Fungsi Yesus sebagai Mesias berdasarkan ketiga peran utama yang digambarkan di dalam diagram tadi: Nabi, Imam, dan Raja. Ketiganya bukan hanya simbolik, tetapi memiliki makna yang aktif dan nyata dalam karya keselamatan Yesus.
Makna Mesias dalam konteks Matius 16 (pengakuan Petrus) sangat dalam dan penuh dengan nubuat dari Perjanjian Lama yang digenapi dalam pribadi Yesus.
Makna Kata "Mesias"
- Mesias berasal dari kata Ibrani "Mashiach" (מָשִׁיחַ) yang berarti "yang diurapi".
- Dalam bahasa Yunani, diterjemahkan menjadi Christos (Χριστός), yang artinya juga "Yang Diurapi", dan dari situlah kita mendapat kata Kristus.
Siapa yang "diurapi" dalam PL?
Dalam Perjanjian Lama, yang diurapi adalah:
- Raja (contoh: Daud, 1 Samuel 16:13)
- Imam (contoh: Harun, Keluaran 29:7)
- Nabi (contoh: Elisa, 1 Raja-raja 19:16)
Jadi "Mesias" menunjuk pada seorang pribadi yang akan menjadi Raja, Imam, dan Nabi secara sempurna.
Makna Mesias dalam Pengakuan Petrus
Ketika Petrus berkata:
“Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” (Matius 16:16)
Artinya Petrus:
- Mengakui bahwa Yesus adalah Raja yang dijanjikan dalam garis keturunan Daud (2 Samuel 7:12-14).
- Percaya bahwa Yesus adalah Imam yang akan membawa pendamaian sejati, melebihi sistem korban Perjanjian Lama (lihat Ibrani 7-10).
- Melihat bahwa Yesus adalah Nabi yang dinubuatkan oleh Musa (Ulangan 18:15-19).
MESIAS: Pribadi Penyelamat yang Dijanjikan
Di kalangan orang Yahudi pada abad pertama, Mesias dipahami sebagai:
- Pemimpin yang diutus Allah untuk membebaskan Israel dari penindasan (khususnya penjajahan Romawi).
- Namun Yesus mengoreksi pengertian ini: Dia datang bukan hanya untuk politik, tapi untuk menebus dosa dunia (Markus 10:45, Yohanes 1:29).
Simpulan:
Dalam konteks Matius 16:
- Mesias bukan sekadar gelar, tapi menunjuk pada Yesus sebagai Pribadi yang dijanjikan Allah, penggenapan dari nubuat-nubuat PL.
- Ia adalah Raja yang kekal, Imam yang sempurna, dan Nabi yang sejati.
- Dialah dasar gereja, karena hanya Mesias sejati yang bisa menyelamatkan, memimpin, dan menyatukan umat Allah.
Baik, mari kita lanjutkan dengan penafsiran ayat per ayat dari Matius 16:16–18, di mana Petrus mengakui Yesus sebagai Mesias dan Anak Allah yang hidup, fondasi pendirian gereja oleh Kristus sendiri.
Matius 16:16-18 — Penafsiran Ayat per Ayat
Ayat 16 – Pengakuan Petrus
“Maka jawab Simon Petrus: ‘Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!’”
Makna:
- Petrus tidak sekadar menyebut Yesus guru atau nabi, melainkan Mesias — yang artinya: Yang Diurapi, penggenapan semua nubuat PL.
- “ANAK ALLAH YANG HIDUP” menunjukkan bahwa Yesus bersumber langsung dari Allah, bukan ciptaan, tetapi sehakikat dengan Bapa.
- Ini adalah pengakuan iman yang ilahi, bukan sekadar opini manusia.
Ayat 17 – Tanggapan Yesus
“Kata Yesus kepadanya: ‘Berbahagialah engkau, Simon bin Yunus, sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.’”
Makna:
- Iman sejati bukan berasal dari logika manusia, tapi dari wahyu Allah.
- Yesus menegaskan bahwa pengakuan akan siapa Dia sebenarnya hanya dapat terjadi bila Bapa di Surga menyatakannya dalam hati manusia.
- Petrus diberkati karena ia MENERIMA TERANG DARI BAPA, bukan dari pemahaman dunia.
Ayat 18 – Janji Yesus
“Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.”
Penafsiran:
- “Engkau adalah Petrus” (Yunani: Petros – batu kecil)
- “Di atas batu karang ini” (Yunani: Petra – batu besar/karang)
→ Menunjuk pada PENGAKUAN IMAN PETRUS, bukan pribadi Petrus semata.
Maka:
- Gereja dibangun bukan di atas manusia, tapi di atas pengakuan ilahi bahwa Yesus adalah MESIAS dan Anak Allah.
- “Jemaat-Ku” menunjukkan bahwa gereja milik Kristus, bukan milik institusi atau manusia.
- “Alam maut tidak akan menguasainya” artinya GEREJA SEJATI AKAN BERTAHAN SELAMANYA, sebab ia berdiri di atas dasar yang kekal.
Kesimpulan Teologis:
Yesus tidak membangun gereja atas dasar popularitas, pengetahuan, atau sistem manusia. Ia mendirikannya atas pengakuan bahwa Ia adalah Mesias, Anak Allah yang hidup. Inilah batu karang iman, dan gereja yang dibangun di atas ini akan:
- Bertahan menghadapi serangan Iblis,
- Tetap setia kepada Kristus,
- Menjadi alat Allah untuk menyatakan Kerajaan-Nya.
📘 TABEL: Mesias dalam PL vs Yesus sebagai Penggenapannya
| Aspek | Mesias dalam Perjanjian Lama | Penggenapannya dalam Yesus Kristus |
|---|---|---|
| 🔹 Gelar | Mashiach (Yang Diurapi) | Kristus (Christos) – artinya sama: Yang Diurapi |
| 👑 Raja | Akan datang dari keturunan Daud dan memerintah selamanya (2 Sam. 7:12-13, Yes. 9:6-7) |
Yesus disebut Anak Daud (Mat. 1:1), Raja segala raja (Why. 19:16) |
| 🛐 Imam | Seorang imam kekal menurut urutan Melkisedek (Mazmur 110:4) |
Yesus menjadi Imam Besar yang kekal dan mempersembahkan diri-Nya sendiri (Ibr. 7:17; 9:11-12) |
| 📢 Nabi | Nabi seperti Musa akan datang, mendengar Dia adalah perintah Allah (Ul. 18:15-19) |
Yesus adalah Firman yang menjadi manusia (Yoh. 1:14), pengajar dengan otoritas ilahi (Mrk. 1:22) |
| 🕊️ Pengurapan | Diurapi oleh Roh Kudus untuk menjalankan tugas ilahi (Yes. 61:1-2) |
Yesus diurapi oleh Roh saat baptisan (Mat. 3:16-17), menggenapi Yes. 61 (Luk. 4:18-21) |
| 🕊️ Penyelamat | Akan membawa keselamatan dan perdamaian (Yes. 53:5-6) |
Yesus menanggung dosa manusia, mati dan bangkit (1 Ptr. 2:24) |
| 🌍 Ruang lingkup misi | Banyak orang berpikir untuk Israel saja |
Yesus menyelamatkan dunia: “Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia” (Yoh. 1:29) |
| 🪨 Dasar Gereja | Tidak secara eksplisit dalam PL, tetapi Mesias akan menjadi batu penjuru (Yes. 28:16) |
Yesus: Batu Penjuru yang ditolak manusia, tetapi dipilih Allah (1 Ptr. 2:6-7), dasar gereja (Mat. 16:18) |
Kesimpulan:
secara sempurna:
- Sebagai Raja: Ia memerintah dalam kerajaan Allah.
