Berikut perbedaan teosis dalam Ortodoks, Katolik, dan Protestan secara mendalam, jujur, dan terstruktur, tanpa karikatur—menjelaskan apa yang sama, apa yang berbeda, dan di mana letak ketegangannya secara ontologis.
Saya akan pakai kerangka yang sama supaya terlihat kontrasnya dengan jelas.
I. TITIK BERSAMA (COMMON GROUND)
Ketiganya mengakui:
- Keselamatan = lebih dari pengampunan dosa
- Ada transformasi manusia menuju kekudusan
- Kristus = pusat keselamatan
- Anugerah Allah mutlak diperlukan
👉 Perbedaannya bukan apakah manusia berubah,
👉 tetapi bagaimana perubahan itu terjadi dan sejauh apa.
II. ORTODOKS TIMUR (THEOSIS SEBAGAI INTI KESELAMATAN)
1. Definisi Dasar
“Allah menjadi manusia supaya manusia dapat mengambil bagian dalam hidup Allah”
— Athanasius
Teosis = partisipasi nyata dalam energi Allah,
bukan sekadar status hukum.
2. Kerangka Ontologis
- Esensi Allah ❌ tidak dapat dibagi
- Energi Allah ✅ dapat dipartisipasi
👉 manusia:
- tidak menjadi Allah menurut hakikat
- tetapi sungguh berbagian dalam hidup ilahi
3. Masalah Utama Manusia
❌ bukan terutama rasa bersalah
❌ bukan terutama hukuman hukum
✅ natur rusak & terpisah dari hidup Allah
4. Keselamatan
- Healing → Transformasi → Union
- Dosa = penyakit
- Keselamatan = kesembuhan + pemuliaan
5. Peran Kristus
Kristus:
- menyembuhkan natur manusia
- mempersatukan natur manusia dengan Allah
- menjadi jembatan ontologis
6. Kehendak Bebas
- Sinergi sejati
- Allah memberi energi
- manusia merespon secara bebas
7. Gereja & Sakramen
- Gereja = ruang teosis
- Sakramen = energi ilahi nyata
- Ekaristi = partisipasi Tubuh & Darah Kristus
8. Tujuan Akhir
“Allah menjadi semua di dalam semua”
(1 Kor 15:28)
👉 Kesatuan tanpa peleburan
👉 Perbedaan tanpa pemisahan
III. KATOLIK ROMA (PARTISIPASI MELALUI RAHMAT CIPTAAN)
1. Definisi Dasar
Teosis diakui, tetapi bukan istilah pusat.
Dipahami sebagai:
- participatio divinae naturae
- melalui gratia creata (rahmat diciptakan)
2. Kerangka Ontologis
- Tidak ada pembedaan eksplisit esensi–energi
- Rahmat dipahami sebagai:
- kualitas yang Allah ciptakan dalam jiwa
👉 manusia:
- benar-benar berubah
- tetapi lewat medium rahmat ciptaan
3. Masalah Utama Manusia
- Kehilangan rahmat pengudus
- Kerusakan relasi + tatanan moral
4. Keselamatan
- Justifikasi + sanctifikasi
- Proses hukum dan transformasi berjalan bersama
5. Peran Kristus
Kristus:
- sumber rahmat
- merit keselamatan
- Kepala Gereja
👉 lebih yuridis–sakramental daripada ontologis–energetik
6. Kehendak Bebas
- Sinergi ada
- tetapi dikontrol ketat agar tidak jatuh ke “semi-Pelagian”
7. Gereja & Sakramen
- Sakramen menyalurkan rahmat
- Gereja = dispenser rahmat
8. Tujuan Akhir
- Beatific Vision
- melihat Allah muka dengan muka
- bukan partisipasi energi secara eksplisit
IV. PROTESTAN (TRANSFORMASI RELASIONAL & FORENSIK)
⚠️ Catatan: Protestan tidak tunggal, saya ringkas arus besar.
1. Definisi Dasar
Teosis bukan bahasa resmi.
