DEFINISI DOSA
PERJANJIAN LAMA (IBRANI)
[01] KHATÂ'ÂH, dosa, gagal
* Kejadian 4:7,
"Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, 'dosa' sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya."
HALÕ' 'IM-TÊYTÏV SE'ÊT VE'IM LO' TÊYTÏV LAPETAKH KHATÂ'T ROVÊTS VE'ÊLEYKHA TESYÛQÂTÕ VE'ATÂH TIMSYÂL-BÕ
Kata benda (nomina) Ibrani KHATÂ'ÂH, khêt - têt - 'âlef - hê, atau KHATÂ'T, khêt - têt - 'âlef - tâv, yang diterjemahkan "dosa", berasal dari kata kerja (verba) KHÂTÂ', melakukan dosa, tidak mengenai, luput, gagal; ibarat seseorang memanah tetapi anak panahnya tidak kena pada sasaran.
Seseorang yang gagal menjadi suami, dikatakan KHATÂ'T, gagal menjadi ulama atau pemuka agama dikatakan KHATÂ'T, gagal menjadi umat beragama yang baik pun demikian, gagal dalam tujuan atau jalan kebenaran dikatakan "dosa".
[02] 'ÂSYAM, "melanggar", "berbuat kekhilafan, kesalahan"
* Kejadian 26:10,
"Tetapi Abimelekh berkata: 'Apakah juga yang telah kauperbuat ini terhadap kami? Mudah sekali terjadi, salah seorang dari bangsa ini tidur dengan isterimu, sehingga dengan demikian engkau mendatangkan 'kesalahan' atas kami."
VAYO'MER 'AVÏMELEKH MAH-ZO'T 'ÂSÏTÂ LÂNÛ KIM'AT SYÂKHAV 'AKHAD HÂ'ÂM 'ET-'ISYTEKHA VEHÊVÊ'TÂ 'ÂLÊYNÛ 'ÂSYÂM
Kata benda (nomina) Ibrani 'ÂSYAM, 'âlef - syïn - mêm, yang diterjemahkan "kesalahan", sedangkan di bagian lain diterjemahkan dengan 'sin' oleh KJV misalnya Amsal 14:9 dan lain-lain, berasal dari kata kerja (verba) dengan akar kata yang sama bermakna "melanggar", "berbuat kekhilafan, kesalahan" sering dihubungkan dengan korban sebagai kompensasi karena pelanggaran sehingga dijumpai ungkapan "korban penebus salah" dengan kata yang sama.
[03] 'ASYMÂH, "melanggar", "berbuat kekhilafan, kesalahan"
* Imamat 4:3,
"maka jikalau yang berbuat 'dosa' itu imam yang diurapi, sehingga bangsanya turut bersalah, haruslah ia mempersembahkan kepada TUHAN karena dosa yang telah diperbuatnya itu, seekor lembu jantan muda yang tidak bercela sebagai korban penghapus dosa."
'IM HAKOHÊN HAMÂSYÏAKH YEKHETÂ' LE'ASYMAT HÂ'ÂM VEHIQRÏV 'AL KHATÂ'TÕ 'ASYER KHÂTÂ' PAR BEN-BÂQÂR TÂMÏM LAYHOVÂH LEKHATÂ'T
Kata benda (nomina) Ibrani 'ASYMÂH, 'âlef - syïn - mêm - hê', adalah kata 'ÂSYAM (lihat seri [02]) dalam bentuk 'feminin', maknanya tidak berbeda.
[04] 'ÂVON, "hukuman", "kedurjanaan", "kesalahan", "dosa"
* Kejadian 15:16,
"Tetapi keturunan yang keempat akan kembali ke sini, sebab sebelum itu 'kedurjanaan' orang Amori itu belum genap."
