"Tetelestai", Ada yang mengucapkan kata ini saat mengetahui orang yang ia sukai memilih orang lain. Baginya, tetelestai berarti pupuslah harapan. Ada yang mengucapkannya karena barusan putus dengan seseorang. Baginya, tetelestai berarti "kita putus." Ada yang teringat kata ini saat melihat orang tuanya sakit keras. Baginya, tetelestai berarti sekarat.
Tetelestai, ada yang begitu sering mendengarnya. Baginya, tetelestai tidak memiliki makna selain "sudah selesai."
Pelukis tua abad pertengahan memandangi lukisannya dengan penuh ketelitian, setengah mengaguminya. Tidak ada lagi yang perlu ia tambahkan, semuanya tampak sempurna. Tidak satupun goresan yang tidak berada pada tempatnya. Lukisannya telah selesai, tidak akan ada perbaikan.
Pelukis tua abad pertengahan memandangi lukisannya dengan penuh ketelitian, setengah mengaguminya. Tidak ada lagi yang perlu ia tambahkan, semuanya tampak sempurna. Tidak satupun goresan yang tidak berada pada tempatnya. Lukisannya telah selesai, tidak akan ada perbaikan.
"Tetelestai," gumamnya penuh kemenangan.
Lebih dari satu milenium sebelumnya, seorang pematung Yunani tidak akan mengucapkan kata ini walaupun patungnya tampak sempurna. Patung tanpa bagian yang perlu dipahatkan lagi. Ia baru berani mengatakan karyanya tetelestai hanya bila yakin itu tidak akan menjadi onggokan sampah. Tetelestai ia ucapkan bila yakin karyanya memiliki pengaruh di masa yang akan datang. Kata ini hanya cocok untuk sebuah karya yang bukan hanya sekedar sudah jadi.
Gutzon Borglum tidak pernah memiliki kesempatan mengucapkan "tetelestai" saat memandangi keempat kepala presiden Amerika Serikat di Gunung Rushmore. Ia mati sebelum menyelesaikan karyanya, putra yang melanjutkan karyanya juga harus menyerah karena kehabisan uang. Sampai sekarang, walaupun jutaan orang sudah mengunjungi gunung itu, itu tetap menjadi karya seni yang tidak pernah diselesaikan. Hanya seniman yang benar-benarnya menyelesaikan karyanya secara sempurna yang boleh berkata "Tetelestai."
Kata Yunani τετελεσται – tetelestai ini berasal dari kata kerja τελεω – teleô, artinya "mencapai tujuan akhir, menyelesaikan, menjadi sempurna." Kata ini menyatakan keberhasilan akhir dari sebuah tindakan. Anda berkata tetelestai saat menginjakkan kaki di puncak Everest, atau memegang copy akhir skripsi Anda. Tetelestai juga boleh Anda gumamkan saat membayar angsuran terakhir kredit laptop, seperti yang dilakukan oleh orang di zaman Perjanjian Baru. Dari penemuan arkeologis, kata ini tertulis dalam dokumen bisnis atau nota yang menunjukkan utang yang telah dibayar. Orang Yunani menulis tetelestai di kuitansi pembayaran sama seperti tukang kredit zaman sekarang menulis lunas di surat utang pelanggannya.
Lebih dari satu milenium sebelumnya, seorang pematung Yunani tidak akan mengucapkan kata ini walaupun patungnya tampak sempurna. Patung tanpa bagian yang perlu dipahatkan lagi. Ia baru berani mengatakan karyanya tetelestai hanya bila yakin itu tidak akan menjadi onggokan sampah. Tetelestai ia ucapkan bila yakin karyanya memiliki pengaruh di masa yang akan datang. Kata ini hanya cocok untuk sebuah karya yang bukan hanya sekedar sudah jadi.
Gutzon Borglum tidak pernah memiliki kesempatan mengucapkan "tetelestai" saat memandangi keempat kepala presiden Amerika Serikat di Gunung Rushmore. Ia mati sebelum menyelesaikan karyanya, putra yang melanjutkan karyanya juga harus menyerah karena kehabisan uang. Sampai sekarang, walaupun jutaan orang sudah mengunjungi gunung itu, itu tetap menjadi karya seni yang tidak pernah diselesaikan. Hanya seniman yang benar-benarnya menyelesaikan karyanya secara sempurna yang boleh berkata "Tetelestai."
