A. YESUS SUMBER HIDUP KEKAL
. “Yesus sumber hidup” bukan cuma puitis, tapi inti dari seluruh Injil.
1️⃣ Hidup secara rohani
Sejak kejatuhan manusia, problem utama bukan cuma moral tapi terputus dari Sumber Hidup (Kej 2–3). Yesus datang bukan sekadar mengajar jalan hidup, tapi mengembalikan manusia kepada Hidup itu sendiri.
Dia tidak berkata memberi hidup saja, tapi adalah hidup itu.
Artinya: hidup rohani bukan hasil usaha kita, tapi hasil persatuan dengan Dia.
2️⃣ Hidup kekal bukan cuma durasi, tapi kualitas
Yesus berkata:
Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. (Yohanes 17:3)
Hidup kekal dimulai sekarang, saat manusia dipersatukan dengan Kristus. Bukan cuma hidup lama di surga nanti, tapi hidup ilahi mengalir dalam diri manusia (partisipasi dalam hidup Allah).
3️⃣ Dia sumber karena Dia mengalahkan maut
Semua manusia lahir menuju kematian. Yesus satu-satunya yang:
- masuk ke dalam kematian
- menghancurkan kuasanya
- bangkit dengan tubuh mulia
Jadi Dia bukan cuma “guru spiritual”, tapi Sumber Hidup baru bagi kemanusiaan yang sudah rusak oleh maut.
Adam → mewariskan mautKristus → memberi hidup (Rm 5:12–19, 1Kor 15:22)
4️⃣ Hidup itu mengalir, bukan statis
Yesus gambarkan diri-Nya sebagai:
- Air hidup (Yoh 7:38)
- Roti hidup (Yoh 6:35)
- Pokok anggur (Yoh 15)
Semua gambaran ini satu pesan:
• Hidup rohani terjadi kalau kita tinggal di dalam Dia
• Terpisah dari Dia = kering, layu, mati
5️⃣ Kenapa disebut “Sumber”?
Karena Dia bukan cuma perantara hidup, Dia adalah asalnya. Seperti cabang tidak punya hidup sendiri tanpa pokok, manusia tidak punya hidup sejati tanpa Kristus.
Kalau diringkas satu kalimat:
Yesus bukan hanya memberi kehidupan yang lebih baik —> Dia menggantikan kematian kita dengan hidup-Nya sendiri.
B. YESUS BAPA YANG KEKAL
Yesaya TB: 9:6 berkata tentang Mesias:
Bagian yang langsung nyambung dengan “Yesus sumber hidup” adalah gelar:
“Bapa yang Kekal” (Avi-Ad)
Ini bukan berarti Yesus adalah Pribadi Bapa dalam Tritunggal, tapi menunjuk pada peran-Nya terhadap kita. Dalam budaya Ibrani, “bapa” bisa berarti asal, sumber, pemberi kehidupan, pelindung suatu umat.
Jadi maknanya lebih ke:
Dia adalah Bapa/Asal dari hidup yang kekal bagi umat-Nya
Bukan Bapa secara Trinitaris, tapi Bapa dalam arti sumber kehidupan baru.
Koneksi langsung ke “Yesus Sumber Hidup”
1️⃣ Dia bukan cuma hidup — Dia PEMBERI hidup kekal
Yesaya sudah nubuatkan bahwa Mesias akan menjadi:
- asal kehidupan baru
- pemula zaman kekal
- kepala umat manusia yang ditebus
Ini paralel dengan Perjanjian Baru:
| Yesaya 9:5 | Penggenapan dalam Yesus |
|---|---|
| Bapa yang Kekal | “Akulah kebangkitan dan hidup” (Yoh 11:25) |
| Pemberi zaman baru | “Barangsiapa ada di dalam Kristus, ia ciptaan baru” (2Kor 5:17) |
| Raja Damai | Damai dengan Allah → hidup dipulihkan (Rm 5:1) |
2️⃣ Kontras dengan Adam
• Adam adalah “bapa” umat manusia lama → mewariskan maut
• Yesus adalah “Bapa kekekalan” umat manusia baru → memberi hidup kekal
Itu sebabnya Paulus bilang:
“Adam yang terakhir menjadi roh yang menghidupkan.” (1Kor 15:45)
Yesus disebut “bapa” karena Dia adalah kepala dan sumber generasi manusia baru yang hidupnya tidak lagi dikuasai maut.