Diganti dengan:
- regenerasi
- adopsi
- pengudusan
- persatuan dengan Kristus (union with Christ)
2. Kerangka Ontologis
- Allah dan manusia tetap terpisah secara ontologis
- Tidak ada partisipasi ontologis dalam hidup Allah
👉 persatuan = relasional, perjanjian, iman
3. Masalah Utama Manusia
❌ bersalah di hadapan hukum Allah
❌ berada di bawah murka
4. Keselamatan
- Justifikasi forensik
- status hukum berubah
- kebenaran Kristus diperhitungkan
5. Peran Kristus
Kristus:
- pengganti hukuman
- pembenaran hukum
- jaminan keselamatan
6. Kehendak Bebas
- cenderung monergisme (khusus Reformed)
- manusia pasif dalam regenerasi
7. Gereja & Sakramen
- Gereja = persekutuan orang percaya
- Sakramen = tanda & meterai
- bukan sarana energi ilahi
8. Tujuan Akhir
- hidup kekal
- bersama Allah
- tanpa konsep pemuliaan ontologis
V. TABEL PERBANDINGAN RINGKAS
| Aspek | Ortodoks | Katolik | Protestan |
|---|---|---|---|
| Teosis | Inti keselamatan | Ada, tidak sentral | Ditolak / implisit |
| Masalah utama | Natur rusak | Kehilangan rahmat | Rasa bersalah |
| Keselamatan | Healing & union | Justifikasi + sanctifikasi | Justifikasi forensik |
| Rahmat | Energi ilahi tak dicipta | Rahmat ciptaan | Favor Allah |
| Kristus | Penyembuh ontologis | Sumber merit | Substitusi hukum |
| Gereja | Organisme teosis | Dispenser rahmat | Persekutuan |
| Tujuan akhir | Partisipasi hidup Allah | Beatific vision | Hidup kekal |
VI. KETEGANGAN PALING MENDASAR
Ortodoks bertanya:
“Bagaimana manusia sungguh berubah kalau hanya status hukum?”
Protestan bertanya:
“Bagaimana teosis tidak merusak perbedaan Pencipta–ciptaan?”
Katolik berdiri di tengah:
“Perubahan nyata, tetapi lewat rahmat yang diciptakan.”
VII. KESIMPULAN TEOLOGIS
- Ortodoks: keselamatan = menjadi serupa Allah dalam hidup
- Katolik: keselamatan = diperbarui oleh rahmat
- Protestan: keselamatan = dibenarkan oleh iman
👉 Bukan soal siapa “paling benar”,
👉 tetapi model realitas keselamatan yang dipakai.
Jika Anda mau, kita bisa lanjut ke:
🔹 Apakah Protestan bisa konsisten dengan teosis?
🔹 Apakah Katolik sebenarnya “setengah Ortodoks”?
🔹 Apakah teosis alkitabiah atau hanya patristik?
🔹 Teosis dan Roma 8 dalam tiga tradisi
Jawaban singkatnya:
YA — Protestan bisa konsisten dengan teosis, tetapi hanya jika ia berani merevisi asumsi ontologis tertentu.
Jika tidak, maka teosis hanya akan menjadi bahasa puitis, bukan realitas keselamatan.
Di bawah ini saya jelaskan secara jujur, ketat, dan berlapis.
I. MASALAH UTAMA: BUKAN ISTILAH, TAPI ONTOLOGI
Masalah Protestan bukan:
- kata teosis
- ayat-ayat seperti 2 Ptr 1:4
- bahasa “Kristus hidup di dalam aku”
Masalahnya adalah:
model realitas keselamatan yang dipakai
II. TIGA MODEL PROTESTAN TERHADAP TEOSIS
1️⃣ Model A — Teosis Retoris (paling umum)
Ciri:
- Menerima ayat teosis
- Menolak partisipasi ontologis
- Teosis = metafora moral / relasional
Contoh bahasa:
- “serupa Kristus secara karakter”
- “hubungan intim dengan Allah”
- “dipenuhi Roh”
Masalah:
- Tidak menjelaskan bagaimana manusia sungguh berubah
- Transformasi direduksi ke psikologi & etika
👉 Tidak konsisten secara ontologis
2️⃣ Model B — Teosis Relasional-Kovenantal (Reformed klasik)
Ciri:
- Union with Christ sangat ditekankan
- Tetapi union bersifat:
- hukum
- perjanjian
- representatif
Kekuatan:
- Kristosentris
- Alkitabiah secara tekstual
Batasan:
- Kristus di luar manusia
- Kebenaran Kristus diperhitungkan, bukan dibagikan
👉 Ini belum teosis, tapi partisipasi status
3️⃣ Model C — Teosis Partisipatif (minoritas Protestan)
👉 HANYA model ini yang konsisten
Contoh aliran:
- Wesleyan / Methodist
- Lutheran Finlandia (Theosis Luther)
- Anglikan patristik
- Gerakan Union with Christ modern
Ciri utama:
- Kristus benar-benar hadir di dalam manusia
- Roh Kudus menyalurkan hidup Kristus
- Keselamatan = partisipasi dalam hidup Anak
“Kristus sendiri adalah kebenaran kita, bukan hanya diperhitungkan.”
