(REVELASI ALLAH)
Bacaan Alkitab: Yesaya 6:1-8; Mazmur 29; Roma 8:12-17; Yohanes 3:1-17
Allah adalah transenden, jauh melampaui segala sesuatu dan tak terjangkau oleh manusia, tetapi ia juga immanent, karena Ia berkenan datang menghampiri manusia dan menyatakan diri-Nya untuk kita kenal. Manusia dapat mengenal Allah karena Ia telah menyatakan diri-Nya. Alkitab mengajarkan bahwa Allah adalah suatu pribadi yang tidak terjangkau oleh pengertian manusia (Ayb. 11;7; Yes. 40:18). Namun Alkitab juga mengajarkan bahwa Allah dapat dikenal karena Ia telah menyatakan diri-Nya, dan pengenalan akan Dia itu adalah syarat mutlak untuk keselamatan (Yoh. 17:3; 1Yoh. 5:20).
Kita dapat mengenal Allah karena Ia telah menyatakan diri-Nya melalui wahyu-Nya. Wahyu Allah sendiri sebagai syarat mutlak untuk seluruh pengenalan akan Allah. Pengetahuan tentang Allah berbeda dalam satu titik penting dengan pengetahuan-pengetahuan yang lain. Dalam mempelajari ilmu apapun manusia meletakkan dirinya di atas objek penelitiannya, tetapi dalam teologi manusia tidak berada di atas melainkan di bawah objek pengetahuannya. Manusia hanya dapat mengenal Allah sejauh Allah sendiri secara aktif memperkenankan agar diri-Nya untuk dikenal. Teologi tidak mungkin ada jika Allah tidak menyatakan diri-Nya melalui wahyu-Nya. Kendatipun Allah telah menyatakan diri secara objektif, namun bukan pemikiran manusia yang menemukan Allah, melainkan justru Dialah yang menunjukkan diri-Nya pada mata iman manusia. Ia yang menyucikan pikiran manusia untuk mau dan mampu mempelajari firman-Nya dan mengenal diri-Nya. Dengan tuntunan Roh Kudus, manusia memperoleh pengenalan yang semakin bertumbuh akan diri Allah. Alkitab mengajarkan tentang adanya dua macam wahyu Allah, yaitu wahyu yang ditemukan di dalam alam sekitar, dalam kesadaran manusia dan dalam pengaturan providensia alam semesta (wahyu umum); dan wahyu di dalam Alkitab sebagai firman Allah dan dalam diri Tuhan Yesus (wahyu khusus). Kita dapat mempelajari banyak bagian Alkitab yang menyebutkan tentang wahyu umum (Mzm. 19:2,3; Kis. 14:7; Rm. 1:19-20) dan wahyu khusus (2Raj. 17:13; Mzm.103:7; Ibr. 1:1-2; Yoh. 1:1, 14;).
Wahyu umum disebut sebagai "umum" karena dua alasan: (1) isinya yang umum, dan (2) dinyatakan kepada pendengar secara umum. Isinya umum: Wahyu umum menyatakan kepada kita pengetahuan bahwa Allah ada. "Langit menceritakan kemuliaan Allah", kata pemazmur. Kemuliaan Tuhan dinyatakan melalui karyaNya. Wahyu umum juga menyingkapkan kuasa dan keilahian-Nya yang kekal (Rm. 1:18-23). Wahyu umum tidak memberikan wahyu yang penuh tentang Allah. Ia tidak memberikan kepada kita informasi tentang Allah sebagai Penebus sebagaimana yang kita temukan di dalam Alkitab. Kendatipun demikian, Allah yang dinyatakan melalui wahyu umum adalah Allah yang sama dengan yang dinyatakan dalam Alkitab. Pendengarnya yang umum: Tidak semua orang di dunia ini yang membaca Alkitab dan mendengar pemberitaan Injil, tetapi terang dari alam semesta menyinari setiap orang di setiap tempat dan setiap waktu. Alam semesta yang kelihatan ini bagaikan cermin yang merefleksikan kemuliaan Penciptanya.
