MESIAS

 




A. MAKNA MESIAS





Fungsi Yesus sebagai Mesias berdasarkan ketiga peran utama yang digambarkan di dalam diagram tadi: Nabi, Imam, dan Raja. Ketiganya bukan hanya simbolik, tetapi memiliki makna yang aktif dan nyata dalam karya keselamatan Yesus.

Makna Mesias dalam konteks Matius 16 (pengakuan Petrus) sangat dalam dan penuh dengan nubuat dari Perjanjian Lama yang digenapi dalam pribadi Yesus.


Makna Kata "Mesias"

  • Mesias berasal dari kata Ibrani "Mashiach" (מָשִׁיחַ) yang berarti "yang diurapi".
  • Dalam bahasa Yunani, diterjemahkan menjadi Christos (Χριστός), yang artinya juga "Yang Diurapi", dan dari situlah kita mendapat kata Kristus.

Siapa yang "diurapi" dalam PL?

Dalam Perjanjian Lama, yang diurapi adalah:

  1. Raja (contoh: Daud, 1 Samuel 16:13)
  2. Imam (contoh: Harun, Keluaran 29:7)
  3. Nabi (contoh: Elisa, 1 Raja-raja 19:16)

Jadi "Mesias" menunjuk pada seorang pribadi yang akan menjadi Raja, Imam, dan Nabi secara sempurna.


Makna Mesias dalam Pengakuan Petrus

Ketika Petrus berkata:

“Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” (Matius 16:16)

Artinya Petrus:

  • Mengakui bahwa Yesus adalah Raja yang dijanjikan dalam garis keturunan Daud (2 Samuel 7:12-14).
  • Percaya bahwa Yesus adalah Imam yang akan membawa pendamaian sejati, melebihi sistem korban Perjanjian Lama (lihat Ibrani 7-10).
  • Melihat bahwa Yesus adalah Nabi yang dinubuatkan oleh Musa (Ulangan 18:15-19).

MESIAS: Pribadi Penyelamat yang Dijanjikan

Di kalangan orang Yahudi pada abad pertama, Mesias dipahami sebagai:

  • Pemimpin yang diutus Allah untuk membebaskan Israel dari penindasan (khususnya penjajahan Romawi).
  • Namun Yesus mengoreksi pengertian ini: Dia datang bukan hanya untuk politik, tapi untuk menebus dosa dunia (Markus 10:45, Yohanes 1:29).

Simpulan:

Dalam konteks Matius 16:

  • Mesias bukan sekadar gelar, tapi menunjuk pada Yesus sebagai Pribadi yang dijanjikan Allah, penggenapan dari nubuat-nubuat PL.
  • Ia adalah Raja yang kekal, Imam yang sempurna, dan Nabi yang sejati.
  • Dialah dasar gereja, karena hanya Mesias sejati yang bisa menyelamatkan, memimpin, dan menyatukan umat Allah.

Baik, mari kita lanjutkan dengan penafsiran ayat per ayat dari Matius 16:16–18, di mana Petrus mengakui Yesus sebagai Mesias dan Anak Allah yang hidup, fondasi pendirian gereja oleh Kristus sendiri.


Matius 16:16-18 — Penafsiran Ayat per Ayat


Ayat 16 – Pengakuan Petrus

“Maka jawab Simon Petrus: ‘Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!’”

Makna:

  • Petrus tidak sekadar menyebut Yesus guru atau nabi, melainkan Mesias — yang artinya: Yang Diurapi, penggenapan semua nubuat PL.
  • ANAK ALLAH YANG HIDUP” menunjukkan bahwa Yesus bersumber langsung dari Allah, bukan ciptaan, tetapi sehakikat dengan Bapa.
  • Ini adalah pengakuan iman yang ilahi, bukan sekadar opini manusia.

Ayat 17 – Tanggapan Yesus

“Kata Yesus kepadanya: ‘Berbahagialah engkau, Simon bin Yunus, sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.’

Makna:

  • Iman sejati bukan berasal dari logika manusia, tapi dari wahyu Allah.
  • Yesus menegaskan bahwa pengakuan akan siapa Dia sebenarnya hanya dapat terjadi bila Bapa di Surga menyatakannya dalam hati manusia.
  • Petrus diberkati karena ia MENERIMA TERANG DARI BAPA, bukan dari pemahaman dunia.

Ayat 18 – Janji Yesus

“Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.

Penafsiran:

  • “Engkau adalah Petrus” (Yunani: Petros – batu kecil)
  • “Di atas batu karang ini” (Yunani: Petra – batu besar/karang)
    → Menunjuk pada PENGAKUAN IMAN PETRUS, bukan pribadi Petrus semata.

Maka:

  • Gereja dibangun bukan di atas manusia, tapi di atas pengakuan ilahi bahwa Yesus adalah MESIAS dan Anak Allah.
  • “Jemaat-Ku” menunjukkan bahwa gereja milik Kristus, bukan milik institusi atau manusia.
  • “Alam maut tidak akan menguasainya” artinya GEREJA SEJATI AKAN BERTAHAN SELAMANYA, sebab ia berdiri di atas dasar yang kekal.

Kesimpulan Teologis:

Yesus tidak membangun gereja atas dasar popularitas, pengetahuan, atau sistem manusia. Ia mendirikannya atas pengakuan bahwa Ia adalah Mesias, Anak Allah yang hidup. Inilah batu karang iman, dan gereja yang dibangun di atas ini akan:

  • Bertahan menghadapi serangan Iblis,
  • Tetap setia kepada Kristus,
  • Menjadi alat Allah untuk menyatakan Kerajaan-Nya.


B.  NUBUAT "MESIAS" DALAM PL VS PENGGENAPAN DI PB




Berikut ini adalah tabel ringkas yang membandingkan nubuat dan konsep Mesias dalam Perjanjian Lama dengan penggenapannya dalam Yesus Kristus:

📘 TABEL: Mesias dalam PL vs Yesus sebagai Penggenapannya

Aspek Mesias dalam Perjanjian Lama Penggenapannya dalam Yesus Kristus
🔹 Gelar Mashiach (Yang Diurapi) Kristus (Christos) – artinya sama: Yang Diurapi
👑 Raja
Akan datang dari keturunan Daud dan memerintah selamanya (2 Sam. 7:12-13, Yes. 9:6-7)
Yesus disebut Anak Daud (Mat. 1:1), Raja segala raja (Why. 19:16)
🛐 Imam
Seorang imam kekal menurut urutan Melkisedek (Mazmur 110:4)
Yesus menjadi Imam Besar yang kekal dan mempersembahkan diri-Nya sendiri (Ibr. 7:17; 9:11-12)
📢 Nabi
Nabi seperti Musa akan datang, mendengar Dia adalah perintah Allah (Ul. 18:15-19)
Yesus adalah Firman yang menjadi manusia (Yoh. 1:14), pengajar dengan otoritas ilahi (Mrk. 1:22)
🕊️ Pengurapan
Diurapi oleh Roh Kudus untuk menjalankan tugas ilahi (Yes. 61:1-2)
Yesus diurapi oleh Roh saat baptisan (Mat. 3:16-17), menggenapi Yes. 61 (Luk. 4:18-21)
🕊️ Penyelamat
Akan membawa keselamatan dan perdamaian (Yes. 53:5-6)
Yesus menanggung dosa manusia, mati dan bangkit (1 Ptr. 2:24)
🌍 Ruang lingkup misi
Banyak orang berpikir untuk Israel saja

Yesus menyelamatkan dunia: “Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia” (Yoh. 1:29)
🪨 Dasar Gereja
Tidak secara eksplisit dalam PL, tetapi Mesias akan menjadi batu penjuru (Yes. 28:16)
Yesus: Batu Penjuru yang ditolak manusia, tetapi dipilih Allah (1 Ptr. 2:6-7), dasar gereja (Mat. 16:18)

Kesimpulan:

Yesus MENGGENAPI SELURUH PERAN MESIAS 
secara sempurna:
  • Sebagai Raja: Ia memerintah dalam kerajaan Allah.
  • Sebagai Imam: Ia memperdamaikan manusia dengan Allah.
  • Sebagai Nabi: Ia menyatakan Allah sepenuhnya.
  • Sebagai Mesias: Ia adalah dasar iman dan gereja.