- Sebagai Imam: Ia memperdamaikan manusia dengan Allah.
- Sebagai Nabi: Ia menyatakan Allah sepenuhnya.
- Sebagai Mesias: Ia adalah dasar iman dan gereja.
Kalau kamu mau, saya bisa bantu buat visual diagram 3 lingkaran (Raja–Imam–Nabi) dan Yesus di tengah sebagai penggenapan Mesias. Mau juga?
1. Yesus sebagai Nabi (NABI)
Fungsi:
- Menyampaikan Firman Allah
- Menyatakan kehendak dan karakter Allah
- Mewartakan pertobatan dan Kerajaan Allah
📖 Nubuat:
“Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan” (Ulangan 18:15)
📖 Penggenapan:
Yesus disebut “Nabi besar” oleh orang banyak (Luk. 7:16), dan Dia menyatakan bahwa siapa yang melihat Dia, telah melihat Bapa (Yoh. 14:9).
2. Yesus sebagai Imam (IMAM)
Fungsi:
- Memberi pengampunan dosa melalui korban
- Menjadi perantara antara manusia dan Allah
- Membawa pendamaian melalui darah
📖 Nubuat:
“Engkau adalah imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek” (Mazmur 110:4)
📖 Penggenapan:
“Kristus datang sebagai Imam Besar... tidak dengan darah domba jantan dan anak lembu, tetapi dengan darah-Nya sendiri” (Ibrani 9:11-12)
Catatan Penting: Di dalam PL, imam dan raja tidak pernah disatukan. Tapi dalam Yesus, peran ini bersatu tanda Mesias yang unik.
3. Yesus sebagai Raja (RAJA)
Fungsi:
- Memerintah dengan keadilan dan kebenaran
- Mengalahkan musuh-musuh Allah
- Mendirikan Kerajaan yang kekal
📖 Nubuat:
“Takhta-Nya akan kokoh untuk selama-lamanya” (2 Sam. 7:13),
“Anak akan diberikan... dan pemerintah akan berada di atas bahu-Nya” (Yes. 9:6)
📖 Penggenapan:
Ketika Yesus masuk Yerusalem, orang banyak berseru: “Hosana... Raja Israel!” (Yoh. 12:13)
Di kayu salib tertulis: "Yesus dari Nazaret, Raja orang Yahudi" (Yoh. 19:19)
Sekarang Dia duduk di sebelah kanan Allah (Ef. 1:20-21), memerintah sampai musuh-Nya dijadikan tumpuan kaki.
✝️ Simpulan Rohani:
Yesus tidak hanya memenuhi gelar Mesias secara simbolis, tetapi menjalankan seluruh peran ilahi secara nyata dan kekal:
- Sebagai Nabi, Ia menyampaikan dan menjadi Firman Allah.
- Sebagai Imam, Ia menebus kita dengan darah-Nya sendiri.
- Sebagai Raja, Ia memerintah hati kita sekarang dan kelak secara fisik di langit dan bumi baru.
1. Asal Pengangkatan
Raja-Raja PL
Diurapi oleh nabi atas perintah Allah.
Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi Daud di tengah-tengah saudara-saudaranya.
Yesus Kristus
Diurapi langsung oleh Roh Kudus sebagai Mesias.
Lukas 4:18"Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku
Kisah Para Rasul 10:38
"Yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa."
2. Sifat Raja
Raja-Raja PL
Manusia berdosa dan tidak sempurna.
Sesungguhnya di bumi tidak ada orang yang saleh: yang berbuat baik dan tak pernah berbuat dosa.
Contohnya:
- Saul jatuh dalam ketidaktaatan (1 Samuel 15).
- Daud jatuh dalam dosa dengan Batsyeba (2 Samuel 11).
- Salomo jatuh dalam penyembahan berhala (1 Raja-raja 11).
Yesus Kristus
Ibrani 4:15
"Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa."
1 Petrus 2:22
"Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya."
3. Wilayah Kerajaan
Raja-Raja PL
Memerintah wilayah geografis Israel.
"Di Yerusalem ia memerintah tiga puluh tiga tahun lamanya atas seluruh Israel dan Yehuda."
Memerintah seluruh ciptaan.
Matius 28:18
4. Masa Pemerintahan
Raja-Raja PL
Sementara dan berakhir dengan kematian.
1 Raja-raja 2:10"Kemudian Daud mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya."
Yesus Kristus
Kerajaan-Nya kekal.
Lukas 1:32-33"Ia akan menjadi raja... dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan."
Ibrani 1:8"Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya."
5. Cara Menaklukkan Musuh
Raja-Raja PL
Dengan pedang dan peperangan.
2 Samuel 8:1"Sesudah itu Daud mengalahkan orang Filistin."
Yesus Kristus
Dengan salib, kebangkitan, dan kuasa ilahi.
Kolose 2:15"Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa."
1 Korintus 15:25-26"Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya. Musuh yang terakhir yang dibinasakan ialah maut."
6. Takhta
Raja-Raja PL
Duduk di takhta duniawi di Yerusalem.
"Salomo duduk di atas takhta Daud."
Yesus Kristus
Duduk di sebelah kanan Allah.
"Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar."
"Aku telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya."
7. Hubungan dengan Umat
Raja-Raja PL
Memimpin bangsa Israel.
"Engkaulah yang akan menggembalakan umat-Ku Israel."
Yesus Kristus
Menggembalakan umat Allah dari segala bangsa.
"Akulah gembala yang baik."
"Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu akan menggembalakan mereka."
8. Keturunan Daud
Raja-Raja PL
Sebagian besar berasal dari garis Daud, tetapi gagal mempertahankan kerajaan yang sempurna.
Yesus Kristus
Penggenapan perjanjian Daud.
"Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya."
Digenapi dalam:
Lukas 1:32
"Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud."
9. Fungsi Keselamatan
Raja-Raja PL
Tidak dapat menyelamatkan manusia dari dosa.
"Janganlah percaya kepada para bangsawan."
Yesus Kristus
Raja yang menyelamatkan.
"Ia akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."
"Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia."
10. Raja dalam Teosis (Persatuan dengan Kristus)
Raja-Raja PL
Menjadi bayangan pemerintahan Mesias.
Yesus Kristus
Membawa umat-Nya ikut ambil bagian dalam kerajaan-Nya.
"Bagi Dia, yang mengasihi kita... dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan."
"Jika kita bertekun, kitapun akan ikut memerintah dengan Dia."