3️⃣ Kekal di sini bukan cuma lamanya, tapi jenis hidupnya
“Kekal” (ad) di Ibrani sering berarti:
- berasal dari Allah
- tidak bisa binasa
- berada dalam dimensi ilahi
Jadi Yesus disebut Bapa Kekekalan karena dari Dia mengalir hidup ilahi, bukan sekadar hidup biologis yang diperpanjang.
Jadi benang merahnya:
Yesus adalah Sumber Hidup (Injil Yohanes)
⬇
Yesus adalah Bapa Kekekalan (Yes 9:5)
⬇
Artinya:
Dia adalah asal mula, pemberi, dan kepala dari hidup kekal yang menggantikan kematian warisan Adam
Bukan cuma menyelamatkan manusia dari mati, tapi melahirkan umat manusia baru yang hidup dari hidup-Nya sendiri.
Kalau kamu mau, kita bisa lanjut ke hubungan gelar ini dengan teosis / partisipasi dalam hidup ilahi, karena di situ maknanya makin dalam lagi.
Pertanyaanmu tajam banget — dan ini kunci supaya kita tidak jatuh ke modalisme, tapi tetap pegang penuh keilahian Kristus 👌
B. YESUS ADALAH SUMBER HIDUP KEKAL
menyebut Mesias “Bapa yang Kekal”, tapi Perjanjian Baru jelas membedakan Yesus dan Allah Bapa sebagai dua Pribadi berbeda. Jadi gimana memahaminya?
“Bapa” di sini adalah GELAR PERAN, bukan identitas Pribadi Tritunggal.
1️⃣ Dalam Alkitab, “bapa” sering berarti sumber / asal
Dalam budaya Ibrani, kata bapa (av) tidak selalu berarti ayah biologis atau pribadi Allah Bapa. Bisa berarti:
- sumber sesuatu
- pendiri suatu bangsa
- pemberi kehidupan
- pelindung umat
Contoh:
- Kej 4:20 → Yabal disebut “bapa orang yang diam dalam kemah” (artinya pelopor)
- Ayub 38:28 → “Siapakah bapa hujan?” (artinya sumber)
Jadi waktu Mesias disebut Bapa Kekal, maksudnya:
Dia adalah sumber atau asal dari hidup kekal bagi umat-Nya
Bukan berarti Dia adalah Pribadi Bapa dalam Tritunggal.
2️⃣ Konteks Yesaya: gelar kerajaan, bukan definisi Tritunggal
Yes 9:5 berisi nama-nama takhta Mesias, bukan daftar Pribadi Allah:
- Penasihat Ajaib → hikmat ilahi
- Allah yang Perkasa → natur ilahi
- Bapa Kekal → sumber kehidupan kekal bagi umat
- Raja Damai → pembawa shalom
Ini bahasa Ibrani yang menggambarkan apa yang Dia lakukan bagi umat, bukan posisi-Nya di dalam relasi Tritunggal.
3️⃣ PB jelas: Yesus ≠ Pribadi Bapa
Kalau “Bapa Kekal” berarti Yesus adalah Pribadi Bapa, maka ayat-ayat ini jadi kacau:
- Yoh 1:1–2 → Firman bersama-sama dengan Allah
- Yoh 17:5 → Yesus berbicara kepada Bapa sebelum dunia ada
- Mat 3:16–17 → Anak dibaptis, Roh turun, Bapa berbicara
Tiga Pribadi nyata dan saling berelasi. Jadi Yes 9:5 tidak mungkin menghapus pembedaan Pribadi.