Kalau kamu mau, saya bisa bantu buat visual diagram 3 lingkaran (Raja–Imam–Nabi) dan Yesus di tengah sebagai penggenapan Mesias. Mau juga?


1. Yesus sebagai Nabi (NABI)

Fungsi:

  • Menyampaikan Firman Allah
  • Menyatakan kehendak dan karakter Allah
  • Mewartakan pertobatan dan Kerajaan Allah

📖 Nubuat:

“Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan” (Ulangan 18:15)

📖 Penggenapan:

Yesus disebut “Nabi besar” oleh orang banyak (Luk. 7:16), dan Dia menyatakan bahwa siapa yang melihat Dia, telah melihat Bapa (Yoh. 14:9).


2. Yesus sebagai Imam (IMAM)

Fungsi:

  • Memberi pengampunan dosa melalui korban
  • Menjadi perantara antara manusia dan Allah
  • Membawa pendamaian melalui darah

📖 Nubuat:

“Engkau adalah imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek” (Mazmur 110:4)

📖 Penggenapan:

“Kristus datang sebagai Imam Besar... tidak dengan darah domba jantan dan anak lembu, tetapi dengan darah-Nya sendiri” (Ibrani 9:11-12)

Catatan Penting: Di dalam PL, imam dan raja tidak pernah disatukan. Tapi dalam Yesus, peran ini bersatu tanda Mesias yang unik.


3. Yesus sebagai Raja (RAJA)

Fungsi:

  • Memerintah dengan keadilan dan kebenaran
  • Mengalahkan musuh-musuh Allah
  • Mendirikan Kerajaan yang kekal

📖 Nubuat:

“Takhta-Nya akan kokoh untuk selama-lamanya” (2 Sam. 7:13),

“Anak akan diberikan... dan pemerintah akan berada di atas bahu-Nya” (Yes. 9:6)

📖 Penggenapan:

Ketika Yesus masuk Yerusalem, orang banyak berseru: “Hosana... Raja Israel!” (Yoh. 12:13)

Di kayu salib tertulis: "Yesus dari Nazaret, Raja orang Yahudi" (Yoh. 19:19)

Sekarang Dia duduk di sebelah kanan Allah (Ef. 1:20-21), memerintah sampai musuh-Nya dijadikan tumpuan kaki.


✝️ Simpulan Rohani:

Yesus tidak hanya memenuhi gelar Mesias secara simbolis, tetapi menjalankan seluruh peran ilahi secara nyata dan kekal:

  • Sebagai Nabi, Ia menyampaikan dan menjadi Firman Allah.
  • Sebagai Imam, Ia menebus kita dengan darah-Nya sendiri.
  • Sebagai Raja, Ia memerintah hati kita sekarang dan kelak secara fisik di langit dan bumi baru.

C. PERBANDINGAN RAJA DLM PL DGN RAJA YESUS KRISTUS




Jabatan raja dalam Perjanjian Lama merupakan bayangan yang menunjuk kepada Yesus Kristus sebagai Raja Mesias yang sempurna. Raja-raja seperti Saul, Daud, dan Salomo hanya menjalankan pemerintahan sementara, sedangkan Yesus adalah Raja yang kekal.

1. Asal Pengangkatan

Raja-Raja PL

Diurapi oleh nabi atas perintah Allah.

1 Samuel 16:13
Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi Daud di tengah-tengah saudara-saudaranya.

Yesus Kristus

Diurapi langsung oleh Roh Kudus sebagai Mesias.

Lukas 4:18
"Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku

Kisah Para Rasul 10:38
"Yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa."

2. Sifat Raja

Raja-Raja PL

Manusia berdosa dan tidak sempurna.

Pengkhotbah 7:20
Sesungguhnya di bumi tidak ada orang yang saleh: yang berbuat baik dan tak pernah berbuat dosa.


Contohnya:

  • Saul jatuh dalam ketidaktaatan (1 Samuel 15).
  • Daud jatuh dalam dosa dengan Batsyeba (2 Samuel 11).
  • Salomo jatuh dalam penyembahan berhala (1 Raja-raja 11).

Yesus Kristus

Raja yang tanpa dosa.

Ibrani 4:15
"Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa."

1 Petrus 2:22
"Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya."

3. Wilayah Kerajaan

Raja-Raja PL

Memerintah wilayah geografis Israel.

2 Samuel 5:5
"Di Yerusalem ia memerintah tiga puluh tiga tahun lamanya atas seluruh Israel dan Yehuda."

Yesus Kristus

Memerintah seluruh ciptaan.
Matius 28:18

"Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi."
Efesus 1:20-22

"Ia menempatkan Dia di sebelah kanan-Nya... jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa."

4. Masa Pemerintahan

Raja-Raja PL

Sementara dan berakhir dengan kematian.

1 Raja-raja 2:10

"Kemudian Daud mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya."


Yesus Kristus

Kerajaan-Nya kekal.

Lukas 1:32-33

"Ia akan menjadi raja... dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan."

Ibrani 1:8
"Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya."



5. Cara Menaklukkan Musuh

Raja-Raja PL

Dengan pedang dan peperangan.

2 Samuel 8:1

"Sesudah itu Daud mengalahkan orang Filistin."


Yesus Kristus

Dengan salib, kebangkitan, dan kuasa ilahi.

Kolose 2:15

"Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa."

1 Korintus 15:25-26

"Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya. Musuh yang terakhir yang dibinasakan ialah maut."

6. Takhta

Raja-Raja PL

Duduk di takhta duniawi di Yerusalem.

1 Raja-raja 2:12
"Salomo duduk di atas takhta Daud."

Yesus Kristus

Duduk di sebelah kanan Allah.

Ibrani 1:3
"Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar."

Wahyu 3:21
"Aku telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya."



7. Hubungan dengan Umat

Raja-Raja PL

Memimpin bangsa Israel.

2 Samuel 5:2
"Engkaulah yang akan menggembalakan umat-Ku Israel."


Yesus Kristus

Menggembalakan umat Allah dari segala bangsa.

Yohanes 10:11
"Akulah gembala yang baik."

Wahyu 7:17
"Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu akan menggembalakan mereka."

8. Keturunan Daud

Raja-Raja PL

Sebagian besar berasal dari garis Daud, tetapi gagal mempertahankan kerajaan yang sempurna.

Yesus Kristus

Penggenapan perjanjian Daud.

2 Samuel 7:12-13
"Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya."

Digenapi dalam:

Lukas 1:32
"Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud."


9. Fungsi Keselamatan

Raja-Raja PL

Tidak dapat menyelamatkan manusia dari dosa.

Mazmur 146:3
"Janganlah percaya kepada para bangsawan."


Yesus Kristus

Raja yang menyelamatkan.

Matius 1:21
"Ia akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."

Yohanes 18:37
"Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia."

10. Raja dalam Teosis (Persatuan dengan Kristus)

Raja-Raja PL

Menjadi bayangan pemerintahan Mesias.

Yesus Kristus

Membawa umat-Nya ikut ambil bagian dalam kerajaan-Nya.

Wahyu 1:5-6
"Bagi Dia, yang mengasihi kita... dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan."