Kata Yunani τετελεσται – tetelestai ini berasal dari kata kerja τελεω – teleô, artinya "mencapai tujuan akhir, menyelesaikan, menjadi sempurna." Kata ini menyatakan keberhasilan akhir dari sebuah tindakan. Anda berkata tetelestai saat menginjakkan kaki di puncak Everest, atau memegang copy akhir skripsi Anda. Tetelestai juga boleh Anda gumamkan saat membayar angsuran terakhir kredit laptop, seperti yang dilakukan oleh orang di zaman Perjanjian Baru. Dari penemuan arkeologis, kata ini tertulis dalam dokumen bisnis atau nota yang menunjukkan utang yang telah dibayar. Orang Yunani menulis tetelestai di kuitansi pembayaran sama seperti tukang kredit zaman sekarang menulis lunas di surat utang pelanggannya.
Kata inilah yang Yesus ucapkan saat menyerahkan nyawa-Nya. "Tetelestai--It is finished--Sudah selesai." (Yohanes 19:30). Satu kata yang menyimpulkan kehidupan dan kematian Yesus. Satu kata yang merupakan pernyataan tunggal paling penting dalam keseluruhan Alkitab:
Yohanes 19:30
LAI TB, Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: 'Sudah selesai.' Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.
KJV, When Jesus therefore had received the vinegar, he said, It is finished: and he bowed his head, and gave up the ghost.
TR, οτε ουν ελαβεν το οξος ο ιησους ειπεν τετελεσται και κλινας την κεφαλην παρεδωκεν το πνευμα
Translit Interlinear, hote {sesudah} oun {oleh karena itu} elaben {Dia menerima} to oxos {anggur asam} ho iêsous {Yesus} eipen {Dia berkata} tetelestai {verb – perfect passive indicative - third person singular, itu (sudah) diselesaikan} kai {dan} klinas {menunduk} tên kephalên {kepala} paredôken {Dia menyerahkan} to pneuma {Roh}
OJB, Therefore, when Rebbe, Melech HaMoshiach received the vinegar, he said, Nishlam! (It is finished!) [IYOV 19:26-27 TARGUM HASHIVIM] And having bowed his rosh, Rebbe, Melech HaMoshiach gave up his neshamah.
Ha-Berit,
וַיִּטְעַם יֵשׁוּעַ מִן־הַחֹמֶץ וַיֹּאמֶר נִשְׁלָם וַיֵּט אֶת־רֹאשׁוֹ וַיַּפְקֵד אֶת־רוּחוֹ׃
Translit interlinear, VAYIT'AM {dan Dai mengecapnya, Verb Qal Imperfect 3rd Mas. Sing.} YESHUA {Yesus} ET-HAKHOMETS {pada anggur asam itu} VAYOMER {dan Dia berkata,Verb Qal Imperfect 3rd Mas. Sing.} NISH'LAM {it is finished, itu sudah diselesaikan, itu sudah dilunasi Verb, Niphal Perfect 3rd Mas. Sing.} VAYET {dan Dia menundukkan, Verb Qal Imperfect 3rd Mas. Sing.} 'ET-ROSHO {pada kepada-Nya} VAYAF'QED {dan Dia menyerahkan} 'ET-RUKHO {Roh-Nya}
Aramaic Peshita (dalam aksara Ibrani klasik),
כַד דֶּין שקַל הַו חַלָא יָשוּע אֶמַר הָא משַלַם וַארכֶּן רִשֶה וַאשלֶם רוּחֶה׃
Translit interlinear, KHAD DEIN {dan ketika} SHEQAL {Dia mengambil} HA KHALA {anggur asam itu} YESHU {Yesus} 'EMAR {berkata} HA {lihat} MESHALAM {sudah selesai, sudah dilunasi, sudah diperdamaikan} VA'ARKEN {dan Dia menunduk} RISHEH {kepala-Nya} VASHALEM {dan menyerahkan} RUKHEH {Roh-Nya}
LAI TB, Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: 'Sudah selesai.' Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.
KJV, When Jesus therefore had received the vinegar, he said, It is finished: and he bowed his head, and gave up the ghost.
