusia menjadi Allah menurut hakikat-Nya, tetapi mengambil bagian dalam hidup dan kekudusan Allah oleh anugerah.


7. Rencana kekal Allah adalah menjadikan kita anak-anak-Nya di dalam Kristus

Efesus 1:4–5

"Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya."

Ini menunjukkan bahwa pengangkatan sebagai anak bukanlah rencana setelah kejatuhan manusia, melainkan termasuk dalam maksud kekal Allah yang digenapi melalui Kristus.

Ringkasnya

Alur keselamatan menurut Perjanjian Baru adalah:

  • Allah Anak menjadi manusia (Yohanes 1:14).
  • Ia mati dan bangkit untuk menebus manusia (Galatia 4:4–5).
  • Manusia yang percaya diangkat menjadi anak-anak Allah (Yohanes 1:12–13).
  • Roh Anak tinggal di dalam kita sehingga kita dapat berseru, "Abba, Bapa" (Galatia 4:6; Roma 8:15).
  • Kita dibentuk menjadi serupa dengan Kristus, Anak yang sulung di antara banyak saudara (Roma 8:29).

Karena itu, ungkapan para bapa Gereja seperti Athanasius dari Aleksandria, "Allah menjadi manusia supaya manusia dapat menjadi ilahi," dipahami dalam arti manusia mengambil bagian dalam hidup Allah dan diangkat menjadi anak-anak Allah oleh anugerah, bukan menjadi Allah menurut esensi atau hakikat-Nya.

A. JENIS-JENIS ANAK ALLAH


Dalam Alkitab, istilah “Anak Allah” / “anak-anak Allah” dipakai dalam beberapa makna berbeda, jadi tidak selalu menunjuk ke hal yang sama. Konteksnya sangat penting.

Berikut penjelasan lengkapnya:


1. YESUS KRISTUS 
• Sebagai Anak Allah (Makna Unik & Tertinggi)

Ini adalah penggunaan paling penting.

Makna:

Yesus disebut Anak Allah bukan karena Allah “memiliki anak secara biologis,” tetapi karena Ia memiliki relasi unik, kekal, dan satu hakikat dengan Bapa dalam teologi Kristen.

Ayat:

  • Yohanes 1:14
  • Yohanes 3:16
  • Matius 16:16
  • Markus 1:11

Makna Teologis:

Ketika Alkitab menyebut Yesus “Anak Allah,” artinya:

  • Ia berasal dari Allah
  • Ia memiliki natur ilahi
  • Ia mewakili Allah secara sempurna
  • Ia adalah Mesias yang dijanjikan

Dalam teologi Kristen ortodoks, Yesus adalah Anak Tunggal / MonogenÄ“s — unik, satu-satunya dalam kategori-Nya.


2. MALAIKAT
• MAKHLUK SORGAWI sebagai “Anak-anak Allah”

Dalam Perjanjian Lama, istilah ini kadang dipakai untuk makhluk surgawi.

Ayat:

  • Ayub 1:6
  • Ayub 2:1
  • Ayub 38:7
  • Mazmur 29:1 (beberapa terjemahan: heavenly beings)

Makna:

Disebut anak-anak Allah karena:

  • Mereka diciptakan langsung oleh Allah
  • Mereka termasuk dalam bala tentara surgawi / dewan surgawi

Ini bukan berarti mereka ilahi seperti Allah.


3. ISRAEL 

• Sebagai Anak Allah (Secara Kolektif / Covenant)

Bangsa Israel disebut anak Allah sebagai bangsa pilihan perjanjian.

Ayat:

  • Keluaran 4:22

    “Israel ialah anak-Ku, anak-Ku sulung.”

  • Hosea 11:1

Makna:

Artinya:

  • Israel adalah umat pilihan Allah
  • Memiliki hubungan perjanjian khusus dengan-Nya
  • Disebut “anak” karena status covenant, bukan natur ilahi


4. RAJA DAUD 

• RAJA MESIANIK sebagai Anak Allah

Raja-raja dari garis Daud disebut “anak Allah” dalam arti kerajaan/perwakilan.

Ayat:

  • 2 Samuel 7:14

    “Aku akan menjadi bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku.”

  • Mazmur 2:7

Makna:

Artinya:

  • Raja adalah wakil Allah di bumi
  • Raja memerintah atas nama Allah
  • Ini juga menjadi nubuat Mesianik yang akhirnya digenapi dalam Kristus


5. ORANG PERCAYA 

• sebagai Anak-anak Allah (Adopsi Rohani)

Dalam PB, orang percaya disebut anak-anak Allah.