2 Timotius 2:12
"Jika kita bertekun, kitapun akan ikut memerintah dengan Dia."

Ringkasan

Raja PL Yesus Kristus

Diurapi dengan minyak
Diurapi Roh Kudus
Berdosa Tanpa dosa
Memerintah Israel
Memerintah langit dan bumi
Kerajaan sementara Kerajaan kekal
Menang dengan perang Menang melalui salib dan kebangkitan
Takhta duniawi Takhta surgawi
Memimpin Israel
Memimpin umat dari segala bangsa
Bayangan Mesias
Mesias yang sesungguhnya
Tidak menyelamatkan dari dosa Menyelamatkan dari dosa
Mati dan digantikan
Hidup dan memerintah selamanya

Makna Kristologis

Dalam Perjanjian Lama, raja ideal adalah Daud. Namun Daud hanyalah tipologi yang menunjuk kepada Yesus Kristus. Karena itu Yesus disebut:

"Singa dari suku Yehuda, Tunas Daud." (Wahyu 5:5)

Sebagaimana imam-imam PL digenapi oleh Kristus sebagai Imam Besar, demikian juga seluruh jabatan raja dalam PL digenapi oleh Kristus sebagai Raja Mesias yang menyelamatkan sekarang dan Raja Kekal yang memerintah selama-lamanya.


D. PERBANDINGAN KERAJAAN  KEKAL MESIAS DAN KERAJAAN  DLM KESELAMATAN HISTORIS  





Dalam teologi Kristen, istilah Raja Mesias dalam keselamatan dan Raja Mesias kekal menunjuk pada dua aspek pemerintahan Kristus yang saling berhubungan, tetapi berbeda dalam fokusnya.

1. Raja Mesias dalam Keselamatan (Kerajaan Mesianik Historis)

Ini adalah pemerintahan Kristus yang berkaitan dengan karya penebusan manusia.

Dimulai dengan inkarnasi, kematian, kebangkitan, kenaikan-Nya, dan berlangsung selama sejarah penebusan sampai seluruh musuh ditaklukkan.

Dasar Alkitab

1 Korintus 15:24–28

Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan.

Ayat ini menggambarkan Kristus memerintah sebagai Mesias yang diutus Bapa untuk menyelamatkan umat-Nya dan menaklukkan musuh-musuh Allah.

Tujuan Pemerintahan Mesianik

  • Menebus umat manusia.
  • Mengalahkan dosa.
  • Mengalahkan maut.
  • Mengalahkan Iblis.
  • Mengumpulkan umat Allah.
  • Mendirikan Gereja.

Ciri-ciri

  • Bersifat ekonomis (berkaitan dengan karya Allah dalam sejarah).
  • Berkaitan dengan misi penebusan.
  • Memiliki tujuan yang akan mencapai penyelesaiannya.

Karena itu Paulus berkata bahwa pada akhirnya Kristus "menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa."

Ini bukan berarti Kristus berhenti menjadi Raja atau kehilangan keilahian-Nya, melainkan tugas Mesianik-Nya sebagai Penebus telah selesai.


2. Raja Mesias Kekal (Kerajaan Kekal Anak)

Sesudah seluruh karya keselamatan selesai, Kristus tetap memerintah untuk selama-lamanya.

Dasar Alkitab

Lukas 1:32–33

Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.

Wahyu 22:3

Takhta Allah dan Anak Domba akan ada di dalamnya.

Dalam keadaan kekal, Kristus tetap bertakhta bersama Bapa dan Roh Kudus.

Ciri-ciri

  • Bersifat kekal.
  • Tidak berakhir.
  • Tidak lagi berfokus pada penaklukan musuh karena semua musuh telah dikalahkan.
  • Menyatakan kemuliaan Allah secara sempurna.

Hubungan Keduanya

Dapat digambarkan seperti ini:

Raja Mesias dalam Keselamatan Raja Mesias Kekal
Berkaitan dengan penebusan Berkaitan dengan kemuliaan kekal
Berlangsung dalam sejarah Berlangsung selamanya
Menaklukkan dosa dan maut Semua musuh sudah ditaklukkan
Mengumpulkan umat Allah Memerintah bersama umat yang telah dimuliakan
Berakhir saat misi selesai Tidak pernah berakhir

Dalam Perspektif Teosis (Union with Christ)

Melalui persatuan dengan Kristus, orang percaya ikut mengambil bagian dalam kedua aspek kerajaan ini.

Sekarang

Orang percaya berada di bawah pemerintahan Mesias yang menyelamatkan.

"Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih." (Kolose 1:13)

Dalam Kekekalan

Orang percaya akan memerintah bersama Kristus dalam kerajaan yang tidak berkesudahan.

"Mereka akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya." (Wahyu 22:5)

Dengan demikian, Kerajaan Mesianik dalam keselamatan adalah fase pelaksanaan karya penebusan, sedangkan Kerajaan Mesianik kekal adalah keadaan akhir ketika Kristus tetap memerintah sebagai Anak Allah yang dimuliakan bersama Bapa dan Roh Kudus untuk selama-lamanya. Penyerahan Kerajaan kepada Bapa dalam 1 Korintus 15:24 tidak mengakhiri pemerintahan Kristus, tetapi menandai selesainya misi Mesianik-Nya sehingga Allah menjadi "semua di dalam semua" (1 Korintus 15:28).



E. PERBANDINGAN IMAM DLM PL DGN IMAM YESUS KRISTUS




Jabatan imam dalam Perjanjian Lama merupakan bayangan yang menunjuk kepada Yesus Kristus sebagai Imam Besar yang sempurna.

1. Asal Pengangkatan

Imam Perjanjian Lama

Imam berasal dari suku Lewi, khususnya keturunan Harun.

Keluaran 28:1

"Engkau harus menyuruh Harun, abangmu, datang kepadamu dari tengah-tengah orang Israel, bersama-sama dengan anak-anaknya, supaya mereka melayani Aku sebagai imam, yaitu Harun dan anak-anaknya: Nadab, Abihu, Eleazar dan Itamar."

Yesus Kristus

Yesus bukan berasal dari suku Lewi, melainkan dari suku Yehuda, dan menjadi Imam menurut peraturan Melkisedek.

Ibrani 7:14

"Sebab telah nyata, bahwa Tuhan kita berasal dari suku Yehuda dan Musa tidak pernah mengatakan apa-apa tentang imam-imam dari suku itu."

Mazmur 110:4

"TUHAN telah bersumpah dan Ia tidak akan menyesal: 'Engkau adalah imam untuk selama-lamanya, menurut Melkisedek.'"

2. Sifat Imam

Imam Perjanjian Lama

Imam adalah manusia berdosa.

Ibrani 5:3

"Dan karena kelemahan itu ia harus mempersembahkan korban karena dosa untuk dirinya sendiri, sama seperti untuk dosa umat."


Yesus Kristus

Yesus tanpa dosa.

Ibrani 4:15

"Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa."


3. Korban yang Dipersembahkan

Imam Perjanjian Lama

Mempersembahkan darah binatang.

Imamat 16:15
"Haruslah ia menyembelih kambing jantan korban penghapus dosa bagi bangsa itu..."


Yesus Kristus

Mempersembahkan diri-Nya sendiri.

Ibrani 9:12
"Dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah kambing jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri."


4. Frekuensi Korban

Imam Perjanjian Lama

Korban harus diulang terus-menerus.

Ibrani 10:11
"Selanjutnya setiap imam melakukan tiap-tiap hari pelayanannya dan berulang-ulang mempersembahkan korban yang sama."


Yesus Kristus

Korban-Nya satu kali dan cukup untuk selamanya.

Ibrani 10:12
"Tetapi Ia, sesudah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah."


5. Tempat Pelayanan

Imam Perjanjian Lama

Melayani di Kemah Suci dan Bait Allah duniawi.

Ibrani 9:1-2

"Memang perjanjian yang pertama juga mempunyai peraturan-peraturan untuk ibadah dan untuk tempat kudus buatan tangan manusia."