VEDOR REVÏ'Ï YÂSYÛVÛ HÊNÂH KÏ LO'-SYÂLÊM 'AVON HÂ'EMORÏ 'AD-HÊNÂH
Kata benda (nomina) Ibrani 'ÂVON, 'âlef - vâv - nun, diterjemahkan oleh LAI dengan "hukuman", "kedurjanaan", "kesalahan", "dosa", berasal dari kata kerja 'ÂVÂH, "membengkokkan" yang lurus, "memutarbalikkan", "mengubah bentuk".
Kata benda 'ÂVON senantiasa dihubungkan dengan perbuatan jahat (sesat, menyeleweng, murtat, dst) yang dilakukan semasa hidup di dunia.
[05] PESYA', tindakan "memberontak", "melawan", "menentang"
* Kejadian 31:36,
"Lalu hati Yakub panas dan ia bertengkar dengan Laban. Ia berkata kepada Laban: 'Apakah 'kesalahan'ku, apakah 'dosa'ku, maka engkau memburu aku sehebat itu?"
VAYIKHAR LEYA'AQOV VAYÂREV BELÂVÂN VAYA'AN YA'AQOV VAYO'MER LELÂVÂN MAH-PISY'Ï MAH KHATÂ'TÏ KÏ DÂLAQTÂ 'AKHARÂY
Ayat di atas menggunakan dua kata yang bersinonim yaitu PESYA' dan KHATÂ'ÂH (sudah dijelaskan di diatas).
Kata benda Ibrani PESYA' berasal dari kata kerja dengan akar kata yang sama yaitu PÂSYA' senantiasa dihubungkan dengan tindakan "memberontak", "melawan", "menentang".
Jadi, dosa dalam pengertian PESYA' adalah dosa yang berhubungan dengan pemberontakan, perlawanan, penentangan terhadap yang berotoritas, baik terhadap manusia maupun terhadap Allah.
[06] RÂSYÂ', "tidak mengindahkan perintah Tuhan", "berbuat jahat", "maksiat", dsb., "tidak melakukan ibadah"
* Kejadian 18:23,
"Abraham datang mendekat dan berkata: 'Apakah Engkau akan melenyapkan orang benar bersama-sama dengan orang fasik?'"
VAYIGASY 'AVRÂHÂM VAYO'MAR HA'AF TISPEH TSADÏQ 'IM-RÂSYÂ'
"Fasik", menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia Badudu-Zain, adalah (bahasa Arab) "tidak mengindahkan perintah Tuhan", "berbuat jahat", "maksiat", dsb., "tidak melakukan ibadah"). Kata "fasik", Ibrani RÂSYÂ' sering digunakan bersama-sama dengan kata "benar" untuk menunjukkan pertentangan.
* Maleakhi 3:18,
"Maka kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya."
VESYAVTEM ÛRE'ÏTEM BÊYN TSADÏQ LERÂSYÂ' BÊYN 'OVÊD 'ELOHÏM LA'ASYER LO' 'AVÂDÕ
Orang benar "mengabdi" (menjadi hamba) Allah sedangkan orang "fasik" adalah sebaliknya.
[07] SYEGÂGÂH, "dosa" yang tidak disengaja, karena tidak hati-hati, karena tidak sadar dan tanpa diketahui
* Imamat 4:2,
"Katakanlah kepada orang Israel: Apabila seseorang tidak dengan sengaja berbuat dosa dalam sesuatu hal yang dilarang TUHAN dan ia memang melakukan salah satu dari padanya,"
DABÊR 'EL-BENÊY YISRÂ'ÊL LÊ'MOR NEFESY KÏ-TEKHETÂ' VISYGÂGÂH MIKOL MITSVÕT YEHOVÂH 'ASYER LO' TÊ'ÂSEYNÂH VE'ÂSÂH MÊ'AKHAT MÊHÊNÂH
Kata Ibrani SYEGÂGÂH dari kata SYÂGAG adalah "dosa" yang tidak disengaja, karena tidak hati-hati, karena tidak sadar dan tanpa diketahui.