TR, οτε ουν ελαβεν το οξος ο ιησους ειπεν τετελεσται και κλινας την κεφαλην παρεδωκεν το πνευμα
Translit Interlinear, hote {sesudah} oun {oleh karena itu} elaben {Dia menerima} to oxos {anggur asam} ho iêsous {Yesus} eipen {Dia berkata} tetelestai {verb – perfect passive indicative - third person singular, itu (sudah) diselesaikan} kai {dan} klinas {menunduk} tên kephalên {kepala} paredôken {Dia menyerahkan} to pneuma {Roh}
OJB, Therefore, when Rebbe, Melech HaMoshiach received the vinegar, he said, Nishlam! (It is finished!) [IYOV 19:26-27 TARGUM HASHIVIM] And having bowed his rosh, Rebbe, Melech HaMoshiach gave up his neshamah.
Ha-Berit,
וַיִּטְעַם יֵשׁוּעַ מִן־הַחֹמֶץ וַיֹּאמֶר נִשְׁלָם וַיֵּט אֶת־רֹאשׁוֹ וַיַּפְקֵד אֶת־רוּחוֹ׃
Translit interlinear, VAYIT'AM {dan Dai mengecapnya, Verb Qal Imperfect 3rd Mas. Sing.} YESHUA {Yesus} ET-HAKHOMETS {pada anggur asam itu} VAYOMER {dan Dia berkata,Verb Qal Imperfect 3rd Mas. Sing.} NISH'LAM {it is finished, itu sudah diselesaikan, itu sudah dilunasi Verb, Niphal Perfect 3rd Mas. Sing.} VAYET {dan Dia menundukkan, Verb Qal Imperfect 3rd Mas. Sing.} 'ET-ROSHO {pada kepada-Nya} VAYAF'QED {dan Dia menyerahkan} 'ET-RUKHO {Roh-Nya}
Aramaic Peshita (dalam aksara Ibrani klasik),
כַד דֶּין שקַל הַו חַלָא יָשוּע אֶמַר הָא משַלַם וַארכֶּן רִשֶה וַאשלֶם רוּחֶה׃
Translit interlinear, KHAD DEIN {dan ketika} SHEQAL {Dia mengambil} HA KHALA {anggur asam itu} YESHU {Yesus} 'EMAR {berkata} HA {lihat} MESHALAM {sudah selesai, sudah dilunasi, sudah diperdamaikan} VA'ARKEN {dan Dia menunduk} RISHEH {kepala-Nya} VASHALEM {dan menyerahkan} RUKHEH {Roh-Nya}
Dalam bahasa Yunani, itu hanya satu kata. Hanya saja dalam bahasa ini, subyek kalimat sudah ada di dalam kata kerjanya. Jadi, sebuah kata kerja sudah bisa dikatakan membentuk sebuah kalimat. Bukan hanya itu, awalan atau akhiran kata kerja menentukan tenses-nya. Ada proses panjang yang membuat kata teleô menjadi tetelestai. Orang yang belajar bahasa Yunani pasti tahu, kata te di depan merupakan pengulangan kata te dalam teleô, artinya ini perfect tense Yunani. Akhiran "(s)tai" itu menandai subyek kalimat, orang ketiga tunggal.
Dalam beberapa naskah lain kata נִשְׁלָם - NISH'LAM, artinya: itu telah diselesaikan, itu telah dilunasi (it is completed/ it is finished), Verb Nif'al Perfect 3rd Mas Sing untuk menerjemahkan Kata Yunani: τετελεσται – tetelestai pada ayat Yohanes 19:30 ini.
Naskah Aramaic juga menarik diperhatikan bahwa, naskah ini juga menggunakan akar kata yang sama, yaitu שָׁלוֹם - SHALOM, - ש־ל־מ - Shin-Lamed-Mem dalam artian, memperdamaikan, menyelesaikan, melunasi. Sebab bagaimanapun bahasa Aramaic dan Ibrani adalah bahasa serumpun (rumpun Semitik). Seandainya Tuhan Yesus mengucapkan "tetelestai" itu dalam bahasa Aramaic: משַלַם - MESHALAM tentu dalam artian yang sama dengan bahasa Ibrani: מְשַׁלֵּם - MESHALEM, yaitu verba שָׁלוֹם - SHALOM, dalam bin'yan PI'EL (active participle).
Dalam beberapa naskah lain kata נִשְׁלָם - NISH'LAM, artinya: itu telah diselesaikan, itu telah dilunasi (it is completed/ it is finished), Verb Nif'al Perfect 3rd Mas Sing untuk menerjemahkan Kata Yunani: τετελεσται – tetelestai pada ayat Yohanes 19:30 ini.