Ringkasan
| Raja PL | Yesus Kristus |
|---|---|
Diurapi dengan minyak |
Diurapi Roh Kudus |
| Berdosa | Tanpa dosa |
| Memerintah Israel | Memerintah langit dan bumi |
| Kerajaan sementara | Kerajaan kekal |
| Menang dengan perang | Menang melalui salib dan kebangkitan |
| Takhta duniawi | Takhta surgawi |
| Memimpin Israel | Memimpin umat dari segala bangsa |
| Bayangan Mesias | Mesias yang sesungguhnya |
| Tidak menyelamatkan dari dosa | Menyelamatkan dari dosa |
| Mati dan digantikan | Hidup dan memerintah selamanya |
Makna Kristologis
Dalam Perjanjian Lama, raja ideal adalah Daud. Namun Daud hanyalah tipologi yang menunjuk kepada Yesus Kristus. Karena itu Yesus disebut:
"Singa dari suku Yehuda, Tunas Daud." (Wahyu 5:5)
Sebagaimana imam-imam PL digenapi oleh Kristus sebagai Imam Besar, demikian juga seluruh jabatan raja dalam PL digenapi oleh Kristus sebagai Raja Mesias yang menyelamatkan sekarang dan Raja Kekal yang memerintah selama-lamanya.
1. Raja Mesias dalam Keselamatan (Kerajaan Mesianik Historis)
Ini adalah pemerintahan Kristus yang berkaitan dengan karya penebusan manusia.
Dimulai dengan inkarnasi, kematian, kebangkitan, kenaikan-Nya, dan berlangsung selama sejarah penebusan sampai seluruh musuh ditaklukkan.
Dasar Alkitab
1 Korintus 15:24–28
Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan.
Ayat ini menggambarkan Kristus memerintah sebagai Mesias yang diutus Bapa untuk menyelamatkan umat-Nya dan menaklukkan musuh-musuh Allah.
Tujuan Pemerintahan Mesianik
- Menebus umat manusia.
- Mengalahkan dosa.
- Mengalahkan maut.
- Mengalahkan Iblis.
- Mengumpulkan umat Allah.
- Mendirikan Gereja.
Ciri-ciri
- Bersifat ekonomis (berkaitan dengan karya Allah dalam sejarah).
- Berkaitan dengan misi penebusan.
- Memiliki tujuan yang akan mencapai penyelesaiannya.
Karena itu Paulus berkata bahwa pada akhirnya Kristus "menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa."
Ini bukan berarti Kristus berhenti menjadi Raja atau kehilangan keilahian-Nya, melainkan tugas Mesianik-Nya sebagai Penebus telah selesai.
2. Raja Mesias Kekal (Kerajaan Kekal Anak)
Sesudah seluruh karya keselamatan selesai, Kristus tetap memerintah untuk selama-lamanya.
Dasar Alkitab
Lukas 1:32–33
Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.
Wahyu 22:3
Takhta Allah dan Anak Domba akan ada di dalamnya.
Dalam keadaan kekal, Kristus tetap bertakhta bersama Bapa dan Roh Kudus.
Ciri-ciri
- Bersifat kekal.
- Tidak berakhir.
- Tidak lagi berfokus pada penaklukan musuh karena semua musuh telah dikalahkan.
- Menyatakan kemuliaan Allah secara sempurna.
Hubungan Keduanya
Dapat digambarkan seperti ini:
| Raja Mesias dalam Keselamatan | Raja Mesias Kekal |
|---|---|
| Berkaitan dengan penebusan | Berkaitan dengan kemuliaan kekal |
| Berlangsung dalam sejarah | Berlangsung selamanya |
| Menaklukkan dosa dan maut | Semua musuh sudah ditaklukkan |
| Mengumpulkan umat Allah | Memerintah bersama umat yang telah dimuliakan |
| Berakhir saat misi selesai | Tidak pernah berakhir |
Dalam Perspektif Teosis (Union with Christ)
Melalui persatuan dengan Kristus, orang percaya ikut mengambil bagian dalam kedua aspek kerajaan ini.
Sekarang
Orang percaya berada di bawah pemerintahan Mesias yang menyelamatkan.
"Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih." (Kolose 1:13)
Dalam Kekekalan
Orang percaya akan memerintah bersama Kristus dalam kerajaan yang tidak berkesudahan.
"Mereka akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya." (Wahyu 22:5)
Dengan demikian, Kerajaan Mesianik dalam keselamatan adalah fase pelaksanaan karya penebusan, sedangkan Kerajaan Mesianik kekal adalah keadaan akhir ketika Kristus tetap memerintah sebagai Anak Allah yang dimuliakan bersama Bapa dan Roh Kudus untuk selama-lamanya. Penyerahan Kerajaan kepada Bapa dalam 1 Korintus 15:24 tidak mengakhiri pemerintahan Kristus, tetapi menandai selesainya misi Mesianik-Nya sehingga Allah menjadi "semua di dalam semua" (1 Korintus 15:28).
1. Asal Pengangkatan
Imam Perjanjian Lama
Imam berasal dari suku Lewi, khususnya keturunan Harun.
Keluaran 28:1"Engkau harus menyuruh Harun, abangmu, datang kepadamu dari tengah-tengah orang Israel, bersama-sama dengan anak-anaknya, supaya mereka melayani Aku sebagai imam, yaitu Harun dan anak-anaknya: Nadab, Abihu, Eleazar dan Itamar."
Yesus Kristus
Yesus bukan berasal dari suku Lewi, melainkan dari suku Yehuda, dan menjadi Imam menurut peraturan Melkisedek.
Ibrani 7:14"Sebab telah nyata, bahwa Tuhan kita berasal dari suku Yehuda dan Musa tidak pernah mengatakan apa-apa tentang imam-imam dari suku itu."
Mazmur 110:4"TUHAN telah bersumpah dan Ia tidak akan menyesal: 'Engkau adalah imam untuk selama-lamanya, menurut Melkisedek.'"
2. Sifat Imam
Imam Perjanjian Lama
Imam adalah manusia berdosa.
Ibrani 5:3"Dan karena kelemahan itu ia harus mempersembahkan korban karena dosa untuk dirinya sendiri, sama seperti untuk dosa umat."
Yesus Kristus
Yesus tanpa dosa.
Ibrani 4:15"Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa."
3. Korban yang Dipersembahkan
Imam Perjanjian Lama
Mempersembahkan darah binatang.
"Haruslah ia menyembelih kambing jantan korban penghapus dosa bagi bangsa itu..."
Yesus Kristus
Mempersembahkan diri-Nya sendiri.
"Dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah kambing jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri."
4. Frekuensi Korban
Imam Perjanjian Lama
Korban harus diulang terus-menerus.
"Selanjutnya setiap imam melakukan tiap-tiap hari pelayanannya dan berulang-ulang mempersembahkan korban yang sama."
Yesus Kristus
Korban-Nya satu kali dan cukup untuk selamanya.
"Tetapi Ia, sesudah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah."
5. Tempat Pelayanan
Imam Perjanjian Lama
Melayani di Kemah Suci dan Bait Allah duniawi.