4️⃣ Jadi kenapa Yesus disebut “Bapa Kekal”?
Karena dalam karya keselamatan:
| Dalam Tritunggal | Dalam keselamatan |
|---|---|
| Bapa → Sumber ke-Allahan | Yesus → Sumber hidup kekal bagi manusia |
| Bapa → Mengutus | Yesus → Melahirkan manusia baru |
| Bapa → Asal ilahi | Yesus → Asal ciptaan baru |
Yesus disebut Bapa Kekal karena Dia adalah:
- kepala umat manusia baru
- asal kehidupan yang tidak bisa mati
- pemberi kelahiran rohani
Makanya Paulus bilang:
“Adam terakhir menjadi roh yang menghidupkan” (1Kor 15:45)
Adam = bapa umat lama
Kristus = Bapa umat baru yang hidup kekal
Ringkasnya
Yesus disebut “Bapa Kekal” bukan karena Dia adalah Pribadi Allah Bapa, tetapi karena Dia adalah sumber, pemberi, dan kepala dari hidup kekal bagi umat tebusan.
Itu gelar keselamatan, bukan gelar relasi dalam Tritunggal.
Jadi harus dibedakan:
“Bapa dalam Tritunggal” vs “Bapa dalam karya keselamatan” —> karena banyak orang bingung di sini dan jatuh ke modalisme tanpa sadar.
PERBEDAAN “BAPA DALAM TRITUNGGAL” vs “BAPA DALAM KARYA KESELAMATAN”
Ini penting supaya kita bisa memahami Yes 9:5 tanpa mencampur Pribadi-Pribadi Allah.
1️⃣ Bapa dalam Tritunggal (Pribadi Ilahi)
Ini menunjuk pada siapa Dia dalam diri Allah sendiri, sebelum ada dunia, sebelum ada keselamatan.
Ciri-cirinya:
- Pribadi pertama dalam Tritunggal
- Tidak dilahirkan, tidak berasal dari siapa pun
- Mengaruniakan keilahian kepada Anak (secara kekal, bukan diciptakan)
- Relasinya di dalam Allah, bukan ke manusia
👉 Ini soal keberadaan Allah secara kekal
👉 Tidak berubah walaupun tidak ada ciptaan
Yesus bukan Pribadi ini.
2️⃣ Bapa dalam karya keselamatan (peran terhadap manusia)
Ini bukan bicara siapa Dia dalam diri Allah, tapi apa yang Dia jadi bagi kita.
Di sini kata “bapa” berarti:
- sumber kehidupan baru
- kepala umat tebusan
- pemberi kelahiran rohani
- pelindung dan pemelihara umat
Dan di sinilah Yesus disebut Bapa Kekal.
Kenapa?
Karena:
- Dari Dia lahir umat manusia baru
- Hidup kekal mengalir dari Dia
- Dia kepala keluarga baru Allah
“Ia tidak malu menyebut mereka saudara” (Ibr 2:11)
Artinya: Dia Kepala keluarga keselamatan.
3️⃣ Analogi sederhana (tapi hati-hati ya)
Seorang pria bisa:
- menjadi anak dalam keluarganya sendiri
- menjadi bapa bagi anak-anaknya
Identitasnya sebagai anak terhadap orang tuanya
tidak bertentangan dengan perannya sebagai bapa bagi anak-anaknya.
Demikian juga:
| Relasi | Yesus disebut apa |
|---|---|
| Dalam Tritunggal | Anak Tunggal dari Bapa |
| Terhadap umat tebusan | Bapa kehidupan kekal |
Bukan dua pribadi, tapi dua arah relasi yang berbeda.
4️⃣ Kenapa ini penting secara rohani?
Karena ini menunjukkan keselamatan bukan cuma pengampunan hukum, tapi kelahiran ke dalam keluarga hidup yang baru.