--------------------------------------------------
PERJANJIAN BARU (YUNANI)
[08] AGNOÊMA, kesalahan atau dosa yang disebabkan karena ketidakpedulian.
* Ibrani 9:7,
"tetapi ke dalam kemah yang kedua hanya Imam Besar saja yang masuk sekali setahun, dan harus dengan darah yang ia persembahkan karena dirinya sendiri dan karena 'pelanggaran-pelanggaran', yang dibuat oleh umatnya 'dengan tidak sadar'."
EIS DE TÊN DEUTERAN HAPAX TOU ENIAUTOU MONOS HO ARKHIEREUS OU KHÔRIS HAIMATOS HO PROSPHEREI HUPER HEAUTOU KAI TÔN TOU LAOU 'AGNOÊMATÔN'
Kata AGNOÊMA berasal dari kata kerja AGNOEÔ, diterjemahkan oleh LAI dengan "tidak mengerti" (Markus 9:32, Lukas 9:45), "tidak mengakui" (Kisah Para Rasul 13:27), "tanpa mengenal" (Kisah Para Rasul 17:23). Roma 1:13, 1 Korintus 10:1, 12:1, dan 2 Korintus 1:8 malah menerjemahkannya terbalik, "Aku mau supaya kamu mengetahui", seharusnya "Aku tidak mau kamu mengabaikan". Kemudian "tidakkah engkau tahu" (Roma 2:4), "atau tidak tahukah kamu" (Roma 6:3), "apakah kamu tidak tahu" (Roma 7:1), "tidak mengenal" (Roma 10:3), "jangan menganggap pandai" (Roma 11:25), "tidak mengindahkan" (1 Korintus 14:3, dan seterusnya.
Kata kerja AGNOEÔ terdiri atas partikel negatif 'A' dan kata kerja NOEÔ, "mengerti", "memahami" dan berhubungan dengan "pikiran".
Jadi, jika Allah menghendaki seseorang "memahami" kehendak-Nya tetapi orang tadi mengabaikan, tidak mengindahkannya, tidak mengetahui, maka ia telah berbuat dosa dalam pengertian AGNOÊMA.
[09] PARAPTÔMA, "kesalahan", jatuh dari kondisi yang seharusnya berdiri tegak.
* Matius 6:14,
"Karena jikalau kamu mengampuni 'kesalahan' (PARAPTÔMA) orang, Bapamu yang di surga akan mengampuni kamu juga."
EAN GAR APHÊTE TOIS ANTHRÔPOIS TA PARAPTÔMATA AUTÔN APHÊSEI KAI HUMIN HO PATÊR HUMÔN HO OURANIOS
Kata PARAPTÔMA berasal dari kata kerja PARAPIPTÔ, "murtad", secara konseptual berarti jatuh di samping seseorang atau benda, terpeleset, menyimpang dari jalan yang benar, berbalik. Kata PARAPIPTÔ sendiri terdiri atas preposisi PARA, "di samping", dan kata PIPTÔ, "jatuh" dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah, digunakan juga dalam pengertian "sujud menyembah" yaitu menjatuhkan diri dari posisi berdiri menjadi bertelut, tersungkur atau bahkan tengkurep. Kata PIPTÔ ini pun digunakan untuk sesuatu (misalnya rumah) yang rubuh diterjang badai, benih yang "jatuh" di pinggir jalan, seseorang yang "jatuh" ke dalam lobang, dan lain-lain.
Jadi PARAPTÔMA adalah dosa dalam pengertian "kejatuhan" seseorang dari posisinya yang seharusnya berdiri tegak.
* Roma 5:17,
"Sebab, jika oleh 'dosa' (PARAPTÔMA) satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus."