Ibrani 9:1-2"Memang perjanjian yang pertama juga mempunyai peraturan-peraturan untuk ibadah dan untuk tempat kudus buatan tangan manusia."
Yesus Kristus
Melayani di tempat kudus surgawi.
Ibrani 9:24"Sebab Kristus bukan masuk ke tempat kudus buatan tangan manusia... tetapi ke dalam sorga sendiri."
6. Jangka Waktu Imamat
Imam Perjanjian Lama
Digantikan oleh kematian.
Ibrani 7:23"Dan dalam jumlah yang besar mereka telah menjadi imam, karena mereka dicegah oleh maut untuk tetap menjabat imam."
Yesus Kristus
Imamat-Nya kekal.
Ibrani 7:24"Tetapi karena Ia tetap selama-lamanya, imamat-Nya tidak dapat beralih kepada orang lain."
7. Perantaraan kepada Allah
Imam Perjanjian Lama
Menjadi perantara sementara antara Allah dan Israel.
Imamat 16:34"Sekali setahun haruslah diadakan pendamaian karena orang Israel."
Yesus Kristus
Menjadi satu-satunya Pengantara yang sempurna.
1 Timotius 2:5"Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus."
8. Masuk ke Ruang Mahakudus
Imam Perjanjian Lama
Hanya Imam Besar, setahun sekali.
Ibrani 9:7"Tetapi ke dalam kemah yang kedua hanya Imam Besar saja yang masuk sekali setahun."
Yesus Kristus
Masuk sekali untuk selamanya.
Ibrani 9:11-12"Kristus telah datang sebagai Imam Besar... Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus."
9. Hasil Pelayanan
Imam Perjanjian Lama
Menutupi dosa secara simbolis dan sementara.
Ibrani 10:4"Sebab tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan menghapuskan dosa."
Yesus Kristus
Menghapus dosa secara nyata dan sempurna.
Yohanes 1:29"Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia."
10. Hubungan dengan Teosis (Persatuan dengan Kristus)
Imam Perjanjian Lama
- Menjadi bayangan.
- Menunjuk kepada Kristus.
- Tidak dapat membawa manusia kepada kesempurnaan.
Ibrani 7:19
"Sebab hukum Taurat sama sekali tidak membawa kesempurnaan."
Yesus Kristus
- Membawa manusia masuk ke hadirat Allah.
- Menyatukan manusia dengan Allah melalui persatuan dengan Kristus.
- Menjadi Imam yang terus-menerus menjadi pengantara bagi umat-Nya.
Ibrani 7:25
"Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka."
Yohanes 17:23
"Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku, supaya mereka menjadi sempurna menjadi satu."
Ringkasan
| Imam PL | Yesus Kristus |
|---|---|
| Keturunan Harun | Menurut Melkisedek |
| Berdosa | Tanpa dosa |
| Korban binatang | Korban diri sendiri |
| Berulang-ulang | Sekali untuk selamanya |
| Bait duniawi | Tempat kudus surgawi |
| Sementara | Kekal |
| Banyak imam | Satu Imam Besar |
| Menutupi dosa | Menghapus dosa |
| Bayangan | Penggenapan |
| Tidak menyempurnakan | Menyelamatkan dengan sempurna |
Dengan demikian, seluruh sistem imamat Perjanjian Lama adalah tipologi (bayangan) yang digenapi secara sempurna oleh Yesus Kristus, yang bukan hanya mempersembahkan korban, tetapi sekaligus menjadi Korban itu sendiri, dan terus menjadi Imam Besar kekal bagi umat-Nya.
1. Asal Pengutusan
Nabi-Nabi PL
Diutus oleh Allah untuk menyampaikan firman-Nya.
Yeremia 1:9
"Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu."
Keluaran 7:1-2
"Engkau akan mengatakan segala yang Kuperintahkan kepadamu."
Yesus Kristus
Diutus oleh Bapa, tetapi bukan sekadar membawa firman Allah; Ia sendiri adalah Firman Allah.
Yohanes 8:42
"Aku datang dan berasal dari Allah."
Yohanes 1:1
"Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah."
2. Sumber Wahyu
Nabi-Nabi PL
Menerima wahyu dari Allah.
Bilangan 12:6
"Aku, TUHAN, menyatakan diri-Ku kepadanya dalam penglihatan."
Yesus Kristus
Memiliki pengetahuan langsung dari Bapa karena kesatuan-Nya dengan Bapa.
Yohanes 1:18
"Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah... Dialah yang menyatakan-Nya."
Yohanes 3:34
"Sebab Dia yang diutus Allah menyampaikan firman Allah."
3. Cara Berbicara
Nabi-Nabi PL
Biasanya berkata:
"Beginilah firman TUHAN."
Contoh:
Yesaya 1:2
"Dengarlah, hai langit, dan pasanglah telinga, hai bumi, sebab TUHAN berfirman."
Yesus Kristus
Berbicara dengan otoritas-Nya sendiri.
Matius 5:22
"Tetapi Aku berkata kepadamu..."
Matius 5:28
"Tetapi Aku berkata kepadamu..."
Ia tidak hanya menyampaikan firman Allah; Ia berbicara sebagai Tuhan yang memberi firman.
4. Status Pribadi
Nabi-Nabi PL
Hamba Allah.
Amos 3:7
"Sungguh, Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi."
Yesus Kristus
Anak Allah yang kekal.
Matius 16:16
"Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup."
Ibrani 1:1-2
"Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya."
5. Isi Pelayanan
Nabi-Nabi PL
Menyampaikan sebagian demi sebagian wahyu Allah.
Ibrani 1:1
"Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara..."
Yesus Kristus
Menyatakan Allah secara penuh.
"Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa."
"Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan."
6. Nubuat tentang Nabi yang Akan Datang
Nubuat Musa
Ulangan 18:15
"Seorang nabi dari tengah-tengahmu... akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan."
Penggenapan dalam Yesus
Kisah Para Rasul 3:22
"Musa telah berkata: Seorang nabi akan dibangkitkan bagimu oleh Tuhan Allahmu..."
Kisah Para Rasul 3:23
"Dan orang yang tidak mendengarkan nabi itu akan dibinasakan."
7. Mukjizat
Nabi-Nabi PL
Melakukan mukjizat dengan kuasa yang diberikan Allah.
Contoh:
- Musa membelah Laut Teberau (Keluaran 14:21).
- Elia menurunkan api dari langit (1 Raja-raja 18:38).
Yesus Kristus
Melakukan mukjizat dengan otoritas-Nya sendiri.
Markus 4:39
"Lalu Ia menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: Diam! Tenanglah!"
Yohanes 11:43
"Lazarus, marilah ke luar!"
8. Hubungan dengan Dosa
Nabi-Nabi PL
Orang berdosa yang membutuhkan pengampunan.
Contoh:
Yesaya 6:5
"Celakalah aku! Aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir."
Yesus Kristus
Tanpa dosa.
Ibrani 4:15
"Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa."
1 Petrus 2:22
"Ia tidak berbuat dosa."
9. Kematian dan Kebangkitan
Nabi-Nabi PL
Mati seperti manusia biasa.