Kalau Yesus adalah “Bapa Kekal” bagi kita, artinya:
✅ Hidup yang kita terima berasal dari Dia
✅ Kita bukan cuma diampuni, tapi dilahirkan dari hidup-Nya
✅ Kekekalan kita bukan berdiri sendiri — tapi partisipasi dalam hidup Kristus
Itu sebabnya Yohanes berkata:
“Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup.” (1Yoh 5:12)
Bukan “punya tiket surga”
tapi punya sumber hidup itu sendiri.
Jadi kesimpulan teologisnya
Yes 9:5 tidak mencampur Pribadi Tritunggal.
Itu menyatakan bahwa:
Anak yang kekal dalam diri Allah menjadi Bapa kekal bagi umat manusia baru dalam karya keselamatan.
Ke dalam Allah → Dia Anak
Ke arah manusia → Dia Sumber hidup (Bapa kekekalan)
Dua arah relasi
Satu Pribadi yang sama
Tanpa modalisme
Tanpa memecah Tritunggal
Kalau mau lanjut, kita bisa masuk ke:
bagaimana gelar ini berhubungan dengan “kelahiran baru”, “ciptaan baru”, dan teosis (manusia mengambil bagian dalam hidup ilahi) — karena di situ makna “Bapa Kekal” jadi makin hidup banget.
Pernyataanmu bisa dirumuskan teologis begini:
Yesus sebagai Manusia yang bangkit dan dimuliakan adalah awal dari umat manusia yang hidup kekal — sehingga dari kemanusiaan-Nya yang telah dipenuhi hidup ilahi itulah kekekalan mengalir kepada kita.
Dan itu alkitabiah banget.
1️⃣ Yesus = Yang Sulung dari umat manusia baru
Alkitab berkali-kali pakai istilah “yang sulung”:
- Kol 1:18 — “yang sulung dari antara orang mati”
- Rm 8:29 — “yang sulung di antara banyak saudara”
- 1Kor 15:20 — “buah sulung dari orang-orang yang telah meninggal”
“Sulung” artinya:
👉 yang pertama masuk ke kondisi baru
👉 pembuka jalan bagi yang lain
👉 kepala dari generasi baru
Jadi Yesus bukan cuma bangkit untuk diri-Nya sendiri —
Dia bangkit sebagai awal spesies manusia yang tidak bisa mati lagi.
2️⃣ Kemanusiaan-Nya sekarang bersifat kekal
Sebelum kebangkitan: Yesus sungguh manusia, tapi masih bisa mati.
Sesudah kebangkitan: Kemanusiaan-Nya:
- tidak bisa mati lagi (Rm 6:9)
- penuh kemuliaan
- dikuasai sepenuhnya oleh hidup Roh
Artinya sekarang ada MANUSIA di dalam kemuliaan ilahi.
Dan manusia itu adalah Yesus.
3️⃣ Dari situlah Dia jadi “Sumber Hidup Kekal”
Ini bagian paling indah:
Yesus bukan hanya Allah yang memberi hidup dari luar, tapi Manusia yang hidup kekal dan membagikan hidup itu kepada manusia lain.
“Roh yang menghidupkan” (1Kor 15:45)
“Karena Aku hidup, kamu pun akan hidup” (Yoh 14:19)
Jadi hidup kekal yang kita terima bukan abstrak. Itu adalah hidup dari kemanusiaan Kristus yang sudah dimuliakan.