EI GAR TÔ TOU HENOS 'PARAPTÔMATI' HO THANATOS EBASILEUSEN DIA TOU HENOS POLLÔ MALLON HOI TÊN PERISSEIAN TÊS KHARITOS KAI TÊS DÔREAS TÊS DIKAIOSUNÊS LAMBANONTES EN ZÔÊ BASILEUSOUSIN DIA TOU HENOS IÊSOU KHRISTOU
* Efesus 2:5,
"telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh 'kesalahan-kesalahan' (PARAPTÔMA) kita-oleh kasih karunia kamu diselamatkan"
KAI ONTAS HÊMAS NEKROUS TOIS 'PARAPTÔMASIN' SUNEZÔOPOIÊSEN TÔ KHRISTÔ KHARITI ESTE SESÔSMENOI
* Kolose 2:13,
"Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu ('paraptôma') dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala 'pelanggaran' (PARAPTÔMA) kita,"
KAI HUMAS NEKROUS ONTAS EN TOIS 'PARAPTÔMASIN' KAI TÊ AKROBUSTIA TÊS SARKOS HUMÔN SUNEZÔPOIÊSEN SUN AUTÔ KHARISAMENOS HÊMIN PANTA TA 'PARAPTÔMATA'
* Yakobus 5:16,
"Karena itu hendaklah kamu saling mengaku 'dosamu' (PARAPTÔMA) dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya."
EXOMOLOGEISTHE ALLÊLOIS TA 'PARAPTÔMATA' KAI EUKHESTHE HUPER ALLÊLÔN HOPÔS IATHÊTE POLU ISKHUEI DEÊSIS DIKAIOU ENERGOUMENÊ
[10] PARABASIS, pelanggaran, melewati batas atau garis yang ditentukan, menghancurkan hukum yang berlaku.
* Roma 4:15,
"Karena hukum Taurat membangkitkan murka, tetapi di mana tidak ada hukum Taurat, di situ tidak ada juga 'pelanggaran' (PARABASIS)."
HO GAR NOMOS ORGÊN KATERGAZETAI OU GAR OUK ESTIN NOMOS OUDE 'PARABASIS'
Kata PARABASIS berasal dari kata kerja PARABAINÔ, "melanggar", secara konseptual berarti berjalan melewati garis, seperti para murid Yesus dituduh "melanggar" adat istiadat nenek moyang mereka, dan ungkapan "melangkah keluar" dari ajaran Yesus dalam 2 Yohanes 1:9.
Jadi PARABASIS adalah dosa dalam pengertian "pelanggaran" seseorang terhadap batas-batas yang telah ditentukan.
* Galatia 3:19,
"Kalau demikian, apakah maksudnya hukum Taurat? Ia ditambahkan oleh karena 'pelanggaran-pelanggaran' (PARABASIS) – sampai datang keturunan yang dimaksud oleh janji itu -- dan ia disampaikan dengan perantaraan malaikat-malaikat ke dalam tangan seorang pengantara."
TI OUN HO NOMOS TÔN 'PARABASEÔN' KHARIN PROSETETHÊ AKHRIS HOU ELTHÊ TO SPERMA HÔ EPÊGGELTAI DIATAGEIS DI AGGELÔN EN KHEIRI MESITOU
* 1 Timotius 2:14,
"Lagipula bukan Adam yang tergoda, melainkan perempuan itulah yang tergoda dan jatuh ke dalam 'dosa' (PARABASIS)."
KAI ADAM OUK ÊPATÊTHÊ HÊ DE GUNÊ APATÊTHEISA EN 'PARABASEI' GEGONEN
* Ibrani 9:15,
"Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus 'pelanggaran-pelanggaran' (PARABASIS) yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama."
KAI DIA TOUTO DIATHÊKÊS KAINÊS MESITÊS ESTIN HOPÔS THANATOU GENOMENOU EIS APOLUTRÔSIN TÔN EPI TÊ PRÔTÊ DIATHÊKÊ 'PARABASEÔN' TÊN EPAGGELIAN LABÔSIN HOI KEKLÊMENOI TÊS AIÔNIOU KLÊRONOMIAS
[11] PARANOMIA, "kejahatan"
* 2 Petrus 2:16,
"Tetapi Bileam beroleh peringatan keras untuk kejahatannya (PARANOMIA), sebab keledai beban yang bisu berbicara dengan suara manusia dan mencegah kebebalan nabi itu."
