ANAK-ANAK ALLAH
ANAK ALLAH MENJADI MANUSIA AGAR MANUSIA BISA MENJADI ANAK-ANAK ALLAH
Pernyataan "Allah menjadi manusia agar manusia bisa menjadi anak Allah" merangkum salah satu tema besar Injil. Namun, perlu dipahami bahwa Alkitab tidak mengajarkan manusia menjadi Allah menurut hakikat-Nya, melainkan menjadi anak-anak Allah melalui adopsi, karena dipersatukan dengan Yesus Kristus.
1. Allah menjadi manusia
Yohanes 1:14
"Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran."
Allah Anak mengambil natur manusia tanpa kehilangan keilahian-Nya. Inilah inkarnasi.
2. Tujuan-Nya supaya manusia menjadi anak-anak Allah
Yohanes 1:12–13
"Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah."
Melalui iman kepada Kristus, manusia menerima hak menjadi anak-anak Allah.
3. Anak Allah menjadi manusia supaya kita menerima pengangkatan sebagai anak
Galatia 4:4–7
"Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak. Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: 'Ya Abba, ya Bapa!' Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah."
Di sini terlihat urutannya:
- Bapa mengutus Anak.
- Anak menjadi manusia dan menebus.
- Kita diangkat menjadi anak.
- Roh Anak tinggal di dalam kita.
4. Melalui Kristus kita menjadi serupa dengan Anak
Roma 8:29
"Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara."
Keselamatan bukan hanya pengampunan dosa, tetapi juga pembentukan kita menjadi serupa dengan Kristus.
5. Roh Kudus memberikan kepastian bahwa kita adalah anak Allah
Roma 8:14–17
"Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: 'Ya Abba, ya Bapa!' Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia."
6. Kita mengambil bagian dalam hidup ilahi
2 Petrus 1:3–4
"Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib. Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi dan luput dari hawa nafsu dunia yang membinasakan dunia."
Ini tidak berarti manusia menjadi Allah menurut hakikat-Nya, tetapi mengambil bagian dalam hidup dan kekudusan Allah oleh anugerah.
7. Rencana kekal Allah adalah menjadikan kita anak-anak-Nya di dalam Kristus
Efesus 1:4–5
"Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya."
Ini menunjukkan bahwa pengangkatan sebagai anak bukanlah rencana setelah kejatuhan manusia, melainkan termasuk dalam maksud kekal Allah yang digenapi melalui Kristus.
Ringkasnya
Alur keselamatan menurut Perjanjian Baru adalah:
- Allah Anak menjadi manusia (Yohanes 1:14).
- Ia mati dan bangkit untuk menebus manusia (Galatia 4:4–5).
- Manusia yang percaya diangkat menjadi anak-anak Allah (Yohanes 1:12–13).
- Roh Anak tinggal di dalam kita sehingga kita dapat berseru, "Abba, Bapa" (Galatia 4:6; Roma 8:15).
- Kita dibentuk menjadi serupa dengan Kristus, Anak yang sulung di antara banyak saudara (Roma 8:29).
Karena itu, ungkapan para bapa Gereja seperti Athanasius dari Aleksandria, "Allah menjadi manusia supaya manusia dapat menjadi ilahi," dipahami dalam arti manusia mengambil bagian dalam hidup Allah dan diangkat menjadi anak-anak Allah oleh anugerah, bukan menjadi Allah menurut esensi atau hakikat-Nya.
A. JENIS-JENIS ANAK ALLAH
Dalam Alkitab, istilah “Anak Allah” / “anak-anak Allah” dipakai dalam beberapa makna berbeda, jadi tidak selalu menunjuk ke hal yang sama. Konteksnya sangat penting.
Berikut penjelasan lengkapnya:
• Sebagai Anak Allah (Makna Unik & Tertinggi)
Ini adalah penggunaan paling penting.
Makna:
Yesus disebut Anak Allah bukan karena Allah “memiliki anak secara biologis,” tetapi karena Ia memiliki relasi unik, kekal, dan satu hakikat dengan Bapa dalam teologi Kristen.