Ayat:

  • Yohanes 1:12
  • Roma 8:14–17
  • Galatia 3:26
  • 1 Yohanes 3:1

Makna:

Orang percaya menjadi anak Allah melalui:

  • iman kepada Kristus
  • kelahiran baru
  • adopsi rohani

Mereka bukan Anak Allah secara natur, tetapi oleh kasih karunia / adopsi.


6. ADAM 

• Manusia pertama sebagai Anak Allah

Adam juga disebut anak Allah.

Ayat:

  • Lukas 3:38

Makna:

Karena:

  • Ia diciptakan langsung oleh Allah
  • Tidak memiliki ayah manusia

Namun status ini berbeda dari Kristus:

  • Adam = anak karena ciptaan
  • Kristus = Anak karena natur ilahi


7. HAKIM / PENGUASA 

• sebagai Representatif Allah (Penggunaan Khusus)

Kadang pemimpin/hakim manusia disebut dengan bahasa yang berhubungan dengan status ilahi.

Ayat:

  • Mazmur 82:6

    “Kamu adalah allah, dan anak-anak Yang Mahatinggi kamu sekalian.”

Makna:

Karena mereka:

  • mewakili otoritas Allah dalam menghakimi
  • menjalankan fungsi pemerintahan ilahi di bumi

Ini bahasa representatif, bukan ontologis.


RINGKASAN TABEL

Jenis “Anak Allah” Siapa Maknanya
Anak Allah Unik Yesus Kristus Anak kekal, satu hakikat dengan Bapa

Anak-anak Allah Surgawi
Malaikat
Makhluk surgawi ciptaan Allah
Anak Allah Kolektif Israel
Umat pilihan perjanjian

Anak Allah Kerajaan

Raja Daud/Mesianik

Wakil Allah di bumi

Anak-anak Allah Adopsi
Orang percaya
Diangkat menjadi anak melalui iman
Anak Allah Ciptaan Adam
Diciptakan langsung oleh Allah

Anak Allah Representatif
Hakim/Penguasa
Memegang otoritas Allah

Kesimpulan Teologis Penting

Istilah “Anak Allah” dalam Alkitab bersifat analogis, bukan selalu literal atau identik.

Jadi ketika membaca istilah itu, pertanyaannya harus selalu:

“Dalam konteks ini, anak Allah dalam arti apa?”

Karena:

  • Bisa berarti natur ilahi (Yesus)
  • Bisa berarti ciptaan langsung (Adam, malaikat)
  • Bisa berarti umat perjanjian (Israel)
  • Bisa berarti adopsi rohani (orang percaya)
  • Bisa berarti wakil otoritas Allah (raja/hakim)

Berikut versi yang lebih lengkap dengan ayat Alkitab dituliskan penuh untuk tiap kategori “Anak Allah” dalam Alkitab (menggunakan terjemahan Indonesia umum/TB). Saya susun agar mudah dipelajari.


1. YESUS KRISTUS sebagai Anak Allah yang Unik

Yohanes 1:14

“Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.”

Yohanes 3:16

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Matius 16:16

“Maka jawab Simon Petrus: ‘Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!’”

Markus 1:11

“Lalu terdengarlah suara dari sorga: ‘Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.’”

Makna

Yesus adalah Anak Allah secara unik/kekal, bukan sekadar ciptaan atau adopsi.


2. MALAIKAT / MAKHLUK SORGAWI sebagai Anak-anak Allah

Ayub 1:6

“Pada suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap TUHAN dan di antara mereka datanglah juga Iblis.”

Ayub 2:1

“Pada suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap TUHAN dan di antara mereka datanglah juga Iblis untuk menghadap TUHAN.”

Ayub 38:7

“Pada waktu bintang-bintang fajar bersorak-sorak bersama-sama, dan semua anak Allah bersorak-sorai?”

Makna

Istilah ini menunjuk kepada makhluk surgawi yang diciptakan Allah.


3. ISRAEL sebagai Anak Allah (Bangsa Perjanjian)

Keluaran 4:22

“Maka engkau harus berkata kepada Firaun: Beginilah firman TUHAN: Israel ialah anak-Ku, anak-Ku sulung.”

Hosea 11:1

“Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari Mesir Kupanggil anak-Ku.”

Makna

Israel disebut anak Allah karena hubungan perjanjian/covenant, bukan karena natur ilahi.


4. RAJA DAUD / RAJA MESIANIK sebagai Anak Allah

2 Samuel 7:14

“Aku akan menjadi bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku.”

Mazmur 2:7

“Aku mau menceritakan tentang ketetapan TUHAN; Ia berkata kepadaku: ‘Anak-Ku engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini.’