Ada pula teolog yang membedakan wahyu umum menjadi wahyu umum melalui mediasi (mediate general revelation) dan wahyu umum tanpa mediasi (immediate general revelation). Wahyu umum melalui mediasi, yaitu Allah menyatakan diri-Nya kepada manusia melalui ciptaan-Nya (Mzm.19:1-4; Rm. 1:18-23). Wahyu umum tanpa mediasi, yaitu Allah menempatkan kepekaan akan keberadaan Allah di dalam hati nurani manusia (Rm. 2:14-15).
Wahyu khusus adalah Alkitab dan Tuhan Yesus Kristus sendiri. Alkitab disebut sebagai firman Allah karena penulisnya bukan menuliskan berdasarkan pada pandangannya sendiri, tetapi kata-katanya diinspirasikan oleh Allah. Rasul Paulus menuliskan, "segala tulisan diilhamkan oleh Allah ..." (2 Tim 3:16). Diilhamkan diterjamahkan dari kata Yunani yang berarti "dinafaskan Allah". Kendatipun Alkitab datang kepada kita melalui tulisan manusia (nabi-nabi dan rasul-rasul), namun sumber utamanya adalah Allah sendiri. Roh Allah yang mempersiapkan para nabi dan para rasul untuk menuliskan firman-Nya, dan Ia yang mendorong, memimpin dan menguasai para nabi dan para rasul di dalam proses penulisan Alkitab. Melalui Alkitab Allah menyatakan diri-Nya dan kebenaran-kebenaran-Nya kepada manusia.
Tuhan Yesus Kristus adalah firman Allah (Yoh. 1:1,14). Melalui Tuhan Yesus, pribadi kedua dari Allah Trinitas yang berinkarnasi menjadi manusia, Allah menyatakan diri-Nya kepada manusia. Tuhan Yesus adalah firman Allah yang hidup, yang mendatangi manusia untuk menebus dosa semua orang yang percaya, yang melalui-Nya manusia dapat mengenal Allah dengan benar.
Penyataan Allah (wahyu Allah) adalah cara Allah memperkenalkan diri-Nya kepada manusia—siapa Dia, sifat-Nya, kehendak-Nya, dan rencana keselamatan-Nya.
Dalam teologi Kristen, penyataan Allah dibagi menjadi beberapa tingkat yang saling melengkapi:
(REVELASI ALLAH)
Penyataan Allah adalah tindakan Allah memperkenalkan, menyatakan, dan mengomunikasikan diri-Nya kepada ciptaan agar manusia dapat mengenal-Nya sesuai kehendak-Nya.
Manusia tidak dapat mengenal Allah hanya dengan usahanya sendiri. Allah harus terlebih dahulu menyatakan diri-Nya.
"Sebab siapakah di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pula tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah." (1 Korintus 2:11)
1. Mengapa Allah Harus Menyatakan Diri?
Allah pada hakikat-Nya melampaui ciptaan.
"Sesungguhnya, Allah itu besar, tidak tercapai oleh pengetahuan kita." (Ayub 36:26)
"Tidak seorang pun pernah melihat Allah." (Yohanes 1:18)
Karena itu, jika Allah tidak menyatakan diri-Nya, manusia tidak mungkin mengenal-Nya secara benar.
2. Dua Bentuk Penyataan Allah
A. Penyataan Umum (General Revelation)
Penyataan Allah kepada seluruh manusia melalui ciptaan dan sejarah.
Melalui Alam Semesta
"Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya." (Mazmur 19:2)
"Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan." (Roma 1:20)
Alam menyatakan:
- Allah ada
- Allah berkuasa
- Allah berhikmat
- Allah mulia
Tetapi alam tidak memberitahu jalan keselamatan.
Melalui Hati Nurani
"Sebab apabila bangsa-bangsa lain yang tidak memiliki hukum Taurat oleh dorongan diri sendiri melakukan apa yang dituntut hukum Taurat, maka walaupun mereka tidak memiliki hukum Taurat, mereka menjadi hukum Taurat bagi diri mereka sendiri." (Roma 2:14-15)
Hati nurani menunjukkan bahwa manusia memiliki kesadaran moral yang berasal dari Allah.