Ayat:
- Yohanes 1:14
- Yohanes 3:16
- Matius 16:16
- Markus 1:11
Makna Teologis:
Ketika Alkitab menyebut Yesus “Anak Allah,” artinya:
- Ia berasal dari Allah
- Ia memiliki natur ilahi
- Ia mewakili Allah secara sempurna
- Ia adalah Mesias yang dijanjikan
Dalam teologi Kristen ortodoks, Yesus adalah Anak Tunggal / MonogenÄ“s — unik, satu-satunya dalam kategori-Nya.
• MAKHLUK SORGAWI sebagai “Anak-anak Allah”
Dalam Perjanjian Lama, istilah ini kadang dipakai untuk makhluk surgawi.
Ayat:
- Ayub 1:6
- Ayub 2:1
- Ayub 38:7
- Mazmur 29:1 (beberapa terjemahan: heavenly beings)
Makna:
Disebut anak-anak Allah karena:
- Mereka diciptakan langsung oleh Allah
- Mereka termasuk dalam bala tentara surgawi / dewan surgawi
Ini bukan berarti mereka ilahi seperti Allah.
3. ISRAEL
• Sebagai Anak Allah (Secara Kolektif / Covenant)
Bangsa Israel disebut anak Allah sebagai bangsa pilihan perjanjian.
Ayat:
- Keluaran 4:22
“Israel ialah anak-Ku, anak-Ku sulung.”
- Hosea 11:1
Makna:
Artinya:
- Israel adalah umat pilihan Allah
- Memiliki hubungan perjanjian khusus dengan-Nya
- Disebut “anak” karena status covenant, bukan natur ilahi
4. RAJA DAUD
• RAJA MESIANIK sebagai Anak Allah
Raja-raja dari garis Daud disebut “anak Allah” dalam arti kerajaan/perwakilan.
Ayat:
- 2 Samuel 7:14
“Aku akan menjadi bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku.”
- Mazmur 2:7
Makna:
Artinya:
- Raja adalah wakil Allah di bumi
- Raja memerintah atas nama Allah
- Ini juga menjadi nubuat Mesianik yang akhirnya digenapi dalam Kristus
5. ORANG PERCAYA
• sebagai Anak-anak Allah (Adopsi Rohani)
Dalam PB, orang percaya disebut anak-anak Allah.
Ayat:
- Yohanes 1:12
- Roma 8:14–17
- Galatia 3:26
- 1 Yohanes 3:1
Makna:
Orang percaya menjadi anak Allah melalui:
- iman kepada Kristus
- kelahiran baru
- adopsi rohani
Mereka bukan Anak Allah secara natur, tetapi oleh kasih karunia / adopsi.
6. ADAM
• Manusia pertama sebagai Anak Allah
Adam juga disebut anak Allah.
Ayat:
- Lukas 3:38
Makna:
Karena:
- Ia diciptakan langsung oleh Allah
- Tidak memiliki ayah manusia
Namun status ini berbeda dari Kristus:
- Adam = anak karena ciptaan
- Kristus = Anak karena natur ilahi
7. HAKIM / PENGUASA
• sebagai Representatif Allah (Penggunaan Khusus)
Kadang pemimpin/hakim manusia disebut dengan bahasa yang berhubungan dengan status ilahi.
Ayat:
- Mazmur 82:6
“Kamu adalah allah, dan anak-anak Yang Mahatinggi kamu sekalian.”
Makna:
Karena mereka:
- mewakili otoritas Allah dalam menghakimi
- menjalankan fungsi pemerintahan ilahi di bumi
Ini bahasa representatif, bukan ontologis.