Yesus Kristus

Melayani di tempat kudus surgawi.

Ibrani 9:24

"Sebab Kristus bukan masuk ke tempat kudus buatan tangan manusia... tetapi ke dalam sorga sendiri."



6. Jangka Waktu Imamat

Imam Perjanjian Lama

Digantikan oleh kematian.

Ibrani 7:23

"Dan dalam jumlah yang besar mereka telah menjadi imam, karena mereka dicegah oleh maut untuk tetap menjabat imam."


Yesus Kristus

Imamat-Nya kekal.

Ibrani 7:24

"Tetapi karena Ia tetap selama-lamanya, imamat-Nya tidak dapat beralih kepada orang lain."



7. Perantaraan kepada Allah

Imam Perjanjian Lama

Menjadi perantara sementara antara Allah dan Israel.

Imamat 16:34

"Sekali setahun haruslah diadakan pendamaian karena orang Israel."


Yesus Kristus

Menjadi satu-satunya Pengantara yang sempurna.

1 Timotius 2:5

"Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus."



8. Masuk ke Ruang Mahakudus

Imam Perjanjian Lama

Hanya Imam Besar, setahun sekali.

Ibrani 9:7

"Tetapi ke dalam kemah yang kedua hanya Imam Besar saja yang masuk sekali setahun."


Yesus Kristus

Masuk sekali untuk selamanya.

Ibrani 9:11-12

"Kristus telah datang sebagai Imam Besar... Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus."



9. Hasil Pelayanan

Imam Perjanjian Lama

Menutupi dosa secara simbolis dan sementara.

Ibrani 10:4

"Sebab tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan menghapuskan dosa."


Yesus Kristus

Menghapus dosa secara nyata dan sempurna.

Yohanes 1:29

"Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia."



10. Hubungan dengan Teosis (Persatuan dengan Kristus)

Imam Perjanjian Lama

  • Menjadi bayangan.
  • Menunjuk kepada Kristus.
  • Tidak dapat membawa manusia kepada kesempurnaan.

Ibrani 7:19
"Sebab hukum Taurat sama sekali tidak membawa kesempurnaan."

Yesus Kristus

  • Membawa manusia masuk ke hadirat Allah.
  • Menyatukan manusia dengan Allah melalui persatuan dengan Kristus.
  • Menjadi Imam yang terus-menerus menjadi pengantara bagi umat-Nya.

Ibrani 7:25
"Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka."

Yohanes 17:23
"Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku, supaya mereka menjadi sempurna menjadi satu."

Ringkasan

Imam PL Yesus Kristus
Keturunan Harun Menurut Melkisedek
Berdosa Tanpa dosa
Korban binatang Korban diri sendiri
Berulang-ulang Sekali untuk selamanya
Bait duniawi Tempat kudus surgawi
Sementara Kekal
Banyak imam Satu Imam Besar
Menutupi dosa Menghapus dosa
Bayangan Penggenapan
Tidak menyempurnakan Menyelamatkan dengan sempurna

Dengan demikian, seluruh sistem imamat Perjanjian Lama adalah tipologi (bayangan) yang digenapi secara sempurna oleh Yesus Kristus, yang bukan hanya mempersembahkan korban, tetapi sekaligus menjadi Korban itu sendiri, dan terus menjadi Imam Besar kekal bagi umat-Nya.


F. PERBANDINGAN NABI DLM PL DGN NABI YESUS KRISTUS





a. Pandangan pertama

Dalam Perjanjian Lama, nabi adalah penyampai firman Allah kepada umat. Mereka menerima wahyu dari Allah dan menyampaikannya kepada manusia. Seluruh jabatan kenabian dalam Perjanjian Lama pada akhirnya menunjuk kepada Yesus Kristus sebagai Nabi yang sempurna dan penggenapan semua wahyu Allah.

1. Asal Pengutusan

Nabi-Nabi PL

Diutus oleh Allah untuk menyampaikan firman-Nya.

Yeremia 1:9
"Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu."

Keluaran 7:1-2
"Engkau akan mengatakan segala yang Kuperintahkan kepadamu."

Yesus Kristus

Diutus oleh Bapa, tetapi bukan sekadar membawa firman Allah; Ia sendiri adalah Firman Allah.

Yohanes 8:42
"Aku datang dan berasal dari Allah."

Yohanes 1:1
"Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah."


2. Sumber Wahyu

Nabi-Nabi PL

Menerima wahyu dari Allah.

Bilangan 12:6
"Aku, TUHAN, menyatakan diri-Ku kepadanya dalam penglihatan."

Yesus Kristus

Memiliki pengetahuan langsung dari Bapa karena kesatuan-Nya dengan Bapa.

Yohanes 1:18
"Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah... Dialah yang menyatakan-Nya."

Yohanes 3:34
"Sebab Dia yang diutus Allah menyampaikan firman Allah."


3. Cara Berbicara

Nabi-Nabi PL

Biasanya berkata:

"Beginilah firman TUHAN."

Contoh:

Yesaya 1:2
"Dengarlah, hai langit, dan pasanglah telinga, hai bumi, sebab TUHAN berfirman."

Yesus Kristus

Berbicara dengan otoritas-Nya sendiri.

Matius 5:22
"Tetapi Aku berkata kepadamu..."

Matius 5:28
"Tetapi Aku berkata kepadamu..."

Ia tidak hanya menyampaikan firman Allah; Ia berbicara sebagai Tuhan yang memberi firman.


4. Status Pribadi

Nabi-Nabi PL

Hamba Allah.

Amos 3:7
"Sungguh, Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi."

Yesus Kristus

Anak Allah yang kekal.

Matius 16:16
"Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup."

Ibrani 1:1-2
"Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya."


5. Isi Pelayanan

Nabi-Nabi PL

Menyampaikan sebagian demi sebagian wahyu Allah.

Ibrani 1:1
"Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara..."

Yesus Kristus

Menyatakan Allah secara penuh.

Yohanes 14:9
"Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa."

Kolose 2:9
"Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan."

6. Nubuat tentang Nabi yang Akan Datang

Nubuat Musa

Ulangan 18:15
"Seorang nabi dari tengah-tengahmu... akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan."

Penggenapan dalam Yesus

Kisah Para Rasul 3:22
"Musa telah berkata: Seorang nabi akan dibangkitkan bagimu oleh Tuhan Allahmu..."

Kisah Para Rasul 3:23
"Dan orang yang tidak mendengarkan nabi itu akan dibinasakan."


7. Mukjizat

Nabi-Nabi PL

Melakukan mukjizat dengan kuasa yang diberikan Allah.

Contoh:

  • Musa membelah Laut Teberau (Keluaran 14:21).
  • Elia menurunkan api dari langit (1 Raja-raja 18:38).

Yesus Kristus

Melakukan mukjizat dengan otoritas-Nya sendiri.

Markus 4:39
"Lalu Ia menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: Diam! Tenanglah!"

Yohanes 11:43
"Lazarus, marilah ke luar!"


8. Hubungan dengan Dosa

Nabi-Nabi PL

Orang berdosa yang membutuhkan pengampunan.

Contoh:

Yesaya 6:5
"Celakalah aku! Aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir."

Yesus Kristus

Tanpa dosa.

Ibrani 4:15
"Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa."

1 Petrus 2:22
"Ia tidak berbuat dosa."


9. Kematian dan Kebangkitan

Nabi-Nabi PL

Mati seperti manusia biasa.

Yesus Kristus

Mati untuk dosa manusia dan bangkit dalam kemuliaan.

1 Korintus 15:3-4
"Kristus telah mati karena dosa-dosa kita... dan telah dibangkitkan."


10. Tujuan Pelayanan

Nabi-Nabi PL

Menunjuk kepada Mesias yang akan datang.