Makna

Raja disebut anak Allah karena menjadi wakil Allah yang memerintah atas umat-Nya.


5. ORANG PERCAYA sebagai Anak-anak Allah

Yohanes 1:12

“Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.”

Roma 8:14–17

“Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.
Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: ‘ya Abba, ya Bapa!’
Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.
Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris...”

Galatia 3:26

“Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus.”

1 Yohanes 3:1

“Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah.”

Makna

Orang percaya menjadi anak Allah melalui adopsi rohani / kelahiran baru.


6. ADAM sebagai Anak Allah

Lukas 3:38

“anak Enos, anak Set, anak Adam, anak Allah.”

Makna

Adam disebut anak Allah karena diciptakan langsung oleh Allah.


7. HAKIM / PENGUASA sebagai Anak-anak Yang Mahatinggi

Mazmur 82:6

“Aku sendiri telah berfirman: ‘Kamu adalah allah, dan anak-anak Yang Mahatinggi kamu sekalian.’”

Makna

Ini bahasa representatif bagi mereka yang menjalankan otoritas penghakiman dari Allah.


Ringkasan Struktur Makna “Anak Allah”

Kategori Siapa Arti
Unik/Kekal Yesus Satu natur dengan Bapa
Surgawi Malaikat
Makhluk surgawi ciptaan

Covenant

Israel
Umat pilihan

Royal

Raja Daud/Mesias
Wakil Allah
Adopsi Orang percaya Anak melalui iman

Ciptaan Langsung
Adam Diciptakan langsung
Representatif Hakim/Penguasa Pemegang otoritas Allah

Kesimpulan Penting

Istilah “Anak Allah” dalam Alkitab tidak selalu berarti hal yang sama.
Maknanya bergantung pada konteks:

  • Ontologis / Natur Ilahi → Yesus
  • Ciptaan langsung → Adam, malaikat
  • Perjanjian → Israel
  • Adopsi rohani → Orang percaya
  • Representatif kerajaan/otoritas → Raja, hakim

Kalau kamu mau, saya bisa lanjutkan ke tahap berikutnya: , termasuk analisis bahasa Yunani monogenÄ“s, konsep “eternal generation,” dan dasar Kristologi gereja mula-mula.


B. DISEBUT ANAK KARENA MENCERMINKAN KARAKTER ALLAH 


Matius 5:9

“Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.”

Dalam konteks ini, “anak-anak Allah” bukan berarti menjadi ilahi atau setara dengan Kristus sebagai Anak Tunggal, melainkan menunjuk pada keserupaan karakter dan identitas keluarga Allah.


Maknanya dalam Konteks Matius 5:9

1. “Anak” = Orang yang Menyerupai Bapanya

Dalam budaya Ibrani/Alkitab:

Disebut “anak dari …” sering berarti:

  • memiliki sifat yang sama dengan sesuatu/seseorang.

Contoh idiom serupa:

  • “anak-anak terang” = orang yang hidup dalam terang
  • “anak-anak durhaka” = orang yang dicirikan kedurhakaan

Jadi:

“Anak-anak Allah” di sini berarti orang yang mencerminkan karakter Allah.


2. Pembawa Damai Meneladani Allah

Allah dalam Alkitab adalah Allah yang:

  • mendamaikan manusia dengan diri-Nya
  • membawa rekonsiliasi
  • mencintai perdamaian dan keadilan

Maka orang yang menjadi pembawa damai:

  • menunjukkan sifat Bapa surgawi
  • bertindak seperti anggota keluarga Allah

3. “Akan Disebut” = Diakui Sebagai Milik Allah

Frasa ini berarti:

  • mereka akan dikenal / diakui sebagai milik Allah
  • identitas rohani mereka akan nyata

Bukan sekadar diberi gelar kosong.


Hubungannya dengan Konsep “Anak Allah” Lainnya

Matius 5:9 memakai kategori yang dekat dengan:

Anak Allah secara Adopsi / Etis

Seperti:

  • Yohanes 1:12
  • Roma 8:14
  • 1 Yohanes 3:1

Namun dengan penekanan khusus:

bukti bahwa seseorang adalah anak Allah terlihat dari karakter yang menyerupai Bapa, termasuk menjadi pembawa damai.


Apakah Ini Berarti Orang Jadi Anak Allah Karena Membawa Damai?

Bukan dalam arti sebab keselamatan.

Maknanya lebih tepat:

Orang yang sungguh adalah anak Allah akan menunjukkan buahnya dengan menjadi pembawa damai.