RINGKASAN TABEL
| Jenis “Anak Allah” | Siapa | Maknanya |
|---|---|---|
| Anak Allah Unik | Yesus Kristus | Anak kekal, satu hakikat dengan Bapa |
Anak-anak Allah Surgawi |
Malaikat | Makhluk surgawi ciptaan Allah |
| Anak Allah Kolektif | Israel | Umat pilihan perjanjian |
Anak Allah Kerajaan |
Raja Daud/Mesianik |
Wakil Allah di bumi |
Anak-anak Allah Adopsi |
Orang percaya | Diangkat menjadi anak melalui iman |
| Anak Allah Ciptaan | Adam | Diciptakan langsung oleh Allah |
Anak Allah Representatif |
Hakim/Penguasa | Memegang otoritas Allah |
Kesimpulan Teologis Penting
Istilah “Anak Allah” dalam Alkitab bersifat analogis, bukan selalu literal atau identik.
Jadi ketika membaca istilah itu, pertanyaannya harus selalu:
“Dalam konteks ini, anak Allah dalam arti apa?”
Karena:
- Bisa berarti natur ilahi (Yesus)
- Bisa berarti ciptaan langsung (Adam, malaikat)
- Bisa berarti umat perjanjian (Israel)
- Bisa berarti adopsi rohani (orang percaya)
- Bisa berarti wakil otoritas Allah (raja/hakim)
Berikut versi yang lebih lengkap dengan ayat Alkitab dituliskan penuh untuk tiap kategori “Anak Allah” dalam Alkitab (menggunakan terjemahan Indonesia umum/TB). Saya susun agar mudah dipelajari.
1. YESUS KRISTUS sebagai Anak Allah yang Unik
Yohanes 1:14
“Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.”
Yohanes 3:16
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”
Matius 16:16
“Maka jawab Simon Petrus: ‘Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!’”
Markus 1:11
“Lalu terdengarlah suara dari sorga: ‘Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.’”
Makna
Yesus adalah Anak Allah secara unik/kekal, bukan sekadar ciptaan atau adopsi.
2. MALAIKAT / MAKHLUK SORGAWI sebagai Anak-anak Allah
Ayub 1:6
“Pada suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap TUHAN dan di antara mereka datanglah juga Iblis.”
Ayub 2:1
“Pada suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap TUHAN dan di antara mereka datanglah juga Iblis untuk menghadap TUHAN.”
Ayub 38:7
“Pada waktu bintang-bintang fajar bersorak-sorak bersama-sama, dan semua anak Allah bersorak-sorai?”
Makna
Istilah ini menunjuk kepada makhluk surgawi yang diciptakan Allah.
3. ISRAEL sebagai Anak Allah (Bangsa Perjanjian)
Keluaran 4:22
“Maka engkau harus berkata kepada Firaun: Beginilah firman TUHAN: Israel ialah anak-Ku, anak-Ku sulung.”
Hosea 11:1
“Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari Mesir Kupanggil anak-Ku.”
Makna
Israel disebut anak Allah karena hubungan perjanjian/covenant, bukan karena natur ilahi.
4. RAJA DAUD / RAJA MESIANIK sebagai Anak Allah
2 Samuel 7:14
“Aku akan menjadi bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku.”
Mazmur 2:7
“Aku mau menceritakan tentang ketetapan TUHAN; Ia berkata kepadaku: ‘Anak-Ku engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini.’”
Makna
Raja disebut anak Allah karena menjadi wakil Allah yang memerintah atas umat-Nya.
5. ORANG PERCAYA sebagai Anak-anak Allah
Yohanes 1:12
“Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.”
Roma 8:14–17
“Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.
Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: ‘ya Abba, ya Bapa!’
Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.
Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris...”
Galatia 3:26
“Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus.”
1 Yohanes 3:1
“Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah.”
Makna
Orang percaya menjadi anak Allah melalui adopsi rohani / kelahiran baru.
6. ADAM sebagai Anak Allah
Lukas 3:38
“anak Enos, anak Set, anak Adam, anak Allah.”
Makna
Adam disebut anak Allah karena diciptakan langsung oleh Allah.
7. HAKIM / PENGUASA sebagai Anak-anak Yang Mahatinggi
Mazmur 82:6
“Aku sendiri telah berfirman: ‘Kamu adalah allah, dan anak-anak Yang Mahatinggi kamu sekalian.’”