Lukas 24:27
"Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci."

Yesus Kristus

Adalah Mesias itu sendiri.

Yohanes 4:25-26
"Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau."


Ringkasan

Nabi PL Yesus Kristus
Diutus Allah
Diutus Bapa dan berasal dari Bapa
Menerima firman Allah Adalah Firman Allah
Berkata: "Beginilah firman TUHAN" Berkata: "Aku berkata kepadamu"
Hamba Allah Anak Allah
Menyampaikan wahyu sebagian Menyatakan Allah secara penuh
Berdosa Tanpa dosa

Menunjuk kepada Mesias
Adalah Mesias
Melakukan mukjizat oleh kuasa Allah Melakukan mukjizat dengan otoritas-Nya
Mati sebagai manusia biasa Mati dan bangkit sebagai Juruselamat
Bayangan Penggenapan

Kesimpulan Kristologis

Jabatan nabi dalam Perjanjian Lama mencapai puncaknya dalam diri Yesus Kristus. Jika nabi-nabi PL menyampaikan firman Allah, maka Yesus adalah Firman Allah yang menjadi manusia (Yohanes 1:14). Jika nabi-nabi PL menyatakan sebagian kehendak Allah, maka Yesus menyatakan Allah secara sempurna (Yohanes 1:18).

Karena itu, dalam teologi Kristen, Kristus adalah Nabi yang sempurna, Imam Besar yang sempurna, dan Raja Mesias yang sempurna, tiga jabatan yang dalam Perjanjian Lama terpisah, tetapi dipersatukan secara sempurna dalam diri-Nya.

a. Pandangan kedua

Berikut ini lanjutan penjelasan makna Yesus sebagai Nabi, kali ini dengan perbandingan dengan para nabi Perjanjian Lama dan apa yang membuat Yesus unik di antara mereka:


1. Perbandingan Yesus dengan Nabi-Nabi zaman perjanjian lama (PL).

AspekNabi PLYesus sebagai Nabi
Sumber PewahyuanMenerima dari Allah (melalui mimpi, penglihatan, malaikat)LANGSUNG DARI BAPA, karena Ia satu dengan Bapa (Yoh. 10:30)
Cara Menyampaikan“Beginilah Firman Tuhan”“Aku berkata kepadamu” (dengan otoritas Ilahi)
PewahyuanTerbatas, sebagianPewahyuan penuh dan final (Ibrani 1:1-2)
StatusHambaANAK ALLAH, dan sekaligus Tuhan (Yoh. 13:13)
Nubuat tentang MesiasMenubuatkan akan datangnya MesiasYESUS ADALAH MESIAS itu sendiri
Diterima umat?Sering ditolak dan dianiayaSama – Yesus juga ditolak dan disalibkan
KuasaTerbatas (hanya bila Tuhan berkenan)Yesus punya kuasa ilahi: menyembuhkan, MENGAMPUNI DOSA, mengusir setan

2. Yesus sebagai Nabi yang Melampaui Semua Nabi

Yesus tidak sekadar menyampaikan firman, tetapi:

  • IA ADALAH FIRMAN yang menjadi manusia (Yoh. 1:14)
  • Ia tidak pernah berdosa, sementara nabi PL bisa jatuh (Musa marah, Elia takut, Yunus lari)
  • Ia membuktikan nubuat-Nya benar lewat kebangkitan-Nya (Mat. 16:21)

Dalam Ibrani 3:1-6, dikatakan bahwa Musa setia sebagai hamba, tetapi Yesus sebagai Anak yang memerintah atas rumah Allah. Jadi, Yesus bukan hanya nabi, tetapi pemilik rumah itu.


3. Yesus dan Roh Nubuat

Yesus sebagai Nabi juga menggenapi apa yang disebut “Roh Nubuat” dalam Wahyu 19:10:

"Kesaksian Yesus adalah roh nubuat."

Artinya, seluruh pewahyuan dan nubuat dalam Alkitab berpusat dan berpuncak pada pribadi Yesus. Semua nabi, dari Musa sampai Maleakhi, menunjuk ke arah Dia.


4. Respons Kita Terhadap Yesus Sang Nabi

Karena Yesus adalah Nabi sejati dan terakhir (dalam pengertian pewahyuan Allah), maka:

  • Kita harus taat kepada perkataan-Nya (Mat. 7:24-27)
  • Kita tidak mencari wahyu baru di luar Dia
  • Kita menjadikan Yesus sebagai otoritas tertinggi dalam iman dan hidup

Kalau kamu tertarik, aku bisa bantu buatkan:

  • Ringkasan visual: "Yesus vs Nabi PL"
  • Skema progresif: "Nubuat → Penggenapan"
  • Studi khusus: "Yesus sebagai Nabi, Imam, dan Raja (Tri-Ofisi Kristus)"

c. Makna yesus nabi 

Makna Yesus sebagai Nabi memiliki kedalaman yang sangat penting, baik dalam konteks Perjanjian Lama (PL) maupun Perjanjian Baru (PB). Berikut penjelasannya secara sistematis:


1. Yesus sebagai Penggenap Nubuat Nabi

Yesus adalah penggenapan nubuat Musa dalam Ulangan 18:15,18:

“Seorang nabi dari tengah-tengahmu... akan dibangkitkan Tuhan Allahmu bagimu; dialah yang harus kamu dengarkan.”

Nubuat ini digenapi dalam diri Yesus, yang bukan sekadar nabi biasa, tapi Nabi Agung yang dijanjikan.


2. Yesus Menyampaikan Firman Allah dengan Otoritas Ilahi

Seorang nabi berbicara “Demikianlah firman Tuhan”. Tapi Yesus berkata:

“Aku berkata kepadamu…”
(Mat. 5:22, 28, 32, 34, 39, 44)

Ini menunjukkan Yesus tidak hanya menyampaikan firman Tuhan, tetapi Dia sendiri adalah Firman itu (Yohanes 1:1,14). Sebagai Nabi, Ia:

  • Menyatakan kehendak Bapa (Yoh. 12:49)
  • Membuka rahasia kerajaan Allah (Mrk. 4:11)
  • Menegur, menubuatkan, dan mengajar (Mat. 23, Luk. 19:41-44)

3. Yesus sebagai Nabi yang Menubuatkan Masa Depan

Yesus menubuatkan hal-hal penting, seperti:

  • Kehancuran Bait Allah (Mat. 24:2)
  • Penganiayaan terhadap murid-murid-Nya
  • Kedatangan-Nya kembali di akhir zaman

Ini memperlihatkan peran-Nya sebagai nabi eskatologis (nabi zaman akhir).


4. Yesus sebagai Nabi yang Menolak Disambut

Yesus menggenapi pola para nabi yang sering ditolak oleh bangsanya sendiri:

"Seorang nabi tidak dihormati di tempat asalnya sendiri." (Yohanes 4:44)
“Yerusalem... engkau yang membunuh nabi-nabi...” (Lukas 13:34)

Penolakan terhadap Yesus adalah penolakan terhadap Sang Firman itu sendiri.


5. Yesus sebagai Nabi, Imam, dan Raja

Yesus bukan hanya Nabi, tapi juga:

  • Imam: yang mempersembahkan diri-Nya sebagai korban.
  • Raja: yang memerintah dalam kerajaan Allah.

Tiga fungsi ini dikenal sebagai Tri-Ofisi Kristus:

Nabi – menyatakan kebenaran Allah
Imam – mendamaikan manusia dengan Allah
Raja – memerintah umat Allah dengan kuasa


6. Implikasi bagi Kita

Yesus sebagai Nabi berarti:

  • Kita harus mendengarkan Dia (Lukas 9:35)
  • Kita tidak mencari nabi lain sebagai perantara baru
  • Kita menerima pewahyuan final dan sempurna dari Allah melalui Dia (Ibrani 1:1–2)

🔚 Kesimpulan:

Yesus sebagai Nabi berarti Dia adalah penyataan sempurna kehendak Allah, pemberita kebenaran, dan penggenapan semua nubuat. Namun Ia jauh melampaui nabi biasa karena Ia adalah Firman itu sendiri dan pusat dari semua nubuat.