— Tuomo Mannermaa (Lutheran Finlandia)
👉 Ini teosis dalam bahasa Protestan
III. SYARAT MUTLAK AGAR PROTESTAN KONSISTEN DENGAN TEOSIS
1. Harus meninggalkan forensik murni
- Justifikasi tidak boleh dipisahkan dari union
- Pembenaran harus berakar pada kehadiran Kristus
2. Harus menerima partisipasi nyata
Bukan:
- simbolis
- imajiner
- hanya relasional
Tetapi:
Kristus hidup di dalam kamu (Kol 1:27)
3. Harus membedakan antara:
- esensi Allah ❌
- kehadiran / hidup / energi Allah ✅
👉 Tanpa ini, teosis selalu dicurigai sebagai panteisme.
4. Harus menafsirkan ulang sakramen
- Baptisan = partisipasi kematian & kebangkitan
- Perjamuan = partisipasi Tubuh Kristus (1 Kor 10:16)
5. Harus menerima transformasi ontologis (terbatas)
- Natur manusia dipulihkan
- Kapasitas diperluas
- Bukan jadi Allah secara hakikat
IV. ALKITAB: PROTESTAN TIDAK BISA MENGHINDAR
Ayat-ayat ini tidak bisa direduksi ke metafora:
- 2 Ptr 1:4 — “beroleh bagian dalam kodrat ilahi”
- Yoh 17:22–23 — “Aku di dalam mereka”
- Gal 2:20 — “bukan aku lagi”
- Kol 1:27 — “Kristus di dalam kamu”
- 1 Kor 6:17 — “satu roh dengan Tuhan”
- Rm 8:10 — “Kristus ada di dalam kamu”
👉 Jika ini hanya bahasa hukum,
👉 maka Alkitab berlebihan secara ontologis.
V. APA YANG HARUS DIBAYAR PROTESTAN?
Jika Protestan mau konsisten dengan teosis, ia harus:
- menerima misteri, bukan hanya kategori hukum
- mengakui transformasi real, bukan sekadar deklarasi
- menggeser pusat keselamatan:
- dari status → partisipasi
- dari hukuman → penyembuhan
VI. KESIMPULAN TEGAS
❌ Protestan TIDAK konsisten dengan teosis jika:
- keselamatan = status hukum semata
- Kristus hanya “di luar” manusia
- sakramen simbol murni
✅ Protestan BISA konsisten dengan teosis jika:
- keselamatan = partisipasi hidup Kristus
- Kristus sungguh hadir di dalam orang percaya
- transformasi manusia itu nyata
- pembedaan Pencipta–ciptaan tetap dijaga
Teosis bukan ancaman bagi Injil —
ia ancaman bagi Injil yang direduksi.
Jika Anda mau, saya bisa lanjutkan ke:
🔹 Bagaimana membaca Roma 8 secara teosis-Protestan
🔹 Apakah sola fide bisa dipertahankan dalam teosis?
🔹 Apakah teosis meniadakan salib?
🔹 Model “In Christ” Paulus sebagai teosis apostolik
Tinggal pilih arah lanjutannya.
Tidak. Teosis sama sekali tidak meniadakan salib.
Justru sebaliknya: tanpa salib, teosis mustahil terjadi.
Kesalahpahaman muncul karena salib sering direduksi hanya sebagai mekanisme hukum, sementara teosis berbicara tentang transformasi ontologis. Jika dua bahasa ini dipertentangkan, barulah muncul konflik palsu.
Mari kita luruskan secara sistematis dan mendalam.
I. SALIB: BUKAN OPSI, MELAINKAN SYARAT TEOLOGIS TEOSIS
“Apa yang tidak diambil, tidak disembuhkan.”
— Gregorius Nazianzen
Salib adalah:
- puncak inkarnasi
- titik terdalam Allah masuk ke kondisi manusia
- momen kehancuran maut dari dalam
👉 Tanpa salib:
- dosa tidak ditanggung
- maut tidak ditembus
- natur manusia tidak disembuhkan
Teosis tidak melompati salib,
teosis melewati salib.