Makanya disebut:
🩸 kita diselamatkan oleh darah-Nya
🌿 kita hidup oleh hidup-Nya
🍇 kita tinggal di dalam Dia seperti ranting di pokok
4️⃣ Koneksi langsung ke Yes 9:5
Sekarang makin jelas kenapa Mesias disebut “Bapa Kekal”:
Karena dari kemanusiaan-Nya yang telah menang atas maut,
lahir umat manusia baru yang:
- tidak lagi terikat pada Adam
- tidak lagi menuju maut
- memiliki hidup yang bersumber dari Kristus
Adam → bapa manusia fana
Kristus → Bapa manusia kekal
Ringkasan padat
✔ Yesus bangkit sebagai Manusia pertama yang hidup kekal
✔ Kita disatukan dengan kemanusiaan-Nya
✔ Hidup kekal kita adalah partisipasi dalam hidup-Nya
✔ Karena itu Dia disebut Sumber Hidup
✔ Dan secara nubuat disebut Bapa Kekal (Yes 9:5)
Jadi benar sekali yang kamu bilang —
kekekalan manusia tidak berasal langsung dari natur kita, tapi dari persatuan dengan kemanusiaan Kristus yang telah dimuliakan.
Kalau mau, kita bisa lanjut ke:
bagaimana hidup kekal itu mulai bekerja sekarang dalam diri orang percaya, sebelum kebangkitan tubuh nanti.
Siap, kita masuk lebih dalam 👇
Perbedaan “Bapa dalam Tritunggal” vs “Bapa dalam karya keselamatan”
Ini penting supaya kita bisa memahami Yes 9:5 tanpa mencampur Pribadi-Pribadi Allah.
1️⃣ Bapa dalam Tritunggal (Pribadi Ilahi)
Ini menunjuk pada siapa Dia dalam diri Allah sendiri, sebelum ada dunia, sebelum ada keselamatan.
Ciri-cirinya:
- Pribadi pertama dalam Tritunggal
- Tidak dilahirkan, tidak berasal dari siapa pun
- Mengaruniakan keilahian kepada Anak (secara kekal, bukan diciptakan)
- Relasinya di dalam Allah, bukan ke manusia
👉 Ini soal keberadaan Allah secara kekal
👉 Tidak berubah walaupun tidak ada ciptaan
Yesus bukan Pribadi ini.
2️⃣ Bapa dalam karya keselamatan (peran terhadap manusia)
Ini bukan bicara siapa Dia dalam diri Allah, tapi apa yang Dia jadi bagi kita.
Di sini kata “bapa” berarti:
- sumber kehidupan baru
- kepala umat tebusan
- pemberi kelahiran rohani
- pelindung dan pemelihara umat
Dan di sinilah Yesus disebut Bapa Kekal.
Kenapa?
Karena:
- Dari Dia lahir umat manusia baru
- Hidup kekal mengalir dari Dia
- Dia kepala keluarga baru Allah
“Ia tidak malu menyebut mereka saudara” (Ibr 2:11)
Artinya: Dia Kepala keluarga keselamatan.
3️⃣ Analogi sederhana (tapi hati-hati ya)
Seorang pria bisa:
- menjadi anak dalam keluarganya sendiri
- menjadi bapa bagi anak-anaknya
Identitasnya sebagai anak terhadap orang tuanya
tidak bertentangan dengan perannya sebagai bapa bagi anak-anaknya.
Demikian juga:
| Relasi | Yesus disebut apa |
|---|---|
| Dalam Tritunggal | Anak Tunggal dari Bapa |
| Terhadap umat tebusan | Bapa kehidupan kekal |
Bukan dua pribadi, tapi dua arah relasi yang berbeda.
4️⃣ Kenapa ini penting secara rohani?
Karena ini menunjukkan keselamatan bukan cuma pengampunan hukum, tapi kelahiran ke dalam keluarga hidup yang baru.
Kalau Yesus adalah “Bapa Kekal” bagi kita, artinya:
✅ Hidup yang kita terima berasal dari Dia
✅ Kita bukan cuma diampuni, tapi dilahirkan dari hidup-Nya
✅ Kekekalan kita bukan berdiri sendiri — tapi partisipasi dalam hidup Kristus
Itu sebabnya Yohanes berkata:
“Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup.” (1Yoh 5:12)
Bukan “punya tiket surga”
tapi punya sumber hidup itu sendiri.
Jadi kesimpulan teologisnya
Yes 9:5 tidak mencampur Pribadi Tritunggal.