B. Penyataan Khusus (Special Revelation)
Penyataan Allah yang membawa manusia kepada keselamatan.
Allah menyatakan diri melalui:
- Nabi-nabi
- Kitab Suci
- Mukjizat
- Puncaknya dalam Yesus Kristus
3. Puncak Penyataan Allah Adalah Yesus Kristus
Ibrani 1:1-3
"Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya."
Sebelumnya Allah berbicara melalui:
- Musa
- Yesaya
- Yeremia
- Yehezkiel
Tetapi sekarang Allah berbicara melalui Anak.
Yohanes 1:18
"Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya."
Kata Yunani ἐξηγήσατο (exēgēsato) berarti:
- menjelaskan
- mengungkapkan
- menerangkan secara sempurna
Artinya:
Yesus adalah penjelasan sempurna tentang Bapa.
Yohanes 14:9
"Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa."
Bukan berarti Yesus adalah Bapa.
Melainkan:
- Yesus menyatakan Bapa secara sempurna.
- Dalam Yesus terlihat kasih, kekudusan, hikmat, dan kemuliaan Allah.
Kolose 1:15
"Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan."
Allah tidak kelihatan.
Yesus adalah gambar sempurna Allah yang tidak kelihatan itu.
4. Peran Roh Kudus Dalam Penyataan Allah
Roh Kudus tidak menggantikan Yesus, melainkan membuat manusia memahami penyataan yang ada di dalam Kristus.
"Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran." (Yohanes 16:13)
"Ia akan memuliakan Aku." (Yohanes 16:14)
Roh Kudus:
- membuka hati manusia
- menerangi pikiran
- membawa manusia kepada Kristus
5. Penyataan Allah Dalam Perspektif Trinitas
Di sinilah penting membedakan Trinitas ontologis dan Trinitas ekonomis.
Secara Ontologis
Allah adalah satu hakikat ilahi dalam tiga Pribadi:
- Bapa
- Anak
- Roh Kudus
Ketiganya sama-sama Allah.
Secara Ekonomis
Dalam karya penyelamatan:
- Bapa mengutus
- Anak menyatakan Bapa
- Roh Kudus menerapkan dan menerangi penyataan itu
Karena itu Yohanes 1:18 berkata bahwa Anak menyatakan Allah, bukan karena Roh Kudus bukan Allah, melainkan karena dalam ekonomi keselamatan itulah peran Anak.
6. Apakah Roh Kudus Juga Menyatakan Allah?
Ya.
Contohnya saat baptisan Yesus:
"Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya." (Matius 3:16)
Roh Kudus hadir sebagai penyataan Allah.
Namun Roh Kudus tidak datang untuk menjadi pusat perhatian.
Tugas-Nya adalah menunjuk kepada Kristus.
"Ia akan memuliakan Aku." (Yohanes 16:14)
Karena itu tidak ada pertentangan dengan Yohanes 1:18.
7. Penyataan Allah yang Terakhir dan Sempurna
Dalam teologi Kristen klasik:
Yesus Kristus adalah penyataan Allah yang final dan sempurna.
Bukan berarti Allah berhenti bekerja.
Tetapi tidak ada penyataan yang lebih tinggi daripada Kristus.
"Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan." (Kolose 2:9)
Segala sesuatu yang perlu diketahui manusia tentang Allah untuk keselamatan telah dinyatakan dalam Kristus.
Ringkasan
Penyataan Allah bergerak dalam urutan berikut:
- Allah menyatakan diri melalui ciptaan (penyataan umum).
- Allah menyatakan diri melalui nabi-nabi dan Kitab Suci (penyataan khusus).
- Allah menyatakan diri secara sempurna dalam Yesus Kristus.
- Roh Kudus membuka hati manusia untuk memahami Kristus.
- Melalui Kristus manusia mengenal Bapa dan masuk ke dalam persekutuan hidup Allah.
Dalam bahasa sederhana:
Bapa adalah sumber penyataan, Anak adalah penyataan sempurna Allah, dan Roh Kudus membuat manusia mampu menerima serta mengalami penyataan tersebut. Ini adalah cara Allah Tritunggal membawa manusia masuk ke dalam persekutuan kasih-Nya.