II. APA YANG DILAKUKAN SALIB DALAM KERANGKA TEOSIS
1. Salib menghancurkan maut dari dalam natur manusia
“Oleh maut Ia memusnahkan dia yang berkuasa atas maut.”
(Ibr 2:14)
Yesus:
- mati sebagai manusia
- di dalam natur manusia
- menanggung konsekuensi dosa Adam
👉 maut dikalahkan secara ontologis, bukan simbolis.
2. Salib memutus dosa sebagai kuasa eksistensial
“Manusia lama kita telah turut disalibkan.”
(Rm 6:6)
Salib:
- bukan hanya membayar hukuman
- tetapi mematikan manusia lama
👉 Tanpa ini, teosis akan menciptakan “manusia ilahi berdosa” — mustahil.
3. Salib adalah pemurnian total kehendak manusia
“Bukan kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mu.”
(Luk 22:42)
Di Getsemani & Golgota:
- kehendak manusia Kristus taat sampai mati
- kehendak manusia dipulihkan dari dalam
👉 Teosis membutuhkan kehendak yang telah dimurnikan.
4. Salib adalah ketaatan sempurna manusia kepada Allah
“Oleh ketaatan satu orang, semua menjadi benar.”
(Rm 5:19)
Salib:
- bukan hanya penghapusan dosa
- tetapi penciptaan manusia taat yang baru
👉 Itulah fondasi teosis.
III. SALIB + KEBANGKITAN = MESIN TEOLOGIS TEOSIS
Tanpa kebangkitan:
- salib hanya tragedi
- dosa mungkin diampuni
- tetapi natur manusia tetap mati
“Jika Kristus tidak dibangkitkan, sia-sialah imanmu.”
(1 Kor 15:17)
Kebangkitan:
- memuliakan natur manusia
- menghidupkan kembali tubuh
- membuka jalan partisipasi
👉 Teosis adalah buah salib + kebangkitan.
IV. SALIB DALAM DIRI ORANG PERCAYA (PARTISIPASI)
“Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal diri dan memikul salib.”
(Mat 16:24)
Teosis bukan bypass penderitaan,
melainkan ikut ambil bagian di dalamnya:
- mati terhadap dosa
- mati terhadap ego
- mati terhadap manusia lama
- hidup dalam hidup Kristus
“Jika kita mati bersama Dia, kita akan hidup bersama Dia.”
(2 Tim 2:11)
V. SALAH PAHAM UMUM YANG MEMICU KETAKUTAN
❌ “Teosis = manusia naik kelas tanpa salib”
Salah.
Teosis selalu:
- lewat kematian
- lewat pertobatan
- lewat pemurnian
❌ “Teosis mengurangi arti pengorbanan Kristus”
Justru:
- salib bukan hanya cukup
- tetapi berhasil mengubah manusia
❌ “Teosis meniadakan substitusi”
Teosis:
- tidak menolak substitusi
- tetapi menolak substitusi tanpa partisipasi
Kristus:
- mati untuk kita
- supaya kita mati bersama Dia
VI. MODEL ALKITAB: PAULUS
Paulus tidak pernah memisahkan:
- salib
- kebangkitan
- partisipasi
- transformasi
“Aku telah disalibkan dengan Kristus.”
(Gal 2:20)
“Mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya, dan persekutuan dalam penderitaan-Nya.”
(Flp 3:10)
👉 Ini bahasa teosis berbasis salib.
VII. KESIMPULAN TEGAS
❌ Teosis TANPA salib = Gnostik
- naik lewat pengetahuan
- tanpa kematian diri
❌ Salib TANPA teosis = legalisme dingin
- status berubah
- manusia tetap sama
✅ Injil Apostolik:
Salib yang mematikan → Kebangkitan yang menghidupkan → Teosis yang memuliakan
Salib bukan saingan teosis.
Salib adalah pintu teosis.
Jika Anda mau, saya bisa lanjut ke:
🔹 Substitusi penal dalam kerangka teosis
🔹 Roma 6–8 sebagai peta salib → teosis
🔹 Apakah salib menyembuhkan natur atau hanya menghapus dosa?
🔹 Teosis dan penderitaan orang percaya
Tinggal pilih.