Yesus Kristus
Mati untuk dosa manusia dan bangkit dalam kemuliaan.
1 Korintus 15:3-4
"Kristus telah mati karena dosa-dosa kita... dan telah dibangkitkan."
10. Tujuan Pelayanan
Nabi-Nabi PL
Menunjuk kepada Mesias yang akan datang.
Lukas 24:27
"Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci."
Yesus Kristus
Adalah Mesias itu sendiri.
Yohanes 4:25-26
"Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau."
Ringkasan
| Nabi PL | Yesus Kristus |
|---|---|
| Diutus Allah | Diutus Bapa dan berasal dari Bapa |
| Menerima firman Allah | Adalah Firman Allah |
| Berkata: "Beginilah firman TUHAN" | Berkata: "Aku berkata kepadamu" |
| Hamba Allah | Anak Allah |
| Menyampaikan wahyu sebagian | Menyatakan Allah secara penuh |
| Berdosa | Tanpa dosa |
Menunjuk kepada Mesias |
Adalah Mesias |
| Melakukan mukjizat oleh kuasa Allah | Melakukan mukjizat dengan otoritas-Nya |
| Mati sebagai manusia biasa | Mati dan bangkit sebagai Juruselamat |
| Bayangan | Penggenapan |
Kesimpulan Kristologis
Jabatan nabi dalam Perjanjian Lama mencapai puncaknya dalam diri Yesus Kristus. Jika nabi-nabi PL menyampaikan firman Allah, maka Yesus adalah Firman Allah yang menjadi manusia (Yohanes 1:14). Jika nabi-nabi PL menyatakan sebagian kehendak Allah, maka Yesus menyatakan Allah secara sempurna (Yohanes 1:18).
Karena itu, dalam teologi Kristen, Kristus adalah Nabi yang sempurna, Imam Besar yang sempurna, dan Raja Mesias yang sempurna, tiga jabatan yang dalam Perjanjian Lama terpisah, tetapi dipersatukan secara sempurna dalam diri-Nya.
a. Pandangan kedua
Berikut ini lanjutan penjelasan makna Yesus sebagai Nabi, kali ini dengan perbandingan dengan para nabi Perjanjian Lama dan apa yang membuat Yesus unik di antara mereka:
1. Perbandingan Yesus dengan Nabi-Nabi zaman perjanjian lama (PL).
| Aspek | Nabi PL | Yesus sebagai Nabi |
|---|---|---|
| Sumber Pewahyuan | Menerima dari Allah (melalui mimpi, penglihatan, malaikat) | LANGSUNG DARI BAPA, karena Ia satu dengan Bapa (Yoh. 10:30) |
| Cara Menyampaikan | “Beginilah Firman Tuhan” | “Aku berkata kepadamu” (dengan otoritas Ilahi) |
| Pewahyuan | Terbatas, sebagian | Pewahyuan penuh dan final (Ibrani 1:1-2) |
| Status | Hamba | ANAK ALLAH, dan sekaligus Tuhan (Yoh. 13:13) |
| Nubuat tentang Mesias | Menubuatkan akan datangnya Mesias | YESUS ADALAH MESIAS itu sendiri |
| Diterima umat? | Sering ditolak dan dianiaya | Sama – Yesus juga ditolak dan disalibkan |
| Kuasa | Terbatas (hanya bila Tuhan berkenan) | Yesus punya kuasa ilahi: menyembuhkan, MENGAMPUNI DOSA, mengusir setan |
2. Yesus sebagai Nabi yang Melampaui Semua Nabi
Yesus tidak sekadar menyampaikan firman, tetapi:
- IA ADALAH FIRMAN yang menjadi manusia (Yoh. 1:14)
- Ia tidak pernah berdosa, sementara nabi PL bisa jatuh (Musa marah, Elia takut, Yunus lari)
- Ia membuktikan nubuat-Nya benar lewat kebangkitan-Nya (Mat. 16:21)
Dalam Ibrani 3:1-6, dikatakan bahwa Musa setia sebagai hamba, tetapi Yesus sebagai Anak yang memerintah atas rumah Allah. Jadi, Yesus bukan hanya nabi, tetapi pemilik rumah itu.
3. Yesus dan Roh Nubuat
Yesus sebagai Nabi juga menggenapi apa yang disebut “Roh Nubuat” dalam Wahyu 19:10:
"Kesaksian Yesus adalah roh nubuat."
Artinya, seluruh pewahyuan dan nubuat dalam Alkitab berpusat dan berpuncak pada pribadi Yesus. Semua nabi, dari Musa sampai Maleakhi, menunjuk ke arah Dia.
4. Respons Kita Terhadap Yesus Sang Nabi
Karena Yesus adalah Nabi sejati dan terakhir (dalam pengertian pewahyuan Allah), maka:
- Kita harus taat kepada perkataan-Nya (Mat. 7:24-27)
- Kita tidak mencari wahyu baru di luar Dia
- Kita menjadikan Yesus sebagai otoritas tertinggi dalam iman dan hidup
Kalau kamu tertarik, aku bisa bantu buatkan:
- Ringkasan visual: "Yesus vs Nabi PL"
- Skema progresif: "Nubuat → Penggenapan"
- Studi khusus: "Yesus sebagai Nabi, Imam, dan Raja (Tri-Ofisi Kristus)"
c. Makna yesus nabi
Makna Yesus sebagai Nabi memiliki kedalaman yang sangat penting, baik dalam konteks Perjanjian Lama (PL) maupun Perjanjian Baru (PB). Berikut penjelasannya secara sistematis:
1. Yesus sebagai Penggenap Nubuat Nabi
Yesus adalah penggenapan nubuat Musa dalam Ulangan 18:15,18:
“Seorang nabi dari tengah-tengahmu... akan dibangkitkan Tuhan Allahmu bagimu; dialah yang harus kamu dengarkan.”
Nubuat ini digenapi dalam diri Yesus, yang bukan sekadar nabi biasa, tapi Nabi Agung yang dijanjikan.
2. Yesus Menyampaikan Firman Allah dengan Otoritas Ilahi
Seorang nabi berbicara “Demikianlah firman Tuhan”. Tapi Yesus berkata:
“Aku berkata kepadamu…”
(Mat. 5:22, 28, 32, 34, 39, 44)
Ini menunjukkan Yesus tidak hanya menyampaikan firman Tuhan, tetapi Dia sendiri adalah Firman itu (Yohanes 1:1,14). Sebagai Nabi, Ia:
- Menyatakan kehendak Bapa (Yoh. 12:49)
- Membuka rahasia kerajaan Allah (Mrk. 4:11)
- Menegur, menubuatkan, dan mengajar (Mat. 23, Luk. 19:41-44)
3. Yesus sebagai Nabi yang Menubuatkan Masa Depan
Yesus menubuatkan hal-hal penting, seperti:
- Kehancuran Bait Allah (Mat. 24:2)
- Penganiayaan terhadap murid-murid-Nya
- Kedatangan-Nya kembali di akhir zaman
Ini memperlihatkan peran-Nya sebagai nabi eskatologis (nabi zaman akhir).