G. MESIAS MEMEGANG 3 JABATAN: NABI, IMAM & RAJA





Mengapa Yesus Harus Memiliki Tiga Jabatan: Nabi, Imam, dan Raja?

Dalam Perjanjian Lama, Allah memisahkan tiga jabatan utama:

Nabi → mewakili Allah kepada manusia.
Imam → mewakili manusia kepada Allah.
Raja → memerintah dan melindungi umat Allah.

Karena dosa merusak seluruh relasi manusia dengan Allah, maka Mesias harus memulihkan seluruh aspek tersebut. Oleh sebab itu Yesus datang sebagai Nabi, Imam, dan Raja sekaligus.


1. Sebagai Nabi: Menyatakan Allah kepada Manusia

Masalah manusia

Karena dosa, manusia tidak mengenal Allah dengan benar.

Roma 3:11
"Tidak ada seorang pun yang berakal budi, tidak ada seorang pun yang mencari Allah."

1 Korintus 2:14
"Manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah."

Manusia membutuhkan pewahyuan Allah.

Yesus sebagai Nabi

Ulangan 18:15
"Seorang nabi dari tengah-tengahmu... dialah yang harus kamu dengarkan."

Digenapi dalam Kristus:

Kisah Para Rasul 3:22
"Musa telah berkata: Seorang nabi akan dibangkitkan bagimu oleh Tuhan Allahmu."

Yesus bukan sekadar membawa firman Allah.

Yohanes 1:18
"Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah... Dialah yang menyatakan-Nya."

Yohanes 14:9
"Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa."

Tujuan bagi keselamatan

Melalui jabatan Nabi, Kristus:

  • Menyatakan siapa Allah.
  • Menyatakan kebenaran.
  • Menyatakan jalan keselamatan.
Yohanes 17:3
"Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus."

Tanpa Nabi yang sempurna, manusia tetap berada dalam kegelapan rohani.


2. Sebagai Imam: Mendamaikan Manusia dengan Allah

Masalah manusia

Dosa memisahkan manusia dari Allah.

Yesaya 59:2
"Segala kejahatanmulah yang memisahkan kamu dari Allahmu."
Manusia membutuhkan pendamaian.

Yesus sebagai Imam Besar

Mazmur 110:4
"Engkau adalah imam untuk selama-lamanya menurut Melkisedek."

Ibrani 4:14
"Kita mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah."

Imam mempersembahkan korban.
Namun Kristus bukan hanya Imam.
Ia juga Korban.

Ibrani 9:12
"Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus... dengan membawa darah-Nya sendiri."

Ibrani 10:12
"Ia telah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa."

Tujuan bagi keselamatan

Melalui jabatan Imam:

  • Dosa ditebus.
  • Murka Allah dipuaskan.
  • Manusia didamaikan dengan Allah.
Roma 5:10
"Kita diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya."

Ibrani 7:25
"Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka."

Tanpa Imam yang sempurna, manusia tetap berada di bawah hukuman dosa.


3. Sebagai Raja: Menaklukkan Musuh dan Memimpin Umat

Masalah manusia

Manusia bukan hanya bersalah karena dosa, tetapi juga diperbudak oleh:

  • dosa,
  • maut,
  • Iblis.
Yohanes 8:34
"Setiap orang yang berbuat dosa adalah hamba dosa."

Yesus sebagai Raja Mesias

Lukas 1:32-33
"Ia akan menjadi raja... dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan."

Matius 28:18
"Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi."

Sebagai Raja, Kristus:

  • mengalahkan Iblis,
  • mengalahkan dosa,
  • mengalahkan maut.
Kolose 2:15
"Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa."

1 Korintus 15:25-26
"Musuh yang terakhir yang dibinasakan ialah maut."

Tujuan bagi keselamatan

Melalui jabatan Raja:

  • umat Allah dipelihara,
  • musuh-musuh dikalahkan,
  • kerajaan Allah ditegakkan.
Wahyu 17:14
"Anak Domba itu akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja."

Tanpa Raja yang sempurna, umat Allah tidak akan memperoleh kemenangan akhir.


Mengapa Ketiga Jabatan Ini Harus Ada Bersama?

Dosa menciptakan tiga masalah besar:

Masalah   Solusi Kristus
Ketidaktahuan akan Allah   Nabi
Kesalahan dan hukuman dosa   Imam
Perbudakan dosa dan maut   Raja

Kristus harus menyelamatkan manusia secara utuh.
  • Sebagai Nabi, Ia menerangi pikiran.
  • Sebagai Imam, Ia mengampuni dosa.
  • Sebagai Raja, Ia membebaskan dan memerintah umat-Nya.

Hubungan dengan Teosis (Persatuan dengan Kristus)

Dalam teologi persatuan dengan Kristus, ketiga jabatan ini menjadi sarana Allah membawa manusia kepada persekutuan dengan-Nya.

Sebagai Nabi

Kristus memperkenalkan manusia kepada Bapa.

Yohanes 17:6
"Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang."

Sebagai Imam

Kristus mempersatukan manusia dengan Allah melalui korban-Nya.

Ibrani 10:19-22
"Kita penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus."

Sebagai Raja

Kristus membawa umat masuk ke dalam kemuliaan Kerajaan-Nya.

Wahyu 22:5
"Mereka akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya."


Ringkasan Akhir

Sebagai Nabi, Yesus menyatakan Allah kepada manusia.

Sebagai Imam, Yesus mendamaikan manusia dengan Allah.

Sebagai Raja, Yesus menaklukkan semua musuh keselamatan dan memimpin umat-Nya ke dalam kemuliaan kekal.

Karena itu keselamatan bukan hanya pengampunan dosa, tetapi pemulihan penuh hubungan manusia dengan Allah melalui satu Pribadi, yaitu Yesus Kristus.

Seperti yang dirangkum dalam Ibrani 1:1–3, Dia adalah Anak yang menyatakan Allah (fungsi Nabi), menyucikan dosa (fungsi Imam), dan duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar (fungsi Raja). Dalam diri-Nya, ketiga jabatan Mesias bersatu secara sempurna demi keselamatan umat manusia.


H. HIPOTESA BAGAIMANA FUNGSI MESIAS JIKA MANUSIA TIDAK JATUH DALAM DOSA






Tentu. Karena ini adalah pembahasan hipotetis (andaian manusia tidak jatuh ke dalam dosa), kita tidak memiliki ayat yang secara langsung mengatakan "apa yang akan terjadi." Namun kita dapat menarik prinsip dari ayat-ayat yang menunjukkan bahwa peran Anak Allah tidak hanya berkaitan dengan penebusan dosa, tetapi juga dengan penciptaan, pewahyuan Allah, dan pemerintahan atas ciptaan.

Jika Manusia Tidak Jatuh Dosa, Apakah Kristus Tetap Menjadi Nabi, Imam, dan Raja?

Jawabannya: Ya, tetapi fungsi penebusannya tidak diperlukan.


1. Kristus Tetap Menjadi Nabi

Mengapa?

Karena Anak adalah Penyata Bapa sejak kekekalan.

Yohanes 1:18
"Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya."

Ayat ini tidak mengatakan bahwa Anak mulai menyatakan Bapa setelah manusia jatuh dalam dosa.

Anak adalah Penyata Bapa karena relasi kekal-Nya dengan Bapa.

Jika Adam tidak jatuh

Kristus tidak perlu datang untuk menyerukan:

"Bertobatlah!"