Itu menyatakan bahwa:
Anak yang kekal dalam diri Allah menjadi Bapa kekal bagi umat manusia baru dalam karya keselamatan.
Ke dalam Allah → Dia Anak
Ke arah manusia → Dia Sumber hidup (Bapa kekekalan)
Dua arah relasi
Satu Pribadi yang sama
Tanpa modalisme
Tanpa memecah Tritunggal
Kalau mau lanjut, kita bisa masuk ke:
bagaimana gelar ini berhubungan dengan “kelahiran baru”, “ciptaan baru”, dan teosis (manusia mengambil bagian dalam hidup ilahi) — karena di situ makna “Bapa Kekal” jadi makin hidup banget.
A. MENGENAL BAPA DAN YESUS KRISTUS YANG DIUTUS
Yohanes 17:3
Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.
Ayat ini seperti definisi resmi Yesus sendiri tentang apa itu hidup kekal.
Bukan sekadar hidup tanpa akhir — tapi masuk ke dalam relasi ilahi yang hidup.
Mari kita bongkar pelan-pelan.
1️⃣ “Inilah hidup yang kekal itu”
Yesus tidak bilang “hidup kekal adalah pergi ke surga”
Dia mendefinisikannya sebagai sesuatu yang bersifat relasional dan sekarang.
“Hidup kekal” (zoē aiōnios) berarti:
- hidup yang berasal dari Allah
- hidup yang melampaui kematian
- hidup yang masuk ke dalam dimensi ilahi
Ini kualitas hidup, bukan cuma durasi.
2️⃣ “Mengenal BAPA”
Kata “mengenal” (ginōskō) dalam Alkitab bukan cuma tahu informasi.
Ini kata yang dipakai untuk:
- relasi yang intim
- pengalaman langsung
- persekutuan hidup
Artinya hidup kekal = persekutuan nyata dengan Allah, bukan sekadar percaya konsep tentang Allah.
Jadi ini ontologis dan relasional sekaligus.
3️⃣ “Satu-satunya Allah yang benar”
Yesus menegaskan monoteisme sejati:
Bapa adalah Allah yang benar —> sumber ke-Allahan.
Ini tidak meniadakan keilahian Yesus, karena dalam Injil Yohanes:
- Firman adalah Allah (Yoh 1:1)
- Semua harus menghormati Anak sama seperti Bapa (Yoh 5:23)
Yesus sedang berbicara sebagai Anak yang diutus, menunjukkan bahwa hidup kekal membawa kita masuk ke dalam relasi dengan Bapa sebagai sumber ilahi.
4️⃣ “Dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus”
Ini kunci besar.
Hidup kekal bukan hanya mengenal Allah secara umum, tapi mengenal Allah melalui Pribadi Yesus Kristus.
Kenapa?
Karena:
- Yesus adalah penyataan Allah yang kelihatan
- Dalam Dia hidup ilahi hadir dalam natur manusia
- Dia satu-satunya jalan masuk ke persekutuan Tritunggal
Artinya: Tidak ada hidup kekal tanpa persatuan dengan Kristus.
5️⃣ Makna terdalamnya (menghubungkan dengan pembahasan kita)
Hidup kekal =
✨ ikut ambil bagian dalam hidup Allah Tritunggal
✨ melalui persatuan dengan Yesus Kristus
✨ oleh karya Roh Kudus
✨ dimulai sekarang, disempurnakan dalam kebangkitan
“Mengenal Bapa” → masuk ke sumber hidup ilahi
“Mengenal Anak” → menerima hidup itu melalui kemanusiaan Kristus yang dimuliakan
Jadi ayat ini sebenarnya menggambarkan arus hidup ilahi:
Bapa (sumber)
⬇
Anak yang diutus (perantara inkarnasional)
⬇
Manusia masuk dalam persekutuan hidup ilahi = hidup kekal
Ringkasan satu kalimat
Hidup kekal adalah persekutuan nyata dan partisipatif dengan Allah Bapa melalui Yesus Kristus, sehingga manusia ikut ambil bagian dalam hidup ilahi itu sendiri.