4. Yesus sebagai Nabi yang Menolak Disambut
Yesus menggenapi pola para nabi yang sering ditolak oleh bangsanya sendiri:
"Seorang nabi tidak dihormati di tempat asalnya sendiri." (Yohanes 4:44)
“Yerusalem... engkau yang membunuh nabi-nabi...” (Lukas 13:34)
Penolakan terhadap Yesus adalah penolakan terhadap Sang Firman itu sendiri.
5. Yesus sebagai Nabi, Imam, dan Raja
Yesus bukan hanya Nabi, tapi juga:
- Imam: yang mempersembahkan diri-Nya sebagai korban.
- Raja: yang memerintah dalam kerajaan Allah.
Tiga fungsi ini dikenal sebagai Tri-Ofisi Kristus:
✅ Nabi – menyatakan kebenaran Allah
✅ Imam – mendamaikan manusia dengan Allah
✅ Raja – memerintah umat Allah dengan kuasa
6. Implikasi bagi Kita
Yesus sebagai Nabi berarti:
- Kita harus mendengarkan Dia (Lukas 9:35)
- Kita tidak mencari nabi lain sebagai perantara baru
- Kita menerima pewahyuan final dan sempurna dari Allah melalui Dia (Ibrani 1:1–2)
🔚 Kesimpulan:
Yesus sebagai Nabi berarti Dia adalah penyataan sempurna kehendak Allah, pemberita kebenaran, dan penggenapan semua nubuat. Namun Ia jauh melampaui nabi biasa karena Ia adalah Firman itu sendiri dan pusat dari semua nubuat.
Dalam Perjanjian Lama, Allah memisahkan tiga jabatan utama:
Nabi → mewakili Allah kepada manusia.Imam → mewakili manusia kepada Allah.
Raja → memerintah dan melindungi umat Allah.
Karena dosa merusak seluruh relasi manusia dengan Allah, maka Mesias harus memulihkan seluruh aspek tersebut. Oleh sebab itu Yesus datang sebagai Nabi, Imam, dan Raja sekaligus.
1. Sebagai Nabi: Menyatakan Allah kepada Manusia
Masalah manusia
Karena dosa, manusia tidak mengenal Allah dengan benar.
"Tidak ada seorang pun yang berakal budi, tidak ada seorang pun yang mencari Allah."
"Manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah."
Manusia membutuhkan pewahyuan Allah.
Yesus sebagai Nabi
"Seorang nabi dari tengah-tengahmu... dialah yang harus kamu dengarkan."
Digenapi dalam Kristus:
"Musa telah berkata: Seorang nabi akan dibangkitkan bagimu oleh Tuhan Allahmu."
Yesus bukan sekadar membawa firman Allah.
"Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah... Dialah yang menyatakan-Nya."
"Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa."
Tujuan bagi keselamatan
Melalui jabatan Nabi, Kristus:
- Menyatakan siapa Allah.
- Menyatakan kebenaran.
- Menyatakan jalan keselamatan.
"Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus."
Tanpa Nabi yang sempurna, manusia tetap berada dalam kegelapan rohani.
2. Sebagai Imam: Mendamaikan Manusia dengan Allah
Masalah manusia
"Segala kejahatanmulah yang memisahkan kamu dari Allahmu."
Manusia membutuhkan pendamaian.
Yesus sebagai Imam Besar
"Engkau adalah imam untuk selama-lamanya menurut Melkisedek."
"Kita mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah."
Namun Kristus bukan hanya Imam.
Ia juga Korban.
"Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus... dengan membawa darah-Nya sendiri."
"Ia telah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa."
Tujuan bagi keselamatan
Melalui jabatan Imam:
- Dosa ditebus.
- Murka Allah dipuaskan.
- Manusia didamaikan dengan Allah.
"Kita diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya."
"Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka."
Tanpa Imam yang sempurna, manusia tetap berada di bawah hukuman dosa.
3. Sebagai Raja: Menaklukkan Musuh dan Memimpin Umat
Masalah manusia
Manusia bukan hanya bersalah karena dosa, tetapi juga diperbudak oleh:
- dosa,
- maut,
- Iblis.
"Setiap orang yang berbuat dosa adalah hamba dosa."
Yesus sebagai Raja Mesias
"Ia akan menjadi raja... dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan."
"Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi."
Sebagai Raja, Kristus:
- mengalahkan Iblis,
- mengalahkan dosa,
- mengalahkan maut.
"Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa."
"Musuh yang terakhir yang dibinasakan ialah maut."
Tujuan bagi keselamatan
Melalui jabatan Raja:
- umat Allah dipelihara,
- musuh-musuh dikalahkan,
- kerajaan Allah ditegakkan.
"Anak Domba itu akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja."
Tanpa Raja yang sempurna, umat Allah tidak akan memperoleh kemenangan akhir.
Mengapa Ketiga Jabatan Ini Harus Ada Bersama?
Dosa menciptakan tiga masalah besar:
| Masalah | Solusi Kristus |
|---|---|
| Ketidaktahuan akan Allah | Nabi |
| Kesalahan dan hukuman dosa | Imam |
| Perbudakan dosa dan maut | Raja |
- Sebagai Nabi, Ia menerangi pikiran.
- Sebagai Imam, Ia mengampuni dosa.
- Sebagai Raja, Ia membebaskan dan memerintah umat-Nya.
Hubungan dengan Teosis (Persatuan dengan Kristus)
Dalam teologi persatuan dengan Kristus, ketiga jabatan ini menjadi sarana Allah membawa manusia kepada persekutuan dengan-Nya.
Sebagai Nabi
"Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang."
Sebagai Imam
Kristus mempersatukan manusia dengan Allah melalui korban-Nya.
"Kita penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus."
Sebagai Raja
Kristus membawa umat masuk ke dalam kemuliaan Kerajaan-Nya.
Ringkasan Akhir
Sebagai Nabi, Yesus menyatakan Allah kepada manusia.
Sebagai Imam, Yesus mendamaikan manusia dengan Allah.
Sebagai Raja, Yesus menaklukkan semua musuh keselamatan dan memimpin umat-Nya ke dalam kemuliaan kekal.
Karena itu keselamatan bukan hanya pengampunan dosa, tetapi pemulihan penuh hubungan manusia dengan Allah melalui satu Pribadi, yaitu Yesus Kristus.
Seperti yang dirangkum dalam Ibrani 1:1–3, Dia adalah Anak yang menyatakan Allah (fungsi Nabi), menyucikan dosa (fungsi Imam), dan duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar (fungsi Raja). Dalam diri-Nya, ketiga jabatan Mesias bersatu secara sempurna demi keselamatan umat manusia.
Jika Manusia Tidak Jatuh Dosa, Apakah Kristus Tetap Menjadi Nabi, Imam, dan Raja?
Jawabannya: Ya, tetapi fungsi penebusannya tidak diperlukan.
1. Kristus Tetap Menjadi Nabi
Mengapa?
Karena Anak adalah Penyata Bapa sejak kekekalan.
"Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya."