Jadi ini adalah:

  • evidence, bukan cause
  • tanda identitas, bukan syarat adopsi

Ringkasan Teologis

Frasa Makna
“Disebut anak-anak Allah” Diakui sebagai milik/keluarga Allah
“Pembawa damai” Orang yang mencerminkan karakter Allah
Bukan berarti Menjadi ilahi / setara dengan Kristus
Hubungan dengan Kristus Orang percaya adalah anak secara adopsi; Kristus Anak secara natur

Inti Sederhana

Matius 5:9 bisa diparafrasekan begini:

“Orang yang membawa damai menunjukkan bahwa mereka adalah bagian dari keluarga Allah, karena mereka bertindak seperti Bapa mereka.”


Kalau kamu mau, saya bisa lanjutkan dengan membahas mengapa Yesus memakai istilah “anak-anak Allah” di Khotbah di Bukit dalam konteks etika kerajaan Allah, dan bagaimana ini terhubung dengan tema imitatio Dei (“menjadi seperti Bapa”) dalam teologi Perjanjian Baru.

Pernyataan "Anak Allah menjadi manusia agar manusia bisa diangkat menjadi anak-anak Allah" merupakan salah satu inti Injil. Alkitab menunjukkan bahwa Yesus, Anak Allah yang kekal, menjadi manusia untuk menebus manusia dan membawa mereka masuk ke dalam hubungan sebagai anak-anak Allah.

1. Anak Allah menjadi manusia

Yohanes 1:14

"Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran."

Yesus adalah Anak Tunggal Allah yang kekal. Dalam inkarnasi, Ia sungguh-sungguh mengambil natur manusia tanpa berhenti menjadi Allah.


2. Anak Allah datang untuk memberikan hak menjadi anak-anak Allah

Yohanes 1:12–13

"Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah."

Melalui iman kepada Kristus, manusia menerima hak menjadi anak-anak Allah.


3. Anak Allah diutus supaya kita menerima pengangkatan sebagai anak

Galatia 4:4–7

"Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak. Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: 'Ya Abba, ya Bapa!' Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah."

Perhatikan urutannya:

  • Bapa mengutus Anak.
  • Anak menjadi manusia.
  • Anak menebus manusia.
  • Manusia diangkat menjadi anak.
  • Roh Anak diam di dalam hati orang percaya.

4. Kristus menjadi yang sulung di antara banyak saudara

Roma 8:29

"Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara."

Yesus tetap Anak Allah menurut kodrat-Nya, sedangkan orang percaya menjadi anak-anak Allah melalui anugerah dan dipanggil menjadi serupa dengan Dia.


5. Roh Kudus memberikan kesaksian bahwa kita adalah anak-anak Allah

Roma 8:14–17

"Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: 'Ya Abba, ya Bapa!' Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia."


6. Pengangkatan sebagai anak adalah rencana kekal Allah

Efesus 1:4–5

"Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya."

Sejak sebelum dunia dijadikan, Allah telah merencanakan agar manusia menjadi anak-anak-Nya melalui Kristus.


7. Tujuan akhirnya adalah mengambil bagian dalam hidup Allah

2 Petrus 1:3–4

"Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib. Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi dan luput dari hawa nafsu dunia yang membinasakan dunia."

Ini berarti orang percaya mengambil bagian dalam hidup ilahi oleh anugerah, bukan menjadi Allah menurut hakikat-Nya.

Kesimpulan

Anak Allah menjadi manusia bukan hanya untuk mengampuni dosa manusia, tetapi juga untuk membawa manusia masuk ke dalam hubungan sebagai anak-anak Allah.

Urutan karya keselamatan menurut Alkitab adalah:

  1. Anak Allah menjadi manusia (Yohanes 1:14).
  2. Anak Allah menebus manusia melalui kematian dan kebangkitan-Nya (Galatia 4:4–5).
  3. Manusia yang percaya diangkat menjadi anak-anak Allah (Yohanes 1:12–13).
  4. Roh Anak diutus ke dalam hati orang percaya sehingga mereka berseru, "Abba, ya Bapa" (Galatia 4:6).
  5. Orang percaya dibentuk menjadi serupa dengan Kristus, Anak Sulung di antara banyak saudara (Roma 8:29).

Dengan demikian, Anak Allah adalah Anak menurut kodrat dan kekal, sedangkan kita menjadi anak-anak Allah melalui pengangkatan (adopsi) oleh anugerah, karena dipersatukan dengan Kristus dan menerima Roh Anak-Nya.


Jaminsen

Welcome, TO BE LIKE JESUS

Post a Comment

Previous Post Next Post