Tetapi tetap menjadi Pribadi yang menyatakan Allah kepada ciptaan.

Tujuannya

Agar manusia semakin mengenal Allah.

Yohanes 17:3
"Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus."

Mengenal Allah adalah tujuan manusia, bukan sekadar obat bagi dosa.


2. Kristus Tetap Menjadi Imam

Mengapa?

  • Biasanya imam dikaitkan dengan korban dosa.
  • Namun Alkitab menunjukkan bahwa fungsi imam lebih luas daripada pengampunan dosa.
  • Imam juga membawa umat kepada Allah.

Kristus sebagai Pengantara Penciptaan

Kolose 1:16-17
Karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia.

Ayat ini berbicara tentang hubungan seluruh ciptaan dengan Kristus, bukan hanya orang berdosa.

Kristus sebagai Penghubung Allah dan Ciptaan

Yohanes 1:3
Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.

Tanpa Anak, ciptaan tidak dapat berhubungan dengan Allah.

Jika Adam tidak jatuh

Kristus tidak perlu:

  • menumpahkan darah,
  • mati di salib,
  • menjadi korban penghapus dosa.

Tetapi tetap menjadi Pengantara persekutuan antara Allah dan ciptaan.


3. Kristus Tetap Menjadi Raja

Ini paling jelas.

Mengapa?

Karena kerajaan Kristus tidak dimulai setelah dosa masuk.

Seluruh ciptaan memang diciptakan untuk Dia.

Kolose 1:16
"Karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu... segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia."


Mazmur Mesianik

Mazmur 2:6
Akulah yang telah melantik raja-Ku di Sion, gunung-Ku yang kudus!

Pemerintahan Universal

Mazmur 8:7-9
Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya: kambing domba dan lembu sapi sekalian, juga binatang-binatang di padang; burung-burung di udara dan ikan-ikan di laut dan apa yang melintasi arus lautan.

Dalam Perjanjian Baru ayat ini diterapkan kepada Kristus.

Ibrani 2:8
Segala sesuatu telah Engkau taklukkan di bawah kaki-Nya.

Jika Adam tidak jatuh

Kristus tidak perlu:

  • menghancurkan dosa,
  • mengalahkan Iblis,
  • memusnahkan maut.

Namun tetap memerintah seluruh ciptaan.


Hubungannya dengan Teosis

Banyak teolog melihat bahwa tujuan manusia sejak awal bukan sekadar "tidak berdosa."

Tujuan akhirnya adalah persekutuan penuh dengan Allah.

Doa Kristus

Yohanes 17:21-23
Supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.


Tujuan ini melampaui sekadar pengampunan dosa.

Ini adalah persatuan dengan Allah.


Perbandingan Dunia Jatuh dan Dunia Tidak Jatuh


Jabatan Kristus

Dunia Jatuh dalam Dosa
Dunia Tanpa Dosa
Nabi Menyatakan Allah dan memanggil pertobatan Menyatakan Allah dan membawa manusia bertumbuh dalam pengenalan akan Allah
Imam Mempersembahkan korban penebusan
Menjadi Pengantara persekutuan antara Allah dan ciptaan
Raja Menaklukkan dosa, maut, dan Iblis
Memimpin ciptaan menuju kemuliaan yang ditetapkan Allah
Tujuan Memulihkan yang rusak oleh dosa
Menyempurnakan ciptaan dalam persekutuan dengan Allah

Kesimpulan

Jika manusia tidak pernah jatuh ke dalam dosa:

• KRISTUS TETAP NABI, karena hanya Dia yang menyatakan Bapa secara sempurna (Yohanes 1:18).

• KRISTUS TETAP IMAM, bukan untuk menghapus dosa, tetapi sebagai Pengantara persekutuan antara Allah dan ciptaan (Kolose 1:16-17).

• KRISTUS TETAP RAJA, karena segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia (Kolose 1:16).

Yang hilang hanyalah aspek penebusan dosa melalui salib, tetapi fungsi Kristus sebagai Penyata Allah, Pengantara kehidupan ilahi, dan Raja atas seluruh ciptaan tetap ada, karena ketiga jabatan itu berakar pada siapa Dia sebagai Anak Allah yang kekal, bukan semata-mata pada masalah dosa manusia.

umat manusia.


I. TOKOH PL YANG DIURAPI ATAU BISA DISEBUT MESIAS






Dalam Perjanjian Lama, kata "Mesias" berasal dari bahasa Ibrani māšîaḥ (מָשִׁיחַ), yang berarti "yang diurapi". Jadi secara harfiah, ada beberapa tokoh PL yang dapat disebut "mesias" (yang diurapi), tetapi mereka adalah mesias dalam arti jabatan dan bayangan, bukan Mesias Agung yang dinantikan.

1. Raja-Raja Israel Disebut "Yang Diurapi TUHAN"

Contoh paling terkenal adalah Saul.

1 Samuel 24:6
"Lalu berkatalah ia kepada orang-orangnya: 'Dijauhkan TUHAN kiranya dari padaku untuk melakukan hal yang demikian kepada tuanku, kepada orang yang diurapi TUHAN, dengan menjamah dia; sebab dialah orang yang diurapi TUHAN.'"

Kemudian Daud juga disebut orang yang diurapi TUHAN.

2 Samuel 23:1
"Inilah perkataan Daud yang terakhir, demikianlah firman Daud bin Isai, demikianlah firman orang yang telah ditinggikan, orang yang diurapi oleh Allah Yakub..."

Dalam arti ini, Saul dan Daud adalah "mesias" (yang diurapi).


2. Imam Besar Juga Disebut Yang Diurapi

Imamat 4:3
"Jikalau imam yang diurapi itu berbuat dosa sehingga bangsanya turut bersalah..."

Jadi imam besar Harun dan penerusnya juga termasuk golongan "yang diurapi".


3. Nabi Kadang Dianggap Yang Diurapi

Allah berbicara mengenai nabi-nabi-Nya:

Mazmur 105:15
"Jangan mengusik orang-orang yang Kuurapi, dan jangan berbuat jahat kepada nabi-nabi-Ku."

Ini menunjukkan bahwa para nabi juga dapat termasuk dalam kategori orang yang diurapi Allah.


4. Bahkan Raja Kafir Disebut "Mesias"

Salah satu ayat yang paling mengejutkan:

Yesaya 45:1
"Beginilah firman TUHAN kepada orang yang diurapi-Nya, yaitu kepada Koresy yang tangan kanannya Kupegang..."

Ayat ini berbicara tentang Koresy Agung.

Dalam bahasa Ibrani, kata yang dipakai adalah māšîaḥ (Mesias).

Jadi Koresy secara harfiah disebut "mesias" karena dipilih Allah untuk membebaskan Israel dari pembuangan, meskipun ia bukan orang Israel.


Mengapa Mereka Bukan Mesias yang Sesungguhnya?

Semua tokoh tersebut hanya memegang sebagian fungsi:

Tokoh Nabi Imam Raja
Musa - -
Harun - -
Daud - -
Salomo - -
Koresy - - ✓ (alat Allah)

Tidak ada satu pun yang memegang ketiga jabatan secara sempurna.

Selain itu mereka semua:

  • berdosa,
  • mati,
  • tidak membawa keselamatan kekal.

Mesias yang Dinantikan

PL mulai berbicara tentang satu Mesias yang lebih besar.

Nabi seperti Musa

Ulangan 18:15
"Seorang nabi dari tengah-tengahmu... akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan."

Imam Kekal

Mazmur 110:4
"TUHAN telah bersumpah dan Ia tidak akan menyesal: 'Engkau adalah imam untuk selama-lamanya menurut Melkisedek.'"