ELEGXIN DE ESKHEN IDIAS 'PARANOMIAS' HUPOZUGION APHÔNON EN ANTHRÔPOU PHÔNÊ PHTHEGXAMENON EKÔLUSEN TÊN TOU PROPHÊTOU PARAPHRONIAN
Kata PARANOMIA berasal dari kata kerja PARANOMEÔ, "menentang" atau "melanggar" hukum (Kisah Para Rasul 23:3). Kata PARANOMEÔ ini terdiri atas preposisi PARA, "di samping" dan NOMOS, "hukum (Taurat)".
Seseorang yang "menentang" atau "melawan" dan "melanggar" hukum -- biasanya dikaitkan dengan hukum Taurat -- dikatakan melakukan dosa dengan pengertian PARANOMIA.
[12] ANOMIA, "kejahatan"
* Matius 7:23,
"Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat 'kejahatan' (ANOMIA)!"
KAI TOTE HOMOLOGÊSÔ AUTOIS HOTI OUDEPOTE EGNÔN HUMAS APOKHÔREITE AP EMOU HOI ERGAZOMENOI TÊN 'ANOMIAN'
Kata ANOMIA berasal dari kata sifat (adjektiva) ANOMOS yaitu partikel negatif A dan kata benda NOMOS, "hukum".
Dosa dalam kategori ANOMIA adalah suatu kondisi tanpa hukum karena mengabaikannya atau karena menentangnya.
* 2 Tesalonika 2:7,
"Karena secara rahasia 'kedurhakaan' (ANOMIA) telah mulai bekerja, tetapi sekarang masih ada yang menahan. Kalau yang menahannya itu telah disingkirkan,"
TO GAR MUSTÊRION ÊDÊ ENERGEITAI TÊS 'ANOMIAS' MONON HO KATEKHÔN ARTI HEÔS EK MESOU GENÊTAI
* Ibrani 1:9,
"Engkau mencintai keadilan dan membenci 'kefasikan' (ANOMIA); sebab itu Allah, Allah-Mu telah mengurapi Engkau dengan minyak sebagai tanda kesukaan, melebihi teman-teman sekutu-Mu."
ÊGAPÊSAS DIKAIOSUNÊN KAI EMISÊSAS 'ANOMIAN' DIA TOUTO EKHRISEN SE HO THEOS HO THEOS SOU ELAION AGALLIASEÔS PARA TOUS METOKHOUS SOU
* Ibrani 10:17,
"dan Aku tidak lagi mengingat dosa-dosa dan 'kesalahan' (ANOMIA) mereka."
KAI TÔN HAMARTIÔN AUTÔN KAI TÔN 'ANOMIÔN' AUTÔN OU MÊ MNÊSTHÔ ETI
* 1 Yohanes 3:4,
"Setiap orang yang berbuat dosa, 'melanggar juga hokum Allah' (ANOMIA), sebab dosa ialah 'pelanggaran hukum Allah' (ANOMIA)."
PAS HO POIÔN TÊN AMARTIAN KAI TÊN 'ANOMIAN' POIEI KAI HÊ AMARTIA ESTIN HÊ 'ANOMIA'
[13] PARAKOÊ, ketidaktaatan, gagal atau tidak mau mendengar suara/perintah Allah
* Roma 5:19,
"Jadi sama seperti oleh 'ketidaktaatan' (PARAKOÊ) satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar."