Ayat ini tidak mengatakan bahwa Anak mulai menyatakan Bapa setelah manusia jatuh dalam dosa.
Anak adalah Penyata Bapa karena relasi kekal-Nya dengan Bapa.
Jika Adam tidak jatuh
Kristus tidak perlu datang untuk menyerukan:
"Bertobatlah!"
Tetapi tetap menjadi Pribadi yang menyatakan Allah kepada ciptaan.
Tujuannya
Agar manusia semakin mengenal Allah.
"Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus."
Mengenal Allah adalah tujuan manusia, bukan sekadar obat bagi dosa.
2. Kristus Tetap Menjadi Imam
Mengapa?
- Biasanya imam dikaitkan dengan korban dosa.
- Namun Alkitab menunjukkan bahwa fungsi imam lebih luas daripada pengampunan dosa.
- Imam juga membawa umat kepada Allah.
Kristus sebagai Pengantara Penciptaan
Karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia.
Ayat ini berbicara tentang hubungan seluruh ciptaan dengan Kristus, bukan hanya orang berdosa.
Kristus sebagai Penghubung Allah dan Ciptaan
Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
Tanpa Anak, ciptaan tidak dapat berhubungan dengan Allah.
Jika Adam tidak jatuh
Kristus tidak perlu:
- menumpahkan darah,
- mati di salib,
- menjadi korban penghapus dosa.
Tetapi tetap menjadi Pengantara persekutuan antara Allah dan ciptaan.
3. Kristus Tetap Menjadi Raja
Ini paling jelas.
Mengapa?
Karena kerajaan Kristus tidak dimulai setelah dosa masuk.
Seluruh ciptaan memang diciptakan untuk Dia.
"Karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu... segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia."
Mazmur Mesianik
Akulah yang telah melantik raja-Ku di Sion, gunung-Ku yang kudus!
Pemerintahan Universal
Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya: kambing domba dan lembu sapi sekalian, juga binatang-binatang di padang; burung-burung di udara dan ikan-ikan di laut dan apa yang melintasi arus lautan.
Dalam Perjanjian Baru ayat ini diterapkan kepada Kristus.
Segala sesuatu telah Engkau taklukkan di bawah kaki-Nya.
Jika Adam tidak jatuh
Kristus tidak perlu:
- menghancurkan dosa,
- mengalahkan Iblis,
- memusnahkan maut.
Namun tetap memerintah seluruh ciptaan.
Hubungannya dengan Teosis
Banyak teolog melihat bahwa tujuan manusia sejak awal bukan sekadar "tidak berdosa."
Tujuan akhirnya adalah persekutuan penuh dengan Allah.
Doa Kristus
Supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.
Tujuan ini melampaui sekadar pengampunan dosa.
Ini adalah persatuan dengan Allah.
Perbandingan Dunia Jatuh dan Dunia Tidak Jatuh
Jabatan Kristus |
Dunia Jatuh dalam Dosa |
Dunia Tanpa Dosa |
|---|---|---|
| Nabi | Menyatakan Allah dan memanggil pertobatan | Menyatakan Allah dan membawa manusia bertumbuh dalam pengenalan akan Allah |
| Imam | Mempersembahkan korban penebusan | Menjadi Pengantara persekutuan antara Allah dan ciptaan |
| Raja | Menaklukkan dosa, maut, dan Iblis | Memimpin ciptaan menuju kemuliaan yang ditetapkan Allah |
| Tujuan | Memulihkan yang rusak oleh dosa | Menyempurnakan ciptaan dalam persekutuan dengan Allah |
Kesimpulan
Jika manusia tidak pernah jatuh ke dalam dosa:
• KRISTUS TETAP NABI, karena hanya Dia yang menyatakan Bapa secara sempurna (Yohanes 1:18).
Yang hilang hanyalah aspek penebusan dosa melalui salib, tetapi fungsi Kristus sebagai Penyata Allah, Pengantara kehidupan ilahi, dan Raja atas seluruh ciptaan tetap ada, karena ketiga jabatan itu berakar pada siapa Dia sebagai Anak Allah yang kekal, bukan semata-mata pada masalah dosa manusia.
umat manusia.
1. Raja-Raja Israel Disebut "Yang Diurapi TUHAN"
Contoh paling terkenal adalah Saul.
1 Samuel 24:6
"Lalu berkatalah ia kepada orang-orangnya: 'Dijauhkan TUHAN kiranya dari padaku untuk melakukan hal yang demikian kepada tuanku, kepada orang yang diurapi TUHAN, dengan menjamah dia; sebab dialah orang yang diurapi TUHAN.'"
Kemudian Daud juga disebut orang yang diurapi TUHAN.
2 Samuel 23:1
"Inilah perkataan Daud yang terakhir, demikianlah firman Daud bin Isai, demikianlah firman orang yang telah ditinggikan, orang yang diurapi oleh Allah Yakub..."
Dalam arti ini, Saul dan Daud adalah "mesias" (yang diurapi).
2. Imam Besar Juga Disebut Yang Diurapi
Imamat 4:3
"Jikalau imam yang diurapi itu berbuat dosa sehingga bangsanya turut bersalah..."
Jadi imam besar Harun dan penerusnya juga termasuk golongan "yang diurapi".
3. Nabi Kadang Dianggap Yang Diurapi
Allah berbicara mengenai nabi-nabi-Nya:
Mazmur 105:15
"Jangan mengusik orang-orang yang Kuurapi, dan jangan berbuat jahat kepada nabi-nabi-Ku."
Ini menunjukkan bahwa para nabi juga dapat termasuk dalam kategori orang yang diurapi Allah.
4. Bahkan Raja Kafir Disebut "Mesias"
Salah satu ayat yang paling mengejutkan:
Yesaya 45:1
"Beginilah firman TUHAN kepada orang yang diurapi-Nya, yaitu kepada Koresy yang tangan kanannya Kupegang..."
Ayat ini berbicara tentang Koresy Agung.
Dalam bahasa Ibrani, kata yang dipakai adalah māšîaḥ (Mesias).
Jadi Koresy secara harfiah disebut "mesias" karena dipilih Allah untuk membebaskan Israel dari pembuangan, meskipun ia bukan orang Israel.
Mengapa Mereka Bukan Mesias yang Sesungguhnya?
Semua tokoh tersebut hanya memegang sebagian fungsi:
| Tokoh | Nabi | Imam | Raja |
|---|---|---|---|
| Musa | ✓ | - | - |
| Harun | - | ✓ | - |
| Daud | - | - | ✓ |
| Salomo | - | - | ✓ |
| Koresy | - | - | ✓ (alat Allah) |
Tidak ada satu pun yang memegang ketiga jabatan secara sempurna.
Selain itu mereka semua:
- berdosa,
- mati,
- tidak membawa keselamatan kekal.
Mesias yang Dinantikan
PL mulai berbicara tentang satu Mesias yang lebih besar.
Nabi seperti Musa
Ulangan 18:15
"Seorang nabi dari tengah-tengahmu... akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan."
Imam Kekal
Mazmur 110:4
"TUHAN telah bersumpah dan Ia tidak akan menyesal: 'Engkau adalah imam untuk selama-lamanya menurut Melkisedek.'"