Raja Kekal dari Daud

2 Samuel 7:13
"Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya."


Penggenapan dalam Yesus

Menurut Perjanjian Baru, semua bayangan ini bertemu dalam Yesus Kristus.

  • Nabi yang lebih besar daripada Musa.
  • Imam yang lebih besar daripada Harun.
  • Raja yang lebih besar daripada Daud.

Karena itu dalam pengertian sempit dan khusus, ketika orang Kristen mengatakan "Mesias", yang dimaksud adalah Yesus. Sedangkan tokoh-tokoh PL adalah "mesias-mesias tipologis" (yang diurapi sebagai bayangan), yang menunjuk kepada Mesias Agung yang akan datang.

Singkatnya:

  • Banyak orang di PL adalah "mesias" (yang diurapi).
  • Hanya Yesus yang adalah "Mesias" dalam arti penuh dan final, karena Ia menggenapi sekaligus jabatan Nabi, Imam, dan Raja serta membawa keselamatan yang kekal.

J. TOKOH PL SECARA IMPLISIT MERANGKAP LEBIH DARI SATU JABATAN






Ada beberapa tokoh dalam Perjanjian Lama yang merangkap dua jabatan, dan ada satu tokoh yang secara unik tampak menggabungkan tiga fungsi sekaligus sebagai bayangan Mesias. Namun tidak ada seorang pun yang menggenapi ketiga jabatan secara sempurna seperti Yesus Kristus.

1. Musa: Nabi dan Pemimpin/Raja

Sebagai Nabi

Ulangan 34:10
"Seperti Musa yang dikenal TUHAN dengan berhadapan muka, tidak ada lagi nabi yang bangkit di antara orang Israel."

Sebagai Pemimpin Bangsa

Musa memimpin Israel keluar dari Mesir, memberi hukum, dan mengatur bangsa itu.

Ulangan 33:5
"Demikianlah Ia menjadi raja di Yesyurun, ketika kepala-kepala bangsa berkumpul bersama-sama suku-suku Israel."

Musa sering dipandang memiliki fungsi kenabian dan pemerintahan, tetapi bukan imam.


2. Samuel: Nabi dan Hakim

Sebagai Nabi

1 Samuel 3:20
"Maka tahulah seluruh Israel ... bahwa kepada Samuel telah dipercayakan jabatan nabi TUHAN."

Sebagai Hakim/Pemimpin

1 Samuel 7:15
"Samuel memerintah sebagai hakim atas orang Israel seumur hidupnya."

Samuel juga mempersembahkan korban (1 Samuel 7:9), meskipun bukan Imam Besar Harun. Ia memiliki fungsi gabungan nabi dan pemimpin nasional.


3. Daud: Raja dan Nabi

Sebagai Raja

2 Samuel 5:3
"Lalu datanglah segala tua-tua Israel menghadap raja di Hebron, dan Raja Daud mengikat perjanjian dengan mereka."

Sebagai Nabi

Dalam PB, Daud disebut nabi.

Kisah Para Rasul 2:30
"Tetapi ia adalah seorang nabi dan ia tahu, bahwa Allah telah berjanji kepadanya..."

Banyak Mazmur Daud berisi nubuat tentang Mesias.


4. Melkisedek: Raja dan Imam

Melkisedek adalah tokoh yang paling menarik.

Sebagai Raja

Kejadian 14:18
"Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur."

Sebagai Imam

Ayat yang sama melanjutkan:

"Ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi."

Jadi Melkisedek adalah:

  • Raja Salem.
  • Imam Allah Yang Mahatinggi.

Biasanya dalam Israel jabatan raja dan imam dipisahkan, tetapi Melkisedek memegang keduanya sekaligus.

Karena itu ia menjadi tipe Kristus.

Mazmur 110:4
"Engkau adalah imam untuk selama-lamanya menurut Melkisedek."

Ibrani 7:2
"Melkisedek ... pertama-tama berarti raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai."


5. Daud Memiliki Unsur Imamiah

Daud bukan imam resmi, tetapi kadang melakukan tindakan yang menyerupai fungsi imam.

Contohnya:

2 Samuel 6:14
"Daud menari-nari di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga."

2 Samuel 6:17-18
"Lalu Daud mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan di hadapan TUHAN. Setelah Daud selesai mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan itu, diberkatinyalah bangsa itu demi nama TUHAN semesta alam."

Ini bukan berarti Daud menjadi Imam Besar, tetapi menunjukkan bayangan jabatan yang lebih luas.


6. Tokoh yang Paling Mendekati Tiga Jabatan: Melkisedek dan Musa

Tidak ada tokoh PL yang secara resmi memegang:

  • Nabi
  • Imam
  • Raja

secara penuh sekaligus.

Namun:

Musa

  • Nabi ✓
  • Pemimpin seperti raja ✓
  • Perantara umat di hadapan Allah (fungsi mirip imam) ✓

Melkisedek

  • Raja ✓
  • Imam ✓
  • Tidak disebut nabi secara eksplisit.

Mengapa Allah Memisahkan Jabatan Ini?

Setelah Taurat diberikan, Allah sengaja memisahkan jabatan:

Jabatan Suku
Nabi             Dipanggil langsung oleh Allah
Imam             Lewi
Raja             Yehuda (garis Daud)

Pemisahan ini mencegah konsentrasi kekuasaan pada satu orang.

Contohnya, ketika Uzia mencoba mengambil fungsi imam:

2 Tawarikh 26:18
"Bukanlah urusanmu, hai Uzia, membakar ukupan bagi TUHAN, melainkan urusan imam-imam."

Uzia dihukum dengan kusta karena mencampuradukkan jabatan yang tidak diberikan kepadanya.


Penggenapan dalam Yesus

Semua jabatan yang terpisah dalam PL dipersatukan dalam diri Yesus Kristus.

Nabi

Ulangan 18:15 → digenapi dalam Kisah Para Rasul 3:22.

Imam

Mazmur 110:4
"Engkau adalah imam untuk selama-lamanya menurut Melkisedek."

Raja

Lukas 1:32-33
"Ia akan menjadi raja ... dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan."

Jadi tokoh-tokoh PL hanya memegang sebagian atau gabungan sebagian jabatan sebagai bayangan. Hanya Yesus yang secara sah dan sempurna memegang ketiga jabatan sekaligus: Nabi yang menyatakan Allah, Imam yang mendamaikan manusia dengan Allah, dan Raja yang memerintah untuk selama-lamanya.



K. DASAR PENDIRIAN GEREJA OLEH TUHAN YESUS


• Gereja didirikan di atas pengakuan bahwa Yesus adalah Mesias dan Anak Allah yang hidup.


Tuhan Yesus menyatakan bahwa gereja-Nya akan dibangun di atas pengakuan bahwa Dia adalah Mesias dan Anak Allah yang hidup.

Hal ini tercatat dalam Matius 16:15-18:

(15) Kata-Nya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?"
(16) Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"
(17) Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau, Simon bin Yunus, sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.
(18) Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.

Penjelasan:

  • Pengakuan Petrus bahwa Yesus adalah Mesias dan Anak Allah yang hidup adalah dasar yang kokoh.
  • Yesus menyebutnya sebagai "batu karang" (Yunani: petra) bukan merujuk pada pribadi Petrus semata, tetapi pengakuan imannya.
  • Maka gereja (ekklesia = orang-orang yang dipanggil keluar) dibangun bukan di atas manusia, tapi di atas wahyu dan pengakuan iman bahwa Yesus adalah Sang Mesias dan Anak Allah.

Implikasinya:

  • Gereja sejati adalah kumpulan orang-orang yang percaya dan mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Mesias.
  • Iman kepada Kristus adalah dasar yang tak tergoyahkan (1 Korintus 3:11: "Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.")


Jaminsen

Welcome, TO BE LIKE JESUS

Post a Comment

Previous Post Next Post