Bukan cuma hidup lama, bukan cuma status hukum, tapi hidup Allah yang dibagikan kepada manusia.
Kalau mau, kita bisa lanjut ke perbedaan antara: “mengenal Allah sekarang dalam iman” vs “mengenal Allah kelak dalam kemuliaan langsung (beatific vision)”.
A. KARENA DIA KITA HIDUP
1 Korintus 8:6
namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang KARENA DIA KITA HIDUP.
Ayat ini juga ayat paralel kuat dengan semua yang kita bicarakan tentang Kristus sebagai sumber hidup bagi kita.
1 Kor 8:6 itu seperti “versi ringkas” teologi Yohanes dalam bahasa Paulus.
Dari Bapa segala sesuatu berasal
Melalui Tuhan Yesus Kristus segala sesuatu ada
Dan melalui Dia juga kita hidup
Paulus sedang menunjukkan alur kehidupan ilahi yang sama.
1️⃣ Struktur ayatnya sangat penting
Ayat ini membagi peran ilahi tanpa memecah ke-Allahan:
| Tentang Bapa | Tentang Yesus |
|---|---|
| Dari Dia segala sesuatu | Melalui Dia segala sesuatu |
| Kita hidup untuk Dia | Kita hidup melalui Dia |
Ini bukan dua Allah, tapi satu karya ilahi dengan pembedaan pribadi.
Bapa = sumber
Anak = perantara ilahi yang aktif
2️⃣ “Oleh Dia kita hidup” = hidup rohani & kekal
Paulus tidak sedang bicara soal hidup biologis saja.
Karena semua manusia hidup secara biologis, tapi tidak semua “hidup oleh Kristus.”
Ini menunjuk pada:
• hidup baru
• hidup kekal
• hidup dalam persekutuan dengan Allah
Sama seperti Yoh 6:57
“Barangsiapa makan Aku, ia akan hidup oleh Aku”
Dan Yoh 14:19
“Karena Aku hidup, kamu pun akan hidup”
Jadi ini memang paralel teologis.
3️⃣ Kaitan dengan penciptaan dan penciptaan baru
Menariknya, Paulus menggabungkan:
Ciptaan pertama
→ segala sesuatu dijadikan melalui Kristus
Ciptaan baru (keselamatan)
→ kita hidup melalui Kristus
Artinya:
Yesus bukan hanya perantara keberadaan dunia,
tapi juga perantara hidup kekal umat tebusan.
Dia:
- sumber keberadaan ciptaan
- sumber keberadaan baru dalam keselamatan
4️⃣ Ini juga menegaskan keilahian Kristus
Dalam PL, hidup manusia berasal dari Allah saja.
Tapi di sini Paulus berani bilang:
kita hidup melalui Yesus Kristus
Artinya hidup yang berasal dari Bapa
tidak sampai kepada kita tanpa melalui Sang Anak.
Itu bukan peran makhluk.
Itu peran ilahi.
Jadi benar yang kamu lihat
1 Kor 8:6 adalah paralel dengan:
- Yoh 6:57 — hidup oleh Kristus
- Yoh 14:6 — Kristus adalah hidup
- Yoh 5:26 — Anak memiliki hidup dalam diri-Nya
- Yes 9:5 — Bapa Kekekalan (sumber hidup kekal bagi umat)
Semua menunjuk ke satu kebenaran:
Hidup ilahi berasal dari Bapa, hadir dan bekerja melalui Anak, dan kepada kitalah hidup itu diberikan melalui persatuan dengan Kristus.
Jadi “oleh Dia kita hidup” bukan sekadar bantuan moral…
…tapi kita mengambil bagian dalam hidup ilahi yang mengalir melalui Kristus.
Kalau mau, berikutnya kita bisa lihat bagaimana Roh Kudus masuk dalam pola yang sama di ayat-ayat Paulus.