HÔSPER GAR DIA TÊS 'PARAKOÊS' TOU HENOS ANTHRÔPOU HAMARTÔLOI KATESTATHÊSAN HOI POLLOI HOUTÔS KAI DIA TÊS HUPAKOÊS TOU HENOS DIKAIOI KATASTATHÊSONTAI HOI POLLOI
Kata PARAKOÊ berasal dari kata kerja PARAKOUÔ, "tidak mau mendengarkan" (Matius 18:17), tidak bersedia mendengar, tidak memperhatikan, menolak mendengar. Secara konseptual, PARAKOÊ secara langsung bermakna "gagal mendengar", atau mendengar tanpa perhatian. Kata kerja PARAKOÊ terdiri atas preposisi PARA, "di samping" dan kata kerja AKOUÔ, "mendengar".
Dosa PARAKOÊ ini merupakan kegagalan mendengar perkataan Allah, dan juga dalam makna ketidaktaatan yang aktif.
* 2 Korintus 10:6,
"dan kami siap sedia juga untuk menghukum setiap kedurhakaan (PARAKOÊ), bila ketaatan kamu telah menjadi sempurna."
KAI EN HETOIMÔ EKHONTES EKDIKÊSAI PASAN 'PARAKOÊN' HOTAN PLÊRÔTHÊ HUMÔN HÊ HUPAKOÊ
* Ibrani 2:2,
"Sebab kalau firman yang dikatakan dengan perantaraan malaikat-malaikat tetap berlaku, dan setiap pelanggaran dan ketidaktaatan (PARAKOÊ) mendapat balasan yang setimpal,"
EI GAR HO DI AGGELÔN LALÊTHEIS LOGOS EGENETO BEBAIOS KAI PASA PARABASIS KAI 'PARAKOÊ' ELABEN ENDIKON"
MISTHAPODOSIAN
[14] ASEBEIA, "kefasikan", memberontak terhadap Allah
* Roma 1:18,
"Sebab murka Allah nyata dari surga atas segala 'kefasikan' (ASEBEIA) dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman."
APOKALUPTETAI GAR ORGÊ THEOU AP OURANOU EPI PASAN 'ASEBEIAN' KAI ADIKIAN ANTHRÔPÔN TÔN TÊN ALÊTHEIAN EN ADIKIA KATEKHONTÔN
Kata ASEBEIA berasal dari kata sifat ASEBÊS, yaitu gabungan dari partikel negatif A dan kata kerja SEBOMAI, "menyembah", jadi secara konseptual, ASEBEIA bermakna "tidak mau menyembah", "tidak mau tunduk".
Dosa ASEBEIA ini merupakan suatu keadaan membentuk oposisi langsung terhadap Allah, semua kata ini diterjemahkan dengan "kefasikan" dalam Perjanjian Baru Indonesia, oleh karena itu tidak dikutip ayat-ayat lain yang memuat kata ini.
[15] HÊTTÊMA, "keburukan", kegagalan dalam tugas dan kewajiban.
* Roma 11:12,
"Sebab jika pelanggaran mereka berarti kekayaan bagi dunia, dan 'kekurangan' (HÊTTÊMA) mereka kekayaan bagi bangsa-bangsa lain, terlebih-lebih lagi kesempurnaan mereka."
EI DE TO PARAPTÔMA AUTÔN PLOUTOS KOSMOU KAI TO HÊTTÊMA AUTÔN PLOUTOS ETHNÔN POSÔ MALLON TO PLÊRÔMA AUTÔN
Alkitab Terjemahan Lama, "Djikalau djatuhnja itu mendjadi kekajaan isi dunia, dan KERUSAKANNJA itu mendjadi kekajaan orang kafir, maka terlebih pula djikalau bilangannja mendjadi genap."
King James Version, "Now if the fall of them be the riches of the world, and the DIMINISHING of them the riches of the Gentiles; how much more their fulness?"
The Orthodox Jewish Brit Chadasha, "And if their pesha means riches for the world, and their FAILURE means riches for the Goyim, how much more will their fullness mean!"
Dapat diperhatikan adanya 'paralel' antara frasa pertama dan kedua:
[1] Pelanggaran mereka adalah kekayaan bagi dunia, dan
[2] kekurangan mereka adalah kekayaan bagi bangsa-bangsa lain.