Raja Kekal dari Daud
2 Samuel 7:13
"Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya."
Penggenapan dalam Yesus
Menurut Perjanjian Baru, semua bayangan ini bertemu dalam Yesus Kristus.
- Nabi yang lebih besar daripada Musa.
- Imam yang lebih besar daripada Harun.
- Raja yang lebih besar daripada Daud.
Karena itu dalam pengertian sempit dan khusus, ketika orang Kristen mengatakan "Mesias", yang dimaksud adalah Yesus. Sedangkan tokoh-tokoh PL adalah "mesias-mesias tipologis" (yang diurapi sebagai bayangan), yang menunjuk kepada Mesias Agung yang akan datang.
Singkatnya:
- Banyak orang di PL adalah "mesias" (yang diurapi).
- Hanya Yesus yang adalah "Mesias" dalam arti penuh dan final, karena Ia menggenapi sekaligus jabatan Nabi, Imam, dan Raja serta membawa keselamatan yang kekal.
1. Musa: Nabi dan Pemimpin/Raja
Sebagai Nabi
Ulangan 34:10
"Seperti Musa yang dikenal TUHAN dengan berhadapan muka, tidak ada lagi nabi yang bangkit di antara orang Israel."
Sebagai Pemimpin Bangsa
Musa memimpin Israel keluar dari Mesir, memberi hukum, dan mengatur bangsa itu.
Ulangan 33:5
"Demikianlah Ia menjadi raja di Yesyurun, ketika kepala-kepala bangsa berkumpul bersama-sama suku-suku Israel."
Musa sering dipandang memiliki fungsi kenabian dan pemerintahan, tetapi bukan imam.
2. Samuel: Nabi dan Hakim
Sebagai Nabi
1 Samuel 3:20
"Maka tahulah seluruh Israel ... bahwa kepada Samuel telah dipercayakan jabatan nabi TUHAN."
Sebagai Hakim/Pemimpin
1 Samuel 7:15
"Samuel memerintah sebagai hakim atas orang Israel seumur hidupnya."
Samuel juga mempersembahkan korban (1 Samuel 7:9), meskipun bukan Imam Besar Harun. Ia memiliki fungsi gabungan nabi dan pemimpin nasional.
3. Daud: Raja dan Nabi
Sebagai Raja
2 Samuel 5:3
"Lalu datanglah segala tua-tua Israel menghadap raja di Hebron, dan Raja Daud mengikat perjanjian dengan mereka."
Sebagai Nabi
Dalam PB, Daud disebut nabi.
Kisah Para Rasul 2:30
"Tetapi ia adalah seorang nabi dan ia tahu, bahwa Allah telah berjanji kepadanya..."
Banyak Mazmur Daud berisi nubuat tentang Mesias.
4. Melkisedek: Raja dan Imam
Melkisedek adalah tokoh yang paling menarik.
Sebagai Raja
Kejadian 14:18
"Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur."
Sebagai Imam
Ayat yang sama melanjutkan:
"Ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi."
Jadi Melkisedek adalah:
- Raja Salem.
- Imam Allah Yang Mahatinggi.
Biasanya dalam Israel jabatan raja dan imam dipisahkan, tetapi Melkisedek memegang keduanya sekaligus.
Karena itu ia menjadi tipe Kristus.
Mazmur 110:4
"Engkau adalah imam untuk selama-lamanya menurut Melkisedek."
Ibrani 7:2
"Melkisedek ... pertama-tama berarti raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai."
5. Daud Memiliki Unsur Imamiah
Daud bukan imam resmi, tetapi kadang melakukan tindakan yang menyerupai fungsi imam.
Contohnya:
2 Samuel 6:14
"Daud menari-nari di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga."
2 Samuel 6:17-18
"Lalu Daud mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan di hadapan TUHAN. Setelah Daud selesai mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan itu, diberkatinyalah bangsa itu demi nama TUHAN semesta alam."
Ini bukan berarti Daud menjadi Imam Besar, tetapi menunjukkan bayangan jabatan yang lebih luas.
6. Tokoh yang Paling Mendekati Tiga Jabatan: Melkisedek dan Musa
Tidak ada tokoh PL yang secara resmi memegang:
- Nabi
- Imam
- Raja
secara penuh sekaligus.
Namun:
Musa
- Nabi ✓
- Pemimpin seperti raja ✓
- Perantara umat di hadapan Allah (fungsi mirip imam) ✓
Melkisedek
- Raja ✓
- Imam ✓
- Tidak disebut nabi secara eksplisit.
Mengapa Allah Memisahkan Jabatan Ini?
Setelah Taurat diberikan, Allah sengaja memisahkan jabatan:
| Jabatan | Suku |
|---|---|
| Nabi | Dipanggil langsung oleh Allah |
| Imam | Lewi |
| Raja | Yehuda (garis Daud) |
Pemisahan ini mencegah konsentrasi kekuasaan pada satu orang.
Contohnya, ketika Uzia mencoba mengambil fungsi imam:
"Bukanlah urusanmu, hai Uzia, membakar ukupan bagi TUHAN, melainkan urusan imam-imam."
Uzia dihukum dengan kusta karena mencampuradukkan jabatan yang tidak diberikan kepadanya.
Penggenapan dalam Yesus
Semua jabatan yang terpisah dalam PL dipersatukan dalam diri Yesus Kristus.
Nabi
Ulangan 18:15 → digenapi dalam Kisah Para Rasul 3:22.
Imam
Mazmur 110:4
"Engkau adalah imam untuk selama-lamanya menurut Melkisedek."
Raja
Lukas 1:32-33
"Ia akan menjadi raja ... dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan."
Jadi tokoh-tokoh PL hanya memegang sebagian atau gabungan sebagian jabatan sebagai bayangan. Hanya Yesus yang secara sah dan sempurna memegang ketiga jabatan sekaligus: Nabi yang menyatakan Allah, Imam yang mendamaikan manusia dengan Allah, dan Raja yang memerintah untuk selama-lamanya.
• Gereja didirikan di atas pengakuan bahwa Yesus adalah Mesias dan Anak Allah yang hidup.
Hal ini tercatat dalam Matius 16:15-18:
(15) Kata-Nya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?"
(16) Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"
(17) Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau, Simon bin Yunus, sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.
(18) Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
Penjelasan:
- Pengakuan Petrus bahwa Yesus adalah Mesias dan Anak Allah yang hidup adalah dasar yang kokoh.
- Yesus menyebutnya sebagai "batu karang" (Yunani: petra) bukan merujuk pada pribadi Petrus semata, tetapi pengakuan imannya.
- Maka gereja (ekklesia = orang-orang yang dipanggil keluar) dibangun bukan di atas manusia, tapi di atas wahyu dan pengakuan iman bahwa Yesus adalah Sang Mesias dan Anak Allah.
Implikasinya:
- Gereja sejati adalah kumpulan orang-orang yang percaya dan mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Mesias.
- Iman kepada Kristus adalah dasar yang tak tergoyahkan (1 Korintus 3:11: "Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.")