Naskah Aramaic juga menarik diperhatikan bahwa, naskah ini juga menggunakan akar kata yang sama, yaitu שָׁלוֹם - SHALOM, - ש־ל־מ - Shin-Lamed-Mem dalam artian, memperdamaikan, menyelesaikan, melunasi. Sebab bagaimanapun bahasa Aramaic dan Ibrani adalah bahasa serumpun (rumpun Semitik). Seandainya Tuhan Yesus mengucapkan "tetelestai" itu dalam bahasa Aramaic: משַלַם - MESHALAM tentu dalam artian yang sama dengan bahasa Ibrani: מְשַׁלֵּם - MESHALEM, yaitu verba שָׁלוֹם - SHALOM, dalam bin'yan PI'EL (active participle).
Perkataan dari 7 perkataan salib " τετελεσται; – tetelestai" (sudah selesai) yang menggunakan bentuk kata perfect yang berarti penebusan telah dilaksanakan, sekali untuk selamanya, efeknya terasa hingga kini. Lalu para penerjemah sepakat menerjemahkannya sebagai "It is finished". Orang Indonesia menerjemahkannya "sudah selesai". Orang yang tahu bahasa Inggris bukan hanya sekedar "cukup untuk meminta api", pasti tahu "It is finished" merupakan bentuk present tense ("it" was finished at the current time). Ia mungkin bertanya-tanya karena bahasa aslinya berbentuk perfect tense Yunani. Jawabannya sederhana. Ini terjadi karena para penerjemah tahu, tidak ada padanan perfect tense Yunani dalam tenses bahasa Inggris. Mereka hanya tahu, perfect tense Yunani memiliki hubungan dengan masa kini, jadi mereka terjemahkan menjadi bentuk present bahasa Inggris.
Inilah masalahnya, tidak adanya padanan ini membuat kata tetelestai mengalami apa yang disebut Lost in Translation. Versi Inggris hanya menerjemahkannya "It is finished--Telah selesai."
Inilah masalahnya, tidak adanya padanan ini membuat kata tetelestai mengalami apa yang disebut Lost in Translation. Versi Inggris hanya menerjemahkannya "It is finished--Telah selesai."
Kekuatan kata ini hilang dalam proses penerjemahannya.
Dalam tata bahasa Yunani, kata ini mengimplikasikan sesuatu yang telah selesai, telah dilengkapi, disempurnakan, diselesaikan. Tetapi ini bukan hanya sekedar selesai, dampaknya akan terasa untuk masa-masa selanjutnya. Kalau mau hanya sekedar berkata sudah selesai, Yesus akan menggunakan kata tenses lain, "eteluson" yang juga berarti sudah selesai. Selesai dalam arti benar-benar selesai hanya sampai disitu.
Dalam tata bahasa Yunani, kata ini mengimplikasikan sesuatu yang telah selesai, telah dilengkapi, disempurnakan, diselesaikan. Tetapi ini bukan hanya sekedar selesai, dampaknya akan terasa untuk masa-masa selanjutnya. Kalau mau hanya sekedar berkata sudah selesai, Yesus akan menggunakan kata tenses lain, "eteluson" yang juga berarti sudah selesai. Selesai dalam arti benar-benar selesai hanya sampai disitu.
Tetelestai ini lebih menekankan apa yang Yesus maksudkan. Perfect tense Yunani menggambarkan kegiatan yang telah sepenuhnya selesai namun memiliki konsekuansi sepenuhnya di masa selanjutnya. Ini berbicara tentang aksi yang telah selesai di masa lalu dengan hasilnya yang tetap berlanjut di masa sekarang.
Memang sulit memahami hal ini dalam bahasa Indonesia, mengingat bahasa Indonesia hampir bisa dikatakan tidak mengenal sistem tenses. Bagi kita, saya 'makan' tetap berbentuk 'makan' walaupun itu terjadi tahun lalu, sekarang ataupun besok. Orang yang bisa bahasa Inggris bukan hanya "sekedar untuk minta api", akan tersenyum simpul mendengar kita berkata, "I am eating yesterday."
Jadi, ketika Yesus berkata, "Tetelestai--Sudah selesai," artinya, "Sudah selesai di masa lalu, sudah selesai di masa sekarang dan akan tetap selesai sampai di masa yang akan datang." Ia tidak berteriak, "eteluson," yang juga berarti sudah selesai.
Ia berteriak, "Tetelestai."
Itu sebuah teriakan kemenangan!
Ia berteriak, "Tetelestai."
Itu sebuah teriakan kemenangan!