Makna
Ini bahasa representatif bagi mereka yang menjalankan otoritas penghakiman dari Allah.
Ringkasan Struktur Makna “Anak Allah”
| Kategori | Siapa | Arti |
|---|---|---|
| Unik/Kekal | Yesus | Satu natur dengan Bapa |
| Surgawi | Malaikat | Makhluk surgawi ciptaan |
Covenant |
Israel |
Umat pilihan |
Royal |
Raja Daud/Mesias |
Wakil Allah |
| Adopsi | Orang percaya | Anak melalui iman |
Ciptaan Langsung |
Adam | Diciptakan langsung |
| Representatif | Hakim/Penguasa | Pemegang otoritas Allah |
Kesimpulan Penting
Istilah “Anak Allah” dalam Alkitab tidak selalu berarti hal yang sama.
Maknanya bergantung pada konteks:
- Ontologis / Natur Ilahi → Yesus
- Ciptaan langsung → Adam, malaikat
- Perjanjian → Israel
- Adopsi rohani → Orang percaya
- Representatif kerajaan/otoritas → Raja, hakim
Kalau kamu mau, saya bisa lanjutkan ke tahap berikutnya: , termasuk analisis bahasa Yunani monogenÄ“s, konsep “eternal generation,” dan dasar Kristologi gereja mula-mula.
B. DISEBUT ANAK KARENA MENCERMINKAN KARAKTER ALLAH
“Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.”
Dalam konteks ini, “anak-anak Allah” bukan berarti menjadi ilahi atau setara dengan Kristus sebagai Anak Tunggal, melainkan menunjuk pada keserupaan karakter dan identitas keluarga Allah.
Maknanya dalam Konteks Matius 5:9
1. “Anak” = Orang yang Menyerupai Bapanya
Dalam budaya Ibrani/Alkitab:
Disebut “anak dari …” sering berarti:
- memiliki sifat yang sama dengan sesuatu/seseorang.
Contoh idiom serupa:
- “anak-anak terang” = orang yang hidup dalam terang
- “anak-anak durhaka” = orang yang dicirikan kedurhakaan
Jadi:
“Anak-anak Allah” di sini berarti orang yang mencerminkan karakter Allah.
2. Pembawa Damai Meneladani Allah
Allah dalam Alkitab adalah Allah yang:
- mendamaikan manusia dengan diri-Nya
- membawa rekonsiliasi
- mencintai perdamaian dan keadilan
Maka orang yang menjadi pembawa damai:
- menunjukkan sifat Bapa surgawi
- bertindak seperti anggota keluarga Allah
3. “Akan Disebut” = Diakui Sebagai Milik Allah
Frasa ini berarti:
- mereka akan dikenal / diakui sebagai milik Allah
- identitas rohani mereka akan nyata
Bukan sekadar diberi gelar kosong.
Hubungannya dengan Konsep “Anak Allah” Lainnya
Matius 5:9 memakai kategori yang dekat dengan:
Anak Allah secara Adopsi / Etis
Seperti:
- Yohanes 1:12
- Roma 8:14
- 1 Yohanes 3:1
Namun dengan penekanan khusus:
bukti bahwa seseorang adalah anak Allah terlihat dari karakter yang menyerupai Bapa, termasuk menjadi pembawa damai.
Apakah Ini Berarti Orang Jadi Anak Allah Karena Membawa Damai?
Bukan dalam arti sebab keselamatan.
Maknanya lebih tepat:
Orang yang sungguh adalah anak Allah akan menunjukkan buahnya dengan menjadi pembawa damai.
Jadi ini adalah:
- evidence, bukan cause
- tanda identitas, bukan syarat adopsi
Ringkasan Teologis
| Frasa | Makna |
|---|---|
| “Disebut anak-anak Allah” | Diakui sebagai milik/keluarga Allah |
| “Pembawa damai” | Orang yang mencerminkan karakter Allah |
| Bukan berarti | Menjadi ilahi / setara dengan Kristus |
| Hubungan dengan Kristus | Orang percaya adalah anak secara adopsi; Kristus Anak secara natur |
Inti Sederhana
Matius 5:9 bisa diparafrasekan begini:
“Orang yang membawa damai menunjukkan bahwa mereka adalah bagian dari keluarga Allah, karena mereka bertindak seperti Bapa mereka.”