Jadi, ada kemiripan makna antara "pelanggaran" (Yunani: PARAPTÔMA) dengan "kekurangan" (Yunani: HÊTTÊMA).
Kata Yunani HÊTTÊMA berjenis nomina (kata benda), dibentuk dari kata kerja (verba) HÊTTAÔ, diterjemahkan oleh LAI dengan "dikebelakangkan" (2 Korintus 12:13), "dikalahkan" (2 Petrus 2:19), kemudian 2 Petrus 2:20 tidak menerjemahkan kata ini, seharusnya "tetapi terlibat lagi dan 'kalah atau gagal' di dalamnya".
Masih ada kata yang asalnya sama yaitu HÊTTON dan kata ini berjenis adjektiva, diterjemahkan oleh LAI dengan "keburukan" (1 Korintus 11:17, mungkin terjemahan "lebih buruk" agak cocok), dan "'kurang' dikasihi" (2 Korintus 12:15).
Seperti ilustrasi sebelumnya, jika seseorang diharuskan melakukan "sepuluh" kewajiban, namun ternyata ia hanya melakukan "empat", atau kurang dari "sepuluh", maka ia melakukan "dosa" dalam pengertian HÊTTÊMA.
[16] HAMARTÊMA, dosa sebagai hasil tindakan
* Markus 3:28,
"Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semua dosa (HAMARTÊMA) dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan."
AMÊN LEGÔ HUMIN HOTI PANTA APHETHÊSETAI TA 'HAMARTÊMATA' TOIS HUIOIS TÔN ANTHRÔPÔN KAI BLASPHÊMIAI HOSAS AN BLASPHÊMÊSÔSIN
Kata HAMARTÊMA berasal dari kata kerja HAMARTANÔ, "berdosa" atau "berbuat dosa", lebih menitikberatkan pada dosa itu sendiri ketimbang tindakannya sehingga LAI dengan tepat menggunakan awalan ber- di sana. Secara konseptual kata ini berarti "tidak mendapat bagian", "meleset dari sasaran".
* Roma 3:25,
"Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan 'dosa-dosa' (HAMARTÊMA) yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya."
HON PROETHETO HO THEOS HILASTÊRION DIA TÊS PISTEÔS EN TÔ AUTOU HAIMATI EIS ENDEIXIN TÊS DIKAIOSUNÊS AUTOU DIA TÊN PARHESIN TÔN PROGEGONOTÔN 'HAMARTÊMATÔN'
* 1 Korintus 6:18,
"Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa (HAMARTÊMA) lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri."
PHEUGETE TÊN PORNEIAN PAN 'HAMARTÊMA' HO EAN POIÊSÊ ANTHRÔPOS EKTOS TOU SÔMATOS ESTIN HO DE PORNEUÔN EIS TO IDION SÔMA HAMARTANEI
[17] HAMARTIA, meleset dari sasaran yang dituju, merupakan istilah umum bagi "dosa" baik tindakan maupun hasil;
Kata HARMARTIA ini adalah istilah umum bagi kata "dosa" yang digunakan paling banyak dalam Perjanjian Baru Yunani, yaitu 174 KATA!
* Matius 1:21,
"Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari 'dosa' (HAMARTIA) mereka."
TEXETAI DE HUION KAI KALESEIS TO ONOMA AUTOU IÊSOUN AUTOS GAR SÔSEI TON LAON AUTOU APO TÔN 'HAMARTIÔN' AUTÔN
Seperti halnya dengan kata HAMARTÊMA sebelumnya, kata HAMARTIA pun berasal dari kata kerja HAMARTANÔ, "berdosa" atau "berbuat dosa", namun mengandung makna baik tindakan maupun hasil dari tindakan. Dosa jika diartikan meleset dari sasaran atau tujuan, maka dosa ini disebut HAMARTIA atau HAMARTÊMA, dan kata ini tidak pernah diterjemahkan dengan kata lain selain dari "dosa".
Tags:
DOSA