TEOSIS


 

TEOSIS

Tujuannya: membedakan teosis Kristus dan teosis Gereja tanpa memisahkan atau mencampurkan.


TEOSIS KRISTUS vs TEOSIS GEREJA (TUBUH)


1. Subjek Teosis

🔹 Kristus

  • Subjek teosis: kemanusiaan Kristus
  • Pelaku: Pribadi Firman
  • Kemanusiaan-Nya tidak memiliki subjek manusia terpisah
  • Teosis terjadi karena siapa Dia

Teosis Kristus bukan hasil partisipasi, tetapi akibat hipostasis


🔹 Gereja

  • Subjek teosis: pribadi-pribadi manusia
  • Pelaku: Roh Kudus dalam sinergi
  • Tiap pribadi tetap subjek independen
  • Teosis terjadi karena partisipasi bebas

Teosis Gereja bukan karena siapa kita, tetapi karena kita bersatu dengan Kristus


2. Dasar Ontologis

Kristus

  • Hipostatik
  • Natur manusia:
    • dihipostasikan langsung oleh Firman
    • tidak berdiri sendiri
  • Energi Ilahi:
    • hadir secara penuh dan stabil

➡️ Teosis ontologis


Gereja

  • Partisipatif
  • Natur manusia:
    • dihipostasikan oleh pribadi manusia
  • Energi Ilahi:
    • hadir bertahap dan dinamis

➡️ Teosis relasional


3. Status Energi Ilahi

Kristus

  • Energi Ilahi:
    • melekat pada kemanusiaan-Nya
    • tanpa jeda
    • tanpa resistensi
  • Tidak ada kehendak gnomik

Analogi: besi menyala oleh api


Gereja

  • Energi Ilahi:
    • diterima
    • bisa bertambah/berkurang
    • tergantung sinergi
  • Kehendak gnomik masih bekerja (sampai eskaton)

Analogi: kaca diterangi cahaya


4. Fungsi Teosis

Kristus

Teosis Kristus:

  • bukan demi Kristus
  • tetapi demi:
    • penyelamatan manusia
    • penyaluran hidup ilahi
  • Kristus adalah:
    • sumber
    • kepala
    • penjamin

Teosis Kristus = kausal


Gereja

Teosis Gereja:

  • demi:
    • pemulihan pribadi
    • pertumbuhan menuju rupa Allah
  • Gereja adalah:
    • penerima
    • peserta
    • saksi

Teosis Gereja = derivatif


5. Relasi dengan Pengampunan Dosa

Kristus

  • Teosis Kristus:
    • mematikan dosa dalam natur manusia
    • sebelum dosa masuk ke Gereja
  • Kristus:
    • menyembuhkan natur
    • mengalahkan maut

Tanpa teosis Kristus → tidak ada penebusan


Gereja

  • Pengampunan:
    • terjadi melalui partisipasi
  • Dosa:
    • dilepaskan sejauh kita hidup di dalam Kristus

Pengampunan = awal teosis Gereja


6. Relasi Kepala–Tubuh

Kristus

  • Kepala:
    • hidup dari diri-Nya sendiri
    • tidak bergantung pada Tubuh

Kristus tetap utuh tanpa Gereja


Gereja

  • Tubuh:
    • hidup hanya dari Kepala
    • terpisah → mati

Gereja tidak memiliki hidup otonom


7. Stabilitas Teosis

Kristus

  • Teosis:
    • abadi
    • tak berubah
    • tanpa fluktuasi

Bahkan di Getsemani:

  • bukan kekurangan energi
  • tetapi kapasitas natur manusia

Gereja

  • Teosis:
    • fluktuatif (di dunia)
    • distabilkan dalam kebangkitan
  • Bergantung pada:
    • askesis
    • sakramen
    • iman

8. Eskatologi

Kristus

  • Tubuh Kristus:
    • standar final kemuliaan
    • norma ontologis
  • Tidak “bertambah mulia”

Kristus = telos tetap


Gereja

  • Tubuh Gereja:
    • dibuat serupa
    • bukan identik
  • Kemuliaan:
    • penuh
    • tetap partisipatif

Gereja = partisipasi kekal


9. Tabel Ringkas (Dikunci)

Aspek Kristus Gereja
Jenis teosis   Hipostatik   Partisipatif
Subjek   Firman   Pribadi manusia
Energi   Penuh & stabil   Bertahap
Kehendak   Tanpa gnomik   Dengan gnomik
Fungsi   Sumber   Penerima
Eskatologi   Norma   Keserupaan

10. Rumusan Final (Pamungkas)

Saya kunci seluruh jawaban ini dalam satu pernyataan patristik presisi:

Teosis Kristus bersifat HIPOSTATIK dan kausal     —> kemanusiaan-Nya dipenuhi Energi Ilahi karena bersatu dengan Firman; teosis Gereja bersifat PARTISIPATIF dan derivatif—> manusia dipenuhi Energi yang sama sejauh mereka bersatu dengan Kristus sebagai Kepala, tanpa menjadi sumbernya.

Atau satu kalimat paling ringkas:

Kristus adalah Allah yang menjadi manusia agar manusia dapat hidup dalam Allah tanpa pernah menjadi Allah oleh hakikat.

Amin.

Jika Anda mau, langkah terakhir yang bisa kita bahas adalah: 👉 bagaimana perbedaan ini menjelaskan keunikan Maria Theotokos dibanding para kudus
Itu akan menjadi mahkota terakhir dari bangunan ini.


Jaminsen

Welcome, TO BE LIKE JESUS

Post a Comment

Previous Post Next Post