Kalau kamu mau, saya bisa lanjutkan dengan membahas mengapa Yesus memakai istilah “anak-anak Allah” di Khotbah di Bukit dalam konteks etika kerajaan Allah, dan bagaimana ini terhubung dengan tema imitatio Dei (“menjadi seperti Bapa”) dalam teologi Perjanjian Baru.
Pernyataan "Anak Allah menjadi manusia agar manusia bisa diangkat menjadi anak-anak Allah" merupakan salah satu inti Injil. Alkitab menunjukkan bahwa Yesus, Anak Allah yang kekal, menjadi manusia untuk menebus manusia dan membawa mereka masuk ke dalam hubungan sebagai anak-anak Allah.
1. Anak Allah menjadi manusia
Yohanes 1:14
"Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran."
Yesus adalah Anak Tunggal Allah yang kekal. Dalam inkarnasi, Ia sungguh-sungguh mengambil natur manusia tanpa berhenti menjadi Allah.
2. Anak Allah datang untuk memberikan hak menjadi anak-anak Allah
Yohanes 1:12–13
"Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah."
Melalui iman kepada Kristus, manusia menerima hak menjadi anak-anak Allah.
3. Anak Allah diutus supaya kita menerima pengangkatan sebagai anak
Galatia 4:4–7
"Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak. Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: 'Ya Abba, ya Bapa!' Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah."
Perhatikan urutannya:
- Bapa mengutus Anak.
- Anak menjadi manusia.
- Anak menebus manusia.
- Manusia diangkat menjadi anak.
- Roh Anak diam di dalam hati orang percaya.
4. Kristus menjadi yang sulung di antara banyak saudara
Roma 8:29
"Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara."
Yesus tetap Anak Allah menurut kodrat-Nya, sedangkan orang percaya menjadi anak-anak Allah melalui anugerah dan dipanggil menjadi serupa dengan Dia.
5. Roh Kudus memberikan kesaksian bahwa kita adalah anak-anak Allah
Roma 8:14–17
"Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: 'Ya Abba, ya Bapa!' Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia."
6. Pengangkatan sebagai anak adalah rencana kekal Allah
Efesus 1:4–5
"Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya."
Sejak sebelum dunia dijadikan, Allah telah merencanakan agar manusia menjadi anak-anak-Nya melalui Kristus.
7. Tujuan akhirnya adalah mengambil bagian dalam hidup Allah
2 Petrus 1:3–4
"Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib. Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi dan luput dari hawa nafsu dunia yang membinasakan dunia."
Ini berarti orang percaya mengambil bagian dalam hidup ilahi oleh anugerah, bukan menjadi Allah menurut hakikat-Nya.
Kesimpulan
Anak Allah menjadi manusia bukan hanya untuk mengampuni dosa manusia, tetapi juga untuk membawa manusia masuk ke dalam hubungan sebagai anak-anak Allah.
Urutan karya keselamatan menurut Alkitab adalah:
- Anak Allah menjadi manusia (Yohanes 1:14).
- Anak Allah menebus manusia melalui kematian dan kebangkitan-Nya (Galatia 4:4–5).
- Manusia yang percaya diangkat menjadi anak-anak Allah (Yohanes 1:12–13).
- Roh Anak diutus ke dalam hati orang percaya sehingga mereka berseru, "Abba, ya Bapa" (Galatia 4:6).
- Orang percaya dibentuk menjadi serupa dengan Kristus, Anak Sulung di antara banyak saudara (Roma 8:29).
Dengan demikian, Anak Allah adalah Anak menurut kodrat dan kekal, sedangkan kita menjadi anak-anak Allah melalui pengangkatan (adopsi) oleh anugerah, karena dipersatukan dengan Kristus dan menerima Roh Anak-Nya.
